Salafi Bukan Enggan atau Anti Shalawat, Bahkan Kami Ratusan Kali Bershalawat Tiap Hari Dengan Berpegang Teguh Dengan Dalil/Hadist Shahih, Ikutilah saja (sunnah Nabi) dan jangan berbuat bid’ah. Sesungguhnya sunnah Nabi telah mencukupi kalianYang Kami Ingkari Adalah shalawat yang dikarang-karang serta dibuat-buat oleh orang, dan tidak pernah diajarkan oleh NabiShallallahu’alaihi Wasallam maupun para shahabat serta generasi salafus shalih.

Alhamdulilah
Dikarang-karang lafadznya, juga tata-caranya. Para sahabat Nabi, orang yang paling mencintai beliau jauh lebih cinta dari kita semua, mereka tidak pernah mengarang-ngarang shalawat.

Apalagi shalawat-shalawat yang dikarang-karang oleh sebagian orang, dibumbui dengan khasiat-khasiat tanpa dalil. Diperparah lagi jika shalawat-shalawat buatan tersebut di lantunkan beramai-ramai menggunakan pengeras suara.

andai kita mau mengamalkan shalawat berdasarkan dalil yang shahih, hari-hari kita akan sangat sibuk sekali. Maka, untuk apa kita masih mencari-cari atau mengarang-ngarang shalawat sendiri?

Alhamdulilah

Abdullah Zaen MA Lc · Sholat Lahir Batin
Makna Bacaan Shalawat 

Shalawat-Shalawat yang tidak Diajarkan
(Muhammad Elvi Syam, MA)

Abdul Hakim Amir Abdat · Sifat Shalawat dan Salam
01

Abdul Hakim Amir Abdat · Sifat Shalawat dan Salam 02

Ustadz Dr,Syafiq Riza Basalamah MA -Negeriku Bershalawat

Ustadz Dzulqarnain- Hukum mengucapkan shalawat ktika mendengar nama rasulullah 

Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat -Apakah Ada
Syariat untuk Membaca Shalawat Nabi Saat
Berjabat Tangan 

Ustadz Abdul Hakim Amir Abda- Apakah Harus
Membaca Sholawat Ketika Berdoa  

Ustadz Zainal Abidin Syamsudin · Kenapa Kita Bershalawat Untuk Nabi 

Ustadz Abdullah Zaen ·Makna Bacaan Shalawat 

 Bentuk Sholawat yang tidak sesuai ajaran Nabi -Ustadz Syafiq Reza Basalamah

Banyak Yang Belum Tahu, Ini Bentuk Sholawat Yang Salah Di Masyarakat Ustadz Syafiq Basalamah

Abdul Hakim Amir Abdat – Apakah Harus Membaca Shalawat Ketika Berdo’a

Terdapat perkataan miring dari sebagian orang yang membenci dakwah sunnah, bahwa salafiyyin , atau orang yang meneladani generasi salafush shalih dalam beragama, enggan bershalawat kepada Rasulullah.Shallallahu’alaihi Wasallam atau bahkan dituduh anti- shalawat. Padahal salafiyyin, yang senantiasa berpegang-teguh pada dalil-dalil shahih, bershalawat ratusan kali setiap harinya. Hal ini merupakan konsekuensi dari mengikuti dalil-dalil shahih, karena banyak dalil-dalil shahih yang menganjurkan amalan tersebut. Berikut ini beberapa kesempatan dalam satu hari yang dianjurkan untuk bershalawat, berdasarkan dalil-dalil shahih:

1. Ketika Masuk Masjid

Sebagaimana hadits dari Fathimah Radhiallahu’anha :

ﻛﺎﻥ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺇﺫﺍ ﺩﺧﻞ ﺍﻟﻤﺴﺠﺪ ﺻﻠﻰﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﺳﻠﻢ ، ﻭﻗﺎﻝ : ﺭﺏ ﺍﻏﻔﺮ ﻟﻲ ﺫﻧﻮﺑﻲ ، ﻭﺍﻓﺘﺢ ﻟﻲﺃﺑﻮﺍﺏ ﺭﺣﻤﺘﻚ

Biasanya, ketika Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam masuk ke dalam masjid beliau bershalawat kemudian.mengucapkan: Rabbighfirli Dzunubi Waftahli Abwaaba Rahmatik (Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku, dan bukalah untukku pintu-pintu Rahmat-Mu) ” (HR. At Tirmidzi, 314. Dishahihkan Al Albani dalam Shahih Sunan At Tirmidzi).

Dan seorang salafi, masuk ke masjid minimal 5 kali dalam sehari.

Masuk dengan kaki kanan sambil berdoa.

Doa masuk masjid adalah:

ﺃَﻋُﻮْﺫُ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﺍﻟْﻌَﻈِﻴْﻢِ، ﻭَﺑِﻮَﺟْﻬِﻪِ ﺍﻟْﻜَﺮِﻳْﻢِ،ﻭَﺳُﻠْﻄَﺎﻧِﻪِ ﺍﻟْﻘَﺪِﻳْﻢِ، ﻣِﻦَ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥِﺍﻟﺮَّﺟِﻴْﻢِ، ‏[ ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠﻪِ، ﻭَﺍﻟﺼَّﻼَﺓُ‏]‏[ﻭَﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻰ ﺭَﺳُﻮْﻝِ ﺍﻟﻠﻪِ‏] ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّﺍﻓْﺘَﺢْ ﻟِﻲْ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏَ ﺭَﺣْﻤَﺘِﻚَ.

A’uudzu billaahil ‘azhiim, wa biwajhihil kariim, wa sulthoonihil qodiim, minasy-syaithoonir-rojiim, (bismillaah, wash-sholaaatu) (was-salaamu ‘alaa rosuulillaah) allaahummaftah lii abwaaba rohmatik.

Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Agung, dengan wajah-Nya Yang Mulia dan kekuasaan-Nya yang abadi, dari setan yang terkutuk [1] . Dengan nama Allah dan semoga shalawat [2] dan salam tercurahkan kepada Rasulullah [3] . Ya Allah, bukalah pintu-pintu rahmat-Mu untukku [4] .”

[1] HR. Abu Dawud, lihat Shahihul Jami’no.4591

[2] HR. Ibnu As-Sunni no.88, dinyatakanhasan oleh Syaikh Al-Albani.

[3] HR. Abu Dawud, lihat Shahihul Jami’1/528.

[4] HR. Muslim 1/494. Dalam Sunan IbnuMajah, dari hadits Fathimah disebutkan,“Allahummagh fir li dzunubi waftahli abwabarahmatik” , Syaikh Al Albani menshahihkannyakarena beberapa syahid. Lihat Shahih IbnuMajah 1/128-129.

Untuk doa pertama ini, terdapat keutamaan khusus: Dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiallahu ‘anhu ma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika masuk masjid, beliau membaca doa di atas. Kemudian beliau bersabda;

ﻓَﺈِﺫَﺍ ﻗَﺎﻝَ : ﺫَﻟِﻚَ ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥُ : ﺣُﻔِﻆَﻣِﻨِّﻲ ﺳَﺎﺋِﺮَ ﺍﻟْﻴَﻮْﻡِ

Jika orang membaca doa ini maka setan berteriak, ‘Orang ini dilindungi dariku sepanjang hari’ .” (HR. Abu Daud dan dishahihkan Al-Albani)

2. Ketika Keluar Masjid

Sebagaimana kelanjutan hadits dari

Fathimah Radhiallahu’anha :

ﻭﺇﺫﺍ ﺧﺮﺝ ﺻﻠﻰ ﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﺳﻠﻢ ، ﻭﻗﺎﻝ : ﺭﺏ ﺍﻏﻔﺮ ﻟﻲﺫﻧﻮﺑﻲ ﻭﺍﻓﺘﺢ ﻟﻲ ﺃﺑﻮﺍﺏ ﻓﻀﻠﻚ

Dan ketika beliau keluar dari masjid, beliau bershalawat lalu mengucapkan: Rabbighfirli Dzunubi,.Waftahlii Abwaaba Fadhlik (Ya Allah, ampunilah dosa- dosaku, dan bukalah untukku pintu-pintu keutamaan-.Mu) ” (HR. At Tirmidzi, 314. Dishahihkan Al Albani dalam Shahih Sunan At Tirmidzi).

Dan seorang salafi, keluar dari masjid minimal 5 kali dalam sehari.

Keluar masjid dengan kaki kiri sambil berdoa. Doa keluar masjid adalah:

ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺍﻟﺼَّﻼَﺓُ ﻭَﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻰﺭَﺳُﻮْﻝِ ﺍﻟﻠﻪِ، ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺇِﻧِّﻲْ ﺃَﺳْﺄَﻟُﻚَ ﻣِﻦْﻓَﻀْﻠِﻚَ، ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﻋْﺼِﻤْﻨِﻲْ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥِﺍﻟﺮَّﺟِﻴْﻢِ .

Bismillaahi wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa rosuulillaah, allaahumma innii as-aluka min fadhlika,allaahumma’shimnii minasy-syaithoonir-rojiim.

Artinya: “Dengan nama Allah, semoga shalawat dan salam terlimpah kepada Rasulullah. Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu dari karunia-Mu. Ya Allah, peliharalah aku dari godaan setan yang terkutuk”. (Lihat takhrij sebelumnya, adapun tambahan:Allaahumma’shimni minasy syai-thaanir rajim , adalah riwayat Ibnu Majah.Lihat Shahih Ibnu Majah 129.)

3. Ketika Tasyahud

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

ﺳﻤﻊ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺭﺟﻼ ﻳﺪﻋﻮ ﻓﻲ ﺻﻼﺗﻪﻟﻢ ﻳﻤﺠﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻭﻟﻢ ﻳﺼﻞ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢﻓﻘﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻋﺠﻞ ﻫﺬﺍ ﺛﻢ ﺩﻋﺎﻩ ﻓﻘﺎﻝﻟﻪ ﺃﻭ ﻟﻐﻴﺮﻩ ﺇﺫﺍ ﺻﻠﻰ ﺃﺣﺪﻛﻢ ﻓﻠﻴﺒﺪﺃ ﺑﺘﻤﺠﻴﺪ ﺭﺑﻪ ﺟﻞ ﻭﻋﺰﻭﺍﻟﺜﻨﺎﺀ ﻋﻠﻴﻪ ﺛﻢ ﻳﺼﻠﻲ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺛﻢﻳﺪﻋﻮ ﺑﻌﺪ ﺑﻤﺎ ﺷﺎﺀ

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mendengar seorang lelaki yang berdoa dalam shalatnya tanpa mengagungkan Allah dan tanpa bershalawat. Beliau pun berkata: ‘Orang ini terlalu tergesa-gesa’. Rasulullah lalu memanggil lelaki tersebut lalu menasehatinya: ‘Jika salah seorang diantara kalian berdoa mulailah dengan mengagungkanlah Allah, lalu memuji Allah, kemudian bershalawatlah, barulah setelah itu berdoa apa yang ia.inginkan‘” (HR. Abu Daud, 1481. Dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abi Daud).

Pada ulama mengatakan bahwa tempat shalawat.kepada Nabi di dalam shalat adalah setelah tasyahud awal dan akhir. Bahkan sebagian ulama menggolongkan shalawat setelah tasyahud akhir dalam rukun shalat ke dalam rukun shalat. Dan seorang salafi, minimal ber- tasyahud 10 (5 x 2) kali dalam sehari.

Contoh Shalawat yang dibaca Saat Tasyahud

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَعَلَى أَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ أَهْلِ بَيْتِهِ وَعَلَى أَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Allaahumma sholli ‘alaa muhammad, wa ‘alaa ahli baitihi, wa ‘alaa azwaajihi wa dzurriyyatihi, kamaa shollaita ‘alaa aali ibroohiim, innaka hamiidun majiid. Wa baarik ‘alaa muhammad, wa ‘alaa ahli baitihi, wa ‘alaa azwaajihi wa dzurriyyatihi, kamaa baarokta ‘alaa aali ibroohiim, innaka hamiidun majiid.

Ya Allah berikanlah rahmat kepada Muhammad, keluarganya, istri-istrinya dan keturunannya sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Mahaterpuji lagi Mahaagung. Berilah karunia kepada Muhammad, keluarganya, istri-istrinya dan keturunannya sebagaimana Engkau telah memberikan karunia kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Mahaterpuji lagi Mahaagung.”1

1.    HR. Bukhari dan Muslim, namun lafadz ‘ahlu baitihi’ adalah pada riwayat Ahmad dan Thahawi

4. Ketika disebut nama Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

ﺍَﻟْﺒَﺨِﻴْﻞُ ﻣَﻦْ ﺫُﻛِﺮْﺕُ ﻋِﻨْﺪَﻩُ ﻓَﻠَﻢْ ﻳُﺼَﻞِّ ﻋَﻠَﻲَّ

Orang pelit itu adalah orang yang ketika disebut namaku ia enggan bershalawat ” (HR. At Tirmidzi no.3546, ia berkata: “Hasan Shahih Gharib”).

Seorang salafi, yang senantiasa bersemangat menuntut ilmu syar’i, ia membaca kitab para ulama, menghafal hadits, duduk di majlis-majlis ilmu, puluhan kali nama Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam disebut di sana sehingga ia pun puluhan kali bershalawat.

bacaannya Disunnahkan –sebagian ulama mewajibkannya– mengucapkan shalawat dan salam kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam , setiap kali menyebut atau disebut nama beliau, yaitu dengan ucapan: “shallallahu‘alaihi wa sallam” (al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir.Abdat dalam kitab Sifat Shalawat dan Salam Kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ). atau Allahumma shalli wa sallim ’ala Muhammad Atau Shalawatullah wa salamuhu ’alahi , atau yang semisalnya.

5.Ketika selesai mendengar adzan

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

ﺇﺫﺍ ﺳﻤﻌﺘﻢ ﺍﻟﻤﺆﺫﻥ ﻓﻘﻮﻟﻮﺍ ﻣﺜﻞ ﻣﺎ ﻳﻘﻮﻝ . ﺛﻢ ﺻﻠﻮﺍ ﻋﻠﻲ . ﻓﺈﻧﻪﻣﻦ ﺻﻠﻰ ﻋﻠﻲ ﺻﻼﺓ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﺑﻬﺎ ﻋﺸﺮﺍ

Jika kalian mendengarkan muadzin mengumandangkan adzan, ucapkanlah apa yang ia ucapkan. Kemudian bershalawatlah kepadaku. Karena setiap seseorang bershalawat kepadaku, Allah akan bershalawat.kepadanya 10 kali ” (HR. Muslim, 384) Dan adzan, minimal 5 kali berkumandang setiap harinya.

contoh bacaan shalawat yang bisa dibaca

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدُ مَجِيْدٌ، اَللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدُ مَجِيْدٌ

Allaahumma sholli ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa shollaita ‘alaa ibroohiim, wa ‘alaa aali ibroohiim, innaka hamiidun majiid. Allaahumma baarik ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa baarokta ‘alaa ibroohiim, wa ‘alaa aali ibroohiim, innaka hamiidun majiid.

“Ya Allah berikanlah rahmat kepada Muhammad dan  keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Mahaterpuji lagi Mahaagung. Ya Allah berilah karunia kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan karunia kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Mahaterpuji lagi Mahaagung”.2

2.    HR. Bukhari, Muslim dan lainnya

(Lanjut ke hal….2)