*Perayaan Maulid Nabi bukan dari Islam*_

Alhamdulilah…

Ustadz Abdurrahman Thayyib- Acara Maulid Nabi Bukan Dari Islam

Acara Maulid Nabi Bukan Dari Islam

Dan sungguh telah tsabit (tetap) dari Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda : “Barang siapa mengadakan perkara baru dalam (agama) kami ini yang tidak ada asal darinya, maka perkara itu tertolak. “(HR. Bukhori Muslim).

Dan beliau telah bersabda dalam hadits yang lain : “(Ikutilah) sunnahku dan sunnah khulafaur rosyidin yang di beri petunjuk sesudahku. Peganglah (kuat-kuat) dengannya, gigitlah sunnahnya itu dengan gigi gerahammu. Dan jauhilah perkara-perkara yang di adakan-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah itu sesat. (HR. Tirmidzi dan dia berkata : Hadits ini hasan shohih).

Dalam kedua hadits ini terdapat peringatan yang keras terhadap mengada-adakan bid’ah dan beramal dengannya. Sungguh Allah telah berfirman : “Apa yang telah di berikan Rasul kepadamu, maka ambillah dan apa yang di larangnya bagimu maka tinggalkanlah. “(QS. Al-Hasyr : 7).

Allah juga berfirman : “Maka hendaknya orang yang menyalahi perintah-Nya, takut akan di timpa cobaan atau di timpa adzab yang pedih. “(QS. AN-Nuur : 63).

Para Sahabat Tidak Berdiri Jika Rasulullah shollallahu ‘alahi wa sallam datang*

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu: “Tidak ada seorang pun yang lebih dicintai oleh para sahabat daripada Rasulullah shollallahu ‘alahi wa sallam. Tetapi jika mereka melihat Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam mereka tidak berdiri untuk (menghormati) beliau, karena mereka mengetahui bahwa Rasulullah membenci hal tersebut. “(HR. Ahmad dan At-Tirmidzi, shohih

Lihatlah Para Sahabat (manusia yang paling mengerti dengan As-sunnah, paling cinta kepada Rasulullah, dan paling ittiba’ kepada syari’at beliau dari pada orang – orang sesudah mereka) tidak tidak berdiri untuk (menghormati) beliau ketika beliau datang, mereka tidak berdiri untuk hormat kepada Rasulullah shallallu’alaihi was sallam. Karena mereka tau rasulullah tidak senang akan hal itu. Kalau ukuran dikembalian ke perasaan tentunya kita niat berdiri, misalnya ada guru antum datang, antum ingin berdiri untuk menghormati beliau. niat antum ingin menyenangkan dia. Tapi para shahabat tidak seperti itu,Kembalikan dulu kepada Sunnah. apakah ada sunnahnya atau tidak. oh teryata Sunnahnya Rasulullah shallallu’alaihi was sallam tidak suka sperti itu , karena lama-lama akan menjadikan Rasulullah sebagai Ilah,Tuhan yang disembah selain Allah sebagaimana Kaum Nasrani menjadikan Isa sembahan selain Allah

Rasulullah shallallu’alaihi was sallam Menutup pintu2 kesyirikan. Rasulullah tidak ingin ketika beliau datang orang berdiri menyambutnya. ini di zaman Rasulullah masih hidup tidak, Bagaimana ketika Beliau wafat. Teryata sebagian Kaum Muslimin ketika Rasulullah shallallu’alaihi was sallam sudah Mati, mereka Berdiri seperti Acara2 Maulid Nabi. Diantara Rangkaian Acara Maulid Nabi itu ada rangkaian berdiri, Karena mereka meyakini Rasulullah shallallu’alaihi was sallam Hadir Bersama Mereka..

Sungguh ini adalah kedustaan yang nyata. Mengapa? Ya karena Allah Ta’ala berfirman:

وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ

Dan di hadapan mereka (orang-orang yang telah mati) ada barzakh (dinding) sampai hari mereka dibangkitkan.(QS. Al-Mu’minin: 100).

Yang dimaksud barzakh (dinding) pada saat tersebut adalah pembatasan antara dunia dan akhirat, sehingga tidak mungkin orang yang telah mati bangkit atau ruhnya yang bangkit

Bayangkan Rasulullah hidup saja Tidak suka,apalagi setelah mati. ini adalah perilaku yang keliru.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

” أنا أول من ينشق عنه القبر يوم القيامة، وأنا أول شافع وأول مشفع ”

Aku adalah orang yang pertama kali dibangkitkan / dibangunkan diantara ahli kubur pada hari kiamat, dan aku adalah orang yang pertama kali memberi syafa’at dan diizinkan memberikan syafa’at”.

Ayat dan hadits diatas, serta ayat ayat dan hadits hadits yang lain yang semakna menunjukkan bahwa Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam dan mayat mayat yang lainnya tidak akan bangkit kembali kecuali sesudah datangnya hari kebangkitan. Hal ini sudah menjadi kesepakatan para ulama, tidak ada pertentangan diantara merek

Bahkan mereka menjadikan Standar Cinta Kepada Allah Dan Rasul dengan perkara yang Baru, yang tidak dikenal para Shahabat, Para,Tabi’in dan orang setelahnya. Contohnya Maulid Nabi. Maulid Nabi perayaan Kelahiran Rasulullah. Adapun perayaan Maulid ini tidak dikenal di masa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, generasi pertama ummat ini,Para Khulafaur Rasyidin dan tidak dikenal dalam mazhab yang empat, Hanafiah, Malikiyah, Syafi’iyah dan Hambaliyah. Lantas siapa orang yang menanggung dosa pertama dari bid’ah maulid ini? Orang yang pertama kali mengadakan perayaan ini adalah kelompok Fatimiyyun(Orang Syiah) disebut juga Ubaidiyyun ajaran mereka adalah kebatinan.

Adapun perkataan bahwa yang pertama kali mengadakan perayaan tersebut adalah seorang raja yang adil yang alim yaitu Raja Mudhofir, penguasa Ibril adalah pernyataan yang salah. Abu Syamah menjelaskan bahwa Raja Al Mudhofir (hanya) mengikuti jejak Asy-Syaikh Umar bin Muhammad Al Mulaa tokoh kebatinan dan dialah orang yang pertama kali mengadakan perayaan tersebut.

Padahal Ulama Khilaf(Berselisih) tanggal Kelahiran Rasulullah. Kapan dilahirkan ,Kenapa? Karena mereka tidak perhatian, Karena tidak ada hukum yang dibangun diatas kelahiran Rasulullah. Beda Dengan melihat hilal, Kalau Puasa Kita perlu melihat hilal tidak, Karena Hukum dibangun diatas melihat Hilal. Oleh Karena itu Mereka Itjima, Hilal sudah Muncul tidak. Adapun Seperti ini, mereka tidak perhatian. ada yang mengatakan 12 rabi’ al-awwal, tanggal 8 rabi’ al-awwal,adapula yang mengatakan tanggal 18 rabi’ al-awwal,ada yang mengatakan tanggal 2,ada lagi yang mengatakan tanggal 10,dan mungkin ada lagi yang lainnya, Tapi yang jelas Hari Senin. Rasulullah Juga Wafat di Hari tersebut. Kalau Begitu kita Merayakan Kelahiran atau Kematian Rasulullah.

Kedua. Kalau Begitu kita Juga boleh dong merayakan kelahiran Nabi Isa, Nabi isa nabi kita tidak? Nabi Kaum Muslimin tidak? Kita mau merayakan kelahiran Nabi Isa. Tentu tidak . Ini Acara Nasrani. oleh Karena itu ini Bukan Syariat Islam.

Ketiga: Dalam acara perayaan atau peringatan maulid nabi itu banyak terjadi ikhthilat, (bercampur laki-laki dan wanita dalam satu tempat, tanpa adanya hijab/tabir pemisah diantara mereka), padahal ini diharamkan dalam syariat agama kita. Kata Rasulullah Lebih Baik saya Ditusuk Besi daripada menyentuh perempuan yang bukan muhrim saya.

Sungguh ditusuknya kepala salah seorang dari kalian dengan jarum dari besi lebih baik baginya daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya” (HR Ath Thabrani dalam shahihul jami hadits no : 4921).

Dan, adakah orang yang hatinya lebih bersih dari hati Nabi Shallallahu’alaihi wasallam? Namun begitu beliau mengatakan :

Sesungguhnya aku tidak menyentuh tangan dengan wanita” (HR Ahmad, 6/357 dalam shahihul jami hadits no : 2509).

Beliau Shallallahu’alaihi wasallam juga bersabda :

Sesungguhnya aku tidak menjabat tangan wanita” (HR Ath Thabrani dalam Al Kabir : 24/342, shahihul jami 70554)

Dan dari Aisyah Radliallahu Anha, dia berkata :

Dan Demi Allah, sungguh tangan Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam tidak (pernah) menyentuh tangan perempuan sama sekali, tetapi beliau membaiat mereka dengan perkataan” (HR Muslim ,: 3/1489).Lanjut di halaman 2