Keburukan Pelaku Bid’ah(1) Allah Menolak Ibadahnya,Pelakunya Sulit Bertaubat, Laknat Allah, Para Malaikat-Nya & Seluruh Manusia Bagi Manusia, Bid’ah Membawa Petaka dan Perpecahan

Alhamdulillah

Kisah Orang-orang Yang Bertaubat-Al Ustadz Muhammad Afifuddin as Sidawyﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ,


MEMAHAMI MAKNA BID’AH (Bid’ah Merusak ke
Islaman)- Al Ustadz Muhammad Afifuddin as Sidawyﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ,
Sesi 1

MEMAHAMI MAKNA BID’AH (Bid’ah Merusak ke
Islaman) Sesi 2

MEMAHAMI MAKNA BID’AH (Bid’ah Merusak ke Islaman) Sesi Tanya Jawab

ALLAH MENOLAK IBADAH PARA PELAKU BID’AH(1)
UPSS…… Inilah Hadits-hadits Yang Ditolak Para Ahlul Bid’ah II Ust Maududi Abdullah

TONTON INI AGAR BISA HIJRAH KE SUNNAH DAN MENINGGALKAN BID’AH II UST MAUDUDI ABDULLAH

Daftar bidah di indonesia – Ustad munzir situmorang

Ustadz Zainal Abidin, Lc || Daftar Penyimpangan Kelompok Yang Mengaku AhlusSunnah

Sungguh kerugian teramat besar bagi para pelaku bid’ah baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Kerugian mereka di dunia bisa kita saksikan, pengorbanan waktu dan juga tidak sedikit biaya yang mereka keluarkan untuk mendanai acara-acara bid’ahnya. Padahal apabila waktu dan uangnya mereka gunakan untuk amal saleh yang sesuai dengan tuntunan Allah Ta’ala dan Rasul-Nya, maka jelas mereka akan mendapatkan balasan pahala yang melimpah.

.

Sebagai orang yang berakal, tentu saja setiap manusia tidak menginginkan mengalami kerugian dalam segala urusan. Begitu pula halnya dalam urusan ibadah. Bukankah segala aktifitas amal ibadah yang kita persembahkan sudah pasti kita berharap mendapatkan balasan pahala.

Tapi alangkah ruginya bagi para pelaku bid’ah, karena segala rupa amal ibadah yang mereka kerjakan ternyata di tolak Allah Ta’ala.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

.ﻻَ ﻳَﻘْﺒَﻞُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻟِﺼَﺎﺣِﺐِ ﺑِﺪْﻋَﺔٍ ﺻَﻮْﻣًﺎ ﻭَﻻَ ﺻَﻼَﺓً ﻭَﻻَ ﺻَﺪَﻗَﺔً ﻭَﻻَﺣَﺠًّﺎ ﻭَﻻَ ﻋُﻤْﺮَﺓً ﻭَ ﻻَ ﺟِﻬَﺎﺩًﺍ ﻭَﻻَ ﺻَﺮْﻓًﺎ ﻭَﻻَ ﻋَﺪْﻻً ﻳَﺨْﺮُﺝُ ﻣِﻦَﺍﻹِﺳْﻼَﻡِ ﻛَﻤَﺎ ﺗَﺨْﺮُﺝُ ﺍﻟﺸَّﻌَﺮَﺓُ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻌَﺠِﻴﻦ

Allah tidak akan menerima puasanya orang yang berbuat bid’ah, tidak menerima shalatnya, tidak menerima shadaqahnya, tidak menerima hajinya, tidak menerima umrahnya, tidak menerima jihadnya, tidak.menerima taubatnya, dan tidak menerima tebusannya, ia keluar dari islam sebagaimana keluarnya helai.rambut dari tepung”.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda:

ﺃَﺑَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺃَﻥْ ﻳَﻘْﺒَﻞَ ﻋَﻤَﻞَ ﺻَﺎﺣِﺐِ ﺑِﺪْﻋَﺔٍ ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﺪَﻉَ ﺑِﺪْﻋَﺘَﻪُ

Allah tidak akan menerima amal perbuatan bid’ah hingga dia meninggalkan bid’ahnya”. (HR. Ath Thabrani dalam Al Ausath no.4334. Dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 54)

Apabila segala macam amal ibadah para pelaku bid’ah di tolak oleh Allah Ta’ala, lalu apa yang akan mereka dapatkan dari hasil ibadahnya ?

Bukankah karena amal ibadah manusia itu bisa masuk surganya Allah Ta’ala ?

Sungguh kerugian yang sangat besar yang mereka dapatkan dari bid’ah-bid’ah yang mereka kerjakan..Padahal segala rupa kebid’ahan yang mereka lakukan tidak terlepas dari pengorbanan.

SULITNYA TAUBAT BAGI PARA PELAKU BID’AH

Diantara penyebab maraknya bid’ah di tengah-tengah umat dan sangat sukar untuk di bendung adalah karena sulitnya para pelaku bid’ah untuk bertaubat.

Imam Sufyan Ats-Tsaury rahimahullah (w. 161 H)berkata :

ﺍَﻟْﺒِﺪْﻋَﺔُ ﺃَﺣَﺐُّ ﺇِﻟَﻰ ﺇِﺑْﻠِﻴْﺲَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤَﻌْﺼِﻴَﺔِ ﻭَﺍﻟْﻤَﻌْﺼِﻴَﺔُ ﻳُﺘَﺎﺏُ ﻣِﻨْﻬَﺎﻭَﺍﻟْﺒِﺪْﻋَﺔُ ﻻَ ﻳُﺘَﺎﺏُ ﻣِﻨْﻬَﺎ

Perbuatan bid’ah lebih dicintai oleh iblis daripada kemaksiatan DAN PELAKU KEMAKSIATAN MASIH MUNGKIN IA UNTUK BERTAUBAT DARI KEMAKSIATANNYA, SEDANGKAN PELAKU KEBID’AHAN SULIT UNTUK BERTAUBAT DARI.KEBID’AHANNYA”. (Riwayat al-Lalika-i dalam Syarah Ushuul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah, no. 238).

Apa yang menyebabkan ahli bid’ah sulit bertaubat ?

Sulitnya para pelaku bid’ah untuk bertaubat, dan kemudian meninggalkan amalan-amalan atau acara acara bid’ahnya, karena mereka meyakini bahwa.bid’ah-bid’ah yang di lakukannya sebagai amal ibadah.

Syaikhul Islam ibnu Taimiyah berkata : “Ahlul bid’ah tidak akan bertaubat selama ia menilai bahwa itu merupakan amalan yang baik. Karena taubat berpijak dari adanya kesadaran bahwa perbuatan yang dilakukan itu buruk. Sehingga dengan itu ia bisa bertaubat darinya. Jadi, selama perbuatan itu.dianggap baik padahal pada hakikatnya jelek, maka ia tidak akan bertaubat dari perbuatan tersebut. Akan.tetapi taubat adalah sesuatu yang mungkin.(dilakukan) dan terjadi, yaitu jika Allah Subhanahu wata’ala memberikan hidayah dan bimbingan kepadanya hingga ia dapat mengetahui kebenaran”..(At Tuhfatul Iraqiyyah, Syaikhul Islam ibnu Taimiyah).

Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali berkata : ”Rujuknya ahli bid’ah dari kesesatannya adalah hal yang paling.sulit bagi mereka, karena mereka menganggap bahwa bid’ah yang mereka lakukan adalah bagian dari agama, mereka bertaqarrub kepada Allah dengan bid’ah tersebut. Ini yang mendorong mereka sulit bertaubat, menentang dan bahkan sombong”.

(Fadhilatus Syaikh Dr. Rabi’ bin Hadi Al Madkhali-Twit Ulama).

Bagaimana para pelaku bid’ah punya keinginan untuk bertaubat, sementara bid’ah-bid’ah yang di.lakukannya di yakini sebagai ibadah.

Bukankah taubat itu berawal dari kesadaran, bahwa.apa yang dilakukannya sebagai perbuatan dosa ?,.sementara para pelaku bid’ah memandang segala.rupa bid’ah yang di lakukannya sebagai amal saleh.untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala.

Bisa kita saksikan, bagaimana ahli bid’ah berkelit, mencari-cari hujah dan dalil untuk membenarkan amalan-amalan bid’ahnya. Juga.kerasnya penolakan.mereka kepada keterangan-keterangan yang di.sampaikan karena tidak sesuai dengan hawa nafsu mereka.

Keada’an mereka berbeda dengan pelaku maksiat selain kebid’ahan. Ketika para pelaku maksiat melakukan kemaksiatannya, banyak dari mereka yang tidak ingin mengulangi kembali perbuatan maksiatnya. Dan merekapun menyadari.kemaksiatannya sebagai perbuatan dosa. Akan tetapi kelemahan iman yang menjadikan mereka tidak.berdaya melawan hawa nafsunya. Dan juga banyak.dari para pelaku maksiat selain kebid’ahan yang.bertaubat dan tidak mengulangi kembali.kemaksiatannya.

LAKNAT ALLAH BAGI PELAKU BID’AH

Keburukan akibat dari melakukan kebid’ahan ternyata sangat besar. Betapa tidak, laknat Allah Ta’ala penguasa alam semesta di timpakan kepada mereka para pelaku bid’ah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ﻣَﻦْ ﺃَﺣْﺪَﺙَ ﺣَﺪَﺛًﺎ ﺃَﻭْ ﺁﻭَﻯ ﻣُﺤْﺪِﺛًﺎ ﻓَﻌَﻠَﻴْﻪِ ﻟَﻌْﻨَﺔُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺍﻟْﻤَﻠَﺎﺋِﻜَﺔِﻭَﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺃَﺟْﻤَﻌِﻴْﻦَ

Barangsiapa yang berbuat bid’ah atau melindungi/ membantu pelaku bid’ah, maka baginya laknat Allah, para malaikat-Nya dan seluruh manusia”. (HR Bukhary,1870 dan Muslim, 1370).

Sungguh sangat tercela para pelaku bid’ah, karena bid’ah agama Islam ternoda kemurniannya. Seandainya tidak ada para Ulama yang mengingkari bid’ah, maka agama Islam bisa punah sebagaimana.agama-agama terdahulu yang di bawa para Rasul.

Sebagaimana yang dikatakan Dr. Yusuf Qardhawi dalam Kitabnya As Sunnah wal Bid’ah, Dr. Yusuf Qardhawi berkata : ”Apabila bid’ah dapat dibenarkan dalam Islam maka bukan tidak mungkin bila kemudian Islam akan menjadi agama yang sama dengan agama-agama sebelumnya, yang ahli-ahli agamanya menambahkan hal-hal baru dalamagamanya dengan hawa nafsunya sehingga pada akhirnya agama tersebut berubah sama sekali dari yang aslinya”.

Perpecahan dan permusuhan sepanjang masa diantara sesama umat Islam bahkan sampai terjadi pertumpahan darah juga karena timbulnya kebid’ahan di tengah-tengah umat. Sebagaimana di sebutkan.oleh Imam Asy-Syatibi (720-790 H) rahimahullaahu ta’ala yang berkata : “SEMUA BUKTI DAN DALIL INI MENUNJUKKAN BAHWA MUNCULNYA PERPECAHAN DAN PERMUSUHAN ADALAH KETIKA MUNCULNYA KEBID’AHAN”. (Al- I’tisham,I/157).

Allah Ta’ala berfirman :

ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺘَّﺒِﻌُﻮۡﺍ ﺍﻟﺴُّﺒُﻞَ ﻓَﺘَﻔَﺮَّﻕَ ﺑِﻜُﻢۡ ﻋَﻦۡ ﺳَﺒِﻴۡﻠِﻪٖ ؕ ﺫٰ ﻟِﻜُﻢۡ ﻭَﺻّٰٮﻜُﻢۡ ﺑِﻪٖﻟَﻌَﻠَّﻜُﻢۡ ﺗَﺘَّﻘُﻮۡﻥَ

Dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan lain karena itu akan mencerai beraikan kalian dari jalan-Nya.” (QS.Al-An’am, 153).

Yang dimaksud jalan-jalan lain dalam ayat diatas yang akan mencerai beraikan umat dari jalan Allah.yaitu, MACAM-MACAM BID’AH DAN SYUBHAT..Sebagaimana di terangkan oleh Imam Mujahid(21-102 H) rahimahullah dalam tafsirnya, Beliau berkata : “JALAN-JALAN DENGAN ANEKA MACAM BID’AH DAN SYUBHAT”. (Jami’ul Bayan V/88).

Itulah diantara keburukan yang di timbulkan dari kebid’ahan. Maka sudah sepantasnya apabila Allah Ta’ala para Malaikat dan seluruh manusia melaknat para pelaku bid’ah sebagaimana di sebutkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits.di atas.

(Lanjut ke halaman 2)