*Sirah Nabi 5 – Kondisi Keagamaan Sebelum Diutusnya Nabi Muhammad bagian kedua*

Alhamdulillah…

*Wahai Kaum Muslimin yang dirahmati oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Dari sini wajar kalau kita mengetahuibahwasanya orang-orang Arab dahulumeskipun mereka di zaman Jahiliyyah, mereka.telah mengenal Allāh, merekamengenalKa’bah, mengenal dakwah tauhid yang.merupakan ajaran Nabi Ibrāhīm ‘alayhissalāmyang masih tersisa pada mereka. Mereka.mengenal Allāh sebagai Pencipta. Maka jangan disangka orang-orang musyrik tidak mengenalAllāh, mereka kenal.*

*Jika kita mengetahui sejarah tentangperjalanan Nabi Ibrāhīm ‘alayhissalām, Nabi Ismā’īl ‘alayhissalām hingga Jurhum, Khuza’ah dan Quraisy, maka kita tahu bahwasanya adalah sesuatu yang wajar apabila mereka mengenal Allāh Subhānahu wa Ta’āla.*

Allāh mengatakan dalam Al-Qurān:

ﻭَﻟَﺌِﻦْ ﺳَﺄَﻟْﺘَﻬُﻢْ ﻣَﻦْ ﺧَﻠَﻖَ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕِ ﻭَﺍﻟْﺄَﺭْﺽَ ﻟَﻴَﻘُﻮﻟُﻦَّ ﺍﻟﻠَّﻪُ

ۚ

*_”Kalau engkau bertanya kepada merekasiapakah yang menciptakan langit dan bumi,maka sungguh-sungguh mereka mengatakanyang menciptakan adalah Allāh Subhānahu wa Ta’āla.”_* (QS Az-Zumār : 38)

*Oleh karenanya mereka berhaji sejak zamansebelum Nabi Muhammad dan mereka juga bertalbiyah.*

Oleh karenanya dalam Shahih Muslim, ketikaNabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam melihatorang-orang Musyrik Quraisy thawaf diKa’bah, mereka kemudian bertalbiyah

ﻟَﺒَّﻴْﻚَ ﻟَﺎ ﺷَﺮِﻳﻚَ ﻟَﻚَ

*_”Yā Allāh, kami penuhipanggilanMu, yā Allāh tidak syarikat (sekutu) bagimu.”,_*laluRasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallamberkata kepada mereka:

ﻭَﻳْﻠَﻜُﻢْ، ﻗَﺪْ ﻗَﺪْ

*”Celaka kalian, cukup perkataan kalian,(jangan ditambah lagi talbiyahnya).”*

Kemudian mereka menambahkan:

ﺇِﻟَّﺎ ﺷَﺮِﻳﻜًﺎ ﻫُﻮَ ﻟَﻚَ، ﺗَﻤْﻠِﻜُﻪُ ﻭَﻣَﺎ ﻣَﻠَﻚَ

*_”Kecuali syarikat (sekutu) milikMu, Engkaumenguasainya, dan sekutu tersebut tidak menguasai.”_*

*Mereka kaum musyrikinmengucapkan hal ini(talbiyah syirik) sementara mereka sedangthowaf di ka’bah* (HR Muslim no 1185)

*Kajian.Rutin “Siroh Nabawiyah”.Oleh Ustadz Dr.Khalid Basalamah MA*

*Keadaan Mekkah Sebelum Nabi dilahirkan (Bag 1 download audio 8MB*

keadaan mekkah sebelum nabi dilahirkan bagian1 mp3

*Keadaan Mekkah Sebelum Nabi dilahirkan (Bag 2 download audio 7MB*

keadaan mekkah sebelum nabi dilahirkan bagian2 mp3

*Mereka juga bertalbiyah meskipun talbiyahmerekamengandung kesyirikan. Bahkanmereka mengucapkan talbiyah itu sambilthowaf untuk mengagungkanAllah. Merekamengakui Allāh Subhānahu wa Ta’āla. Tetapimengapa mereka menyembah patung-patung?Sesungguhnya patung-patung itu hanya simboldari orang-orang shālih, simbol yangmendekatkan mereka kepada Allāh Subhānahuwa Ta’āla. Oleh karena itu, mereka berkatasebagaimana Allāh abadikan perkataan merekadalam Al-Qurān:*

ﻣَﺎ ﻧَﻌْﺒُﺪُﻫُﻢْ ﺇِﻟَّﺎ ﻟِﻴُﻘَﺮِّﺑُﻮﻧَﺎ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺯُﻟْﻔَﻰٰ

*_”Kami tidak menyembah mereka kecuali untukmendekatkan kami kepada Allāh dengan sedekat-dekatnya.”_*(Az-Zumār 3)

*Inilah asal kesyirikan mereka, yaitu dalamrangka mengagungkan Allāh melalui perantara-perantara.* Karenanya *Ar-Raazi,* salah seorangmufassir dari madzhab Syāfi’iyyah dalamkitabnya Mafātihul Ghāib berkata;

*”Bahkan kaum musyrikin mengetahui dengan jelas sekali bahwasanya patung-patung tersebut tidak menimbulkan perbuatan sama sekali, tidak ada penciptaan dan tidak ada pengaruh. Jika perkaranya demikian maka menjadikan mereka sebagai syarikat bagi AllahSubhaanahu wa Ta’aala dalam penyembahan merupakan murni kebodohan dankedunguan”* (At-Tafsiir Al-Kabiir 19/33)

Beliau juga berkata, *”Mereka (kaum kafir) menjadikanpatung-patung dan arca-arcadalam bentuk para nabi-nabi mereka danorang-orang mulia mereka.Merekamenyangkabahwasanya jika mereka beribadahkepadapatung-patung tersebut maka orang-orangmulia tersebut akan menjadi pemberi syafaatbagi mereka disisi Allah.*

*Dan yang semisaldengan ini di zaman sekarang banyak orang.yang mengagungkan kuburan-kuburan orang-orang mulia dengan keyakinan bahawasanya jika mereka mengagungkan kuburan-kuburan orang-orang mulia tersebut maka mereka akan menjadi pemberi syafaat bagi mereka disisi Allah”* (Mafaatiihul Goib/At-Tafsiir Al-Kabiir 17/63)

*Mereka beranggapan, melalui perantara-perantara yang dekat dengan Allāh Subhānahuwa Ta’āla permintaan mereka akan lebihmudah dikabulkan daripada langsung memintakepada Allāh.* Sehingga Allāh Subhānahu waTa’āla mengatakan:

ﻭَﺇِﺫَﺍ ﺳَﺄَﻟَﻚَ ﻋِﺒَﺎﺩِﻱ ﻋَﻨِّﻲ ﻓَﺈِﻧِّﻲ ﻗَﺮِﻳﺐٌ ﺃُﺟِﻴﺐُ ﺩَﻋْﻮَﺓَ

ﺍﻟﺪَّﺍﻉِ ﺇِﺫَﺍ ﺩَﻋَﺎﻥِ

*_”Dan jika hambaKu bertanya kepadaKu wahai…Muhammad, maka sesungguhnya Aku dekat,…Aku kabulkan orang yang berdo’akepadaKu .“_* (QS Al-Baqarah : 186)

*Yaitu tanpa perlu melalui perantara atauwasilah apapun. Langsung meminta kepadaAllāh Subhānahu wa Ta’āla.*

Ar-Raazi berkata, _”Allah subhanahu wa ta’alaberfirman ((Dan jika hamba-hambaKu bertanyakepadamu (wahai Muhammad) tentang aku maka sesungguhnya aku dekat )), Allah.subhaanahu wa ta’aala tidak berkata.*((Katakanlah aku dekat)),* maka ayat ini.menunjukkan akan pengagungan kondisi tatkala berdoa dari banyak sisi. Yang pertama,.seakan-akan Allah subhaanahu wa ta’aala.berkata : *HambaKu engkau hanyalah membutuhkan washithoh(perantara) di selainwaktu berdoa adapun dalamkondisi berdoamaka tidak ada perantara antara Aku danengkau*”_</i

(Mafaatihul Goib 5/106)

*Inilah pentingnya mengenal sejarah tentangkesyirikan yang terjadi sebelum datangnyaRasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam danjuga setelah datangnya Rasūlullāh shallallāhu'alayhi wa sallam, yaitu agar kita tidakterjerumus ke dalam kesyirikan-kesyirikantersebut.*

*Patung-patung yang disembah oleh bangsaArab berbedabeda dan bermacam-macam.Masing-masing daerahataukabilah memilikiTuhan sendiri-sendiri. Di Mekkah adapatungnya sendiri (yang terkenal ada al-Uzzawa Hubal), di Thā’if ada patungnya sendiri(misal Latta), di Madinah juga ada patungnyasendiri (yaitu al-Manaat) yang disembah olehsuku al-Aus dan al-Khazraj.
Mereka berlombalomba berkreasi membuat patung-patung.Satu patung untuk ini dan patung lain untukitu, masing-masingpunya fungsi sendiri-sendiri, sama seperti dewa-dewapada keyakinan orang-orang Hindu. Padahal Tuhanitu bersifat Maha Sempurna.* LNjut di halman 2