22 hal seputar MENGANGKAT KEDUA TANGAN DI WAKTU SHALAT*

Alhamdulillah…

Sifat Wudhu & Shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam Penulis: SyaikhMuhammad Fadh&Syaikh Abdul Aziz Bin Baz

https://drive.google.com/file/d/0Bxfcp_4d-LpSeTBVVTlocmp3aEE/view?usp=drivesdk

Sifat Sholat Nabi Karya Syaikh Al-Albani

https://drive.google.com/file/d/0Bxfcp_4d-LpSVGlsVFYxSjR2VGM/view

Cara Sholat & Bacaan Sholat yang Benar Sesuai dengan Tata Cara Sholat Nabi Muhammad

Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary · Koreksi Total Ritual Sholat Tidak Mengangkat Tangan ketikaTakbiratul Ihram, rukuk Iktidal dan bangkit Rakaat ketiga

Ustadz Abdullah Zaen– Takbir Perpindahan

Serial Tuntunan Shalat Sesuai Nabi – Takbirotul Ihram – Carasholat.com (revisi)

Cara Shalat Nabi: Takbirotul Ihram – Video

CaraSholat.com https://m.youtube.com/watch?v=5vselj2O2HY

Sifat Sholat Nabi Full Gambar

1| *Mengangkat kedua tangan di saat: [1] Takbiratul ihram, [2] Hendak Ruku, [3] Bangkit dari ruku’ [4] Saat bangkit dari tahiyyat awwal*

BUKHORI dari Abdullah bin Umar radhiyallahu anhu

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَرْفَعُ يَدَيْهِ حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ إِذَا افْتَتَحَ الصَّلاَةَ، وَإِذَا كَبَّرَ لِلرُّكُوعِ، وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ، رَفَعَهُمَا كَذَلِكَ أَيْضًا، وَقَالَ: سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ، رَبَّنَا وَلَكَ الحَمْدُ، وَكَانَ لاَ يَفْعَلُ ذَلِكَ فِي السُّجُودِ “

*bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengangkat tangannya sejajar dengan pundaknya ketika memulai shalat, ketika takbir untuk rukuk dan ketika bangkit dari rukuk dengan mengucapkan: ‘SAMI’ALLAHU LIMAN HAMIDAH RABBANAA WA LAKAL HAMDU (Semoga Allah mendengar orang yang memuji-Nya. Ya Rabb kami, milik Engkaulah segala pujian) ‘. Beliau tidak melakukan seperti itu ketika akan sujud.”*

BUKHORI dari Ibnu Umar radhiyallahu anhu

أَنَّ ابْنَ عُمَرَ، كَانَ ” إِذَا دَخَلَ فِي الصَّلاَةِ كَبَّرَ وَرَفَعَ يَدَيْهِ، وَإِذَا رَكَعَ رَفَعَ يَدَيْهِ، وَإِذَا قَالَ: سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ، رَفَعَ يَدَيْهِ، وَإِذَا قَامَ مِنَ الرَّكْعَتَيْنِ رَفَعَ يَدَيْهِ “، وَرَفَعَ ذَلِكَ ابْنُ عُمَرَ إِلَى نَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

*Sesungguhnya Ibnu Umar apabila memulai shalat, beliau bertakbir dan mengangkat kedua tangannya, dan apabila ruku’, beliau angkat kedua tangannya, dan apabila mengucapkan sami’alloohu liman hamidah, beliau angkat kedua tangannya. Dan berdiri dari dua raka’at pertama, beliau angkat kedua tangannya.” Menurutnya, itu didapat dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam*

2| *Tidak mengangkat tangan untuk sujud*

BUKHORI dari Abdullah bin Umar radhiyallahu anhu

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَرْفَعُ يَدَيْهِ حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ إِذَا افْتَتَحَ الصَّلاَةَ، وَإِذَا كَبَّرَ لِلرُّكُوعِ، وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ، رَفَعَهُمَا كَذَلِكَ أَيْضًا، وَقَالَ: سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ، رَبَّنَا وَلَكَ الحَمْدُ، وَكَانَ لاَ يَفْعَلُ ذَلِكَ فِي السُّجُودِ “

*bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengangkat tangannya sejajar dengan pundaknya ketika memulai shalat, ketika takbir untuk rukuk dan ketika bangkit dari rukuk dengan mengucapkan: ‘SAMI’ALLAHU LIMAN HAMIDAH RABBANAA WA LAKAL HAMDU (Semoga Allah mendengar orang yang memuji-Nya. Ya Rabb kami, milik Engkaulah segala pujian) ‘. Beliau tidak melakukan seperti itu ketika akan sujud.”*

 3| *Tidak mengangkat kedua tangan di saat duduk*

TIRMIDZI dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu

أَنَّهُ كَانَ إِذَا قَامَ إِلَى الصَّلَاةِ المَكْتُوبَةِ رَفَعَ يَدَيْهِ حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ، وَيَصْنَعُ ذَلِكَ إِذَا قَضَى قِرَاءَتَهُ وَأَرَادَ أَنْ يَرْكَعَ، وَيَصْنَعُهُ إِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ، وَلَا يَرْفَعُ يَدَيْهِ فِي شَيْءٍ مِنْ صَلَاتِهِ وَهُوَ قَاعِدٌ،

*dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau apabila bangkit untuk melakukan shalat wajib, beliau mengangkat kedua tangannya sejajar dengan kedua pundaknya, dan melakukan hal tersebut juga apabila telah menyelesaikan bacaannya dan hendak melakukan ruku’, dan beliau melakukannya apabila mengangkat kepalanya dari ruku’. Dan beliau tidak mengangkat kedua tangannya dalam shalatnya sementara beliau dalam keadaan duduk.*

*Yang dimaksud duduk dalam hadis ini adalah duduk di antara dua sujud*

IBNU MAJAH dari Ibnu Umar radhiyallahu anhu

رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِذَا افْتَتَحَ الصَّلَاةَ رَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى يُحَاذِيَ بِهِمَا مَنْكِبَيْهِ، وَإِذَا رَكَعَ، وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ، وَلَا يَرْفَعُ بَيْنَ السَّجْدَتَيْنِ»

*Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam jika membuka shalat beliau mengangkat kedua tangannya hingga sejajar dengan kedua pundaknya, begitu juga ketika rukuk dan ketika mengangkat kepala dari rukuk. Tetapi beliau tidak mengangkatnya ketika duduk antara dua sujud. “*

4| *Mengangkat tangan Sejajar dengan dua telinga*

MUSLIM dari Malik bin Huwairis radhiyallahu anhu

أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا كَبَّرَ رَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى يُحَاذِيَ بِهِمَا أُذُنَيْهِ، وَإِذَا رَكَعَ رَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى يُحَاذِيَ بِهِمَا أُذُنَيْهِ، وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ» فَقَالَ: «سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ» فَعَلَ مِثْلَ ذَلِكَ

*bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila bertakbir maka beliau mengangkat kedua tangannya hingga sejajar dengan kedua telinganya, dan apabila rukuk maka beliau mengangkat kedua tangannya hingga sejajar dengan kedua telinganya, dan apabila mengangkat kepalanya dari rukuk seraya mengucapkan, ‘Semoga Allah mendengarkan orang yang memujiNya’, maka beliau melakukan seperti itu.*

*Sejajar dengan cabang-cabang daun telinga*

MUSLIM dari Malik bin Huwairis radhiyallahu anhu

أَنَّهُ رَأَى نَبِيَّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ: حَتَّى يُحَاذِيَ بِهِمَا فُرُوعَ أُذُنَيْهِ

*bahwa dia melihat Nabi Allah shallallahu ‘alaihi wasallam seraya berkata, hingga kedua tangannya sejajar dengan cabang telinganya.*

5| *Atau mengangkat tangan sejajar dengan pundak*

BUKHORI dari Abdullah bin Umar radhiyallahu anhu

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَرْفَعُ يَدَيْهِ حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ إِذَا افْتَتَحَ الصَّلاَةَ، وَإِذَا كَبَّرَ لِلرُّكُوعِ، وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ، رَفَعَهُمَا كَذَلِكَ أَيْضًا، وَقَالَ: سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ، رَبَّنَا وَلَكَ الحَمْدُ، وَكَانَ لاَ يَفْعَلُ ذَلِكَ فِي السُّجُودِ “

*bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengangkat tangannya sejajar dengan pundaknya ketika memulai shalat, ketika takbir untuk rukuk dan ketika bangkit dari rukuk dengan mengucapkan: ‘SAMI’ALLAHU LIMAN HAMIDAH RABBANAA WA LAKAL HAMDU (Semoga Allah mendengar orang yang memuji-Nya. Ya Rabb kami, milik Engkaulah segala pujian) ‘. Beliau tidak melakukan seperti itu ketika akan sujud.”*

6| *Atau mengangkat tangan sampai dada*

ABU DAUD dari Wa’il bin Hujr radhiyallahu anhu

رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «حِينَ افْتَتَحَ الصَّلَاةَ رَفَعَ يَدَيْهِ حِيَالَ أُذُنَيْهِ» ، قَالَ: ثُمَّ أَتَيْتُهُمْ فَرَأَيْتُهُمْ يَرْفَعُونَ أَيْدِيَهُمْ إِلَى صُدُورِهِمْ فِي افْتِتَاحِ الصَّلَاةِ وَعَلَيْهِمْ بَرَانِسُ وَأَكْسِيَةٌ

*saya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika memulai shalat, beliau mengangkat kedua tangannya sejajar dengan kedua telinganya, katanya; kemudian aku datang kepada mereka (para sahabat), maka aku melihat mereka mengangkat kedua tangan sampai ke dada mereka ketika memulai shalat, sementara mereka ada yang mengenakan tutup kepala dan mantel.*

Redaksi lain

ABU DAUD dari Abdullah bin Umar radhiyallahu anhu

كَانَ إِذَا ابْتَدَأَ الصَّلَاةَ يَرْفَعُ يَدَيْهِ حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ، وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ رَفَعَهُمَا دُونَ ذَلِكَ

*“Apabila Ibnu Umar hendak memulai shalatnya, dia mengangkat kedua tangannya sejajar dengan kedua bahunya, apabila mengangkat kepalanya dari ruku’ (i’tidal), dia juga mengangkat kedua tangannya lebih rendah dari itu.”*

 7| *Mengangkat kedua tangan di dalam pakaian*

ABU DAUD dari Wa’il bin Hujr radhiyallahu anhu

أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الشِّتَاءِ فَرَأَيْتُ أَصْحَابَهُ «يَرْفَعُونَ أَيْدِيَهُمْ فِي ثِيَابِهِمْ فِي الصَّلَاةِ»

*“Aku datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di musim dingin, maka aku melihat para sahabat beliau mengangkat tangan di dalam pakaian mereka ketika sedang shalat.”*

8| *Jari jemari tangan tidak direnggangkan*

ABU DAUD dari Abu Hurairah r.a.

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «إِذَا دَخَلَ فِي الصَّلَاةِ رَفَعَ يَدَيْهِ مَدًّا»

*Adalah Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam apabila memulai shalat, beliau mengangkat kedua tangan dengan panjang (tidak direnggangkan)* [1]

[1] *Yang dimaksud dengan mad ialah tidak merenggangkan jari jemari.* Tersebut dalam Aunul Ma’bud sbb:

الْمُرَادُ بِهِ مَا يُقَابِلُ النَّشْرَ الْمَذْكُورَ فِي الرِّوَايَةِ الْأُخْرَى لِأَنَّ النَّشْرَ تَفْرِيقُ الْأَصَابِعِ

9| *Membaca Allaahu Akbar SAMBIL mengangkat tangan*

BUKHORI dari Abu Qilabah (tabi’in):

أَنَّهُ رَأَى مَالِكَ بْنَ الحُوَيْرِثِ «إِذَا صَلَّى كَبَّرَ وَرَفَعَ يَدَيْهِ، وَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَرْكَعَ رَفَعَ يَدَيْهِ، وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ رَفَعَ يَدَيْهِ» ، وَحَدَّثَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَنَعَ هَكَذَا

*bahwa dia melihat Malik Al Huwairits ketika shalat, dia bertakbir DAN mengangkat kedua tangannya, apabila hendak rukuk mengangkat tangannya, dan ketika mengangkat kepalanya dari rukuk dia juga mengangkat kedua tangannya. Lalu dia menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berbuat seperti itu.”*

 Redaksi lain

ABU DAUD dari Wa’il bin Hujr radhiyallahu anhu

أَنَّهُ رَأَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «يَرْفَعُ يَدَيْهِ مَعَ التَّكْبِيرَةِ»

*Ia pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengangkat kedua tangannya sambil bertakbir.”*

KETERANGAN:

*Istilah MA’A (yang artinya sambil) inilah yang difahami oleh sementara fihak bahwa angkat tangan itu mengiringi setiap takbir dalam shalat. Padahal hadis ini hanyalah memberi penjelasan bahwa terkadang Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bertakbir sambil angkat tangan, terkadang sesudah angkat tangan, terkadang sebelum angkat tangan.*

10| *Atau membaca Allaahu Akbar dulu, KEMUDIAN mengangkat tangan*

MUSLIM dari Abu Qilabah (tabi’in):

أَنَّهُ رَأَى مَالِكَ بْنَ الْحُوَيْرِثِ، «إِذَا صَلَّى كَبَّرَ، ثُمَّ رَفَعَ يَدَيْهِ، وَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَرْكَعَ رَفَعَ يَدَيْهِ، وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ رَفَعَ يَدَيْهِ» ، وَحَدَّثَ «أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَفْعَلُ هَكَذَا»

*Dia melihat Malik bin al-Huwairits apabila shalat maka dia bertakbir KEMUDIAN mengangkat kedua tangannya, dan apabila berkehendak untuk rukuk maka dia mengangkat kedua tangannya, dan apabila mengangkat kepalanya dari rukuk maka dia mengangkat kedua tangannya, dan dia menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dahulu melakukan hal tersebut.* Lanjut Dihalaman 2