Keutamaan Meninggalkan Debat Kusir(al-mira’a)

Alhamdulilah 

LARANGAN BERDEBAT KUSIR – ENSIKLOPEDI
LARANGAN DALAM ISLAM (USTADZ MAHFUDZ UMRI, Lc 

LARANGAN BERDEBAT TENTANG AL-QUR’AN –
POIN 90 – KITAB AL- IBANAH ASH-SHUGHRA
(USTADZ ABU IHSAN AL- ATSARY, M.A.) 

BAB ANCAMAN DARI MENGKLAIM DAN MENGAKU PALING BERILMU SERTA BAB ANCAMAN DARI BERJIDAL DAN DEBAT KUSIR – KITAB SHAHIH TARGHIB WA TARHIB (USTADZ ABU YAHYA BADRUSALAM, LC  
Ustadz Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja · Adab Berbeda Pendapat 
Meninggalkan Perdebatan dan Menjauhi BerMajelis dgn Ahlu Ahwa(Pengekor Hawa Nafsu)
Ustadz Mizan Qudsiyah Lc · Peringatan Duduk Bersama Ahlil Ahwa’ 
 Menghindari Perdebatan – UStadz Abu Ishaq Muslim

 UStadz Abu Ishaq Muslim-Menghindari Perdebatan Dan Solusinya 

Ustadz Abu Thohir · Etika Berbeda Pendapat 01 
Ustadz Abu Thohir · Etika Berbeda Pendapat 02 
Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja · Merajut Ukhuwwah dan Menerima Perbedaan
Ustadz Badrusalam · Haramnya Nifaq dan Penjelasan Tanda-tanda Orang Munafik

Tinggalkan DEBAT dan Perkataan DUSTA – Ust. Syafiq.Riza Basalamah https://m.youtube.com/watch?v=4HM_DTrgxrA 

TINGGALKAN PERDEBATAN WALAU  BENAR – Ust.DR.Khalid Basalamah,MA 

CIRI-CIRI ORANG YANG SUKA DEBAT – Ust.DR.Khalid Basalamah,MA. 

Bagaimana Menyikapi Perbedaan Pendapat – Ustadz Riyadh bin Badr Bajrey 

https://m.youtube.com/watch?v=7In-l7G0vcw 

Konsultasi Syariah: Bagaimana Menyikapi Perbedaan? -Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, MA. 

Tinggalkan DEBAT Jika Sudah Dijelaskan Hasilnya Sama Saja- Dr Khalid Basalamah MA 

Ustadz Dzulkarnaen- Aqidah-Imam-Asy-Syafi Menjauhi-perdebatan01 

Ustadz Dzulkarnaen- Aqidah-Imam-Asy-Syafi Menjauhi-perdebatan02 

Abdul Hakim Amir Abdat – Tentang Berdebat Tanpa Ilmu Atau Berdebat Dengan Orang Awam 

Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary · Menyikapi Perbedaan di Kalangan Salafiyy 01 

Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary · Menyikapi Perbedaan di Kalangan Salafiyy 02 

Ustadz Ahmad Sabiq · Menyikapi Perbedaan Dikalangan Ulama https://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Ahmad%20Sabiq/Menyikapi%20Perbedaan%20Dikalangan%20Ulama/Menyikapi%20Perbedaan%20Dikalangan%20Ulama.mp3

 إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بَاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسِيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يَضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. قَالَ اللهُ تَعَالَى: وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ ۖ وَاصْبِرُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ 

“Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kalian berbantah-bantahan, yang menyebabkan kalian menjadi gentar dan hilang kekuatan kalian dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS Al-Anfal: 46) 

وَقَالَ تَعَالَى: وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Dan berpeganglah kalian kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kalian bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepada kalian ketika kalian dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hati kalian, lalu karena nikmat Allah kalian menjadi orang-orang yang bersaudara; dan kalian telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kalian darinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kalian, agar kalian mendapat petunjuk.” (QS Ali Imran: 103) 

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ 

Dari Abu Umamah Al-Bahili radhiallahu ‘anhu, berkata: Telah bersabda Rasululloh shallallohu ‘alaihi wa sallam: 

أَنَا زَعِيْمُ بَيْتٍ فِي رَبَضِ الجنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا وَبَيْتٍ فِي وَسَطِ الجنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبَيْتٍ فِي أَعْلَى الجنَّةِ لِمَنْ حَسُنَ خُلُقُهُ 

Aku menjamin sebuah rumah di surga bagian bawah bagi siapa yang meninggalkan perdebatan sekalipun dia benar. Dan aku menjamin sebuah rumah di surga bagian tengah bagi siapa yang meninggalkan kebohongan sekalipun sedang bergurau. Dan aku menjamin sebuah rumah di surga bagian atasnya bagi siapa yang mulia akhlaknya.” (HR. Abu Dawud no. 4800 dan dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 1464) lanjut di halaman 2