Bagian Kedelapan;

_*BID’AH YANG DILARANG ADALAH BID’AH DALAM URUSAN IBADAH*_

Alhamdulillah…

*Rekaman kajian Ilmu Ushul Bida’ karya Syaikh Ali bin Hasan Al-nHalabi yang diasuh oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam.*

Sumber: radiorodja.com

*Ilmu Ushul Bida’ 002,.Apa Itu Bid’ah 02*

download.audio 14Mb mp3

Apa itu Bid’ah 02 Mp3 14Mb

Wahai Kaum Muslimin yang dirahmati oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, BID’AH YANG DILARANG ADALAH BID’AH DALAM URUSAN IBADAH

_*SARANA BUKAN BID’AH YANG DIMAKSUDKAN NABI*_

_*Seringkali kita mendapatkan omongan orang awam atau orang-orang yang gagal faham misalnya mereka berkata, *“Pergi haji naik pesawat terbang berarti bid’ah, di zaman Nabi kan tidak ada pesawat terbang”* Atau omongan, *“Dakwah di internet atau.facebook berarti bid’ah, di zaman Nabi kan tidak ada.internet dan.facebook”.* Atau mereka berkata, *“Televisi, radio, jam dinding, madrasah, kalender,
pengeras suara untuk panggilan adzan berarti bid’ah karena tidak ada di zaman Nabi ?”*_

.

_*Benda-benda yang disebutkan di atas seperti, televisi, radio, pesawat terbang, jam dinding, mobil, sepedanmotor, kalender dan lainnya, juga berbagai hasil karya.inovasi yang di ciptakan manusia seperti,.internet,.facebook dan lainnya, memang benar bid’ah kalau ditinjau dari sisi bahasa.* Karena *bid’ah menurut bahasa adalah sejala perkara yang baru, baik yang terpuji ataupun yang tercela*_

_*Kalau di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berperang (jihad) menggunakan panah dan pedang.* Lalu kalau sa’at ini *menggunakan senjata api jenis Beretta 92 atau FN 57 atau menggunakan peluncur roket Grad BM 21,* maka tentu saja *peralatan perang tersebut bukan bid’ah yang di larang dalam syari’at.* Jadi menggunakan peralatan tersebut tidak di hukumi bid’ah sehingga sesat dan masuk
.neraka. *Karena peralatan tersebut hanya sebagai alat.atau sarana.*_

_Contoh lainya lagi misalnya pergi haji. *Kalau di masanya Nabi pergi untuk melaksanakan ibadah haji kendara’an yang di gunakannya adalah unta,* maka.kalau sa’at ini *menggunakan mobil Toyota, maka tentu saja mobil atau kendara’an tersebut bukan bid’ah yang di maksud oleh syari’at.* Karena kendara’an tersebut hanya sarana. Jadi pergi haji tidak naik unta sebagaimana Nabi tapi mengendarai Toyota, maka tentu saja tidak di hukumi bid’ah sehingga sesat dan masuk neraka.*_
_Banyak sarana yang di gunakan untuk beribadah atau syi’ar yang tidak ada di masa Nabi, misalnya : *Madrasah dengan system pendidikannya, jam dinding, karpet, speker, media internet, kaca mata, radio, telivisi, telpon gengam, computer, laptop, gadget dan banyak lagi yang di gunakan sebagai sarana untuk berlangsungnya sebuah syi’ar atau ibadah.*_

_*Sarana dan peralatan yang di sebutkan di atas, kita boleh menggantinya atau bahkan tidak menggunakannya.* Dan *tidak ada keyakinan dengan menggunakan sarana dan peralatan tersebut jadi.bertambah pahala ibadahnya,*;dan juga *tidak ada keyakinan kalau tidak menggunakan sarana dan peralatan tersebut jadi berdosa.*_

_Hal ini *sangat berbeda dengan acara-acara, atau.metode-metode juga amalan-amalan bid’ah yang di.amalkan oleh para pelaku bid’ah.* Mereka tidak mau.meninggalkan bid’ah-bid’ahnya, karena mereka.meyakini bid’ah-bid’ah yang mereka kerjakan sebagai.cara dalam mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala.

*Mereka meyakini di dalam bid’ah-bid’ah yang mereka.kerjakan terdapat keutama’an.* Bid’ah-bid’ah yang.mereka lakukan di yakini sebagai bentuk ibadah..Sehingga mereka tidak mau meninggalkannya._

_*Inilah yang menunjukkan bahwa peralatan yang di gunakan untuk beribadah tersebut hanya sebatas sebagai sarana bukan tujuan dari ibadah.*_

.

_*Apakah ada yang meyakini akan mendapatkan tambahan pahala atau lebih afdhol, apabila pergi haji naik unta sebagaimana Nabi ?*_

.

_*Tentu saja tidak ada yang meyakini lebih afdhol kalau naik haji naik unta.*_

.

_*Atau ada yang merasa berdosa apabila pergi haji naik pesawat terbang, karena pesawat terbang buatan orang kafir ?*_

.

_*Pesawat terbang dan unta hanya sarana (kendara’an) untuk bisa tercapainya tujuan dari ibadah. Dan bukan tujuan dari ibadah.*_

.

_Onta dan pesawat terbang termasuk perkara duniawi, yang qa’idahnya sebagaimana sudah di sebutkan di atas yaitu,_

.

ﺍﻻﺻﻞ ﻓﻰ ﺍﻟﻌﺎﺩﺓ ﺣﻼﻝ ﺣﺘﻰ ﻳﻘﻮﻡ ﺍﻟﺪﻟﻴﻞ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻨﻬﻲ

.

_*“Asalnya urusan duniawi boleh (halal) kecuali ada dalil yang melarangnya (mengharamkannya)”.*_

_*Urusan DUNIAWI ataupun urusan AGAMA / IBADAH, para Ulama membuat kaidahnya yang berbeda.*_lanjut di halaman 2