Meninggalkan Shalat 5 Waktu Karena Sibuk dengan Dunia Maka Di Hari Kiamat akan dikumpulkan bersama Qorun, Fir’aun, Haman,
 dan Ubay bin Kholaf. 

Alhamdulilah…

Ustadz Abdullah Taslim · Cara Khusyu’ dalam Sholat dan Ibadah https://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abdullah%20Taslim/Cara%20Khusyu’%20dalam%20Sholat%20dan%20Ibadah%20(Kajian%20di%20Lombok)/Cara%20Khusyu’%20dalam%20Sholat%20dan%20Ibadah.mp3

Cara Khusyu Dalam Sholat

Ustadz · Abdullah Zaen · Kajian Kitab Usuulus Sunnah, Imam Ahmad bin Hambal Kafirkah Orang Yang Meninggalkan Sholat https://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abdullah%20Zaen/Kajian%20Kitab%20Usuulus%20Sunnah%2C%20Imam%20Ahmad%20bin%20Hambal/019%20Kafirkah%20Orang%20Yang%20Meninggalkan%20Sholat.mp3

Kafirkah Orang Meninggalkan Sholat

Ustadz Ahmad Zainuddin · Untukmu yang Masih Meninggalkan Shalat https://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Ahmad%20Zainuddin/Untukmu%20yang%20Masih%20Meninggalkan%20Shalat/Untukmu%20yang%20Masih%20Meninggalkan%20Shal.mp3

Untukmu Yang Meninggalkan Sholat

Ustadz Abu Qatadah · Syarah Umdatul Ahkam Hukum Meninggalkan Sholat https://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abu%20Qatadah/Syarah%20Umdatul%20Ahkam/Syarah%20Umdatul%20Ahkam%20029%20-%20Hukum%20Meninggalkan%20Sholat.mp3

Hukum Meninggalkan SholaT

Jika Tidak Bisa Download, Coba Buka Di Tab Baru

Biasanya yang meninggalkan shalat itu disebabkan sibuk dengan harta, kerajaan, kekuasaan dan sibuk berdagang. Jika keadaannya demikian, maka ia akan dikumpulkan bersama Qorun, Fir’aun, Haman,  dan Ubay bin Kholaf. 

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menceritakan tentang shalat pada suatu hari di mana beliau bersabda, 

ﻣَﻦْ ﺣَﺎﻓَﻆَ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ﻛَﺎﻧَﺖْ ﻟَﻪُ ﻧُﻮﺭﺍً ﻭَﺑُﺮْﻫَﺎﻧﺎً ﻭَﻧَﺠَﺎﺓًﻳَﻮْﻡَﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﻭَﻣَﻦْ ﻟَﻢْ ﻳُﺤَﺎﻓِﻆْ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ﻟَﻢْ ﻳَﻜُﻦْ ﻟَﻪُﻧُﻮﺭٌ ﻭَﻻَ ﺑُﺮْﻫَﺎﻥٌ ﻭَﻻَ ﻧَﺠَﺎﺓٌ ﻭَﻛَﺎﻥَ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﻣَﻊَﻗَﺎﺭُﻭﻥَ ﻭَﻓِﺮْﻋَﻮْﻥَ ﻭَﻫَﺎﻣَﺎﻥَ ﻭَﺃُﺑَﻰِّ ﺑْﻦِ ﺧَﻠَﻒٍ

Siapa yang menjaga shalat, maka ia akan mendapatkan cahaya, petunjuk, keselamatan pada hari kiamat. Siapa yang tidak menjaganya,maka ia tidak mendapatkan cahaya, petunjuk, dan keselamatan kelak. Nantinya di hari kiamat, ia akan dikumpulkan bersama Qorun, Fir’aun, Haman, dan Ubay bin Kholaf.” (HR. Ahmad 2: 169. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan) 

Disebutkan empat orang di atas karena mereka adalah para pembesar orang kafir. 


Ada faedah yang mengagumkan dari hadits di atas.  

Orang yang meninggalkan shalat biasa sibuk dengan harta, kerajaan, kekuasaan,dan berdagang.  

Siapa yang sibuk dengan harta sehingga melalaikan shalatnya, maka ia akan dikumpulkan bersama Qorun.

Siapa yang sibuk dengan kerajaannya sehingga melalaikan shalatnya, maka ia akan dikumpulkan bersama Fir’aun. 

Siapa yang sibuk dengan kekuasaan sehingga  melalaikan shalat, maka ia akan dikumpulkan  bersama Haman (menterinya Fir’aun). 

Siapa yang sibuk dengan berdagang sehingga  melalaikan shalat, maka ia akan dikumpulkan  bersama Ubay bin Kholaf[1] . 

Semoga Allah memperbaiki iman kita dan terus  memudahkan kita menjaga shalat lima waktu. 

Referensi : Ash Shalah wa Hukmu Tarikiha, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, terbitan Dar Al Imam Ahmad, cetakan pertama, tahun 1426 H, hal. 37-38. 

Allah Ta’ala mengabarkan bahwa orang-orang nyang meninggalkan shalat termasuk pelaku  kriminal yang akan dimasukkan ke dalam saqar,  yaitu sebuah lembah di Neraka Jahannam. 

Dan Allah Ta’ala berfirman, 

ﻓَﺨَﻠَﻒَ ﻣِﻦْ ﺑَﻌْﺪِﻫِﻢْ ﺧَﻠْﻒٌ ﺃَﺿَﺎﻋُﻮﺍﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓَ ﻭَﺍﺗَّﺒَﻌُﻮﺍ ﺍﻟﺸَّﻬَﻮَﺍﺕِ
ﻓَﺴَﻮْﻑَ ﻳَﻠْﻘَﻮْﻥَ ﻏَﻴًّﺎ 

Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka  kelak akan menemui kesesatan.” (QS. Maryam: 59) 

Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu  menjelaskan makna dari ﻏﻴًّﺎ (kesesatan) dalam  ayat di atas, kata beliau, “Sebuah sungai di  Jahannam yang sangat dalam dan mengerikan. 

Musibah yang sangat besar bagi mereka yang menjumpainya, dan kesengsaran yang begitu  mendalam bagi mereka yang memasukinya”. 

Firman-Nya yang lain, 

ﻓَﺈِﻥْ ﺗَﺎﺑُﻮﺍ ﻭَﺃَﻗَﺎﻣُﻮﺍ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓَ ﻭَﺁﺗَﻮُﺍ
ﺍﻟﺰَّﻛَﺎﺓَ ﻓَﺈِﺧْﻮَﺍﻧُﻜُﻢْ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪِّﻳﻦِ 

Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah  saudara-saudaramu seagama.” (QS. At-Taubah:11). 

Allah Ta’ala mengaitkan kata persaudaran
 seagama bagi mereka yang mengerjakan shalat. 

Hal ini menunjukkan, jika seseorang tidak mengerjakan shalat bukanlah saudara seagama. Firman-Nya, 

ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻳُﺆْﻣِﻦُ ﺑِﺂﻳَﺎﺗِﻨَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺇِﺫَﺍﺫُﻛِّﺮُﻭﺍ ﺑِﻬَﺎ ﺧَﺮُّﻭﺍ ﺳُﺠَّﺪًﺍ ﻭَﺳَﺒَّﺤُﻮﺍﺑِﺤَﻤْﺪِ ﺭَﺑِّﻬِﻢْ ﻭَﻫُﻢْ ﻟَﺎ ﻳَﺴْﺘَﻜْﺒِﺮُﻭﻥَ 

Sesungguhnya orang yang benar-benar percaya kepada ayat-ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat itu mereka segera bersujud seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, dan lagi pula mereka tidaklah  sombong.” (QS. As-Sajdah: 15) 

Firman-Nya juga, 

ﻭَﺇِﺫَﺍ ﻗِﻴﻞَ ﻟَﻬُﻢُ ﺍﺭْﻛَﻌُﻮﺍ ﻟَﺎ ﻳَﺮْﻛَﻌُﻮﻥَ‏( 48 ‏) ﻭﻳْﻞٌ ﻳَﻮْﻣَﺌِﺬٍ ﻟِﻠْﻤُﻜَﺬِّﺑِﻴﻦَ

Dan apabila dikatakan kepada mereka “Rukuklah, niscaya mereka tidak mau ruku´. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.” (QS. Al-Mursalat: 48-49)

Allah berfirman tentang hal ini setelah sebelumnya Dia berfirman, 

ﻛُﻠُﻮﺍ ﻭَﺗَﻤَﺘَّﻌُﻮﺍ ﻗَﻠِﻴﻠًﺎ ﺇِﻧَّﻜُﻢْﻣُﺠْﺮِﻣُﻮﻥَ

(Dikatakan kepada orang-orang kafir):“Makanlahdan bersenang-senanglah kamu (di dunia dalamwaktu) yang pendek;sesungguhnya kamu adalahorang-orang yang berdosa”. (QS. Al-Mursalat: 46)

Ayat ini menunjukkan bahwa orang-orang yang meninggalkan shalat mereka telah melakukan  bentuk kejahatan yang sangat besar sehingga  layak mendapatkan hukuman yang berat ketika  mereka berjumpa dengan Allah kelak. 

Dari Jabir radhiallahu ‘anhu , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 

ﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞِ ﻭَﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟﺸِّﺮْﻙِ ﻭَﺍﻟْﻜُﻔْﺮِﺗَﺮْﻙُ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓِ

Pembatas antara seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat.” (HR.Muslim). 

Baca Kelanjutannya Di halaman 2