Apa Kata IMAM SYAFI’I Tentang DZKIR BERJAMA’AH Setelah Shalat Wajib dengan SUARA KERAS? bagian kesatu(1)

*Alhamdulillah

Qunut Witir, At-Ta’min dan Mengeraskan Bacaan Dzikir Ba’da Shalat- Al Ustadz Luqman bin Muhammad Ba’abduhﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ

Abu Isma’il Muslim Al Atsari · Rendahkan Suaramu Dalam Berdzikir

Abdurrahman Thayyib · Bacaan Dzikir Setelah Shalat 

Ahmad Zainuddin · Kesalahan Sering Terjadi Seputar Shalat 

KitabAllUmm(Terjemahan)-Imam Syafi’i

Bagaimana Menyikapi Jamaah yang Berdzikir dengan Suara Keras? – Ustadz Abdullah Zaen, Lc. M.A

Kajian Fikih Doa dan Dzikir: Berdzikir Berjamaah -Abdullah Zaen

Pengajian Hukum Dzikir Berjamaah – Dr. Muhammad Arifin Badri

 https://youtu.be/_95mpsWyw8A

Doa dan Dzikir kepada Allah dengan Suara Pelan

Dzikir Setelah Sholat Fardhu

Nama eBook: Dzikir Setelah Sholat Fardhu

Penulis: Syaikh Dr. Said bin Ali al-Qahthani ﺧﻔﻈﻪﺍﻟﻠﻪ

Pengantar:

Alhamdulillah kita selalu bersyukur kepada Allahﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭ ﺗﻌﺎﻟﻲ dan tidak lupa pula bersholawat beserta salam kepada Nabi Muhammad ﺻﻠﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪﻭﺳﻠﻢ, keluarga dan sahabatnya ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻢ dan yang mengikuti mereka hingga akhir zaman. Amma ba’du…

Kali ini kita tidak memposting eBook dalam bentuk chm, doc, pdf atau djvu, tapi dikesempatan ini kami ketengahkan ‘Dzikir Setelah Sholat Fardhu’ yang berasal dari Kitab Hisnul Muslim dalam bentuk Power Point dan Power Point Show, sehingga mudah dipelajari. Bagi kawan-kawan pendidik (guru) maka materi ini langsung bisa dipresentasikan bagi murid- murid. Kami berharap semoga hal ini bermanfaat bagi kita semua dan menjadi amal sholeh, amin

pptx


ppsx

Catatan: Materi hanya bisa di buka dengan Microsoft Office 2007 keatas dan juga bisa dengan OpenOffice Org versi 3.0 keatas

Pandangan Madzhab Syafi’ii Tentang Dzikir Berjamaah Setelah Shalat Fardhu

*Ayat Al-Qur’an Tentang Suara Ketika Ber-Dzikir & Hadits yang Melarang Berdzikir Dengan Suara Keras*

oleh: Ustadz Ibnu Saini Muhammad bin Musa  رحمه الله

Alhamdulillah…

الـحمد لله و الصلاة والسلام علي رسول الله

Wa ba’du;

_Risalah kecil dan singkat ini sengaja saya pisahkan dari kumpulan Risalah-risalah yang telah saya kumpulkan dari masa yang cukup lama.1  *Risalah ini khusus menerangkan beberapa ayat dan hadits Nabi صلى الله عليه وسلم serta keterangan dari para ulama pewaris Nabi dari kalangan ulama MADZHAB SYAFI’I رحمهم الله yang berkenaan dengan tata cara berdo’a dan berdzikir yang benar,* sebagaimana yang telah diterangkan di dalam al Qur’an dan telah dipraktekkan dan dicontohkan oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم kepada kita semua. Akan tetapi dalam risalah yang satu ini tidak semua tata cara itu saya terangkan di sini, melainkan *saya hanyalah menerangkan satu permasalahan yang selama ini sering diperdebatkan di antara kaum muslimin sendiri, yakni permasalahan berdzikir atau berdo’a dengan suara KERAS dan BERJAMA’AH—khususnya setelah shalat yang lima waktu di masjid-masjid* sehingga hal itu sangat mengganggu kaum muslimin yang lainnya, baik yang sedang berada di masjid maupun mereka yang tinggal di sekitar masjid._

Mudah-mudahan risalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua… Allahumma amiin.

Jakarta, 12 Juni 2006

(Abu ‘Ubaidillah Ibnu Saini)

1.     Risalah ini secara khusus merupakan bagian dari buku asalnya yang berjudul: Bukti-bukti Penyelisikan Kaum Muslimin Indonesia Terhadap Madzhab Imam Syafi’iy, mudah-mudahan Allah memudahkan saya untuk menyelesaikannya dengan baik, Allahumma amiin.

Daftar Isi

1.Ayat Al-Qur’an Tentang Suara Ketika Ber-Dzikir

2. Hadits yang Melarang Berdzikir Dengan Suara Keras

3. Sikap Para Sahabat

4. Perkataan Para Ulama Syafi’iyyah

5. Pengganti yang Disunnahkan

6. Kesimpulan dan Penutup

7. Maraji’

Bab: I

_*Ayat-Ayat Al Qur’an yang Menerangkan Bahwa Berdzikir dan Berdo’a Tidaklah Dengan Suara Keras*_

AYAT PERTAMA:

Allah سبحانه و تعالي telah berfirman:

ادْعُواْ رَبَّكُمْ تَضَرُّعاً وَخُفْيَةً إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

_*Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut,* Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (QS. Al A’raf/7: 55)_

AYAT KEDUA:

Kemudian Allah سبحانه و تعالي ulangi lagi dengan lebih memperinci untuk memberikan penekanan di dalam permasalahan ini:

وَاذْكُر رَّبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعاً وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالآصَالِ وَلاَ تَكُن مِّنَ الْغَافِلِينَ

_*Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, di waktu pagi dan petang, dan dengan tidak mengeraskan suara, * dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. (QS. Al A’raf/7: 205)_

AYAT KETIGA:

Allah سبحانه و تعالي juga telah berfirman di dalam al Qur’an:

قُلِ ادْعُواْ اللّهَ أَوِ ادْعُواْ الرَّحْمَـنَ أَيّاً مَّا تَدْعُواْ فَلَهُ الأَسْمَاء الْحُسْنَى وَلاَ تَجْهَرْ بِصَلاَتِكَ وَلاَ تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلاً

_Katakanlah: *”Serulah (berdo’alah kepada) Allah atau serulah Ar Rahman1 Dengan Nama yang mana saja kamu seru,* Dia mempunyai al asmaaul-husna (nama-nama yang terbaik) dan *janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu2,*  dan *janganlah pula merendahkannya* dan carilah jalan tengah di antara kedua itu”. (QS. Al Isra’/17: 110)_

AYAT KEEMPAT:

ذِكْرُ رَحْمَةِ رَبِّكَ عَبْدَهُ زَكَرِيَّا. إِذْ نَادَى رَبَّهُ نِدَاء خَفِيّاً

_(Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya, Zakaria. Yaitu *tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.* (QS. Maryam/19: 2-3)._

*Keempat ayat al Qur’an di atas sangatlah jelas melarang kita dari berdo’a atau berdzikir kepada Allah dengan suara yang keras,* tanpa perlu keterangan lagi, walhamdulillah.

_1.     Sebutan “Ar Rahman” merupakan salah satu Nama dari Nama-nama Allah Yang indah dan sempurna._

_2.     Maksud shalat di sini adalah: do’a, sebagaimana disebutkan oleh sebagian ulama._

(Lanjut ke halaman 2)