Nasehat Sebelum Mengucapkan Selamat Natal

Alhamdulillah

Hukum Beli Barang yang Didiskon Menyambut Hari Raya Orang Kafir- Ustadz Dzulkarnain

Hukum Perayaan Tahun Baru dan Natalan- Ustadz Imam Wahyudi Lc http://m.youtube.com/watch?v=4YMn_wZ6hgs

Ustadz Ahmad Zainuddin · Jangan Ikuti Orang Kafir (Tahun Baru dan Natalan) https://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Ahmad%20Zainuddin/Jangan%20Ikuti%20Orang%20Kafir%20(Tahun%20Baru%20dan%20Natalan)/Jangan%20Ikuti%20Orang%20Kafir%20(Tahun%20Baru%20dan%20Natalan).mp3

Jangan Ikuti Orang Kafir

Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal · Prinsip Islam Terhadap Perayaan Natal

Prinsip Islam Terhadap Natal

Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawi · Muslim Kok Natalan

Muslim Kok Natalan

Ustadz Zainal Abidin Syamsudin – Syarah Bulughul Maram: Hari Raya (TPP: Hari Raya Bukan Islam: Perayaan Natal dan Tahun Baru

Hari Raya (TPP: Hari Raya Bukan Islam: Perayaan Natal dan Tahun Baru

Perayaan Natal 25 Desember Antara Dogma dan Toleransi (Ustadzah Irene Handono) http://www.archive.org/download/PerayaanNatalAntaraDogmaDanToleransi/PerayaanNatalAntaraDogmaDanToleransi.mp3

Perayaan Natal 25 Desember Antara Dogma dan Toleransi (Ustadzah Irene Handono

Ustadz Abuz Zubeir al-Hawaary, Lc -Larangan Mengucapkan Selamat Natal Kepada Orang Kafir Bantahan Ilmiah Terhadap Fatwa Yusuf Qardhawi http://www.archive.org/download/BantahanTerhadapYusufAl-qodhawy/01_bantahanThdYusufQordhawi.mp3

Larangan Mengucapkan Selamat Natal Kepada Orang Kafir Bantahan Ilmiah Terhadap Fatwa Yusuf Qardhawi 

Aris Munandar · Fatwa MUI Tentang Mengikuti Perayaan Natal Bersama 

Ustadz Badrusalam · Hukum Perayaan Tahun Baru

Ustadz Ahmad Zainuddin · Dalil Keharaman Ikut Andil Dalam Hari Raya Orang Kafir 

Ustadz Abu Zubeir al-Hawaary · Bahaya Turut Meramaikan Hari Raya Kuffar

Ustadz Ahmad Zainuddin · Haramnya Muslim Ikut Hari Raya Orang Kafir

Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal · Natal, Hari Raya Siapa

Jika Tidak Bisa Download Mp3, Coba Buka Link Di Tab Baru

Hari natal adalah hari perayaan kaum Nashrani. Apa sih yang sedang mereka rayakan?, yang sedang mereka gembirakan??.

Tentunya semua kaum Nashrani –dari Sabang sampai Merauke- sepakat bahwa mereka sedang merayakan hari kelahiran tuhan dan sesembahan mereka. Mereka tidak sedang merayakan kelahiran Yesus sebagai seorang nabi, akan tetapi merayakan kelahiran Yesus sebagai “Tuhan” atau “Anak Tuhan”.

Coba kita renungkan dengan akal sehat…, tatkala seorang muslim mengucapkan selamat kepada mereka, apakah yang dipahami oleh mereka?, apakah mereka memahami seorang muslim sedang menyatakan, “Selamat atas kelahiran Yesus sebagai seorang Nabi?”. Tentunya sama sekali tidak !!!, karena jika mereka memahami demikian tentunya mereka akan ngamuk dan merasa dihina oleh seorang muslim…. Karenanya…mengucapkan selamat hari natal menimbulkan kelaziman-kelaziman yang sangat buruk…

Selamat Natal = Selamat lahirnya Yesus sebagai tuhan, selamat Allah punya anak, selamat mengagungkan salib, selamat atas kalian karena kalian menyembah salib, selamat atas kalian atas keyakinan kalian kalau Allah punya anak, selamat atas kalian sebab kalian bertrinitas, selamat atas kalian karena kalian bahagia dengan bangkitnya kaum salibis yang senantiasa mengharapkan hancurnya Islam, selamat semakin memantapkan bahwa mereka di atas kebenaran, karena kaum muslimin ikut berbahagia dengan menghaturkan ucapan selamat.

Subhanallaah.. Ucapan ini lebih buruk daripada ucapan Selamat berzina…, selamat mabuk…, selamat mencuri…, selamat membunuh…, selamat korupsi…, selamat berhomoseksual…..

Akan tetapi masih banyak kaum muslimin yang tidak menyadarinya !!!

Apa yang saya simpulkan di atas ternyata telah jauh-jauh diperingatkan oleh para ulama.

Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam kitabnya “Ahkaam Ahli Adz-Dzimmah” berkata:

ﻭﺃﻣﺎ ﺍﻟﺘﻬﻨﺌﺔ ﺑﺸﻌﺎﺋﺮ ﺍﻟﻜﻔﺮ ﺍﻟﻤﺨﺘﺼﺔ ﺑﻪ ﻓﺤﺮﺍﻡ

ﺑﺎﻻﺗﻔﺎﻕ ﻣﺜﻞ ﺃﻥ ﻳﻬﻨﺌﻬﻢ ﺑﺄﻋﻴﺎﺩﻫﻢ ﻭﺻﻮﻣﻬﻢ ﻓﻴﻘﻮﻝ

ﻋﻴﺪ ﻣﺒﺎﺭﻙ ﻋﻠﻴﻚ ﺃﻭ ﺗﻬﻨﺄ ﺑﻬﺬﺍ ﺍﻟﻌﻴﺪ ﻭﻧﺤﻮﻩ ﻓﻬﺬﺍ ﺇﻥ

ﺳﻠﻢ ﻗﺎﺋﻠﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﻜﻔﺮ ﻓﻬﻮ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺤﺮﻣﺎﺕ ﻭﻫﻮ ﺑﻤﻨﺰﻟﺔ

ﺃﻥ ﻳﻬﻨﺌﻪ ﺑﺴﺠﻮﺩﻩ ﻟﻠﺼﻠﻴﺐ ﺑﻞ ﺫﻟﻚ ﺃﻋﻈﻢ ﺇﺛﻤﺎ ﻋﻨﺪ

ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺃﺷﺪ ﻣﻘﺘﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﺘﻬﻨﺌﺔ ﺑﺸﺮﺏ ﺍﻟﺨﻤﺮ ﻭﻗﺘﻞ

ﺍﻟﻨﻔﺲ ﻭﺍﺭﺗﻜﺎﺏ ﺍﻟﻔﺮﺝ ﺍﻟﺤﺮﺍﻡ ﻭﻧﺤﻮﻩ. ﻭﻛﺜﻴﺮ ﻣﻤﻦ ﻻ

ﻗﺪﺭ ﻟﻠﺪﻳﻦ ﻋﻨﺪﻩ ﻳﻘﻊ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ ﻭﻻ ﻳﺪﺭﻱ ﻗﺒﺢ ﻣﺎ ﻓﻌﻞ

“Adapun memberi selamat terhadap perayaan- perayaan kufur yang khusus maka hukumnya haram berdasarkan kesepakatan (para ulama) seperti seseorang (muslim) memberi selamat kepada mereka (orang-orang kafir) atas perayaan-perayaan mereka. Maka ia berkata

“Perayaan yang diberkahi atasmu…” atau “Selamat gembira dengan perayaan ini” atau yang semisalnya. Maka perbuatan seperti ini – kalau pengucapnya selamat dari kekufuran- maka perbuatan ini merupakan keharaman, dan kedudukannya seperti jika ia memberi ucapan selamat kepada orang yang sujud ke salib. Bahkan hal ini lebih parah dosanya di sisi Allah dan lebih di murkai dari pada jika ia mengucapkan selamat kepada orang yangnminum khomr (bir) atau membunuh orang lain, atau melakukan zina dan yang semisalnya. Banyak orang yang tidak memiliki ilmu agamanyang cukup terjerumus dalam hal ini, dan mereka tidak tahu akan buruknya perbuatan mereka.” (Ahkaam Ahli Adz-Dzimmah 1/441,tahqiq : Yusuf bin Ahmad Al-Bakry dan Syaakirbin Taufiiq, cetakan Romaady li An-Nasyr,cetakan pertama 1418 H/1997 M)

Seseorang hendaknya mencari keridoan Allah ta’ala, dengan mencintai apa yang dicintai oleh Allah dan murka terhadap apa yang dimurkai oleh Allah. Allah sangat murka dengan pernyataan bahwa Yesus adalah anak Allah.

ﻭَﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﺍﺗَّﺨَﺬَ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦُ ﻭَﻟَﺪًﺍ ‏( ٨٨ ‏) ﻟَﻘَﺪْ ﺟِﺌْﺘُﻢْ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﺇِﺩًّﺍ

‏( ٨٩ ‏) ﺗَﻜَﺎﺩُ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕُ ﻳَﺘَﻔَﻄَّﺮْﻥَ ﻣِﻨْﻪُ ﻭَﺗَﻨْﺸَﻖُّ ﺍﻷﺭْﺽُ

ﻭَﺗَﺨِﺮُّ ﺍﻟْﺠِﺒَﺎﻝُ ﻫَﺪًّﺍ ‏( ٩٠ ‏) ﺃَﻥْ ﺩَﻋَﻮْﺍ ﻟِﻠﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﻭَﻟَﺪًﺍ

“Dan mereka berkata: “Tuhan yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak”. Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar. Hampir-hampir langit pecah karena Ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka menda’wakan Allah yang Maha Pemurah mempunyai anak.” (QS Maryam : 88-91)

Allah menggambarkan rusaknya keyakinan Allah punya anak dengan menyatakan bahwa pernyataan tersebut hampir-hampir menjadikan benda-benda mati yang megah seperti langit, bumi, dan gunung hancur karena betapa mungkarnya pernyataan tersebut.

Lantas kemudian kaum Nasrani bergembira dengan pernyataan tersebut…Lantas sebagian kaum muslimin ikut mengucapkan “Selamat” atas keyakinan yang batil ini, yang merupakan puncak kesyirikan !!!! Lanjut di Halaman 2

Iklan