*Macam- macam DOA USAI TAHIYAT AKHIR SEBELUM SALAM*


PENDAHULUAN:

*Yang dimaksud dalam makalah ini adalah doa-doa yang kita baca setelah kita menyelesaikan bacaan tahiyyat dan solawat. Yaitu dalam duduk tahiyat akhir. Sebelum kita salam ke sebelah kanan pertanda sholat sudah selesai, maka kita sempatkan untuk berdoa apa saja, namun lebih baik bila kita memakai doa-doa yang kita dapatkan dari Nabi shalallahu’alaihi wassalam*

*Rasulullah ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ menganjurkan kita untuk memperbanyak doa setelah tasyahud sebelum salam, sebagaimana dijelaskan, bahwa Rasulullaah ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ bersabda:

ﻻ ﺗﻘﻮﻟﻮﺍ ﺍﻟﺴﻼﻡُ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪِ ﻓﺈﻥّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻫﻮ ﺍﻟﺴﻼﻡُ ﻭﻟﻜﻦ ﺇﺫﺍ ﺟﻠﺲﺃﺣﺪُﻛﻢ ﻓﻠﻴﻘُﻞْ ﺍﻟﺘﺤﻴﺎﺕ ﻟﻠﻪِ ﻭﺍﻟﺼﻠﻮﺍﺕُ ﻭﺍﻟﻄﻴﺒﺎﺕُ ﺍﻟﺴﻼﻡُ ﻋﻠﻴﻚﺃﻳﻬﺎ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﻭﺭﺣﻤﺔُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭﺑﺮﻛﺎﺗُﻪ ﺍﻟﺴﻼﻡُ ﻋﻠﻴﻨﺎ ﻭﻋﻠﻰ ﻋﺒﺎﺩِ ﺍﻟﻠﻪِﺍﻟﺼﺎﻟﺤﻴﻦَ ﻓﺈﻧﻜﻢ ﺇﺫﺍ ﻗﻠﺘُﻢ ﺫﻟﻚ ﺃﺻﺎﺏ ﻛﻞ ﻋﺒﺪٍ ﺻﺎﻟﺢٍ ﻓﻲﺍﻟﺴﻤﺎﺀِ ﻭﺍﻷﺭﺽِ ﺃﻭ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀِ ﻭﺍﻷﺭﺽِ ﺃﺷﻬﺪ ﺃﻥ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪُﻭﺃﺷﻬﺪ ﺃﻥ ﻣﺤﻤﺪًﺍ ﻋﺒﺪُﻩ ﻭﺭﺳﻮﻟُﻪ ﺛﻢ ﻟِﻴﺘﺨﻴﺮْ ﺃﺣﺪُﻛﻢ ﻣﻦﺍﻟﺪﻋﺎﺀِﺃﻋﺠﺒَﻪ ﺇﻟﻴﻪ ﻓﻴﺪﻋﻮ ﺑﻪِ

“Janganlah kalian berkata: ‘assalaamu alaLLaah’ (keselamatan atas Allah), karena Dia-lah as-Salaam. Jika kalian duduk (tasyahud), maka.ucapkanlah: *‘ at-Tahiyaatu lillaah, wash Shalaatutuh.thayyibaat, assalaamu ‘alayka ayyuhannabiy warahmatullaahi wabarakaatuh, assalaamu ‘alayna wa ‘ala ibaadillaahish shaalihiin’. Jika kalian telah.mengucapkan demikian, maka doa tersebut akan.meliputi semua hamba yang shalih di langit dan di  bumi, ataupun di antara keduanya. (kemudian
u
capkanlah) ‘asyhadu an laa ilaaha illaLLaah wa
 
asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh’. Kemudian hendaklah dia memilih doa, yang dia sukai untuk berdoa dengannya .”* (HR. Ahmad, al-Bukhari, Abu.Daud). 

Dalam hadits lain disebutkan:

ﺇِﺫَﺍ ﺻَﻠﻰ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﻓَﻠْﻴَﺒْﺪَﺃْ ﺑِﺘَﺤْﻤِﻴﺪِ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺍﻟﺜﻨَﺎﺀِ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺛُﻢ ﻟْﻴُﺼَﻞِّﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻨﺒِﻲِّ ﺻَﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠﻢَ ﺛُﻢ ﻟْﻴَﺪْﻉُ ﺑَﻌْﺪُ ﺑِﻤَﺎ ﺷَﺎﺀَ

*“Apabila salah seorang di antara kalian shalat maka hendaklah ia memulai dengan memuji Allah, kemudian bershalawat kepada Nabi ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ kemudian.berdoalah setelah itu dengan doa yang ia kehendaki“.*
(
HR. At-Tirmidzi). 

Doa Sebelum Salam

*kesatu: doa meminta ampunan*

BUKHORI 834 dari Abu Bakar Shiddiq radhiyallahu anhu

اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا، وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ، فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَارْحَمْنِي إِنَّكَ أَنْتَ الغَفُورُ الرَّحِيمُ

Alloohumma innii zolamtu nafsii zulman katsiiron wa laa yagfiruz zunuuba illaa anta, fagfirlii magfirotam min ‘indika warhamnii innaka antal gofuurur rohiim 

Ya Allah, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku sendiri dengan kezaliman yang banyak, dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau, oleh karena itu ampunilah aku dengan ampunan dari sisi-Mu dan sayangilah aku, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun Maha Penyayang. 

*kedua*

BUKHORI 832 dari Aisyah radhiyallahu anha 

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ القَبْرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ المَسِيحِ الدَّجَّالِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ المَحْيَا، وَفِتْنَةِ المَمَاتِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ المَأْثَمِ وَالمَغْرَمِ

Alloohumma innii a’zuuzu bika min ‘azaabil qobri, wa a’uuzu bika min fitnatil massiihid dajjaal, wa a’uuzu bika min fitnatil mahyaa, wa fitnatil mamaati, alloohumma innii a’uuzubika minal ma’tsam wal magrom 

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah al-Masih Dajjal, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah hidup dan fitnah mati. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari dosa dan hutang.

*ketiga: Doa berlindung dari 4 Hal*

MUSLIM 128 dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ “

*Alloohumma innii a’uuzu bika min ‘azaabi jahanam, wa min ‘azaabil qobri, wa min fitnatil mahyaa wal mamaati, wa min fitnatil massiihid dajjaal*

*Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab Jahannam dan dari azab kubur, dan fitnah hidup dan mati dan kejahatan fitnah al-Masih Dajjal.*

*doa keempat: Doa meminta ampunan*

MUSLIM 771 DARI Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu

«اللهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، وَمَا أَسْرَفْتُ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ» .

*Allaahummag firlii maa qoddamtu wa maa akh-khortu, wa maa asrortu wa maa a’lantu, wa maa asroftu wa maa anta a’lamu bihi minnii, antal muqoddimu wa antal mu’akh-khiru, laa ilaaha illaa anta*

*Ya Allah, ampunilah aku apa yang telah aku lakukan dan apa yang akan aku lakukan, apa yang aku rahasiakan dan apa yang aku nyatakan terang-terangan, apa yang aku berlebihan dan apa yang Engkau lebih tahu dariku. Engkau Yang mendahulukan dan Engkau yang menangguhkan. Tidak ada Tuhan selain Engkau.*

*kelima: Doa Berlindung dari Keburukan amal*

MUSLIM 2716 dari Aisyah radhiyallahu anha

«اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَمِلْتُ وَمِنْ شَرِّ مَا لَمْ أَعْمَلْ»

*Allaahumma innii a’uuzu bika min syarri maa ‘amiltu wa min syarri maa lam a’mal*

*Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keburukan apa yang aku lakukan dan dari keburukan apa yang belum aku lakukan.*

*keenam; Doa Meminta hisab yang Mudah

AHMAD 23215 dari Aisyah radhiyallahu anha

اللَّهُمَّ حَاسِبْنِي حِسَابًا يَسِيرًا

*Allaahumma haasibnii hisaaban yasiiro*

*Ya Allah, hisablah diriku dengan hisab yang ringan*

*ketujuh*

NASAI 1306 dari Ammar bin Yasir radhiyallahu anhu

اللَّهُمَّ بِعِلْمِكَ الْغَيْبَ، وَقُدْرَتِكَ عَلَى الْخَلْقِ، أَحْيِنِي مَا عَلِمْتَ الْحَيَاةَ خَيْرًا لِي، وَتَوَفَّنِي إِذَا عَلِمْتَ الْوَفَاةَ خَيْرًا لِي، وَأَسْأَلُكَ خَشْيَتَكَ فِي الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، وَكَلِمَةَ الْإِخْلَاصِ فِي الرِّضَا وَالْغَضَبِ، وَأَسْأَلُكَ نَعِيمًا لَا يَنْفَدُ، وَقُرَّةَ عَيْنٍ لَا تَنْقَطِعُ، وَأَسْأَلُكَ الرِّضَاءَ بِالْقَضَاءِ، وَبَرْدَ الْعَيْشِ بَعْدَ الْمَوْتِ، وَلَذَّةَ النَّظَرِ إِلَى وَجْهِكَ، وَالشَّوْقَ إِلَى لِقَائِكَ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ ضَرَّاءَ مُضِرَّةٍ، وَفِتْنَةٍ مُضِلَّةٍ، اللَّهُمَّ زَيِّنَّا بِزِينَةِ الْإِيمَانِ، وَاجْعَلْنَا هُدَاةً مُهْتَدِينَ»

*Allaahumma bi ‘ilmikal goiba, wa qudrotika ‘alal kholqi, ahyinii maa ‘alimtal hayaata khoiron lii, wa tawaffanii idzaa ‘alimtal wafaata khoiron lii, wa as’aluka khosy-yarataka fil goibi wasy syahaadah, wa kalimatal ikhlaas fir ridloo wal qodob, wa ‘as-aluka na’iiman laa yanfad, wa qurrota ‘ainin laa tanqoti’, wa as-alukar ridloo bil qodloo, wa bardal ‘aisyi ba’dal maut, wa lazzatan nazri ilaa wajhika wasy syauqo ilaa liqoo-aka, wa a’uuzu bika min dlorroo mudirroh, wa fitnatin mudillah. Allaahumma zayyinaa bi ziinatil iimaan, waj’alnaa hudaatan muhtadiin*

Ya Allah, dengan ilmu-Mu terhadap yang gaib, dan kekuasaan-Mu terhadap makhluk, hidupkanlah aku selama hidup itu lebih baik bagiku, dan matikanlah aku selama mati itu lebih baik bagiku. Aku mohon rasa takutku kepada-Mu saat sembunyi maupun terang-terangan, (aku mohon) kalimat ikhlas di kala senang dan marah, dan aku mohon kepada-Mu ni’mat yang tidak berhenti, kesenangan yang tidak terputus. Aku mohon kepada-Mu keridloan terhadap takdir-Mu, kehidupan yang sejuk setelah kematian, kelezatan melihat wajah-Mu dan kerinduan bertemu dengan-Mu. Dan aku berlindung kepada-Mu dari bahaya yang mencelakakan dan fitnah yang menyesatkan. Ya Allah, hiasilah kami dengan hiasan iman dan jadikanlah kami orang-orang selalu memberi petunjuk dan mendapatkan petunjuk.

*kedepan:*

 Mohon Kebaikan dalam Segala Hal yang Pernah Diminta Nabi

IBNU MAJAH 3846 dari Aisyah radhiyallahu anha

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ، مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ، مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَاذَ بِهِ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَأَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ قَضَيْتَهُ لِي خَيْرًا»

Allaahumma innii as-aluka minal khoiri kullih ‘aajilihi wa aajilihi, maa ‘alimtu minhu wa maa lam a’lam, wa a’uuzu bika minasy syarri kullih ‘aajilihi wa aajilihi, maa ‘alimtu minhu wa maa lam a’lam, allaahuma inni as-aluka min khoiri maa sa-alaka ‘abduka wa nabiyyuka, wa a’uuzu bika min syarri maa ‘aadza minhu abduka wa nabiyyuka, allaahumma inni as-alukal jannata wa maa qorroba ilaihaa min qoulin au ‘amal, wa a’uuzbu bika minan naari wa maa qorroba ilaihaa min qoulin au ‘amal, wa as-aluka an taj’ala kulla qodloo-in qadloitahuu lii khoiron

*

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan, semuanya, baik yang kini maupun yang nanti, baik yang aku tahu maupun yang aku tidak tahu. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan, semuanya, baik yang kini maupun yang nanti, baik yang aku tahu maupun yang aku tidak tahu. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan yang dipintakan oleh hamba dan nabi-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang berlindung daripadanya hamba-Mu dan nabi-Mu. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu surga, dan apa yang mendekatkan ke sana, baik ucapan maupun perbuatan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari neraka dan apa yang mendekatkan ke sana, baik ucapan maupun perbuatan. Dan aku memohon kepada-Mu agar setiap ketentuan yang Engkau tentukan untuk-Ku berakhir kebaikan.

*doa kesembilan: Memohon surga dan dijauhkn dari neraka*

IBNU MAJAH 910 dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ

*Allaahumma innii as-alukal jannata wa a’uuzu bika minan naar*

*Ya Allah, sesungguhnya aku memohon surga kepada-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dari api neraka*

Iklan