*Musik itu Haram Menurut Imam 4 Madzhab*

Ketahuilah Bahwa Musik itu haram hukumnya, Maka Jauhilah Musik

Oleh: Shalah ‘Abdul Ma’bud

Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Hukum Musik dan Lagu 02 10Mb

HUKUM MUSIK DAN LAGU 02 10mb

*Musik dan nyanyian dalam al-Qur`an dan as-Sunnah*

*Sesungguhnya Allah -Subhanahu wa ta’ala- telah menciptakan makhluk-Nya, memerintahkan mereka untuk taat kepada-Nya, melarang mereka dari bermaksiat kepada-Nya, menjelaskan kepada mereka akan buah dari ketaatan berikut jalan-jalannya, serta memberikan peringatan kepada mereka dari maksiat dan akibatnya.* Iblis laknatullah telah mengetahui *bahwa poros segala urusan adalah hati, jika hati tersebut sehat dan istiqamah, maka istiqamah pulalah seluruh anggota tubuh di atas ketaatan kepada rabbnya, dan jika hati itu bengkok, maka menyimpanglah seluruh anggota tubuh kepada jalan kebinasaan.* Maka hati adalah raja, sementara anggota badan adalah bala tentaranya, jika sang raja baik, maka bala tentarapun menjadi baik, namun jika sang raja buruk, bala tentaranyapun menjadi buruk.

*Ketahuilah, mudah-mudahan Allah -Subhanahu wa ta’ala- memberikan rahmat-Nya kepadaku dan anda sekalian, bahwa termasuk musibah yang merata, yang dengannya hati diuji dengan keras adalah rasa cinta terhadap nyanyian dan musik.* Mendengarkan nyanyian menjadi lebih dicintai oleh mayoritas manusia daripada mendengar ayat-ayat al-Qur`an. *Seandainya salah seorang diantara mereka mendengarkan al-Qur`an dari awal sampai akhir maka tidaklah al-Qur`an itu akan menggugah hatinya dengan tenang. Tetapi jika dibacakan kepadanya nyanyian-nyanyian, serta alunan musik maka pendengaranmereka terketuk dan hati mereka tergetar dan bergoncang.* Maka subhanallah, Maha Suci Allah dari orang yang terfitnah ini, yang telah menyia-nyiakan bagian kedekatannya kepada Allah Allah -Subhanahu wa ta’ala-, dan *rela dengan bagian kesesatan syetan.*

Kalimat-kalimat berikut ini adalah sebuah nasihat untuk memberikan peringatan dan kasih sayang. Marilah kita bersama-sama memperhatikan jalan hidayah dan petunjuk yang berada didalam al-qur`an dan sunnah, *karena sebaik-baik perkataan adalah firman Allah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi -Shalallahu alaihi wa salam-.* Setelah itu kita perhatikan perkataan para ulama ahlus sunnah tentang musik dan nyanyian yang merupakan seruling-seruling syetan.

Allah -Subhanahu wa ta’ala- berfirman:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ

*“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah …”*(QS. Luqman: 6)

*Ibnu Katsir* -Rahimahullah- berkata dalam menafsiri ayat tersebut: *“Allah -Subhanahu wa ta’ala- menyebutkan keadaan orang-orang celaka yang berpaling dari manfaat mendengarkan kalamullah, dan malah mendengarkan seruling-seruling, nyanyian-nyanyian dengan berbagai nada, serta alat-alat musik.”*

Sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Mas’ud -Radaiallahuanhu- tentang firman Allah -Subhanahu wa ta’ala- ini: *“(Lahwul hadits) Itu adalah nyanyian, demi Allah yang tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Dia.” Dan dia mengulangi ucapan tersebut hingga tiga kali.*

Imam Ibnu Katsir -Rahimahullah– juga menukil perkataan Hasan Bashri -Rahimahullah-: “Ayat ini turun tentang nyanyian dan seruling (alat-alat musik).”

Demikian pula firman Allah -Subhanahu wa ta’ala-:

وَاسْتَفْزِزْ مَنِ اسْتَطَعْتَ مِنْهُمْ بِصَوْتِكَ

*“Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu,…”* (QS. Al-Isra`: 64)

Ibnu Katsir -Rahimahullah- berkata: “Mujahid berkata: “(yaitu) dengan permainan dan nyanyian (musik).” Al-Qurthubi -Rahimahullah- berkata: “Dari Ibnu ‘Abbas -Radiallahuanhuma- dan Mujahid -Rahimahullah-: “(yaitu dengan) nyanyian, seruling dan permainan.” Ad-Dhahhak -Rahimahullah- berkata: “(yaitu dengan) suara seruling.”

Adapun di dalam sunnah, maka telah diriwayatkan di dalam Shahih al-Bukhari secara mu’allaq dengan bentuk jazm (pasti, kuat) bahwa Nabi -Shalallahu alaihi wa salam- bersabda:

« لَيَكُوْنَنَّ مِنْ أُمَّتِيْ قَوْمٌ يَسْتَحِلُّوْنَ الْحِرَ ، وَالْحَرِيْرَ ، وَالْخَمْرَ ، وَالْمَعَازِفَ … »

*“Benar-benar akan ada diantara umatku yang akan menghalalkan perzinahan, sutera (bagi laki-laki), khamar dan alat-alat musik.”*(HR. al-Bukhari, menurut al-Hafizh hadits diriwayatkan secara maushul (sambung sanadnya) dari 10 jalur. Hadits ini shahih)

Hadits tersebut menjadi dalil yang jelas akan haramnya alat-alat musik dari beberapa sisi:

1. *Sabda beliau [يَسْتَحِلُّوْنَ] ‘mereka menghalalkannya’, maka kalimat tersebut adalah jelas bahwa yang telah disebutkan tersebut, yang diantaranya adalah alat-alat musik diharamkan di dalam syariat yang kemudian dihalalkan oleh orang-orang tersebut.*

2. *Beliau -Shalallahu alaihi wa salam- menggandengkan penyebutan alat-alat musik dengan perkara-perkara yang diharamkan secara qath’i (pasti), yaitu dengan zina, dan khamar. Seandainya musik tersebut tidak diharamkan maka tidak akan digandengkan bersama keduanya. Maka sungguh benar Rasulullah -Shalallahu alaihi wa salam- terhadap apa yang telah beliau sabdakan. Zaman ini telah berputar, yang munkar menjadi ma’fur, dan yang ma’ruf menjadi munkar. Manusia telah menganggap baik apa yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya -Shalallahu alaihi wa salam- dan mereka mengingkari orang-orang yang mencacatnya.*

Ibnu Majah dan Thabrani meriwayatkan dari Sahl bin Sa’d dari Rasulullah -Shalallahu alaihi wa salam- bahwa beliau -Shalallahu alaihi wa salam- bersabda:

*“Akan ada pada umatku penenggelaman, semburan (api), dan perubahan bentuk.” Dikatakan kepada beliau: “Kapan, Wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Jika telah tampak (merajalela, dan menyebar) alat-alat musik, para penyanyi wanita, dan telah dianggap halal khamer.”* (Dishahihkan oleh al-Albani dalam as-Shahihah (1787))

Imam as-Sya’bi berkata: Dilaknatlah orang yang bernyanyi dan yang mendengarkannya.” Lanjut di Halaman 2