*Bacaan Dzikir yang Shahih SetelahShalat Fardhu Sesuai Tuntunan Rasulullah Shallallahu’ Alaihi Wa Sallam

*Sifat Wudhu & Shalat Nabi shalallahu’alaihi wa.sallam*.

*Penulis, : Syaikh Muhammad Fadh &Syaikh Abdul Aziz Bin Baz.*

Sifat Wudhu dan Sholat Nabi PDF

*Sifat shalat Nabi Albani*

*Sifat Sholat Nabi Karya Syaikh Al-Albani*

Sifat Sholat Nabi karya Albani PDF

*Memahami makna Bacaan Sholat*

*Sebuah Upaya menikmati indahnya dialog Suci Dengan Illahi, karya Ustadz ABU UTSMAN KHARISMAN*

*JML HALAMAN : 348*

Memahami Makna Bacaan Sholat

*CaraSholat.com*

*Video Panduan Belajar Tata Cara Shalat Lengkap dari A – Z*

*www.carasholat.com adalah sebuah website yang dibawahi oleh YUFID Network, yang khusus membahasbtentang shalat. Dimulai dari bagaimana cara berwudhunyang dituntukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, mencari kiblat, tata cara ke masjid, bagaimana cara menentukan posisi shalat ketika memasuki masjid, bagaimana menyikapi seseorang yang lewat di depan orang yang shalat, sampai tata cara shalat itu sendirindari takbiratul ihram hingga salam.*

*Bacaan Dzikir yang Shahih Setelah Shalat Fardhu Sesuai Tuntunan Rasulullah Shallallahu’ Alaihi Wa Sallam

alhamdulillah…

*Wahai Kaum Muslimin, Kenapa Kita Harus Beristighfar/Berdzikir sesudah sholat? Karena kita sangat yakin, dalam ibadah shalat yang kita lakukan sangat rentan dengan kekurangan. Dan kita mohon ampun atas semua kekurangan yang kita lakukan ketika shalat. Hadirkan perasaan semacam ini ketika anda membaca istighfar setelah shalat. Agar ucapan istighfar kita lebih berarti.*

*Keterkaitannya sangat jelas. Bahwa manusia ketika shalat tidak akan lepas dari kekurangan. Ketika shalat.muncul was-was, gangguang-gangguan, atau rukuk sujudnya tidak sempurna. Atau ketika berdiri, atau.duduk. Dalam shalat, tidak lepas dari kekurangan..Sehingga layak untuk langsung membaca istighfar setelah salam. Agar Allah menghapus kesalahan yang kita lakukan ketika shalat dengan bacaan istighfar kita.*

*UntuK itu Marilah Kaum Muslimin,Kita membaca dzikir/Tasbih,tahmid&Takbir yang shahih agar kita Agar Allah menghapus kesalahan yang kita lakukan ketika shalat dengan bacaan istighfar kita,*

*Siapa yang Membaca (subhanallah walhamdulilaah wallåhu akbar) 33x setiap selesai shalat maka melampaui derajat orang kaya dan tidak adayang mengalahkan derajat kalian sehingga menjadiyang terbaik di antara kalian dan mereka,*

*Siapa membaca ayat Kursi setiap selesai shalat, tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain kematian.*

*Siapa Membaca Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariikalah. Lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wayumiit wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir . (Dibaca 10 x setiap selesai shalatMaghrib dan Subuh), maka Allah akan tulis setiap satu kali 10 kebaikan, dihapus 10 kejelekan, diangkat 10 derajat, Allah lindungi dari setiap kejelekan, dan Allah lindungi dari godaan syetan yang terkutuk.*

*Siapa Membaca Subhaanallah (33x) Alhamdulillaah (33x) Allaahu

Akbar (33x) lalu digenapkan seratus dengan membaca Laa ilaaha illallaah wahdahulaa syariikalah , lahulmulku walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-inqadiir, Barangsiapa membaca kalimat tersebut setiapselesai shalat, akan diampuni kesalahannya,sekalipun seperti buih di lautan.”*

*Siapa membaca Tasbih dibaca 33x, tahmid 33x, takbir 34x setiap selesai shalat dia tidak akan merugi*

*“Ada dua perkara tidaklah seorang muslim menjaganyakecuali ia akan masuk surga, mudah diamalkan namun sedikit yang melakukannya; bertasbih di setiap usai shalat

sepuluh kali, bertakbir sepuluh kali dan bertahmid sepuluh kali, Semuanya (dalam shalat limawaktu) berjumlah 150 diucap dengan lisan. Dan 1500pahala di timbangan. ”*

*Siapa yang Membaca Al-Muawwidzat (Surah Al-Ikhals Al Falaq dan An Naas) setiap pagi dan sore, masing-masing dibaca sebanyak tiga kali, maka maka itu akan mencukupimu dari segala seseuatu.”*

*Berikut ini adalah bacaan-bacaan dzikir yang shahih setelah shalat fardhu, yang sesuai dengan sunnah Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam. (dibaca setelah salam).*

*Para ulama sepakat akan disunnahkannya dzikir setelah sholat sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Nawawy dalam kitab Al-Adzkar 1/200 tahqiq Salim Al-Hilaly. Akan tetapi tidak ada tuntunan secara pasti dari Nabi shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam mengenai urutan/ tartib dzikir tersebut. Maka boleh berijtihad dalam urutan dzikir tersebut.*

*BERDZIKIR SESUDAH SHALAT FARDHU*

Secara Umum Jenis dzikir ada dua

1. *MUTHLAQ**

*Atau dzikir-dzikir yang sifatnya muthlaq, yaitu dzikir di setiap keadaan baik berbaring, duduk dan berjalan sebagaimana diterangkan oleh ‘A`isyah bahwa beliau berdzikir di setiap keadaan* (HR.Muslim). Akan tetapi tidak boleh berdzikir/menyebut nama Allah di tempat-tempat yangkotor dan najis seperti kamar mandi atau wc.

2. *MUQAYYAD*

*Di dalam Al-Qur`an dan As-Sunnah diterangkan tentang keutamaan berdzikir kepada Allah, baikyang sifatnya muqayyad ( tertentu dan terikatdengan Ibadah tertentu, misal SESUDAH Shalat Fardhu), yakni waktu, bilangan dan Tatacaranyaterikat sesuai dengan keterangan dalam Al-Qur`andan Sunnah Rasulullah ﺻﻠﯽ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ,*

*Tidak boleh bagi kita untuk menambah atau mengurangi bilangannya, atau menentukan waktunya tanpa dalil,* atau *membuat cara-cara berdzikir tersendiri tanpa disertai dalil baik dari Al-Qur`an ataupun hadits yang shahih/hasan,*

Seperti berdzikir secara berjama’ah dengan komando salah seorang Imam/Jamaah apalagi Dengan Suara yg Keras.

*Contohnya yang hnya tradisi dan Tidak Pernah Diajarkan Rasulullah Shalallahu’Alaihi Wa Sallam, dan Tidak ada Riwayat Hadist Shahih dari Bukhari,Muslim,Nasa’i, Ahmad, Abu Dawus,& Imam Besar Hadist Lainnya*

1. *Membaca Al-Fatihah**

2. *Allaahumma antas-salaamu wa minkas-salaamu wa ilaika ya’uudus-salaamu fa hayyinaa rabbanaa bis-salaami wa adkhilnal-jannata daaras-salaami.tabaarakta rabbanaa wa ta’aalaita yaa dzal-jalaali wal-ikraam.*

3. *Menambah Bacaan Wa ilaahukum ilaahuw waahidun laa ilaaha illaa huwar-rahmaanur-rahiim sebelum baac Ayat Kursi*

4. *setelah baca subhanallah 33x,alhamdulillah 33x, Allahu Akbar 33x lalu ditambah bacaan Allaahu akbar kabiiraw wal-hamdu lillaahi katsiiraw wa subhaanallaahi bukrataw wa ashilaa.Laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lah,lahul-mulku wa lahul-hamdu yuhyi wa yumiitu wahuwa `alaa kulli syai’in qadiir.*

5. *sebelum baca Subhanallah menambah bacaan ilaha robbana anta maulana, sebelum baca allamdulillah menambah bacaan subhanallhi wabihamdhi da iman abada, dan sebelum baca Allahu akbar membaca alhamduliahi ‘ala kulli hal’in waflikulli halin wabini mati ya karim*

6. *membaca allahuhumma ajirna minnanar*

7. *macam-macam bacaan lainnya yang tidak ada asalnya dari Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam*

Firman Allah,

ﻭَﺍﺫْﻛُﺮْ ﺭَﺑَّﻚَ ﻓِﻲ ﻧَﻔْﺴِﻚَ ﺗَﻀَﺮُّﻋًﺎ ﻭَﺧِﻴﻔَﺔً ﻭَﺩُﻭﻥَ ﺍﻟْﺠَﻬْﺮِ ﻣِﻦَ

ﺍﻟْﻘَﻮْﻝِ ﺑِﺎﻟْﻐُﺪُﻭِّ ﻭَﺍﻵﺻَﺎﻝِ ﻭَﻻ ﺗَﻜُﻦْ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻐَﺎﻓِﻠِﻴﻦ

*“ Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara , di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.”* (Al-A’raaf:205)

(lebih jelasnya lihat kitab Al-Qaulul Mufiid fii Adillatit Tauhiid, Al-Ibdaa’ fii Kamaalisy Syar’i waKhatharul Ibtidaa’, Bid’ahnya Dzikir Berjama’ah,dan lain-lain).

Tapi bagi orang yang memperhatikan konteks hadits-hadits tentang dzikir di belakang sholat bisa menyimpulkan suatu kesimpulan yang baik tentang urutannya. Berikut ini kami sebutkan hadits-hadits tersebut :

1. Hadits Pertama : Hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma beliau berkata :

مَا كُنَّا نَعْرِفُ انْقِضَاءَ صَلاَةِ رَسُوْلِ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ إِلاَّ بِالتَّكْبِيْرِ

*“kami tidak mengetahui selesainya sholat Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam, kecuali dengan (mendengar) takbir”*(HSR. Bukhary-Muslim).

*Hadits ini menunjukkan disyari’atkannya mengucapkan takbir dengan suara yang keras dan Ibnu ‘Abbas menjadikan ini sebagai tanda selesainya sholat Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam yang berarti takbir itu diucapkan langsung setelah sholat.*

2. *Hadits Kedua :* Hadits Tsauban radhiyallahu ‘anhu beliau berkata :

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ إِذَا انْصَرَفَ مِنْ صَلاَتِهِ اسْتَغْفَرَ ثَلاَثًا وَقَالَ : اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَلاَمُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالْإِكْرَامِ

*“Adalah Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam apabila selesai dari sholatnya, beliau istighfar (meminta ampun) tiga kali dan beliau membaca : “Allahumma Antas salam wa minkas Salam tabarakta ya dzal Jalali wal Ikram” (Wahai Allah Engkau adalah As-Salam[1] dan dari-Mulah keselamatan. Maha berkah Engkau wahai Pemilik Al-Jalal (keagungan) dan Al-Ikram (kemuliaan).* (HSR. Muslim)

*Imam Al-Auza‘iy rahimahullah –salah seorang rawi hadits tersebut di atas- ditanya :* *“Bagaimana istighfar ?”, beliau menjawab :* *“Kamu memgucapkan Astaghfirullah, Astaghfirullah“.*

Dan serupa dengannya hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha riwayat Muslim :

كَانَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ إِذَا سَلَّمَ لَمْ يَقْعُدْ إِلاَّ مِقْدَارَ مَا يَقُوْلُ : اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَلاَمُ تَبَارَكْتُ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالْإِكْرَامِ

*“Adalah Nabi shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam apabila beliau salam, beliau tidak duduk kecuali sekedar membaca : “Allahumma Antas salam wa minkas Salam tabarakta ya dzal Jalali wal Ikram”.*

أَسْتَغْفِرُ اللهَ أَسْتَغْفِرُ اللهَ أَسْتَغْفِرُ اللهَ اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ

*Astaghfirullaåh. Astaghfirullaåh. Astaghfirullaåh. Allahumma antassalaam, wa mingkassalaam, tabarakta ya dzaljalaali wal ikraam.*

*“Saya memohon ampun kepada Allah.(3x) Ya Allah Engkau Maha Sejahtera, dan dari-Mu lah kesejahteraan, Maha Suci Engkau wahai Rabb pemilik Keagungan dan Kemuliaan.”*

Keterangan: HR. Muslim no.591 (135), Ahmad (V/275,279), Abu Dawud no.1513, an-Nasa-i III/68, Ibnu Khuzaimah no.737, ad-Darimi I/311 dan Ibnu Majah no.928 dari Sahabat Tsauban radhiyallaahu ‘anhu.

Perhatian: *Hendaklah dicukupkan dengan bacaan ini dan jangan ditambah-tambah dengan macam-macam bacaan lainnya yang tidak ada asalnya dari Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam.* (Lihat Misykaatul Mashaabiih

Lanjut di halaman 2

Iklan