Iman kepada Kitabullah

Alhamdulillah

Ustadz Abdullah Zaen · Beriman Kepada Kitab-Kitab Allah 

Ustadz Mizan Qudsiyah Lc- Iman Kepada Kitabullah 

Ustadz Mizan Qudsiyah Lc-Pengertian Iman 

Ustadz Abdullah Zaen · Mengenal Rukun Iman Sesi 1 

Ustadz Abdullah Zaen · Mengenal Rukun Iman Sesi 2

Ustadz Arman Bin Amri · Beriman Kepada Kitab Kitab Allah Sesi 1

Ustadz Arman Bin Amri · Beriman Kepada Kitab Kitab Allah Sesi 2

Iman (Faedah-Faedah Rukun Iman), karya Ahmad Hendrix 163 Halaman

Rukun Iman #5: Beriman Kepada Kitab Kitab Allah -Ustadz Abdullah Zaen, MA 

Iman (Faedah-Faedah Rukun Iman), karya Ahmad Hendrix 

Iman Kepada Kitab-Kitab Allah

Nama eBook: Iman Kepada Kitab-Kitab Allah Penyusun: Syaikh Dr. Abdul Aziz bin Muhammad AluAbdul Lathif

Download PDF 10 halaman
Download PDF


Pengantar:

ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﺭﺏ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ. ﻭﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰﻧﺒﻴﻨﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ : ﻭﺻﺤﺒﻪ ﻭﻣﻦ ﺗﺒﻌﻬﻢﺑﺈﺣﺴﺎﻥ ﺇﻟﻰ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺪﻳﻦ، ﺃَﻣَّﺎ ﺑَﻌْﺪُ:

Telah kami posting sebelumnya tentang ‘Iman Kepada Malaikat’, dan pada kesempatan yang mulia ini kami psoting pula salah satu dari rukun iman yakni ‘Beriman Kepada Kitab-Kitab Allah’

Penulis menyajikan materi ini dengan mudah dan sederhana dengan membuat point-point sebagai berikut:

Makna Beriman Kepada Kitab-Kitab

Keistimewaan Al-Qur’anul Karim

Kewajiban Kita Terhadap Al-Qur’an

Penyimpangan Kitab-Kitab Terdahulu

Pengaruh Beriman Kepada Kitab-Kitab
Beriman Kepada Kitab-Kitab Allah

Nama eBook: Iman Kepada Kitab-Kitab Penyusun: Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaiminﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ

Download PDF 9 Halaman

Download PDF


Pengantar:

ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﺭﺏ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ. ﻭﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰﻧﺒﻴﻨﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ : ﻭﺻﺤﺒﻪ ﻭﻣﻦ ﺗﺒﻌﻬﻢﺑﺈﺣﺴﺎﻥ ﺇﻟﻰ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺪﻳﻦ، ﺃَﻣَّﺎ ﺑَﻌْﺪُ:

Kita mengimani bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menurunkan kepada para rasul-Nyakitab-kitab sebagai hujjah buat umat manusia dan sebagai pedoman hidup bagi orang-orang yang mengamalkannya, dengan kitab-kitab itulah para rasul mengajarkan kepada umatnya kebenaran dan.membersihkan jiwa mereka dari kemusyrikan.

Dari kitab-kitab itu, yang kita kenal ialah:

1. Taurat , yang diturunkan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada Nabi Musa ‘ Alaihissalam. Merupakan kitab terpenting bagi Bani Israil.

2. Injil, diturunkan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada Nabi Isa ‘ Alaihissalam , sebagai pembenar dan pelengkap Taurat.

3. Zabur, kitab yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada Nabi Daud ‘ Alaihissalam .

4. Shuhuf (lembaran-lembaran) yang diturunkan kepada Nabi Ibrahim dan Musa, ‘Alaihimash-shalatu Wassalam .

5. Al-Qur’an Al-Azhim , kitab yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam , penutup para nabi. 

Firman Allah:

ﺷَﻬْﺮُ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺃُﻧْﺰِﻝَ ﻓِﻴﻪِ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُﻫُﺪًﻯ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ ﻭَﺑَﻴِّﻨَﺎﺕٍ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻬُﺪَﻯﻭَﺍﻟْﻔُﺮْﻗَﺎﻥِ…

“Bulan Ramadhan yang diturunkan padanya (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang haq dan yang batil…” (QS. Al-Baqarah/2: 185)

ﻭَﺃَﻧْﺰَﻟْﻨَﺎ ﺇِﻟَﻴْﻚَ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏَ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ ﻣُﺼَﺪِّﻗًﺎ ﻟِﻤَﺎﺑَﻴْﻦَ ﻳَﺪَﻳْﻪِ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏِ ﻭَﻣُﻬَﻴْﻤِﻨًﺎ ﻋَﻠَﻴْﻪِ…

“”Dan Kami telah turunkan kepadamu Kitab (al- Qur’an) ini dengan membawa kebenaran,membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya danmenjadi saksi atas-nya …” (QS. AlMa’idah/5:48)

Simaklah kelanjutan e Book ini dan kita berdo’a semoga keimanan kita makin kokoh dan ketika datang menghadap-Nya dalam keadaaan benar-benarberiman, amin…

Iman Kepada Kitabullah

Kata “kitab” secara bahasa artinya ‘sesuatu yang ditulis’ atau ‘sesuatu yang dikumpulkan’. Asal kata ini memiliki keterkaitan bahwa “kitab” adalah kumpulan data dan informasi yang disatukan. Sedangkan makna kitabullah secara istilah adalah kitab-kitab yang diturunkan Allah Ta’ala kepada para rasul-Nya, sebagai rahmat dan hidayah bagi seluruh manusia agar mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Mengenal kitab-kitab Allah

1. Taurat

Adalah kitab yang diturunkan kepada Nabi Musa ‘alaihis salam. Allah berfirman, yang artinya, “Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Al-Kitab (Taurat) sesudah Kami binasakan generasi-generasi yang terdahulu, untuk menjadi pelita bagi manusia dan petunjuk dan rahmat, agar mereka ingat.” (QS. Al Qashash: 43)

Allah menurunkan Taurat kepada Musa dalam bentuk tulisan di lembaran sekaligus satu kitab. Allah berfirman, yang artinya, “Dan sesungguhnya telah Kami tuliskan segala sesuatu kepada Musa di dalam lembaran-lembaran (Alwah) sebagai pelajaran dan penjelasan tentang segala sesuatu.” (QS. Al A’raf: 145). Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu mengatakan, “Maksudnya adalah lembaran-lembaran Taurat.”

Disebutkan dalam hadis dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, tentang kisah dialog antara Nabi Musa dengan Nabi Adam ‘alaihimas salam. Nabi Adam mengatakan, “Hai Musa, Allah telah memilihmu bisa berbicara langsung dengan-Nya dan Allah tuliskan untukmu kitab taurat dengan Tangan-Nya.” (HR. Al Bukhari no. 6240 dan Muslim no. 13)

Taurat adalah kitab utama dan paling agung bagi Bani Israil. Di dalam taurat terdapat rincian syariat dan hukum-hukum mereka, yang Allah turunkan kepada Musa. Syariat dan hukum ini juga dilaksanakan oleh para nabi di kalangan Bani Israil yang diutus setelah Musa. Allah berfirman, yang artinya, “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya.” (QS. Al Maidah: 44)

Pelajaran penting yang juga bisa diambil dari surat Al Maidah: 44 adalah bahwa penjaga kitab taurat Allah serahkan kepada pendeta-pendeta Bani Israil. Sebagaimana penggalan ayat: “disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah.” Inilah diantara alasan mengapa taurat bisa mengalami perubahan, tidak sebagaimana Alquran.

2. Zabur

Zabur adalah kitab yang diturunkan kepada Nabi Daud ‘alaihis salam. Allah berfirman, yang artinya, “Kami telah memberikan Zabur kepada Daud.” (QS. An Nisa’: 163)

Kitab Zabur berbeda dengan Taurat. Zabur hanya berisi do’a, wirid, pujian-pujian kepada Allah, dan dzikir lainnya, yang Allah ajarkan kepada Nabi Daud ‘alaihis salam. Tidak terdapat keterangan tentang hukum halal-haram dan hukum-hukum lainnya. Sebagaimana keretangan Imam Qatadah, ketika menafsirkan surat An Nisa: 163, beliau mengatakan, Kami (para tabi’in) menyatakan bahwa Zabur hanya berisi do’a yang Allah ajarkan kepada Daud, pujian dan pengagungan untuk Allah ta’ala. Tidak memuat tentang halal dan haram, kewajiban-kewajiban, dan hukuman.

Syariat dan hukum yang dipraktekkan semasa Daud adalah syariat dan hukum yang ada pada taurat. Sehingga syariat Nabi Daud sama dengan syariatnya Nabi Musa ‘alaihis salam.

(Lanjut ke hal…2)