Hati-hati Komentar di Sosial Media(Whatsapp,Facebook,Twitter,dsb) Karena Akan Menjadi Catatan Amal & Dimintai Pertanggung Jawabannya Kelak di Akherat

Alhamdulillah

Kajian Islam Jember – Hidup di Zaman Sosial Media -Ustadz. DR. Syafiq Riza Basalamah,M.A.

Ust. Muflih Safitra – Etika Dalam Menggunakan Media Sosial

Adab Etika Ketika Di Social Media – Ustaz Dr. Syafiq Reza Basalamah, M.A. https://m.youtube.com/watch?v=j8Hf9PdFn5s

Hukum Melihat Foto Wanita Di Sosmed – Ustadz Syafiq Riza Basalamah 

BAGAIMANA ADAB di MEDIA.SOSIAL ? | Ustadz Khalid Basalamah

Ustadz Syafiq Basalamah- Hidup Di Zaman Sosial Media 

Akhlaq di Media Sosial -(Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas) 

Ustadz Syafiq Basalamah-Hidup Di Zaman Sosmed 

Pengaruh Media Sosial Terhadap Akidah dan Akhlak.(DR. Ali Musri Semjan Putra, MA) 

Ustadz Fauzan Abu Muhammad Al Kutawy – “Sosial Media Antara Ladang Pahala dan Jurang Dosa

 Al Ustadz Qomar Su’aidi- “MEDIA SOSIAL, KEBUTUHAN.ATAU MUSIBAH” 

Ustadz Muflih Safitra M.Sc
-Etika dalam Menggunakan Media Sosial 

Ustadz Subhan Bawazier · Akhlak di Media
Sosial

Zainal Abidin Syamsudin · Waspada
Dampak Negatif Teknologi dan Sosial Media

Adab dan Hukum di Sosial Media
(Muhammad Nuzul Dzikri, Lc) 

 Adab dan Etika di Media Sosial
(Muhammad Nuzul Dzikri, Lc) 


Hati-Hati Dalam Berbicara & Berbuat. Walaupun Hanya Menulis-nulis Status di Sosial Media(Wa,Twiter,FB,dll) atau Sekadar Berkomentar, Tetap Saja Akan Menjadi Catatan Amal. Entah Itu Baik ataupun Buruk.Seperti Membela lokalisasi prostitusi.Bagi Nahdlatul Ulama (NU) rokok meski itu bisa membunuh seseorang Hukumnya halal, demikian dengan lokalisasi prostitusi.

Hati-Hati Juga Mengucapkan Perkataan Keji, Jorok, Celaan,Dan Semacamnya dengan gelar-gelar yang jelek dan mengerikan. Seperti kata yang populer di tengah masyarakat, yaitu Wahhabi. Mereka Pikir Tidak Apa-apa mengucap kalimat itu padahal Allah Ta’ala Sangat Benci & Tidak Ridho Serta  Akan Dilemparkan ke NerakaJahanam, Karena Jika Tidak Tuduhan-tuduhan mereka Akan Membawa Kebinasaan dia ke dalam neraka Jahannam.

Juga Jika Ada Yang Mengajak Debat Walau Sudah Tegak Hujjah dari Al-Qur’an dan As-Sunnah(Hadist Shahih/Hasan) Karena Ingin Mencari Pembenaran Bukan Ingin Mencari KebenaranDgn Tanpa Ilmu/Hujjah yaitu.berdasarkan kepada al Qur’an dan as Sunnah sesuai pemahaman salafush shalih. Atau Dgn Cara Batil Jangan Diladeni

Kita perlu hati-hati dalam berbicara dan berbuat. Walaupun hanya menulis-nulis status di facebook atau sekadar berkomentar, tetap saja akan menjadi catatan amal. Entah itu baik ataupun buruk.
}ﻣَﺎ ﻳَﻠْﻔِﻆُ ﻣِﻦْ ﻗَﻮْﻝٍ ﺇِﻟَّﺎ ﻟَﺪَﻳْﻪِ ﺭَﻗِﻴﺐٌ ﻋَﺘِﻴﺪٌ { ‏[ ﻕ: 18 ‏]

Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaf: 18).

Kelak di akherat, anggota badan manusia akan jadi saksi dalam pertanggungan jawab perbuatannya.

}ﻳَﻮْﻡَ ﺗَﺸْﻬَﺪُ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﺃَﻟْﺴِﻨَﺘُﻬُﻢْ ﻭَﺃَﻳْﺪِﻳﻬِﻢْ ﻭَﺃَﺭْﺟُﻠُﻬُﻢْ ﺑِﻤَﺎﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻳَﻌْﻤَﻠُﻮﻥَ { ‏[ ﺍﻟﻨﻮﺭ: 24‏]

Pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan”. (QS. Al-Nur: 24).

Semua perbuatan manusia di dunia ini akan dipertanggung jawabkan oleh masing-masing di akherat kelak. Termasuk menulis-nulis komentar di fp atau laman-laman jejaring.social, menyebarkan pesan singkat sms bbm dan sebagainya. Itu juga akan dimintai pertanggung jawabannya kelak di Akherat.

Maka marilah kita berhati-hati agar selamat..Karena Allah Ta’ala berfirman:

}ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻘْﻒُ ﻣَﺎ ﻟَﻴْﺲَ ﻟَﻚَ ﺑِﻪِ ﻋِﻠْﻢٌ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﺴَّﻤْﻊَ ﻭَﺍﻟْﺒَﺼَﺮَﻭَﺍﻟْﻔُﺆَﺍﺩَ ﻛُﻞُّ ﺃُﻭﻟَﺌِﻚَ ﻛَﺎﻥَ ﻋَﻨْﻪُ ﻣَﺴْﺌُﻮﻟًﺎ { ‏[ ﺍﻹﺳﺮﺍﺀ: 36‏]

36. dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. (QS Al-Israa’/ 17: 36).

Peringatan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun cukup tegas dan jelas:

ﺇِﻥَّ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞَ ﻟَﻴَﺘَﻜَﻠَّﻢُ ﺑِﺎﻟْﻜَﻠِﻤَﺔِ ﻟَﺎ ﻳَﺮَﻯ ﺑِﻬَﺎ ﺑَﺄْﺳًﺎ ﻳَﻬْﻮِﻱﺑِﻬَﺎﺳَﺒْﻌِﻴﻦَ ﺧَﺮِﻳﻔًﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ﻗَﺎﻝَ ﻫَﺬَﺍ ﺣَﺪِﻳﺚٌ ﺣَﺴَﻦٌ ﻏَﺮِﻳﺐٌ ﻣِﻦْ ﻫَﺬَﺍ ﺍﻟْﻮَﺟْﻪِ

Bisa jadi seseorang mengatakan satu patah kata yang menurutnya tidak apa-apa tapi dengan kalimat itu ia jatuh ke neraka selama tujuhpuluh tahun.” Berkata Abu Isa: hadits ini hasan gharib melalui sanad ini. (HR At- Tirmidzi No 2236)

ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﻋَﻦْ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَﻗَﺎﻝَ ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﻌَﺒْﺪَ ﻟَﻴَﺘَﻜَﻠَّﻢُ ﺑِﺎﻟْﻜَﻠِﻤَﺔِ ﻣِﻦْ ﺭِﺿْﻮَﺍﻥِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻟَﺎﻳُﻠْﻘِﻲ ﻟَﻬَﺎ ﺑَﺎﻟًﺎ ﻳَﺮْﻓَﻌُﻪُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺑِﻬَﺎ ﺩَﺭَﺟَﺎﺕٍ ﻭَﺇِﻥَّ ﺍﻟْﻌَﺒْﺪَﻟَﻴَﺘَﻜَﻠَّﻢُ ﺑِﺎﻟْﻜَﻠِﻤَﺔِ ﻣِﻦْ ﺳَﺨَﻂِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻟَﺎ ﻳُﻠْﻘِﻲ ﻟَﻬَﺎ ﺑَﺎﻟًﺎ ﻳَﻬْﻮِﻱﺑِﻬَﺎ ﻓِﻲ ﺟَﻬَﻨَّﻢَ

Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Sungguh seorang hamba akan mengucapkan sebuah kalimat yang diridhai Allah, suatu kalimat yang ia tidak mempedulikannya, namun dengannya Allah mengangkatnya beberapa derajat. Dan sungguh, seorang hamba akan mengucapkan sebuah kalimat yang dibenci oleh Allah, suatu kalimat yang ia tidak memperdulikannya, namun dengannya Allah melemparkannya ke dalam neraka jahannam.” (HR Al-Bukhari No. 5997).

Perkataan dan sikap pun dapat mengakibatkan terlaknat bila mengorbankan agama (Islam) demi kepentingan dunianya atau cenderung kepada kekafiran atau mendorongnya, bahkan diam terhadap berlangsungnya kemunkaran pun termasuk dilaknat.

Sikap mudahanah (berbasa basi namun sampai mengorbankan agamanya) itu tidak mau mengingkari orang-orang yang bermaksiat padahal ia mampu melaksanakannya (untuk mengingkari itu). Bahkan sebaliknya ia menyerah kepada mereka (yang melakukan atau menyebarkan kemunkaran) dan berbaik-baik kepada mereka. Hal itu berarti tidak lagi menggubris cinta karena Allah dan benci karena Allah.

Yang dicintai Allah tidak dicintainya, sedang yang dibenci Allah tidak dibencinya. Bahkan ia makin memberikan dorongan kepada para pendurhaka dan perusak yang jelas dibenci Allah. Maka orang yang penjilat atau (mudahin) seperti ini termasuk dalam firman Allah :

 ﻟُﻌِﻦَ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻛَﻔَﺮُﻭﺍ ﻣِﻦْ ﺑَﻨِﻲ ﺇِﺳْﺮَﺍﺋِﻴﻞَ ﻋَﻠَﻰ ﻟِﺴَﺎﻥِﺩَﺍﻭُﻭﺩَ ﻭَﻋِﻴﺴَﻰ ﺍﺑْﻦِ ﻣَﺮْﻳَﻢَ ﺫَﻟِﻚَ ﺑِﻤَﺎ ﻋَﺼَﻮْﺍ ﻭَﻛَﺎﻧُﻮﺍﻳَﻌْﺘَﺪُﻭﻥَ ‏(78 ‏) ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻟَﺎ ﻳَﺘَﻨَﺎﻫَﻮْﻥَ ﻋَﻦْ ﻣُﻨْﻜَﺮٍ ﻓَﻌَﻠُﻮﻩُﻟَﺒِﺌْﺲَ ﻣَﺎ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻳَﻔْﻌَﻠُﻮﻥَ ‏( 79 ‏) ﺗَﺮَﻯ ﻛَﺜِﻴﺮًﺍ ﻣِﻨْﻬُﻢْﻳَﺘَﻮَﻟَّﻮْﻥَ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻛَﻔَﺮُﻭﺍ ﻟَﺒِﺌْﺲَ ﻣَﺎ ﻗَﺪَّﻣَﺖْ ﻟَﻬُﻢْ ﺃَﻧْﻔُﺴُﻬُﻢْﺃَﻥْ ﺳَﺨِﻂَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﻭَﻓِﻲ ﺍﻟْﻌَﺬَﺍﺏِ ﻫُﻢْ ﺧَﺎﻟِﺪُﻭﻥَ {‏[ ﺍﻟﻤﺎﺋﺪﺓ: 78 – 80‏]

Telah dila`nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan `Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu. Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan. “ (Al-Maidah : 78 s.d. 80).

Sekali lagi, mari kita berhati-hati. Apalagi sampai membela pendapat NU yang membolehkan lokalisasi pelacuran dan praktek zina di dalamnya, maka betapa bahayanya. (Lihat situs resmi NU di http://www.nu.or.id/post/read/49730/dasar-hukum-lokalisasi)

Mari kita simak alasan pengambilan hukum dan memperbolehkan lokalisasi prostitusi sebagaimana kami kutip dari halaman situs http://www.nu.or.id

(Lanjut ke hal…2)