UMAT ISLAM AKAN MENGIKUTI JEJAK YAHUDI DAN NASRANI HINGGA MASUK LUBANG BIAWAK SEKALIPUN Bagian-4(keempat)

Alhamdulillah…

_Wahai Kaum Muslimin yang dirahmati oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, *Berikut ini diantara beberapa perilaku kaum Yahudi dan kaum Nasrani yang diikuti oleh sebagian umat Islam,*_

*Baca Artikel & Mohon Untuk menyukai FansPage:* https://mobile.facebook.com/Dakwah-Sunnah-669017623305594

*1. Beribadah dengan alat musik*

_peribadahan orang-orang Sufi yang mengikuti ajaran kaum Yahudi di bawah ini,_

*a. Tari Sufi full musik:* Tari Sufi Full Musik

*b. Tarekat hulahup kaum Sufi:* Tarekat Hulahup Kaum Sufi

*c. Tarekat disco ahli bid’ah :* Tarekat Disco ahli Bid’ah

*d. Dzikir model dangdutan kaum Sufi:* Dzikir Dangdutan Kaum Sufi

*e. Yahana vs Yahudi:*yahana yahudi

*2. Menggoyang-goyangkan kepala ketika beribadah*

_Kebanyakan kaum Sufi ketika berzikir kepalanya digoyang kekanan dan kekiri. Bahkan ada yang benar-benar bergoyang sambil berdiri seperti dalam acara-acara sepesial mereka.

_

*3. Tarbiyah Ruhiyah*

_Diantara ajaran kaum Nasrani yang di adopsi oleh orang-orang Sufi diantaranya adalah Tarbiyah Ruhiyah._

*Dalam agama Nasrani tarbiyah ruhiyah dilakukan dengan beberapa bentuk. Mulai dari menghindari segala kenikmatan dunia, seperti tidak mengkosumsi sesuatu yang enak dan lezat, tidak memakai pakaian bagus, menjauhi pernikahan sampai pada tinggkat bersemedi di gua-gua.*

*4. Tidak menikah*

_Ajaran kaum Nasrani lainnya yang di adopsi oleh sebagian kaum Sufi adalah tidak menikah dengan alasan agar lebih fokus beribadah demi mendapatkan surga._

*5. Perilaku lainnya dari kaum Nasrani yang diikuti oleh sebagian umat Islam diantaranya, peringatan bid’ah Maulid Nabi, yaitu memperingati kelahiran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam,* hal ini sama dengan peraya’an Natal, yaitu peraya’an kelahiran Yesus Kristus.

*6. Perilaku lainnya dari kaum Nasrani yang diikuti sebagian umat Islam adalah peringatan Kenaikan Isa Al Masih, Naiknya Tuhan Yesus Kristus ke langit.* Sebagian umat Islam pun ada yang ikut-ikutan membuat peringatan seperti itu, yaitu peringatan Isra’ Mi’raj, naiknya Nabi Muhammad ke langit.

*7. Perilaku lainnya dari kaum Nasrani yang di ikuti sebagian umat Islam adalah peraya’an Tahun Baru Masehi,* sebagian dari umat Islam pun ada yang membuat peraya’an bid’ah Tahun Baru Hijriyah.

Kaum Yahudi dan kaum Nasrani adalah kaum yang di murkai oleh Allah Ta’ala dan kaum yang sesat.* Sebagaimana Allah Ta’ala terangkan di dalam Al-Qur’an.

.

غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّينَ

.

_*“Bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat”.* (QS. Al-Fatihah: 7)._

.

*Yang dimaksud ayat di atas adalah orang-orang Yahudi dan Nasrani,* sebagaimana di sebutkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya,

.

إن الْمَغْضُوبُ عَلَيْهِمُ الْيَهُودُ وَإِنَّ الضَّالِّينَ النَّصَارَى

.

_*“Sesungguhnya orang-orang yang dimurkai itu adalah orang-orang Yahudi, dan sesungguhnya orang-orang yang sesat itu adalah orang-orang Nasrani”.* (Tafsir Ibnu Katsir, QS. Al-Fatihah, 7)._

.

*Dalam sejarah Islam di ketahui bahwa kaum Yahudi sangat memusuhi umat Islam,* dan rasa permusuhan mereka Allah Ta’ala sebutkan dalam Firman-Nya,

.

لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا

.

_*“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik”.* (QS. Al-Maidah: 82)._

.

*Begitu pula kaum Nasrani, mereka memiliki rasa permusuhan dan perasa’an tidak senang terhadap umat Islam.* Sikap mereka demikian Allah Ta’ala sebutkan dalam Firman-Nya,

.

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ

.

_*“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka”.* (QS. Al-Baqarah, 120)._

.

*Permusuhan dan makar kaum Yahudi dan juga kaum Nasrani begitu panjang tercatat dalam sejarah Islam.* Semenjak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyeru manusia untuk kembali mentauhidkan Allah Ta’ala, tidak henti-hentinya makar kaum Yahudi dan Nasrani ditujukan kepada kaum muslimin hingga sampai sa’at ini.

.

*Kaum Yahudi dan kaum Nasrani akan senang kepada umat Islam apabila kita mengikuti mereka,* sebagaimana disebutkan dalam penghujung ayat di atas,

.

حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ

.

_*“Hingga kamu mengikuti agama mereka”*_

.

*Mengikuti jejak langkah mereka maka sama artinya kita membenarkan kesesatan mereka,* padahal *karena kesesatan mereka itulah yang menjadikan mereka mendapatkan murka Allah Ta’ala.*

.

*Allah Ta’ala juga mengancam kepada orang-orang yang mengikuti jejak langkah mereka, tidak akan mendapatkan perlindungan dan pertolongannya,*

.

Allah Ta’ala berfirman :

.

وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلا نَصِيرٍ

.

_*“Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”.* (QS. Al-Baqarah: 120)._

.

*Imam Ibnu Katsir* terkait ayat di atas mengatakan, Di dalam ayat ini *terkandung makna ancaman dan peringatan yang keras bagi umat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, agar mereka jangan sekali-kali mengikuti jalan-jalan kaum Yahudi dan kaum Nasrani, sesudah mereka mempunyai pengetahuan dari Al-Qur’an dan sunnah,* na’uzubillah min zalik. Khitab ayat ini ditujukan kepada Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, tetapi perintahnya ditujukan kepada umatnya.

.

*Allah Ta’ala mengancam tidak akan memberikan pertolongan dan bantuannya kepada orang-orang yang mengikuti jejak langkah kaum Yahudi dan Nasrani.*

.

_Namun ternyata banyak umat Islam yang tidak menghiraukan ancaman Allah Ta’ala tersebut. *Banyak dari umat Islam yang secara tidak sadar telah mengikuti jejak langkah mereka.* Mengikuti jejak langkah (agama) mereka *bukan berarti kaum muslimin keluar (murtad) dari agama Islam, lalu masuk ke dalam agama mereka,* namun pengertiannya adalah mengikuti perilaku mereka._

.

*Berikut ini diantara beberapa perilaku kaum Yahudi dan kaum Nasrani yang diikuti oleh sebagian umat Islam,*

*Sambungan Bagian 3….*

_*7.Perilaku lainnya dari kaum Nasrani yang di ikuti sebagian umat Islam adalah peraya’an Tahun Baru Masehi, sebagian dari umat Islam pun ada yang membuat peraya’an bid’ah Tahun Baru Hijriyah.*


*HUKUM MEMPERINGATI TAHUN BARU ISLAM-

Ceramah Singkat: Menyambut Tahun Baru Islam – Ustadz Mizan Qudsiyah, Lc.

Tahun baru Islam, bagi sebagian orang adalah hari yang.sakral. Tahun baru Islam harus disambut dengan berbagai cara seperti doa akhir tahun dan doa awal tahun. Tapi sebaik-baik contoh dalam agama adalah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya. Lalu bagaimana para Sahabat menyikapi tahun baru Islam? Jawabannya akan anda temukan dalam video berikut ini.

Menyambut Tahun Baru Islam Ustadz Mizan

Ceramah Singkat: Jejak Umat Terdahulu Pada Perayaan Tahun Baru – Ustadz Abduh Tuasikal

Nabi menyebutkan bahwa sebagian kaum Muslimin pada suatu masa akan mengikuti kelakuan-kelakuan umat terdahulu, yaitu kaum Yahudi dan Nashrani. Lalu apa saja kiat-kiat yang diajarkan Nabi kita shalallahu alaihi wasallam, dalam menangkal hal tersebut? Simak kajian berikut!

Jejak Umat Terdahulu pada Perayaan Tahun Baru

Hukum Merayakan Tahun Baru

Sebagian orang menganggap tahun baru itu harus dirayakan dan diramaikan dengan berbagai macam acara. Benarkah anggapan ini? Bagaiman hukum merayakan tahun baru? Bolehkah ikut perayaan tahun baru?Bolehkah
ikut perayaan tahun baru dalam pandangan Islam? Simak jawabannya dalam video berikut ini ..

Hukum Merayakan Tahun Baru

Bolehkah Merayakan Tahun Baru Dalam Islam ? | Ustadz Syafiq Riza Basalamah

Merayakan tahun baru merupakan kebiasaan setiap orang, tapi apakah sebenernya hukum merayakan tahun baru dalam Islam?

Berikut ulasan Ust. Syafiq Riza Basalamah.

Bolehkah Merayakan Tahun Baru dalam Islam

https://m.youtube.com/watch?v=eS-MCaB5Nvc

Ceramah Singkat: Tahun Baru? – Ustadz Badru Salam, Lc

Tahun baru Oo Tahun Baru… apakah hukumnya ikut tahun baruan? Adakah di syariat islam mengenai perayaan tahun baru? bagaimanakah kita dalam menyongsong tahun baru? Darimanakah asal muasal tahun baru itu?

Ceramah singkat ini akan memaparkan permasalahan seputar tahun baru.

Tahun Baru

Telah menjadi kebiasaan di tengah-tengah kaum muslimin memperingati Tahun Baru Islam. Sehingga tanggal 1 Muharram termasuk salah satu Hari Besar Islam yang diperingati secara rutin oleh kaum muslimin.Lanjut di halaman 2