Menutup Aurat Wajib Bagi Muslimah,Siapa Saja Yang Tidak Mentaati Syariat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam , mengikuti, melaksanakan perintah dan menjauhi seluruh apa yang beliau larang Maka Dia Enggan Masuk Surga

Alhamdulillah

Hijabers Kok Gaul? Tabarruj Wanita Modern
(Abdullah Taslim, MA) 

Wanita Penghuni Neraka (Ahmad Zainuddin, Lc

Nasehat Bagi Para Wanita (DR. Firanda Andirja, MA)

100 Dosa yang Diremehkan Wanita
(Subhan Bawazier)

Pakaian Wanita Muslimah(Ahmad Zainuddin, Lc) 

Ustadz Abdullah Taslim · Kupas Tuntas Batas Aurat Wanita

Syaikh Prof DR Abdur Rozzaq Al Badr · Syarah Riyadhus Shalihin Kewajiban Menutup Aurat 

Ahmad Zainuddin · Auratmu Wahai Muslimah 

Ustadz Ahmad Zainuddin · Aurat Muslimah dan Kiat Menjaganya 

Ustadz Badrusalam · Hijab Wanita Muslimah

Ustadz Muhammad Zaki · Hijab Wanita Muslimah

Ustadz Abdullah Taslim · Hakikat Jilbab Syar’i dan Tabarruj 

Ustadz Jauhar · Saudariku, Engkau Lebih Cantik dengan Berjilbab 1 

Ustadz Jauhar · Saudariku, Engkau Lebih Cantik dengan Berjilbab 2

Wanita Bagaikan Gelas (DR. Syafiq Reza Basalamah, MA) 

Wanita Didalam Islam (Mizan Qudsiyah, Lc)

Wanita Di Dalam Islam – Ustadz Mizan Qudsiyah, Lc 

Video Singkat: Syarat-Syarat Hijab -.Ustadz Zainal Abidin Syamsuddin, 

Kajian Ramadhan: Hukum Wanita Puasa Tidak Memakai Jilbab – Ustadz Muhammad Romelan, Lc.


Banyak kaum hawa yang menyangka bahwa tidak memakai jilbab adalah dosa kecil.

Yang mana dapat tertutupi dengan pahala yang banyak dari shalat, puasa, zakat dan haji yang mereka lakukan.Ini adalah cara berpikir yang salah dan harus diluruskan. Itu Dosa Besar. Apa Mereka Menyangka Pahala Shalat,Puasa,Zakat dan Haji Akan Bisa Menutupi Dosa Tidak Memakai Jilbab. Dan terlebih ketika menjalankan ibadah puasaramadhan. lalu apa hukum wanita yang tidak memakaijilbab ? diterima kah puasanya?Simak kajian yang berikut ini..

Syariat Hijab Bagi Wanita – Ust. Subhan Bawazier

Ceramah Singkat: Banggalah Dengan Jilbab Anti – Ustadz Firanda Andirja, MA.

Sekarang kita sering melihat wanita buka-bukaan aurat. Kebanyakan wanita muslimah tidak mengetahui bahwa menutup aurat itu wajib. Ada yang sudah mengetahui namun masih bergampang-gampangan dalam membuka aurat di depan umum.

Salah satu hadits yang memperingatkan tentang dosa membuka aurat bagi wanita adalah hadits berikut ini.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: (1) Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan (2) para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal baunya dapat tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim, no. 2128).

Lihatlah dosa bagi wanita yang buka-buka aurat, yaitu tidak akan mencium bau surga padahal bau surga dapat dicium dari jarak yang amat jauh. Perbuatan ini termasuk dosa besar karena mendapatkan ancaman keras seperti itu.

Ada tiga sifat yang disebutkan dalam hadits ini.

(1)  Wanita yang berpakaian tetapi telanjang.

Di antara tafsirannya adalah wanita yang menutup sebagian tubuhnya dan menyingkap sebagian lainnya. Contoh, pakai kerudung, namun rambutnya terlihat. Contoh lagi, pakai gamis, namun kakinya masih terlihat. Ada juga yang sengaja keluar rumah tanpa memakai jilbab sama sekali.

Padahal aurat wanita menurut kebanyakan ulama adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Kaki dan rambut kepala masih termasuk aurat yang wajib ditutup.

Ada juga tafsiran lainnya, wanita yang memakai pakaian yang tipis yang menampakkan warna badannya. Ini bisa terjadi juga dalam shalat, saat menggunakan rukuh atau mungkena yang tipis, tanpa mengenakan gamis atau jubah lagi di dalamnya.

 

(2) Wanita yang maa-ilaat wa mumiilaat (berlenggak-lenggok)

Di antara maksud sifat kedua ini, maa-ilaat adalah berjalan sambil memakai wangi-wangian dan mumilaat yaitu berjalan sambil menggoyangkan kedua pundaknya atau bahunya.

(3) Wanita yang kepalanya seperti punuk unta yang miring

Maksudnya adalah wanita yang sengaja memperbesar kepalanya dengan mengumpulkan rambut di atas kepalanya seakan-akan memakai serban (sorban). Contohnya seperti wanita yang memakai sanggul atau konde.

(Penjelasan di atas diambil dari Syarh Shahih Muslim karya Imam Nawawi).

Berikut ada beberapa syarat penting untuk pakaian wanita muslimah yang mesti dipenuhi.

Syarat pertama: pakaian wanita harus menutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Ingat, selain kedua anggota tubuh ini wajib ditutupi termasuk juga telapak kaki.

Syarat kedua: bukan pakaian yang bertujuan berhias diri.

Allah Ta’ala berfirman,

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى

Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu ber-tabarruj seperti orang-orang jahiliyyah pertama.” (QS. Al-Ahzab : 33).

Maqotil bin Hayan mengatakan bahwa yang dimaksud berhias diri adalah seseorang memakai khimar (kerudung) di kepalanya namun tidak menutupinya dengan sempurna. Dari sini terlihatlah kalung, anting dan lehernya. Inilah yang disebut tabarruj (berhias diri) ala jahiliyyah. (Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim karya Ibnu Katsir, 6: 183)

Syarat ketiga: pakaian tersebut tidak tipis dan tidak tembus pandang yang dapat menampakkan bentuk lekuk tubuh

Syarat keempat: tidak diberi wewangian atau parfum.

Dari Abu Musa Al-Asy’ary radhiyallahu ‘anhu bahwanya ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ

Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.” (HR. An-Nasa’i, no. 5129; Abu Daud, no. 4173; Tirmidzi, no. 2786; Ahmad, 4: 414. Sanad hadits ini hasan kata Al-Hafizh Abu Thahir)

Syarat kelima: tidak boleh menyerupai pakaian pria atau pakaian non muslim.

Syarat keenam: bukan pakaian untuk mencari ketenaran atau popularitas (baca: pakaian syuhroh).

(Lanjut ke halaman 2)