Bentengi Diri Dengan Doa & Dzikir Dari Gangguan Setan Menggunakan 17 Pertahanan Yang Dijelaskan Dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits

Alhamdulillah

Bedah Buku Alam Jin Menurut Al Qur’an dan Sunnah dan Bantahan terhadap buku dialoq dengan jin Muslim (Karya Ustadz Abdul Abdat)

Beberapa Tipu Daya Setan (Peringatan Terhadap Tipu Daya Setan) 

Ke-58 – Bisikan Setan (Aqidah Imam Ahlul Hadits 

Metode Setan dalam Menyesatkan Manusia (Bag-4) (Khairullah Anwar Luthfi, Lc)

Metode Setan dalam Menyesatkan Manusia (Bag-3) (Khairullah Anwar Luthfi, Lc)

Metode Setan dalam Menyesatkan Manusia (Bag-2) (Khairullah Anwar Luthfi, Lc)

Metode Setan dalam Menyesatkan Manusia (Bag-1) (Khairullah Anwar Luthfi, Lc)

Ustadz Subyan Bafin Zen-Peringatan Dari Syaitan Dan Tipu Dayanya

Ustadz Abu Haidar-Tipu Muslihat Setan

Ustadz Abu Hammam-Jihad Melawan Setan

Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal -Kunci AgarSelamat dari Gangguan Setan

Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal-Langkah Setan Menyesatkan Manusia

Ustadz Muhammad Taufiq Badri / Melawan Rayuan Setan 01

Ustadz Muhammad Taufiq Badri / Melawan Rayuan Setan 02

[Abu Islam Saalih bin Thaha ‘Abdul Wahid] Methode Setan dalam Menyesatkan Manusia PDF

Jalan Islam versus Jalan Setan (Iqtida’ Sirath al Mustaqim) PDF – Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah

Doa dan Dzikir Mengusir Setan

Agar Tidak Serumah Dengan Syaitan


Beginilah Aktivitas Temannya Setan

Mutiara Hikmah: Inilah Senjata Paling Ampuh Setan – Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.

Ceramah Agama: Membongkar Tipu Daya Setan – Ustadz Abu Ihsan Al Maidany, MA.

Ceramah Singkat: Khutbah Iblis yang Menyentuh Hati – Ustadz Firanda Andirja, MA.

Bodohnya Orang yang Takut Setan – Ustadz Khalid Basalamah

Hukum Memajang Foto Makhluk Bernyawa

***_________***

TUJUH BELAS PERTAHANAN DIRI DARI GANGGUAN SETAN

ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴﻢِ

Seorang hamba selayaknya membentengi diri dari gangguan setan dengan pertahanan yang telah dijelaskan dalam Al-Quran dan hadits-hadits shahih berupa doa dan dzikir. Karena Al-Qur’an dan Al-Hadits adalah penawar, rahmat, petunjuk serta perlindungan dari kejahatan di dunia dan akhirat dengan izin Allah subhanahu wa ta’ala.

Diantara bentuk pertahanan tersebut adalah:

Pertahanan Pertama: Isti’adzah (meminta perlindungan) kepada Allah Yang Maha Besar (yaitu dengan membaca: A’uzubillah).

Allah telah memerintahkan Rasul-Nya untuk memohon perlindungan kepada-Nya dalam setiap kondisi, khususnya saat hendak membaca Al-Qur’an, saat marah, saat was-was dan saat bermimpi buruk. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,

ﻭَﺇِﻣَّﺎ ﻳَﻨﺰَﻏَﻨَّﻚَ ﻣِﻦَ ﭐﻟﺸَّﻴۡﻄَٰﻦِ ﻧَﺰۡﻍٞ ﻓَﭑﺳۡﺘَﻌِﺬۡ ﺑِﭑﻟﻠَّﻪِۖ ﺇِﻧَّﻪُۥ ﻫُﻮَ ﭐﻟﺴَّﻤِﻴﻊُﭐﻟۡﻌَﻠِﻴﻢُ

Dan jika setan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Fushshilat: 36)

Allah subhanahu wa ta’ala juga berfirman,

ﻓَﺈِﺫَﺍ ﻗَﺮَﺃۡﺕَ ﭐﻟۡﻘُﺮۡﺀَﺍﻥَ ﻓَﭑﺳۡﺘَﻌِﺬۡ ﺑِﭑﻟﻠَّﻪِ ﻣِﻦَ ﭐﻟﺸَّﻴۡﻄَٰﻦِ ﭐﻟﺮَّﺟِﻴﻢِ ﺇِﻧَّﻪُۥ ﻟَﻴۡﺲَﻟَﻪُۥ ﺳُﻠۡﻄَٰﻦٌ ﻋَﻠَﻰ ﭐﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺀَﺍﻣَﻨُﻮﺍْ ﻭَﻋَﻠَﻰٰ ﺭَﺑِّﻬِﻢۡ ﻳَﺘَﻮَﻛَّﻠُﻮﻥَ

Apabila kamu membaca Al-Qur’an hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk. Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasaan atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Rabbnya.” (QS. An Nahl: 98–99)

Bacaan Ta’awudz jenis pertama*

ﺃَﻋُﻮﺫُ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥِ ﺍﻟﺮَّﺟِﻴﻢِ ،ﻣِﻦْ ﻫَﻤْﺰِﻩِ ﻭ ﻧَﻔْﺨِﻪِ ﻭَ ﻧَﻔْﺜِﻪِ

_*A’uudzu billaahi minasy-syaithoonir-rojiim, min hamzihi, wa naf-khihi, wa naf-tsih.* (HR. Abu Daud dan disahihkan Al Albani)._

_*“Aku berlindung kepada Allah dari gangguan syaithan yang terkutuk, yaitu dari bisikan, tiupan, dan hembusannya”*_

*BacaanTa’awudz jenis kedua*

ﺃَﻋُﻮﺫُ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟﺴَّﻤِﻴﻊِ ﺍﻟْﻌَﻠِﻴﻢِ ﻣِﻦَﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥِ ﺍﻟﺮَّﺟِﻴﻢِ ﻣِﻦْ ﻫَﻤْﺰِﻩِ ﻭَﻧَﻔْﺨِﻪِﻭَﻧَﻔْﺜِﻪِ

_*A’uudzu billaahis-samii’il ‘aliim, minasy-syaithoonir-rojiim, min hamzihi, wa naf-khihi, wa naf-tsih*_

_*“Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui dari gangguan syaithan yang terkutuk, yaitu dari bisikan, tiupan, dan hembusannya”* (HR.Turmudzi HR. Abu Daud no. 775 dan Tirmidzi no. 242. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan sanad hadits ini hasan. dan disahihkan Al Albani)._

*BacaanTa’awudz jenis ketiga*

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

_*A’uudzu billaahi minasy-syaithoonir-rojiim.*_

_”Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.”_

Bisa pula mencukupkan ta’awudz dengan membaca: (bacaan di atas). Hal ini berdasarkan keumuman ayat yang memerintahkan membaca ta’awudz baik di dalam maupun di luar shalat ketika memulai membaca Al Qur’an, “Apabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.” (An Nahl: 98). (Lihat Kitab Shifatish Shalah, hal. 101).

Pertahanan Kedua: Membaca bismillah.

Bismillah menghalangi setan ikut serta saat makan, minum, bersenggama, masuk rumah dan seluruh kondisinya,

ﻋﻦ ﺟﺎﺑﺮ ﻗﺎﻝ : ﺳﻤﻌﺖ ﺭَﺳُﻮﻝ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻳﻘﻮﻝ :‏( ﺇﺫﺍ ﺩﺧﻞ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﺑﻴﺘﻪ، ﻓﺬﻛﺮ ﺍﻟﻠَّﻪ – ﺗﻌﺎﻟﻰ – ﻋﻨﺪ ﺩﺧﻮﻟﻪ، ﻭﻋﻨﺪﻃﻌﺎﻣﻪ، ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ﻷﺻﺤﺎﺑﻪ : ﻻ ﻣﺒﻴﺖ ﻟﻜﻢ ﻭﻻ ﻋﺸﺎﺀ، ﻭﺇﺫﺍﺩﺧﻞ ﻓﻠﻢ ﻳﺬﻛﺮ ﺍﻟﻠَّﻪ – ﺗﻌﺎﻟﻰ – ﻋﻨﺪ ﺩﺧﻮﻟﻪ، ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ :ﺃﺩﺭﻛﺘﻢ ﺍﻟﻤﺒﻴﺖ، ﻭﺇﺫﺍ ﻟﻢ ﻳﺬﻛﺮ ﺍﻟﻠَّﻪ – ﺗﻌﺎﻟﻰ – ﻋﻨﺪ ﻃﻌﺎﻣﻪ، ﻗﺎﻝ :ﺃﺩﺭﻛﺘﻢ ﺍﻟﻤﺒﻴﺖ ﻭﺍﻟﻌﺸﺎﺀ ‏) ﺭَﻭَﺍﻩُ ﻣُﺴﻠِﻢٌ

Dari Jabir radhiyallahu’anhu, beliau berkata: “Aku mendengar Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Apabila seorang lelaki memasuki rumahnya lalu mengucapkan “bismillah” ketika masuk dan ketika makan, maka setan berkata kepada teman-temannya:

Kalian tidak mendapatkan tempat menginap dan makan malam”, namun apabila ia masuk rumahnya dan tidak mengucapkan “bismillah” maka setan berkata:”Kalian mendapatkan tempat menginap”, lalu apabila ia tidak mengucapkan “bismillah” ketika makan, setan berkata: Kalian telah mendapatkan tempat menginapndan makan.” [HR. Muslim]

ﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ ﻋﻦ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ : ‏(ﻟﻮ ﺃﻥﺃﺣﺪﻛﻢ ﺇﺫﺍ ﺃﺗﻰ ﺃﻫﻠﻪ؛ ﻗﺎﻝ : ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺟَﻨِّﺒْﻨَﺎ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥَﻭَﺟَﻨِّﺐِ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥَ ﻣَﺎ ﺭَﺯَﻗْﺘَﻨَﺎ؛ ﻓﻘﻀﻲ ﺑﻴﻨﻬﻤﺎ ﻭﻟﺪ؛ ﻟﻢ ﻳﻀﺮﻩﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ﺃﺑﺪﺍ ‏) ﻣُﺘَّﻔَﻖٌ ﻋَﻠَﻴﻪِ

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma, dari Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Jika salah seorang kalian mendatangi isterinya (bersetubuh) lalu ia mengucapkan,

ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺟَﻨِّﺒْﻨَﺎ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥَ ﻭَﺟَﻨِّﺐِ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥَ ﻣَﺎ ﺭَﺯَﻗْﺘَﻨَﺎ

(Bismillaah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan, dan jauhkanlah setan dari rezeki (anak) yang akan Engkau berikan kepada kami), maka jika ditakdirkan dari hubungan tersebut lahirnya seorang anak baginya, niscaya setan tidak akan bisa menimpakan kemudharatan anak itu selamanya.” [Muttafaq ’alaih]

Pertahanan Ketiga: Membaca mu’awwidzatain saat hendak tidur, setelah shalat, saat sakit dan lain-lain.

Mu’awwidzatain adalah surat Al-Falaq dan An-Naas:

ﻗُﻞۡ ﺃَﻋُﻮﺫُ ﺑِﺮَﺏِّ ﭐﻟۡﻔَﻠَﻖِ

“Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb Yang Menguasai subuh.” (QS. Al-Falaq: 1) dan seterusnya sampai akhir surat.

ﻗُﻞۡ ﺃَﻋُﻮﺫُ ﺑِﺮَﺏِّ ﭐﻟﻨَّﺎﺱِ

“Katakanlah: “Aku berlidung kepada Rabb (yang memelihara dan menguasai) manusia.” (Q.S. An-Naas:1) dan seterusnya sampai akhir surat.

ﻋﻦ ﻋﻘﺒﺔ ﺑﻦ ﻋﺎﻣﺮ ﻗﺎﻝ : ﺑﻴﻨﺎ ﺃﻧﺎ ﺃﺳﻴﺮ ﻣﻊ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﺠﺤﻔﺔ ﻭﺍﻷﺑﻮﺍﺀ ﺇﺫ ﻏﺸﻴﺘﻨﺎ ﺭﻳﺤﻮﻇﻠﻤﺔﺷﺪﻳﺪﺓ، ﻓﺠﻌﻞ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻳﺘﻌﻮﺫ ﺑـ﴿ﻗُﻞۡﺃَﻋُﻮﺫُ ﺑِﺮَﺏِّ ﭐﻟۡﻔَﻠَﻖِ﴾ﻭ﴿ﻗُﻞۡ ﺃَﻋُﻮﺫُ ﺑِﺮَﺏِّ ﭐﻟﻨَّﺎﺱِ﴾ ﻭﻳﻘﻮﻝ : )) ﻳﺎ ﻋﻘﺒﺔﺗﻌﻮﺫ ﺑﻬﻤﺎ، ﻓﻤﺎ ﺗﻌﻮﺫ ﺑﻬﻤﺎ ﻣﺘﻌﻮﺫ ﺑﻤﺜﻠﻬﻤﺎ (( ﻗﺎﻝ : ﻭﺳﻤﻌﺘﻪ ﻳﺆﻣﻨﺎﺑﻬﻤﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﺼﻼﺓ . ﺃﺧﺮﺟﻪ ﺃﺣﻤﺪ ﻭﺃﺑﻮ ﺩﺍﻭﺩ

Dari Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu’anhu, beliau berkata: Saat aku berjalan bersama Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam antara Juhfah dan Abwa’, malam itu angin bertiup kencang dan gelap gulita. Maka Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam memohon perlindungan kepada Allah dengan membaca surat Al-Falaq:

ﻗُﻞۡ ﺃَﻋُﻮﺫُ ﺑِﺮَﺏِّ ﭐﻟۡﻔَﻠَﻖِ

“Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh.” (QS. Al-Falaq: 1) dan seterusnya sampai akhir surat.

Dan surat An-Naas:

ﻗُﻞۡ ﺃَﻋُﻮﺫُ ﺑِﺮَﺏِّ ﭐﻟﻨَّﺎﺱِ

“Katakanlah: Aku berlidung kepada Tuhan (yangmemelihara dan menguasai) manusia.” (QS. An Naas: 1) dan seterusnya sampai akhir surat.Lalu beliau bersabda: Wahai Uqbah mohonlahperlindungan kepada Allah dengan membaca dua surat tersebut, karena tidak ada cara berlindung yang menyamai keduanya.” Uqbah berkata: “Aku mendengar Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam membacanya saat mengimami shalat.” [HR. Ahmad dan Abu Daud]

Pertahanan Keempat: Membaca ayat Al-Kursy,

ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻟَﺎ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﻫُﻮَ ﺍﻟْﺤَﻲُّ ﺍﻟْﻘَﻴُّﻮﻡُ ﻟَﺎ ﺗَﺄْﺧُﺬُﻩُ ﺳِﻨَﺔٌ ﻭَﻟَﺎ ﻧَﻮْﻡٌ ﻟَﻪُ ﻣَﺎ ﻓِﻲﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕِ ﻭَﻣَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﻣَﻦْ ﺫَﺍ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻳَﺸْﻔَﻊُ ﻋِﻨْﺪَﻩُ ﺇِﻟَّﺎ ﺑِﺈِﺫْﻧِﻪِﻳَﻌْﻠَﻢُ ﻣَﺎ ﺑَﻴْﻦَ ﺃَﻳْﺪِﻳﻬِﻢْ ﻭَﻣَﺎ ﺧَﻠْﻔَﻬُﻢْ ﻭَﻟَﺎ ﻳُﺤِﻴﻄُﻮﻥَ ﺑِﺸَﻲْﺀٍ ﻣِﻦْ ﻋِﻠْﻤِﻪِﺇِﻟَّﺎ ﺑِﻤَﺎ ﺷَﺎﺀَ ﻭَﺳِﻊَ ﻛُﺮْﺳِﻴُّﻪُ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕِ ﻭَﺍﻟْﺄَﺭْﺽَ ﻭَﻟَﺎ ﻳَﺌُﻮﺩُﻩُ ﺣِﻔْﻈُﻬُﻤَﺎﻭَﻫُﻮَ ﺍﻟْﻌَﻠِﻲُّ ﺍﻟْﻌَﻈِﻴﻢُ

Berdasarkan hadits:

ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﻗﺎﻝ : ﻭﻛﻠﻨﻲ ﺭَﺳُﻮﻝ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢﺑﺤﻔﻆ ﺯﻛﺎﺓ ﺭﻣﻀﺎﻥ، ﻓﺄﺗﺎﻧﻲ ﺁﺕ ﻓﺠﻌﻞ ﻳﺤﺜﻮ ﻣﻦ ﺍﻟﻄﻌﺎﻡﻓﺄﺧﺬﺗﻪ ﻓﻘﻠﺖ : ﻷﺭﻓﻌﻨﻚ ﺇﻟﻰ ﺭَﺳُﻮﻝ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢﻓﻘﺎﻝ : ﺇﺫﺍ ﺃﻭﻳﺖ ﺇﻟﻰ ﻓﺮﺍﺷﻚ ﻓﺎﻗﺮﺃ ﺁﻳﺔ ﺍﻟﻜﺮﺳﻲ : ﴿ﭐﻟﻠَّﻪُ ﻟَﺎٓ ﺇِﻟَٰﻪَ ﺇِﻟَّﺎﻫُﻮَ ﭐﻟۡﺤَﻲُّ ﭐﻟۡﻘَﻴُّﻮﻡُۚ ….. ﴾؛ ﻓﺈﻧﻚ ﻟﻦ ﻳﺰﺍﻝ ﻋﻠﻴﻚ ﻣﻦ ﺍﻟﻠَّﻪ ﺣﺎﻓﻆ، ﻭﻻﻳﻘﺮﺑﻚ ﺷﻴﻄﺎﻥ ﺣﺘﻰ ﺗﺼﺒﺢ … ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ :‏( ﺃﻣﺎ ﺇﻧﻪ ﻗﺪ ﺻﺪﻗﻚ، ﻭﻫﻮ ﻛﺬﻭﺏ، ﺫﺍﻙ ﺷﻴﻄﺎﻥ ‏). ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, beliau berkata: “Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam mempercayakanku menjaga harta zakat bulan Ramadhan, lalu ada seseorang yang datang mencuri makanan maka aku menangkapnya dan berkata: “Demi Allah, engkau akan kuadukan kepada Rasulullah”, ia berkata: “Bila engkau hendak berada di atas tempat tidurmu, bacalah ayat Al-kursiy:

ﭐﻟﻠَّﻪُ ﻟَﺎٓ ﺇِﻟَٰﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﻫُﻮَ ﭐﻟۡﺤَﻲُّ ﭐﻟۡﻘَﻴُّﻮﻡُۚ

(Allah yang tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (mahluk-Nya)...dan seterusnya hingga akhir ayat, sesungguhnya jika engkau membacanya maka engkau akan selalu berada di dalam penjagaan Allah, dan setan tidak akan mendekatimu hingga waktu pagi”, maka Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya dia berkata jujur kepadamu dalam hal ini, sedang dia adalah seorang pendusta, itulah setan.” [HR. Al-Bukhari]

Pertahanan Kelima: Membaca dua ayat terakhir surat Al-Baqarah yaitu:

ﺁﻣَﻦَ ﺍﻟﺮَّﺳُﻮﻝُ ﺑِﻤَﺎ ﺃُﻧْﺰِﻝَ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﻣِﻦْ ﺭَﺑِّﻪِ ﻭَﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ ﻛُﻞٌّ ﺁﻣَﻦَ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِﻭَﻣَﻠَﺎﺋِﻜَﺘِﻪِ ﻭَﻛُﺘُﺒِﻪِ ﻭَﺭُﺳُﻠِﻪِ ﻟَﺎ ﻧُﻔَﺮِّﻕُ ﺑَﻴْﻦَ ﺃَﺣَﺪٍ ﻣِﻦْ ﺭُﺳُﻠِﻪِ ﻭَﻗَﺎﻟُﻮﺍﺳَﻤِﻌْﻨَﺎ ﻭَﺃَﻃَﻌْﻨَﺎ ﻏُﻔْﺮَﺍﻧَﻚَ ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﻭَﺇِﻟَﻴْﻚَ ﺍﻟْﻤَﺼِﻴﺮُ ‏( 285 ‏) ﻟَﺎ ﻳُﻜَﻠِّﻒُ ﺍﻟﻠَّﻪُﻧَﻔْﺴًﺎ ﺇِﻟَّﺎ ﻭُﺳْﻌَﻬَﺎ ﻟَﻬَﺎ ﻣَﺎ ﻛَﺴَﺒَﺖْ ﻭَﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ﻣَﺎ ﺍﻛْﺘَﺴَﺒَﺖْ ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﻟَﺎ ﺗُﺆَﺍﺧِﺬْﻧَﺎﺇِﻥْ ﻧَﺴِﻴﻨَﺎ ﺃَﻭْ ﺃَﺧْﻄَﺄْﻧَﺎ ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺤْﻤِﻞْ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ ﺇِﺻْﺮًﺍ ﻛَﻤَﺎ ﺣَﻤَﻠْﺘَﻪُ ﻋَﻠَﻰﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻣِﻦْ ﻗَﺒْﻠِﻨَﺎ ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﻭَﻟَﺎ ﺗُﺤَﻤِّﻠْﻨَﺎ ﻣَﺎ ﻟَﺎ ﻃَﺎﻗَﺔَ ﻟَﻨَﺎ ﺑِﻪِ ﻭَﺍﻋْﻒُ ﻋَﻨَّﺎﻭَﺍﻏْﻔِﺮْ ﻟَﻨَﺎ ﻭَﺍﺭْﺣَﻤْﻨَﺎ ﺃَﻧْﺖَ ﻣَﻮْﻟَﺎﻧَﺎ ﻓَﺎﻧْﺼُﺮْﻧَﺎ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻘَﻮْﻡِ ﺍﻟْﻜَﺎﻓِﺮِﻳﻦَ‏( 286 )

aamanar-rosuulu bimaaa unzila ilaihi mir robbihii wal-mu`minuun, kullun aamana billaahi wa malaaa`ikatihii wa kutubihii wa rusulih, laa nufarriqu baina ahadim mir rusulih, wa qooluu sami’naa wa atho’naa ghufroonaka robbanaa wa ilaikal-mashiir

laa yukallifullohu nafsan illaa wus’ahaa, lahaa maa kasabat wa ‘alaihaa maktasabat, robbanaa laa tu`aakhiznaaa in nasiinaaa au akhtho`naa, robbanaa wa laa tahmil ‘alainaaa ishrong kamaa hamaltahuu ‘alallaziina ming qoblinaa, robbanaa wa laa tuhammilnaa maa laa thooqota lanaa bih, wa’fu ‘annaa, waghfir lanaa, war-hamnaa, anta maulaanaa fanshurnaa ‘alal-qoumil-kaafiriin

Rasul telah beriman kepada Al Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Rabbnya, demikian pula orang-orangbyang beriman. Semuanya beriman kepada Allah,nmalaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul- rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat”. (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Rabb kami dan kepada Engkaulahtempat kembali”.

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuaidengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo`a): “Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Rabb kami, janganlah

Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang.yang sebelum kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami.memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan.rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.” [Al-Baqoroh: 285-286]

Berdasarkan hadits:

ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻣﺴﻌﻮﺩ ﺍﻟﺒﺪﺭﻱ ﻗﺎﻝ : ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪﻭﺳﻠﻢ : ‏( ﻣﻦ ﻗﺮﺃ ﺑﺎﻵﻳﺘﻴﻦ ﻣﻦ ﺁﺧﺮ ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻟﺒﻘﺮﺓ ﻓﻲ ﻟﻴﻠﺔ ﻛﻔﺘﺎﻩ ‏)ﻣُﺘَّﻔَﻖٌ ﻋَﻠَﻴﻪِ

Dari Abu Mas’ud Al-Badri radhiyallahu’anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang membaca dua ayat terakhir surat Al- Baqarah di suatu malam, maka itu mencukupinya.” [Muttafaq ’alaih]

(Lanjut ke hal…2)

Iklan