•*22 hal tentang RUKU*

Sifat Wudhu & Shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam Penulis: SyaikhMuhammad Fadh&Syaikh Abdul Aziz Bin Baz

https://drive.google.com/file/d/0Bxfcp_4d-LpSeTBVVTlocmp3aEE/view?usp=drivesdk

Sifat Wudhu dan Sholat Nabi
Sifat Sholat Nabi Karya Syaikh Al-Albani

https://drive.google.com/file/d/0Bxfcp_4d-LpSVGlsVFYxSjR2VGM/view

Sifat Sholat Nabi
Sifat Sholat Nabi Full Gambar

Ustadz Abdullah Zaen – Ruku

Ruku
Cara Sholat & Bacaan Sholat yang Benar Sesuai dengan Tata Cara Sholat Nabi Muhammad

Tata Cara Ruku

Jika tidak bisa download,buka link di tab baru

Alhamdulillah…

1| *Berhenti Sejenak, Lalu Takbir untuk Ruku’*

Usai membaca surat Al-Fatihah dan surat, di raka’at pertama dan kedua, atau usai membaca Al-Fatihah saja, di raka’at ketiga dan keempat, berhenti sejenak, lalu bertakbir untuk ruku’.

عَنِ الْحَسَنِ قَالَ: قَالَ سَمُرَةُ ” حَفِظْتُ سَكْتَتَيْنِ فِي الصَّلَاةِ سَكْتَةً إِذَا كَبَّرَ الْإِمَامُ حَتَّى يَقْرَأَ، وَسَكْتَةً إِذَا فَرَغَ مِنْ فَاتِحَةِ الْكِتَابِ وَسُورَةٍ عِنْدَ الرُّكُوعِ قَالَ: فَأَنْكَرَ ذَلِكَ عِمْرَانُ بْنُ حُصَيْنٍ قَالَ: فَكَتَبُوا فِي ذَلِكَ إِلَى أُبَيٍّ بِالْمَدِينَةِ فَصَدَّقَ سَمُرَةَ

*Al-Hasan melaporkan: “Samuroh Radhiyallahu anhu (salah seorang sahabat Nabi shalallahu ‘alaihi Wassalam) berkata: “Aku selalu memelihara dua berhenti di dalam shalat. Yaitu berhenti di saat imam bertakbiratul ihram, lalu membaca surat Al-Fatihah. Dan berhenti di saat usai membaca surat Al-Fatihah dan surat, yaitu ketika hendak bertakbir.” Kata Al-Hasan: “Imran bin Hushain menyangsikan hal itu. Lalu segeralah mereka mengirim surat kepada Ubay bin Ka’ab tentang hal itu. Ternyata Ubay bin Ka’ab Radhiyallahu anhu membenarkannya.* | HR. Baihaqi

2| Mengucapkan Allaahu Akbar

Ketika hendak ruku’, ucapkahlah allaahu akbar.

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ إِلَى الصَّلَاةِ يُكَبِّرُ حِينَ يَقُومُ ثُمَّ يُكَبِّرُ حِينَ يَرْكَعُ ثُمَّ يَقُولُ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ حِينَ يَرْفَعُ صُلْبَهُ مِنْ الرَّكْعَةِ ثُمَّ يَقُولُ وَهُوَ قَائِمٌ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ

*Abu Hurairah Radhiyallahuanhu melaporkan: “Adalah Rasulullah shalallahu ‘alaihi Wassalam apabila berdiri shalat, beliau bertakbir ketika berdiri, kemudian bertakbir ketika hendak ruku’, kemudian mengucapkan sami’alloohu liman hamidah ketika mengangkat sulbinya dari ruku’. Kemudian membaca robbanaa wa lakal hamdu di saat beliau sudah sempurna berdiri.* | HR. Bukhori

3| *Mengangkat Kedua Tangan*

*Kedua tangan juga diangkat, di saat hendak ruku’ dan di saat bangkit dari ruku’*

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَرْفَعُ يَدَيْهِ حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ إِذَا افْتَتَحَ الصَّلَاةَ وَإِذَا كَبَّرَ لِلرُّكُوعِ وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنْ الرُّكُوعِ رَفَعَهُمَا كَذَلِكَ أَيْضًا وَقَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ وَكَانَ لَا يَفْعَلُ ذَلِكَ فِي السُّجُودِ

*Abdullah bin Umar Radhiyallahu anhu melaporkan: “Sesungguhnya Rasulullah mengangkat kedua tangannya sampai pundak, yaitu apabila beliau hendak membuka shalat (takbiratul ihram), dan apabila beliau hendak ruku’ dan apabila beliau mengangkat kepalanya dari ruku’, beliau mengangkat kedua tanganya lagi. Sambil mengucapkan sami’alloohu liman hamidah, robbanaa wa lakal hamdu. Dan beliau tidak melakukan hal itu (yaitu mengangkat kedua tangan) ketika hendak sujud.* | HR. Bukhori

4| *Menempatkan Tangan di Lutut*

*Tangan kanan di lutut kanan dan tangan kiri di lutut kiri. Bukan di atas lutut, dan bukan di bawah lutut.*

وَإِذَا رَكَعَ أَمْكَنَ يَدَيْهِ مِنْ رُكْبَتَيْهِ،

*Abu Humaid al-Sa’idiy radhiyallahu ‘anhu melaporkan: “… dan apabila Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam ruku’, beliau menempatkan kedua tangannya di kedua lututnya* | HR. Bukhori

5| *Meluruskan PUNGGUNG*

*Yang dimaksud punggung yang lurus itu adalah tidak melengkung.*

ثُمَّ هَصَرَ ظَهْرَهُ

*Abu Humaid al-Sa’idiy Radhiyallahu anhu melaporkan: “…kemudian meluruskan punggungnya…”* | HR. Bukhori

 6| *Mengenggam LUTUT*

Sambil ditempatkan di lutut, juga digenggam lututnya dengan tangannya itu.

ثُمَّ رَكَعَ فَوَضَعَ يَدَيْهِ عَلَى رُكْبَتَيْهِ كَأَنَّهُ قَابِضٌ عَلَيْهِمَا،

Abu Humaid al-Sa’idiy Radhiyallahu anhu melaporkan: *“… kemudian beliau ruku’, lalu menempatkan kedua tangannya di kedua lututnya, seolah-oleh menggenggam ) keduanya…* | HR. Abu Daud

7| *KEDUA TANGAN BERJAUHAN dari PINGGANG*

*Kedua tangan ternyata tidak lurus, tetapi dibuat melengkung sehingga berjauhan dengan pinggang.*

وَوَتَّرَ يَدَيْهِ فَتَجَافَى عَنْ جَنْبَيْهِ

Abu Humaid al-Sa’idiy radhiallahu anhu. melaporkan: “… lalu beliau melingkarkan kedua tangannya sehingga berjauhan dari pinggangnya. | HR. Abu Daud

8| *KEPALA LURUS dengan PUNGGUNG*

*Kepala tidak mendongak ke depan dan tidak menunduk ke bawah. Tetapi lurus dengan punggung.*

فَلَا يَصُبُّ رَأْسَهُ وَلَا يُقْنِعُ

Abu Humaid al-Sa’idiy radhiallahu ‘anhu. melaporkan: “… beliau tidak menundukkan kepalanya dan tidak mendongakkan kepalanya … | HR. Abu Daud

9| *RUKU’ dengan TUMANINAH*

*Tumaninah bila dikaitkan dengan hati berhati hati yang tenang. Tetapi bila dikaitkan dengan gerakan shalat, maka yang dimaksud dengan tumaninah ialah gerakan dilakukan dengan sempurna. Walaupun shalatnya agak cepat.*

ثُمَّ ارْكَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ رَاكِعًا

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “… kemudian ruku’lah dengan sehingga kamu tumaninah dalam ruku’nya … “ | HR. Bukhori

10| *PERINGATAN BAGI yang PUNGGUNGNYA tidak LURUS di SAAT RUKU*

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَا تُجْزِئُ صَلَاةُ الرَّجُلِ حَتَّى يُقِيمَ ظَهْرَهُ فِي الرُّكُوعِ وَالسُّجُودِ

*Tidak sempurna shalat seseorang sehingga dia meluruskan tulang sulbinya di saat ruku’ dan di saat sujud* | HR. Abu Daud

11| *PERUMPAMAAN ORANG yang RUKU’ tetapi tidak SEMPURNA*

Seperti orang yang makan kurma tetapi tidak kenyang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلْيُتِمَّ رُكُوْعَهُ وَ لاَ يَنْقُرْ فِي سُجُوْدِهِ فَإِنَّمَا مَثَلُ ذَلِكَ كَمَثَلِ الْجَائِعِ يَأْكُلُ التَّمْرَةَ وَ التَّمْرَتَيْنِ فَمَاذَا يُغْنِيَانِ عَنْهُ

*Apabila seseorang dari kalian shalat maka hendaklah dia sempurnakan ruku’nya dan janganlah dia sujud dengan mematuk. Sesungguhnya perumpamaan hal itu seperti orang yang kelaparan lalu dia makan satu atau dua buah kurma, maka apakah dapat menghilangkan laparnya?* | HR. Tamam, Ibnu Asakir / hadis hasan. lanjut di halaman 2