Disebutkan oleh Ibnu ‘Abbas dalam ShahihBukhari bahwa *Latta dahulu adalah orang yangshālih. Dia memiliki kebiasaan suka membuatadonan makanan lalu membagi-bagikannyakepada jama’ah haji. Setelah dia meninggaldunia, dibuatlah patung di kuburannya.Di Ka’bah ada sekitar 360 patung yangRasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallamhancurkan saat Fathul Makkah dimanasebelumnya beliau belum saggup untukmenghancurkan patung-patung tersebut.Beliau hanya mampu menghancurkannya saatFathul Makkah.*.

ﺟَﺎﺀَ ﺍﻟْﺤَﻖُّ ﻭَﺯَﻫَﻖَ ﺍﻟْﺒَﺎﻃِﻞُ ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﺒَﺎﻃِﻞَ ﻛَﺎﻥَ ﺯَﻫُﻮﻗًﺎ

*_“ Yang benar telah datang dan yang batil telahlenyap. Sesungguhnya yang batil itu adalahsesuatu yang pasti lenyap .”_* (Al-Isrā: 81)

*Inilah kesyirikan yang terjadi di tengah bangsaArab. Harus ada suatu simbol atau visualisasidari yang mereka ibadahi, sampai-sampai jikamereka tidak sempat membuat patung, merekaakan mencari cara yang lain.*

Dalam Shahih Bukhari, *Abū Raja’ ‘Athāridi,*seorang tābi’īn yang hidup di zaman Nabishallallāhu ‘alayhi wa sallam namun saat dizaman Nabi dia belum masuk Islam. Dia bahkan sempat terfitnah mengikuti MusailimahAl-Kadzdzāb, dan baru masuk Islam setelahRasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam wafat.

*Dia pernah bercerita tentang bagaimanadahulu mereka menyembah patung.*Diaberkata:

ﻛُﻨَّﺎ ﻧَﻌْﺒُﺪُ ﺍﻟﺤَﺠَﺮَ، ﻓَﺈِﺫَﺍ ﻭَﺟَﺪْﻧَﺎ ﺣَﺠَﺮًﺍ ﻫُﻮَ ﺃَﺧْﻴَﺮُ ﻣِﻨْﻪُ

ﺃَﻟْﻘَﻴْﻨَﺎﻩُ، ﻭَﺃَﺧَﺬْﻧَﺎ ﺍﻵﺧَﺮَ

*_”Kami menyembah batu (yang dijadikansebagai patung). Apabila kami dapati ada batuyang lebih bagus, maka kami ambil batutersebut dan batu yang lama kamibuang”_*(Atsar riwayat Al-Bukhari dalamshahihnya no 4376).

*Patung-patung tersebut menurut merekahanyalah sekedar simbol belaka. Mereka tidakmeyakini bahwa patung-patung tersebut yangmenciptakan alam semesta. Orang Arabdahulu, bukanlah kaum yang begitu bodohnyameyakini bahwa patung menciptakan alamsemesta. Namun merekamenganggap patungtersebut hanyalah simbol. Jika ada simbolyang lebih bagus, maka simbol yang lama dibuang.*

*Disebutkan oleh para ahli sejarah, sampai-sampai kalau mereka ingin bersafar, merekamengusap terlebih dahulu patungnya sebelumberangkat, supaya tenang. Dan sepulangnyadari safar, patung itu diusap lagi. Sehinggamereka sangat bergantung terhadap simboltersebut.*

Abū Rajā ‘Athāridiy melanjutkan :

ﻓَﺈِﺫَﺍ ﻟَﻢْ ﻧَﺠِﺪْ ﺣَﺠَﺮًﺍ ﺟَﻤَﻌْﻨَﺎ ﺟُﺜْﻮَﺓً ﻣِﻦْ ﺗُﺮَﺍﺏٍ، ﺛُﻢَّ ﺟِﺌْﻨَﺎ

ﺑِﺎﻟﺸَّﺎﺓِ ﻓَﺤَﻠَﺒْﻨَﺎﻩُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ، ﺛُﻢَّ ﻃُﻔْﻨَﺎ ﺑِﻪِ

*_”Jika kami tidak mendapatkan batu makakamipun mengumpulkan tanah untukdigundukan lalu kamimendatangkan seekorkambing lalu kami perah susunya untukditumpahkan ke atas gundukan tanah tersebut,lalu kami thowaf mengelilingi gundukan tanahtersebut”_*(Atsar riwayat Al-Bukhari dalamshahihnya no 4376).

*Allāh Subhānahu wa Ta’āla menyebutkandalam Al-Qurān bahwasanya patung-patungtersebut bukanlah Tuhan, tetapi hanya sekedarbenda yang dituhankan.*

ﺃَﺳْﻤَﺎﺀٌ ﺳَﻤَّﻴْﺘُﻤُﻮﻫَﺎ ﺃَﻧْﺘُﻢْ ﻭَﺁَﺑَﺎﺅُﻛُﻢْ ﻣَﺎ ﺃَﻧْﺰَﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺑِﻬَﺎ ﻣِﻦْ

ﺳُﻠْﻄَﺎﻥٍ

*_”Apa yang kalian sembah itu hanyalah sekedar nama-nama yang kalian dan nenek moyang kalian menamakannya, yang tidak pernah diturunkan oleh Allah keteranganya.”_* (QS.Yūsuf : 40)

*Allāh tidak pernah menurunkan keteranganbahwasanya itu adalah Tuhan atau wakilTuhan atau simbol Tuhan.Sehinggamerupakan hal yang aneh bagi orang yangmenjadikan patung-patung itu sebagai Tuhan.Lihatlah kebodohan mereka sampai menjadikanbatu sebagai Tuhan.*

*Disebutkan ada seorang Arab ketika dia inginmenyembah Tuhannya, tiba-tiba dia melihatdua ekor anjing atau serigala yangmengencingi Tuhannya, kemudian dia protesdan mengatakan*

ﺃَﺭَﺏٌّ ﻳَﺒُﻮﻝُ ﺍﻟﺜَّﻌْﻠَﺒَﺎﻥُ ﺑِﺮَﺃْﺳِﻪِ ﻟَﻘَﺪْ ﺫَﻝَّ ﻣَﻦْ ﺑَﺎﻟَﺖْ ﻋَﻠَﻴْﻪِ

ﺍﻟﺜَّﻌَﺎﻟِﺐُ

*_”Apakah ada tuhan yang kepalanya dikencingioleh anjing, sungguh hina tuhan yang dikencingi anjing.”_*

*Bentuk kesyirikan lain yang tersebar di jazirahArab seperti penyembahan terhadap jin.* Allāh
sebutkan dalam Al-Qurān:

ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﻛَﺎﻥَ ﺭِﺟَﺎﻝٌ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺈِﻧْﺲِ ﻳَﻌُﻮﺫُﻭﻥَ ﺑِﺮِﺟَﺎﻝٍ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺠِﻦِّ

ﻓَﺰَﺍﺩُﻭﻫُﻢْ ﺭَﻫَﻘًﺎ

*_”Dan dahulu ada sebagian manusia yang mereka meminta perlindungan kepada jin maka semakin menambah kekufuran mereka dan semakin menambah kesombongan para jin.”_* (QS Al-Jin : 6)

Disebutkan dalam buku-buku tafsir, merekadahulu tatkala melewati suatu lembah danmereka khawatir ada jin-jin yang mengganggu,mereka berkata: *“Kami berlindung kepadapimpinan lembah ini supaya tidak digangguoleh anakbuahnya.”*(Lihat Tafsir Ibnu Katsir8/239)

*Apabila mereka membaca do’a seperti itu,maka tenanglah hati mereka karena merasatidak akan adayangmengganggunya. Sungguhini merupakan kesyirikan.*

*Dalam tafsir lain ” ﻓَﺰَﺍﺩُﻭﻫُﻢْ ﺭَﻫَﻘًﺎ ” diartikansemakin menambah kekufuran mereka.*

*Hal seperti ini banyak tersebar di tanah airkita, diantara jika mau melewati jembatanharus meminta izin atau memberi kode, danbanyak hal lainnya.*

*Kesyirikan lain yang ada pada bangsa Arabadalah tathayyur , yaitu mengaitkan nasib sialdengan sesuatu yang dilihat atau didengar.Disebutkan bahwa orang-orang jahiliyyahzaman dahulu tatkala hendak bersafar, merekapergi menuju sekawanan burung tertentu lalumereka usir burung tersebut.Kalau burung ituterbang ke arah kanan maka mereka akanberangkat, namun kalauburungnya terbang kearah kiri maka mereka tidak jadi bersafarkarena takut akan ditimpa kesialan. Merekajuga bertathayyur dengan bulan Shafar. Segalabentuk kesyirikan yang terjadi sekarang, sepertimenyembelih untuk selain Allāh dan yanglainnya, semuanya pernah dilakukan oleh kaum musyrikin zaman dahulu.*

Jakarta, 12-01-1439 H / 02-10-2017 M

Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja

http://www.firanda.com

https://www.firanda.com/index.php/artikel/sirah/1171-sirah-nabi-5-kondisi-keagamaan-sebelum-diutusnya-nabi-muhamma

Bagikan Tulisan Ini