Tidak Mengucapkan Selamat Natal, Tidak Merusak Toleransi Sama Sekali dan Bukti Ajaran Toleransi Dalam Agama Islam

Alhamdulillah

Muhammad Abduh Tuasikal · Tafsir Juz Amma
 Surat Al Kafirun_ Berlepas dari Non Muslim 

Tafsir Surat Al-Kafirun

Ustadz Mahful Safaruddin · Kaidah-Kaidah Bermuamalah dengan Non-Muslim

Kaidah Bermuamalah Dengan Non Muslim

Ahmad Zainuddin · Dalil Keharaman Ikut Andil Dalam Hari Raya Orang Kafir

Dalil Haram Ikut Perayaan Hari Raya Kafir

Abu Zubeir al-Hawaary · Bahaya Turut Meramaikan Hari Raya Kuffar (Kajian di Lombok)

Bahaya Meramaikan Hari Raya Kaum Kuffar

Ustadz Ahmad Zainuddin · Haramnya Muslim Ikut Hari Raya Orang Kafir https://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Ahmad%20Zainuddin/Haramnya%20Muslim%20Ikut%20Hari%20Raya%20Orang%20Kafir/Haramnya%20Muslim%20Ikut%20Hari%20Raya%20Orang%20Kafir.mp3

Haramnyausl Ikut Hari raya Orang Kafir

Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal · Natal, Hari Raya Siapa https://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Muhammad%20Abduh%20Tuasikal/Natal%2C%20Hari%20Raya%20Siapa/Natal%20Hari%20Raya%20Siapa%20_%20Kajian%20Imogiri.mp3

Natal, Hari Raya Siapa

Jika Tidak Bisa Download mp3, Coba Buka Link di Tab Baru

# Bukti Toleransi Islam Terhadap Agama Lainnya

smoga tulisan ini bisa memberikan pemahaman bahwa”tidak mengucapkan selamat natal, tidak merusaktoleransi sama sekali”, jadi tidak perlu bahkan dilarang oleh agama 

-Untuk menyampaikan ini perlu cara yang santun danbahasa yang lembut bagi yg belum mengetahui,mengucapkan selamat berarti ridha, meskipun hanyaformalitas, sedangkan kita diwajibkan tidak ridhaTidak mengucapkan selamat natal tidak berarti merusak  toleransi, muamalah yang baik dan sopan serta denganmereka dan membantu mereka dalam muamalah 

Satu kesalahan besar bila kita turut serta merayakan atau meramaikan perayaan mereka,  termasuk juga mengucapkan selamat. 

Sebagaimana salah besar bila teman kita masuktoilet lantas kita turut serta masuk ke toiletbersamanya. Kalau ia masuk toilet, maka biarkan ia tunaikan hajatnya tersebut. Apa ada yang mau temani temannya juga untuk lepaskan kotorannya?Itulah ibarat mudah mengapa seorang muslim tidakperlu mengucapkan selamat natal. Yang kitalakukan adalah dengan toleransi yaitu kita biarkansaja non muslim merayakannnya tanpa mengusikmereka. Jadi jangan tertipu dengan ajaran toleransi ala orang-orang JIL (Jaringan Islam Liberal) yang“sok intelek ” yang tak tahu arti toleransi dalamIslam yang sebenarnya. 

-Islam adalah agama yang adil, ini bukti ajaran toleransidalam agama Islam 

1. Ajaran berbuat baik terhadap tetangga meskipun non-muslim 

2. Bermuamalah yang baik dan tidak boleh dzalimterhadap keluarga dan kerabat meskipun non-muslim 

3. Islam melarang keras membunuh non-muslim kecualijika mereka memerangi kaum muslimin. 

4. Adil dalam hukum dan peradilan terhadap non-muslim 

Contohnya ketika Umar bin Khattab membebaskan danmenaklukkan Yerussalem Palestina. Beliau menjaminwarganya agar tetap bebas memeluk agama danmembawa salib mereka. Umar tidak memaksakan mereka  memluk Islam dan menghalangi mereka untuk beribadah,asalkan mereka tetap membayar pajak kepada pemerintahMuslim. Berbeda ketika bangsa dan agama lain mengusai,  maka mereka melakukan pembantaian. 

Umar bin Khattab juga memberikan kebebasan danmemberikan hak-hak hukum dan perlindungan kepadapenduduk Yerussalem walaupun mereka non-muslim. 

Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik danberlaku ADIL terhadap orang-orang yang tiadamemerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusirkamu dari negerimu.(Al-Mumtahah: 8) 

Agama Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi keadilan. Kedalian bagi siapa saja, yaitu menempatkan sesuatu sesuai tempatnya dan.memberikan hak sesuai dengan haknya. 

Begitu juga dengan toleransi dalam beragama. Agama Islam melarang keras.berbuat zalim dengan agama selain Islam dengan merampas hak-hak mereka. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, 

ﻟَﺎ ﻳَﻨْﻬَﺎﻛُﻢُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻦِ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻟَﻢْ ﻳُﻘَﺎﺗِﻠُﻮﻛُﻢْ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪِّﻳﻦِ ﻭَﻟَﻢْ 

ﻳُﺨْﺮِﺟُﻮﻛُﻢ ﻣِّﻦ ﺩِﻳَﺎﺭِﻛُﻢْ ﺃَﻥ ﺗَﺒَﺮُّﻭﻫُﻢْ ﻭَﺗُﻘْﺴِﻄُﻮﺍ ﺇِﻟَﻴْﻬِﻢْ

ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻳُﺤِﺐُّ ﺍﻟْﻤُﻘْﺴِﻄِﻴﻦَ .

Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil” (QS. Al-Mumtahah: 8) 

Ayat ini mengajarkan prinsip toleransi, yaitu hendaklah setiap muslim berbuat baik pada lainnya selama tidak ada sangkut pautnya dengan hal agama. 

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Allah tidak melarang kalian berbuat baik kepada non muslimyang tidak memerangi kalian seperti.berbuat baikkepada wanita dan orang yang lemah di antaramereka. Hendaklah berbuat baik dan adil karenaAllah menyukai orang yang berbuat adil.” ( Tafsir AlQur’an Al ‘Azhim , 7: 247). 

Ibnu Jarir Ath Thobarirahimahullah mengatakan bahwa bentuk berbuatbaik dan adil di sini berlaku kepada setiap agama.Lihat Tafsir Ath Thobari , 14: 8 

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’diy rahimahullah menafsirkan, “Allah tidak melarang kalian untuk berbuatbaik, menyambung silaturrahmi,membalas kebaikan , berbuat adil kepadaorang-orang musyrik, baik dari keluarga  kalian dan orang lain. Selama merekatidak memerangi kalian karena agamadan selama mereka tidak mengusirkalian dari negeri kalian, maka tidakmengapa kalian menjalin hubungan  dengan mereka karena menjalinhubungan dengan mereka dalamkeadaan seperti ini tidak ada larangandan tidak ada kerusakan.” [1] 

Akan tetapi toleransi ada batasnya dantidak boleh kebablasan. Semisalmengucapkan “selamat natal” dan menghadiri acara ibadah atau ritual kesyirikan agama lainnya. Karena jikasudah urusan agama, tidak ada toleransi  dan saling mendukung. 

Berikut beberapa bukti bahwa Islamadalah agama yang menjunjung toleransiterhadap agama lainnya dan tentunya
 bukan toleransi yang kebablasan,diantaranya: 

1. Ajaran berbuat baik terhadaptetangga meskipun non-muslim

Berikut ini teladan dari salafus shalihdalam berbuat baik terhadap tetangganyayang Yahudi. Seorang tabi’in dan beliauadalah ahli tafsir, imam Mujahid, iaberkata, “Saya pernah berada di sisiAbdullah bin ‘Amru sedangkan pembantunya sedang memotongkambing. Dia lalu berkata, 


ﻳﺎَ ﻏُﻼَﻡُ! ﺇِﺫَﺍ ﻓَﺮَﻏْﺖَ ﻓَﺎﺑْﺪَﺃْ ﺑِﺠَﺎﺭِﻧَﺎ ﺍﻟْﻴَﻬُﻮْﺩِﻱ

Wahai pembantu! Jika anda telah selesai(menyembelihnya), maka bagilah denganmemulai dari tetangga Yahudi kitaterlebih dahulu”. 

Lalu ada salah seorang yang berkata, 

ﺁﻟﻴَﻬُﻮْﺩِﻱ ﺃَﺻْﻠَﺤَﻚَ ﺍﻟﻠﻪُ؟ !

“ (kenapa engkau memberikannya) kepada  Yahudi? Semoga Allah memperbaiki kondisimu”. 

‘Abdullah bin ’Amru lalu berkata, 

ﺇِﻧِّﻲ ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲَّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳُﻮْﺻِﻲ ﺑِﺎﻟْﺠَﺎﺭِ، ﺣَﺘَّﻰ ﺧَﺸَﻴْﻨَﺎ ﺃَﻭْ ﺭُﺅِﻳْﻨَﺎ ﺃَﻧَّﻪُ ﺳَﻴُﻮّﺭِّﺛُﻪُ

Saya mendengar Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam berwasiat terhadap tetangga sampai kami khawatir kalau beliau akan menetapkan hak waris kepadanya.” [2] 

2. Bermuamalah yang baik dantidak boleh dzalim terhadapkeluarga dan kerabat meskipunnon-muslim 

Misalnya pada ayat yang menjelaskanketika orang tua kita bukan Islam, makatetap harus berbuat baik dan berbaktikepada mereka dalam hal muamalah. 

Allah Ta’ala berfirman,

ﻭَﺇِﻥْ ﺟَﺎﻫَﺪَﺍﻙَ ﻋَﻠﻰ ﺃَﻥْ ﺗُﺸْﺮِﻙَ ﺑِﻲ ﻣَﺎ ﻟَﻴْﺲَ ﻟَﻚَ ﺑِﻪِﻋِﻠْﻢٌ ﻓَﻼ ﺗُﻄِﻌْﻬُﻤَﺎ ﻭَﺻَﺎﺣِﺒْﻬُﻤَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻣَﻌْﺮُﻭﻓًﺎ

Dan jika keduanya memaksamu untuk  mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti
 
keduanya, dan pergaulilah keduanya didunia dengan baik. ” (QS. Luqman: 15) Baca Kelanjutannya di halaman 2 

Iklan