*6 Macam Cara Membaca Tasbih,Tahmid & Takbir sesudah Sholat*

Alhamdulillah…

Bacaan Dzikir,Lafal Tasbih,tahmid,Takbir yang disyariatkan Setelah Shalat Fardhu Sesuai Sunnah berdasar Hadist Shahih*

alhamdulillah…

*Wahai Kaum Muslimin, Kenapa Kita Harus Beristighfar/Berdzikir sesudah sholat? Karena kita sangat yakin, dalam ibadah shalat yang kita lakukan sangat rentan dengan kekurangan. Dan kita mohon ampun atas semua kekurangan yang kita lakukan ketika shalat. Hadirkan perasaan semacam ini ketika anda membaca istighfar setelah shalat. Agar ucapan istighfar kita lebih berarti.*

*Keterkaitannya sangat jelas. Bahwa manusia ketika shalat tidak akan lepas dari kekurangan. Ketika shalat.muncul was-was, gangguang-gangguan, atau rukuk sujudnya tidak sempurna. Atau ketika berdiri, atau.duduk. Dalam shalat, tidak lepas dari kekurangan Sehingga layak untuk langsung membaca istighfar setelah salam. Agar Allah menghapus kesalahan yang kita lakukan ketika shalat dengan bacaan istighfar kita.*

*UntuK itu Marilah Kaum Muslimin,Kita membaca dzikir/Tasbih,tahmid&Takbir yang shahih agar kita Agar Allah menghapus kesalahan yang kita lakukan ketika shalat dengan bacaan istighfar kita,*

*Siapa yang Membaca (subhanallah walhamdulilaah wallåhu akbar) 33x setiap selesai shalat maka melampaui derajat orang kaya dan tidak adayang mengalahkan derajat kalian sehingga menjadiyang terbaik di antara kalian dan mereka,*

*Siapa membaca ayat Kursi setiap selesai shalat, tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain kematian.*

*Siapa Membaca Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariikalah. Lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wayumiit wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir . (Dibaca 10 x setiap selesai shalatMaghrib dan Subuh), maka Allah akan tulis setiap satu kali 10 kebaikan, dihapus 10 kejelekan, diangkat 10 derajat, Allah lindungi dari setiap kejelekan, dan Allah lindungi dari godaan syetan yang terkutuk.*

*Siapa Membaca Subhaanallah (33x) Alhamdulillaah (33x) Allaahu

Akbar (33x) lalu digenapkan seratus dengan membaca Laa ilaaha illallaah wahdahulaa syariikalah , lahulmulku walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-inqadiir, Barangsiapa membaca kalimat tersebut setiapselesai shalat, akan diampuni kesalahannya,sekalipun seperti buih di lautan.”*

*Siapa membaca Tasbih dibaca 33x, tahmid 33x, takbir 34x setiap selesai shalat dia tidak akan merugi*

*“Ada dua perkara tidaklah seorang muslim menjaganyakecuali ia akan masuk surga, mudah diamalkan namun sedikit yang melakukannya; bertasbih di setiap usai shalat

sepuluh kali, bertakbir sepuluh kali dan bertahmid sepuluh kali, Semuanya (dalam shalat limawaktu) berjumlah 150 diucap dengan lisan. Dan 1500pahala di timbangan. ”*

*Siapa yang Membaca Al-Muawwidzat (Surah Al-Ikhals Al Falaq dan An Naas) setiap pagi dan sore, masing-masing dibaca sebanyak tiga kali, maka maka itu akan mencukupimu dari segala seseuatu.”*

*Berikut ini adalah bacaan-bacaan dzikir yang shahih setelah shalat fardhu, yang sesuai dengan sunnah Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam. (dibaca setelah salam).*

Para ulama sepakat akan disunnahkannya dzikir setelah sholat sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Nawawy dalam kitab Al-Adzkar 1/200 tahqiq Salim Al-Hilaly. Akan tetapi tidak ada tuntunan secara pasti dari Nabi shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam mengenai urutan/ tartib dzikir tersebut. Maka boleh berijtihad dalam urutan dzikir tersebut.

*BERDZIKIR SESUDAH SHALAT FARDHU*

Secara Umum Jenis dzikir ada dua

1.*MUTHLAQ*

*Atau dzikir-dzikir yang sifatnya muthlaq, yaitu dzikir di setiap keadaan baik berbaring, duduk danberjalan sebagaimana diterangkan oleh ‘A`isyah bahwa beliau berdzikir di setiap keadaan*(HR.Muslim).

*Akan tetapi tidak boleh berdzikir/menyebut nama Allah di tempat-tempat yangkotor dan najis seperti kamar mandi atau wc.*

2. *MUQAYYAD*

*Di dalam Al-Qur`an dan As-Sunnah diterangkantentang keutamaan berdzikir kepada Allah, baikyang sifatnya muqayyad ( tertentu dan terikatdengan Ibadah tertentu, misal SESUDAH Shalat Fardhu), yakni waktu, bilangan dan Tatacaranyaterikat sesuai dengan keterangan dalam Al-Qur`an dan Sunnah Rasulullah ﺻﻠﯽ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ,*

*Tidak boleh bagi kita untuk menambah atau mengurangi bilangannya, atau menentukan waktunya tanpa dalil, atau membuat cara-cara berdzikir tersendiri tanpa disertai dalil baik dari Al-Qur`an ataupun hadits yang shahih/hasan,Seperti berdzikir secara berjama’ah dengan komando salah seorang Imam/Jamaah apalagi dengan Suara yg Keras.*

Firman Allah,

ﻭَﺍﺫْﻛُﺮْ ﺭَﺑَّﻚَ ﻓِﻲ ﻧَﻔْﺴِﻚَ ﺗَﻀَﺮُّﻋًﺎ ﻭَﺧِﻴﻔَﺔً ﻭَﺩُﻭﻥَ ﺍﻟْﺠَﻬْﺮِ ﻣِﻦَ

ﺍﻟْﻘَﻮْﻝِ ﺑِﺎﻟْﻐُﺪُﻭِّ ﻭَﺍﻵﺻَﺎﻝِ ﻭَﻻ ﺗَﻜُﻦْ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻐَﺎﻓِﻠِﻴﻦ

*“ Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara , di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.”* (Al-A’raaf:205)

*(lebih jelasnya lihat kitab Al-Qaulul Mufiid fii Adillatit Tauhiid, Al-Ibdaa’ fii Kamaalisy Syar’i waKhatharul Ibtidaa’, Bid’ahnya Dzikir Berjama’ah,dan lain-lain).*

*Dr. Sa’id Al Qohtoni dalam catatannya untuk kitab Syarh Hishnul Muslim (145-146), menjelaskan bahwa terdapat enam cara yang bisa dilakukan dalam melafalkan dzikir-dzikir tersebut. Keenam cara tersebut merupakan cara yang sah diajarkan oleh Nabi karena berasal dari hadis-hadis yang sahih. Berikut keenam cara tersebut.*

*Pertama, : Kesalahannya akan diampuni walau sebanyak buih dilautan*

سُبْحَانَ اللهُ

*Subhaanallaah (33x)*

*“Maha suci Allah” (33x)*

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ

*Alhamdulillah (33x)*

*“Segala puji bagi Allah” (33x)*

اَللهُ أَكْبَرُ

*Allahu Akbar (33x)*

*“Allah Maha Besar” (33x)*

Kemudian untuk melengkapinya menjadi seratus, ditambah dengan membaca:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

*Laa ilaaha illallaåh wahdahu laa syarikalah, lahul mulku, walahul hamdu, wahuwa ‘ala kulli syay-in qådiir.*

*”Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian dan Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.”*

Keterangan: *“Barangsiapa membaca kalimat tersebut setiap selesai shalat, akan diampuni kesalahannya, sekalipun seperti buih di lautan.”* HR. Muslim no.597, Ahmad II/371,483, Ibnu Khuzaimah no.750 dan al-Baihaqi II/187).

Hadits pertama:Hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam beliau bersabda :

مَنْ سَبَّحَ اللهَ فِيْ دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ ثَلاَثٍا وَثَلاَثِيْنَ وَحَمِدَ اللهَ ثَلاَثًا وَثَلاَثِيْنَ وَكَبَّرَ اللهَ ثَلاَثًا وَثَلاَثِيْنَ فَتِلْكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُوْنَ وَقَالَ تَمَامَ الْمِائَةِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

*“Siapa yang bertasbih dibelakang setiap sholat tiga puluh tiga (kali) dan bertahmid tiga puluh tiga (kali) dan bertakbir tiga puluh tiga (kali). Itu (semua) adalah sembilan puluh sembilan lalu ia berkata menggenapkan seratus (dengan mengucapkan) “La ilaha illallahu wahdahu la syarika lahu lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syain qadir “, maka akan diampuni dosa-dosanya walaupun seperti buih lautan”.* (HSR. Muslim)

*Kedua : Tidak akan Merugi*

*_Cara yang kedua adalah dengan membaca subhanallah sebanyak 33x, alhamdulillah sebanyak 33x, dan allahu-akbar sebanyak 34x_*

*Cara ini berdasarakan sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, dimana Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,*

معقبات لا يخيب قائلهن أو فاعلهن دبر كل صلاة مكتوبة ثلاث وثلاثون تسبيحة وثلاث وثلاثون تحميدة وأربع وثلاثون تكبيرة

*“Ada beberapa amalan penyerta yang barangsiapa mengucapkannya atau melakukannya setelah usai shalat wajib maka dirinya tidak akan merugi, yaitu bertasbih sebanyak 33x, bertahmid sebanyak 33x, dan bertakbir sebanyak 34x.”*(HR. Muslim no. 596).

*Hadits Kedua :*;Hadits Ka’ab bin ‘Ujrah radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam, beliau bersabda :

مُعَقِّبَاتٌ لاَ يَخِيْبُ قَائِلُهُنَّ أَوْ فَاعِلُهُنَّ دُبُرَ كُلِّ صَلاَةٍ مَكْتُوْبَةٍ ثَلاَثٌ وَثَلاَثُوْنَ تَسْبِيْحَةً وَثَلاَثٌ وَثَلاَثُوْنَ تَحْمِيْدَةً وَأَرْبَعٌ وَثَلاَثُوْنَ تَكْبِيْرَةً

*“Mu’aqibat (bacaan-bacaan dibelakang sholat) dimana orang yang mengucapkannya dibelakang setiap sholat wajib tidak akan merugi, (yaitu) tasbih tiga puluh tiga (kali), tahmid tiga puluh tiga (kali) dan takbir tiga puluh empat (kali) “.* (HSR. Muslim) Lanjut di Halaman 2