# Ucapan Selamat Natal, Satu Kalimat Yang Fatal

Alhamdulilah

Syekh Ali Jaber tentang “Mengucapkan Natal”

Hukum Mengucapkan Selamat Natal – Ustadz KhalidBasalamah MA

Aris Munandar · Fatwa MUI Tentang Mengikuti Perayaan Natal Bersama

Fatwa MUI ttg Mengikuti Perayaan Natal

Hukum Ucapan Selamat Natal

Hukum Ucapan Selamat

Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawi · Muslim Kok Natalan

Muslim Kok Natalan

Perayaan Natal 25 Desember Antara Dogma dan Toleransi (Ustadzah Irene Handono) 
Hukum Mengucapkan Selamat Natal, Bantahan Ilmiah Terhadap Fatwa Yusuf Qardhawi (Ustadz Abu Zubair Al-Hawaary, Lc) 
Jangan Ikuti Orang Kafir (Tahun Baru dan Natalan
Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal · Prinsip Islam Terhadap Perayaan Natal 
Ustadz Zainal Abidin Syamsudin – Syarah Bulughul Maram: Hari Raya (TPP: Hari Raya Bukan Islam: Perayaan Natal dan Tahun Baru 
Jika tidak Download Kajian mp3, coba copy link dan buka di Tab Baru atau bisa buka link Tautan dinTab Baru

Akibatnya Saudaraku, jika renungkan lebih dalam, ucapan selamat natal jangan dilakukan, Allah disekutukan kemudian diucapkan selamat? larangan larangan terbesar adalah syirik dan Allah benci

Coba saja kalau keluarga kita dilukai atau dibunuh dan kita benci, kemudian selang beberapa lama ada yang memperingati dan kemudian kita ucapkan selamat?

Toleransi adalah membiarkan mereka beribadah, tidak boleh diganggu dan tidak boleh dilarang karena itu hak mereka karena Islam agama yang adil

Renungkanlah baik-baik, karena ada satu kata yang akibatnya bisa fatal begitu juga ada satu kata yg bisa menyelamatkan (sebagaimana kisah paman Nabi, Abu Thalib tetapi ia tidak mengucapkannya)

____

Mengucapkan selamat Natal dari seorang Muslim kepada Nashrani jelas haram hukumnya. Orang yang berakal sehat pasti menolak hal ini. Logika mudahnya saja, tidak perlu dipersulit dengan bermacam-macam syubhat dan keraguan serta pelintiran ayat dan hadits. Perayaan Natal adalah kesyirikan dan kesyirikan adalah dosa terbesar karena menyekutukan Allah yang Maha Esa dalam ibadah.

Jika kita ucapkan selamat, tentu kita ikut berbahagia atau minimal ridha terhadap hal tersebut..Misalnya ada yang membunuh Ibu atau keluarga kita.(dosa membunuh lebih ringan dari dosa kesyirikan), kemudian kita berikan selamat pada pembunuh tersebut?

Apakah ini logis? Padahal ibu kita yang melahirkan, membesarkan dan mendidik kita dengan kasih sayang.dan tidak akan bisa kita balas? Nah, bagaimana jika kita malah memberi selamat terhadap orang yang melakukan pelanggaran terhadap hak Allah? Padahal Allah yang menciptakan dan memberikan taufik kepada Ibu kita agar mencurahkan kasih sayang kepada kita? Allah yang telah.memberikan segalanya kepada kita?

Belum lagi logika yang lain, bahwa ternyata Yesus tidak lahir pada tanggal 25 Desember, karena sumber dari kitab mereka sendiri, Yesus lahir pada musim panas. Atau dalil dalam Al-Quran bahwa Nabi Isa ‘alaihissalam lahir ketika musim kurma yaitu musim panas. Allah Ta’ala berfirman,

ﻓَﺤَﻤَﻠَﺘْﻪُ ﻓَﺎﻧْﺘَﺒَﺬَﺕْ ﺑِﻪِ ﻣَﻜَﺎﻧًﺎ ﻗَﺼِﻴًّﺎ ﴿٢٢﴾ ﻓَﺄَﺟَﺎﺀَﻫَﺎ ﺍﻟْﻤَﺨَﺎﺽُ ﺇِﻟَﻰٰﺟِﺬْﻉِ ﺍﻟﻨَّﺨْﻠَﺔِ ﻗَﺎﻟَﺖْ ﻳَﺎ ﻟَﻴْﺘَﻨِﻲ ﻣِﺖُّ ﻗَﺒْﻞَ ﻫَـٰﺬَﺍ ﻭَﻛُﻨْﺖُ ﻧَﺴْﻴًﺎ ﻣَﻨْﺴِﻴًّﺎ ﴿٢٣﴾ ﻓَﻨَﺎﺩَﺍﻫَﺎ ﻣِﻦْ ﺗَﺤْﺘِﻬَﺎ ﺃَﻟَّﺎ ﺗَﺤْﺰَﻧِﻲ ﻗَﺪْ ﺟَﻌَﻞَ ﺭَﺑُّﻚِ ﺗَﺤْﺘَﻚِ ﺳَﺮِﻳًّﺎ ﴿٢٤﴾ ﻭَﻫُﺰِّﻱ ﺇِﻟَﻴْﻚِ ﺑِﺠِﺬْﻉِ ﺍﻟﻨَّﺨْﻠَﺔِ ﺗُﺴَﺎﻗِﻂْ ﻋَﻠَﻴْﻚِ ﺭُﻃَﺒًﺎ ﺟَﻨِﻴًّﺎ ﴿٢٥ ﴾

“Maka Maryam mengandungnya, lalu ia mengasingkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. Maka rasa sakit akannmelahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata: ‘Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan.’ Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: “Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan.menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.” (QS..Maryam: 22-25) Lanjut di Halaman 2