PENGERTIAN WAHABI DAN SIAPA MUHAMMAD BIN ADBUL WAHHAB OlehSyaikh Muhammad bin Jamil Zainu

Alhamdulillah

Kisah Mantan Pembenci & Penyerang Terdepan “Wahabi”. Ustadz Zainal Abidin Lc

Kupas Tuntas Masalah Wahabi – Ustadz Zainal Abidin Syamsuddin, Lc.

Ceramah Umum: Membedah Akar Fitnah Wahabi – Ustadz Zainal Abidin Syamsuddin, Lc.

Wahabi, Antara Tuduhan dan Realita – Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri

Mengenal Wahhabi Sebenarnya – Ustadz Abu Thohir Jones Vendra Lc •

orang-orang biasa menuduh “Wahabikepada setiap orang yang melanggar tradisi, kepercayaan dan bid’ah mereka, sekalipun kepercayaan-kepercayaan mereka itu rusak, bertentangan dengan Al-Qur’anul Karim dan hadits-hadits shahih. Mereka menentang dakwah kepada tauhid dan enggan berdo’a (memohon) hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala semata.
Video Singkat: Saudi Negeri Wahhabi? – Ustadz Firanda Andirja, MA https://m.youtube.com/watch?v=YOlRyOqcMfg

Video Singkat: Dituduh Wahabi & Suka Menyesatkan – Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA

Ustadz, Saya Kena Stampel WAHABI – Ust Syafiq Riza Basalamah

Soal-Jawab Asatidzah · Kelompok dan Aliran Islam Ap itu Wahabi https://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Soal-Jawab%20Asatidzah/Kelompok%20dan%20Aliran%20Islam/Apa%20Itu%20Wahabi.mp3

Apa Itu Wahabi

MENYINGKAP HAKIKAT WAHABI Ustadz Dzulqarnain Muhammad Sunusi

https://www.dropbox.com/s/yhee2f6kocd0g4d/TJ%20Menyingkap%20Hakikat%20Wahabi.mp3?dl=0

Menyingkap Hakikat Wahabi

Ustadz · Ali Musri · Apa Itu Wahabi

Apa Itu Wahabi

Zainal Abidin Syamsudin · Membedah Akar Fitnah Wahabi

Membedah Akar Fitnah Wahabi

Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawi · Meluruskan Sejarah Wahabi 01 https://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abu%20Ubaidah%20Yusuf%20As-Sidawi/Meluruskan%20Sejarah%20Wahabi/Meluruskan%20Sejarah%20Wahabi%201.mp3

Meluruskan Sejarah Wahabi 01

Meluruskan Sejarah Wahabi 02 https://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abu%20Ubaidah%20Yusuf%20As-Sidawi/Meluruskan%20Sejarah%20Wahabi/Meluruskan%20Sejarah%20Wahabi%202.mp3

Meluruskan Sejarah Wahabi 02

Meluruskan Sejarah Wahabi 03

 https://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abu%20Ubaidah%20Yusuf%20As-Sidawi/Meluruskan%20Sejarah%20Wahabi/Meluruskan%20Sejarah%20Wahabi%203.mp3

Meluruskan Sejarah Wahabi 03

Ustadz Abu Thohir · Mengenal Wahabi Sebenarnya (Bali Mengaji) https://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abu%20Thohir/Mengenal%20Wahabi%20Sebenarnya%20(Bali%20Mengaji)/Mengenal%20Wahabi%20Sebenarnya.mp3

Mengenal Wahabi Sebenarnya

Ustadz Abu Qatadah · Wahabi dalam Sorotan

Wahabi Dalam Sorotan 

Ustadz Arifin Badri · Wahabi, Antara Tuduhan dan Realita https://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Arifin%20Badri/Wahabi%2C%20Antara%20Tuduhan%20dan%20Realita/arifin%20baderi%20-%20wahabi%2C%20antara%20tuduhan%20dan%20realita.mp3

Wahabi, Antara Tuduhan dan Realita

Ustadz Badrusalam · Menepis Tuduhan Dakwah Salafiyah dianggap Dakwah Wahabiyah https://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Badrusalam/Menepis%20Tuduhan%20Dakwah%20Salafiyah%20dianggap%20Dakwah%20Wahabiyah/Menepis%20Tuduhan%20Dakwah%20Salafiyah%20dianggap%20Dakwah%20Wahabiyah.mp3

Menepis Tuduhan Dakwah Salafiyah dianggap Dakwah Wahabiyah

Ustadz Zainal Abidin Syamsudin · Apa itu Wahabi

Apa Itu Wahabi

Ali Saman · Mengenal Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab.(Kajian di Lombok) https://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Ali%20Saman/Mengenal%20Syaikh%20Muhammad%20bin%20Abdul%20Wahab%20(Kajian%20di%20Lombok)/Ali%20Saman%20-%20%20Mengenal%20Syaikh%20Muhammad%20bin%20Abdul%20Wahab%2001%2C%20Materi%201.mp3

Mengenal Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab

Abu Zubeir al-Hawaary · Hikmah Dakwah Syaikh Muhammad.bin Abdul Wahab (Kajian di Lombok)

Hikmah Dakwah Syaikh Muhammad.bin Abdul Wahab

Muhammad Nur Ihsan · Inilah Hakikat Dakwah Wahabi 01 https://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Muhammad%20Nur%20Ihsan/Inilah%20Hakikat%20Dakwah%20Wahabi/Muhammad%20Nur%20Ihsan%20-%20Inilah%20Hakikat%20Dakwah%20Wahabi%2001.mp3

Inilah Hakikat Dakwah Wahabi

Inilah Hakikat Dakwah Wahabi 02

Inilah Hakikat Dakwah Wahabi 02

Jika tidak bisa download,buka link di tab baru

Wahabi yang sebenarnya merupakan firqah sempalan Ibadhiyah khawarij yang timbul pada abad kedua hijriyah (jauh sebelum masa Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab yang sering dituduhkan orang padanya), yaitu sebutan  Wahabi nisbat kepada tokoh sentralnya Abdul Wahab bin Abdurrahman bin Rustum yang wafat tahun 211 H. Wahabi merupakan kelompok yang sangat ekstrim kepada ahli sunnah, sangat membenci syiah dan sangat jauh dari Islam. Penasaran? Simak penjelasannya yang disampaikan oleh Ustadz Abu Thohir Jones Vendra Lc pada video diatas 

Banyak orang menyebut wahabi! wahabi! wahabi!. Kalo ditanyak siapa dan apa itu wahabi? mereka tidak bisa menjawabnya. Sebenarnya apa itu wahabi? Siapa itu wahabi? Bagaimana ciri-cirinya wahab. Simak Video Diatas 

Orang-orang biasa menuduh “Wahabi ” kepada setiap orang yang melanggar tradisi, kepercayaan dan bid’ah mereka, sekalipun kepercayaan-kepercayaan mereka itu rusak, bertentangan dengan Al-Qur’anul Karim dan hadits-hadits shahih. Mereka menentang dakwah kepada tauhid dan enggan berdo’a (memohon) hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala semata. 

Suatu kali, di depan seorang Syaikh, penulis membacakan hadits riwayat Ibnu Abbas yang terdapat dalam kitab Al-Arba’in An-Nawa-wiyah. Hadits itu berbunyi. 

إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللهِ، 

Jika engkau memohon maka mohonlah kepada Allah, dan jika engkau meminta pertolongan, maka mintalah pertolongan kepada Allah.” [Hadits Riwayat At-Tirmidzi, ia berkata hadits hasan shahih] 

Penulis sungguh kagum terhadap keterangan Imam An-Nawawi ketika beliau mengatakan, “Kemudian jika kebutuhan yang dimintanya -menurut tradisi- di luar batas kemampuan manusia, seperti meminta hidayah (petunjuk), ilmu, kesembuhan dari sakit dan kesehatan maka hal-hal itu (mesti) memintanya hanya kepada Allah semata. Dan jika hal-hal di atas dimintanya kepada makhluk maka itu amat tercela.” 

Lalu kepada Syaikh tersebut penulis katakan, “Hadits ini berikut keterangannya menegaskan tidak dibolehkannya meminta pertolongan kepada selain Allah.Ia lalu menyergah, “Malah sebaliknya, hal itu dibolehkan!” 

Penulis lalu bertanya, “Apa dalil anda?” Syaikh itu ternyata marah sambil berkata dengan suara tinggi, “Sesungguhnya bibiku berkata, wahai Syaikh Sa’d![1]” dan Aku bertanya padanya, “Wahai bibiku, apakah Syaikh Sa’d dapat memberi manfaat kepadamu?” Ia menjawab, “Aku berdo’a (meminta) kepadanya, sehingga ia menyampaikannya kepada Allah, lalu Allah menyembuhkanku.” 

Lalu penulis berkata, “Sesungguhnya engkau adalah seorang alim. Engkau banyak habiskan umurmu untuk membaca kitab-kitab. Tetapi sungguh mengherankan, engkau justru mengambil akidah dari bibimu yang bodoh itu.” 

Ia lalu berkata, “Pola pikirmu adalah pola pikir Wahabi. Engkau pergi ber-umrah lalu datang dengan membawa kitab-kitab Wahabi.” 

Padahal penulis tidak mengenal sedikitpun tentang Wahabi kecuali sekedar penulis dengar dari para syaikh. Mereka berkata tentang Wahabi, “Orang-orang Wahabi adalah mereka yang melanggar tradisi orang kebanyakan. Mereka tidak percaya kepada para wali dan karamah-karamahnya, tidak mencintai Rasul dan berbagai tuduhan dusta lainnya.” 

Jika orang-orang Wahabi adalah mereka yang percaya hanya kepada pertolongan Allah semata, dan percaya yang menyembuhkan hanyalah Allah, maka aku wajib mengenal Wahabi lebih jauh.” 

Kemudian penulis tanyakan jama’ahnya, sehingga penulis mendapat informasi bahwa pada setiap Kamis sore mereka menyelenggarakan pertemuan untuk mengkaji pelajaran tafsir, hadits dan fiqih. 

Bersama anak-anak penulis dan sebagian pemuda intelektual, penulis mendatangi majelis mereka. Kami masuk ke sebuah ruangan yang besar. Sejenak kami menanti, sampai tiada berapa lama seorang Syaikh yang sudah berusia masuk ruangan. Beliau memberi salam kepada kami dan menjabat tangan semua hadirin dimulai dari sebelah kanan, beliau lalu duduk di kursi dan tak seorang pun berdiri untuknya. Penulis berkata dalam hati, “Ini adalah seorang Syaikh yang tawadhu’ (rendah hati), tidak suka orang berdiri untuknya (dihormati).” 

Lalu Syaikh membuka pelajaran dengan ucapan: 

الْحَمْدَ لِلَّهِ, نَحْمَدُهُ, وَنَسْتَعِينُهُ, وَنَسْتَغْفِرُهُ

Sesungguhnya segala puji adalah untuk Allah. Kepada Allah kami memuji, memohon pertolongan dan ampunan.”, dan selanjutnya hingga selesai, sebagaimana Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam biasa membuka khutbah dan pelajarannya. 

Kemudian Syaikh itu memulai bicara dengan menggunakan bahasa Arab. Beliau menyampaikan hadits-hadits seraya menjelaskan derajat shahihnya dan para perawinya. Setiap kali menyebut nama Nabi, beliau mengucapkan shalawat atasnya. Di akhir pelajaran, beberapa soal tertulis diajukan kepadanya. Beliau menjawab soal-soal itu dengan dalil dari Al-Qur’anul Karim dan sunnah Nabi Shalallaahu alaihi wasalam. Beliau berdiskusi dengan hadirin dan tidak menolak setiap penanya. Di akhir pelajaran, beliau berkata, “Segala puji bagi Allah bahwa kita termasuk orang-orang Islam dan salaf.[2]. Sebagian orang menuduh kita orang-orang Wahabi. Ini termasuk tanaabuzun bil alqaab (memanggil dengan panggilan-panggilan yang buruk). Allah melarang kita dari hal itu dengan firmanNya. 

وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ 

Dan janganlah kamu panggil-memanggil dengan gelar-gelar yang buruk.” [Al-Hujurat/49: 11] Lanjut di halaman 2