*Bagian ketiga*

*Ada hadits lain yang menunjukkan tida semua bid’ah sesat*
& *Hadits ”semua bid’ah sesat” disana ada sesuatu yang dikecualikan*

Alhamdulilllah…

*_Wahai Kaum Muslimin yang dirahmati oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala,* Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

ﻭَﻛُﻞَّ ﺑِﺪْﻋَﺔٍ ﺿَﻼَﻟَﺔٌ

*“Setiap bid’ah adalah sesat”* (HR. Muslim no. 867).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam setiap memulai khutbah biasanya.beliau mengucapkan,

ﺃَﻣَّﺎ ﺑَﻌْﺪُ ﻓَﺈِﻥَّ ﺧَﻴْﺮَ ﺍﻟْﺤَﺪِﻳﺚِ ﻛِﺘَﺎﺏُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺧَﻴْﺮُ ﺍﻟْﻬُﺪَﻯ

ﻫُﺪَﻯ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَﺷَﺮُّ ﺍﻷُﻣُﻮﺭِ ﻣُﺤْﺪَﺛَﺎﺗُﻬَﺎ ﻭَﻛُﻞُّ ﺑِﺪْﻋَﺔٍ

ﺿَﻼَﻟَﺔٌ

*_“Amma ba’du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk.Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sejelek-jelek perkara adalah.(perkara agama) yang diada-adakan, setiap (perkara agama) yang diada- adakan itu adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah kesesatan ”_*(HR. Muslim no. 867)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa.sallam bersabda,

ﺃُﻭﺻِﻴﻜُﻢْ ﺑِﺘَﻘْﻮَﻯ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺍﻟﺴَّﻤْﻊِ ﻭَﺍﻟﻄَّﺎﻋَﺔِ ﻭَﺇِﻥْ ﻋَﺒْﺪًﺍ

ﺣَﺒَﺸِﻴًّﺎ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻣَﻦْ ﻳَﻌِﺶْ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﺑَﻌْﺪِﻯ ﻓَﺴَﻴَﺮَﻯ ﺍﺧْﺘِﻼَﻓًﺎ

ﻛَﺜِﻴﺮًﺍ ﻓَﻌَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺑِﺴُﻨَّﺘِﻰ ﻭَﺳُﻨَّﺔِ ﺍﻟْﺨُﻠَﻔَﺎﺀِ ﺍﻟْﻤَﻬْﺪِﻳِّﻴﻦَ

ﺍﻟﺮَّﺍﺷِﺪِﻳﻦَ ﺗَﻤَﺴَّﻜُﻮﺍ ﺑِﻬَﺎ ﻭَﻋَﻀُّﻮﺍ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ﺑِﺎﻟﻨَّﻮَﺍﺟِﺬِ

ﻭَﺇِﻳَّﺎﻛُﻢْ ﻭَﻣُﺤْﺪَﺛَﺎﺕِ ﺍﻷُﻣُﻮﺭِ ﻓَﺈِﻥَّ ﻛُﻞَّ ﻣُﺤْﺪَﺛَﺔٍ ﺑِﺪْﻋَﺔٌ

ﻭَﻛُﻞَّ ﺑِﺪْﻋَﺔٍ ﺿَﻼَﻟَﺔٌ

*_“Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, tetap mendengar dan ta’at kepada pemimpin walaupun.yang memimpin kalian adalah seorang budak dari Habasyah. Karena barangsiapa di antara kalian yang hidup sepeninggalku nanti, dia akan melihat perselisihan yang banyak. Maka wajib bagi kalian untuk berpegang pada sunnah-ku dan sunnah Khulafa’ur Rasyidin yang mereka itu telah diberi petunjuk. Berpegang teguhlah dengannya dan gigitlah ia dengan gigi geraham
kalian. Jauhilah dengan perkara (agama) yang diada-adakan karena setiap perkara (agama) yang diada-.adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan ”_*(HR. At.Tirmidzi no. 2676. ia berkata: “hadits ini hasan shahih

1. *Ada hadits lain yang menunjukkan bahwa tidak semua bid’ah sesat*

Ada hadits lain yang menunjukkan bahwa tidak
semua bid’ah sesat yaitu hadits yang diriwayatkan oleh At Tirmidzi, *“Dan barangsiapa yang mengadakan sebuah bid’ah dlolalah (sesat), yang tidak diridlai.Allah dan Rasul-Nya, maka dia memperoleh dosa sebanyak dosa orang yang mengamal kannya tanpamsedikit pun mengurangi dosa-dosa mereka” .*

Dalam hadits di atas disebutkan, *”Barangsiapa yang mengadakan sebuah bid’ah dlolalah (yang sesat).”*

Hal ini menunjukkan bahwa tidak semua bid’ah sesat,.andaikan semua bid’ah sesat tentu beliau akan..angsung berkata, *“Barangsiapa yang mengadakan sebuah bid’ah”* Dan tidak akan menambahkan kata dlolalah, maka logikanya adalah ada bid’ah yang tidak dlolalah (sesat).

JAWABAN :

Hadits terbut dikeluarkan oleh At Tirmidzi dalam sunannya no 2677 ia berkata : Haddatsana Abdullah.bin Abdurrahman akhbarona Muhammad bin ‘uyainah.dari Marwan bin Mu’awiyah Al Fazari dari Katsir bin.Abdillah yaitu ibnu ‘Amru bin ‘Auf Al Muzani dari.ayahnya dari kakeknya bahwaNabi shallallahu ‘alaihimwasallam bersabda kepada Bilal bin Al Harits… Al.Hadits. *Qultu : sanad hadits ini dlo’if (lemah) karenamada tiga perawi yang cacat yaitu :*

1. *Muhammad bin ‘uyainah*

disebutkan oleh ibnu Hibban dalam kitab Ats Tsiqat, *namun sebatas keberadaannya dalam kitab tersebut.tidakmenjadikan nya tsiqah , karena ibnu Hibban.terkenal suka mentsiqahkan perawi-perawi majhul*

Ibnu Hajar berkata dalam Taqributtahdzib

*”Maqbul”.Maksudnya bila di mutaba’ah, jika tidak.maka layyin haditsnya , dan disini ia tidak dimutaba’ah*

2. *Katsir binAbdullah*

dikatakan oleh imam Ahmad dan Yahya bin Ma’in,”Laisa bisyai’in”. Al.Aajurri berkata, ”Aku bertanya kepada Abu Dawud.tentangnya (Katsir bin Abdlillah), ia menjawab,*” Ia salah satu perawi kadzdzab (tukang berdusta),*aku
mendengar Muhammad bin Al Wazir Al Mishri berkata,” Aku mendengar Asy Syafi’I disebutkan padanya Katsir bin Abdillah bin ‘Amru maka beliau berkata,*” Ia adalah salah satu perawi kadzdzab”.*

Ad Daroquthni dan An Nasai berkata,” matrhaditsnya”. Ibnu Hibban berkata,*” Ia (Katsir) meriwayatkan dari ayahnya dari kakeknya sebuah naskah yang maudlu’ (palsu), tidak halal menyebutkannya dalam kitab-kitab, dan tidak halal juga meriwayatkan darinya”.*

3. *Abdullah bin ‘Amru*

dikatakan oleh Al Hafidz dalam taqribnya ,” Maqbul ”.Maka hadits ini tidak
bisa dijadikan hujjah . Adapun perkataan At Tirmidzi mengenai hadits ini ,” Hadits Hasan”. Adalah tidak hasan, karena telah kita ketahui bahwa sanadnya lemah bahkan sangat lemah lanjut di halaman 2