Kriteria Pakaian Seorang Wanita Muslimah Sesuai Syariat & Alasan yang Belum MenutupAurat & Belum Mau Berhijab Yaitu Belum Mampu (Kesombongan) Dan Masih Berproses

Alhamdulillah…

Hijab Wanita Muslimah( (perintah dan syarat-syarat Jilbab, hukum cadar) , Ustadz Syuhada Al-Iskandar

Samudera Hikmah Di balik Jilbab Muslimah”Oleh Ustadz Abu Khaleed Resa Gunarsa.Lc

Pakaian Wanita Muslimah Sesuai Syari’at- Al Ustadz Muhammad Afifuddin as Sidawy 

Hijabku Bukti Imanku (Ahmad Zainuddin, Lc)

Hukum-Hukum Khusus Pakaian dan Hijab Wanita (Ahmad Zainuddin, Lc)

Hijabku Tanda Keimananku (Ahmad Zainuddin, Lc) 

Pakaian Wanita Muslimah (Ahmad Zainuddin, Lc)

Kitab Al-Kabair (Dosa Besar Sombong) Oleh Syaikh Abdur Razzaq Al-Badr Penerjemah Ustadz Firanda Andirja

Hijab pakaian muslimah dalam shalat – Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah

Nasihat untuk Wanita Muslimah – Oleh: Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan 

Tuntunan Praktis Wudhu Muslimah Sesuai Sunnah – Ukhti Ummu Ziyad dan telah.dimuroja’ah oleh Al-Ustadz Aris Munandar [Disertai gambar] 

Wanita Muslimah Berdandan dan Bersolek Menurut Bimbingan Islam – Muhammad bin Shalih Al Utsaimin 

Nama eBook: Kecantikan Wanita Antara Anugerah dan Fitnah Penulis: Ustadz Abu Aniisah Syahrul Fatwa bin Lukman 

Nama eBook: Bolehkah Wanita Melepas Busana Selain di Rumahnya Penulis: Ustadz Abu Aniisah Syahrul Fatwa bin Lukman 

Nama eBook: Baju dan Jilbab.Hitam, Haruskah? Penulis: Ustadz Abu Ibrohim Muhammad Ali


Kajian Islam Muslimah: Pakaian Wanita Muslimah – Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc

Kajian Muslimah: Nasehat Bagi Para Wanita – Ustadz Firanda Andirja

Konsultasi Syariah: Fenomena Selfie Muslimah – Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, MA.

Mutiara Hikmah: Perempuan Adalah Aurat – Ustadz Abdullah Taslim, Lc, MA.

Menjadi Muslimah yang Cerdas -Ustadz Abdullah Taslim

________

Tidak boleh bagi seorang wanita muslimah melepas jilbab dan pakaian yang sesuai dengan syariat Allāh, karena itu artinya ia melanggar, menentang dan memaksiati Allāh.

Allāh berfirman :

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ ۗ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allāh dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allāh dan Rasul-Nya, maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” (QS Al-Ahzab : 36)

Adapun kriteria pakaian seorang wanita muslimah yang sesuai dengan ketentuan syariat adalah :

a). Menutup seluruh anggota badan kecuali yang diperkecualikan.

Imam Al-Albani menyatakan ketika menjelaskan makna ayat Al-Ahzab 59 di atas :

ففي الآية الأولى التصريح بوجوب ستر الزينة كلها وعدم إظهار شيء منها أمام الأجانب إلا ما ظهر بغير قصد منهن فلا يؤاخذن عليه إذا بادرن إلى ستره .

Dalam ayat pertama tadi ada ketegasan akan wajibnya menuntup perhiasan seluruhnya dan tidak boleh menampakkannya di hadapan lelaki asing (yang bukan maram) kecuali yang biasa tampak darinya dengan tanpa kesengajaan. Pada kasus ini para wanita ini tidak mendapatkan dosa jika mereka bersegera menutupinya.”. (Jilbab Mar’ah Muslimah : 39).

b). Pakaian dan jilbab yang dikenakan tidak berupa hiasan.

Allah ta’ala berfirman :

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ

Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu.” (QS Al-Ahzab : 33).

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ثلاثة لا تسأل عنهم: رجل فارق الجماعة وعصى إمامه ومات عاصيا، وأمة أو عبد أبق فمات، وامرأة غاب عنها زوجها قد كفاها مؤونة الدنيا فتبرجت بعده

Ada tiga golongan manusia yang kalian jangan bertanya tentang mereka ; Lelaki yang memberontak kepada jamaah dan memaksiati penguasanya dan ia mati dalam kondisi tersebut. Budak wanita atau budak yang minggat lalu mati, serta istri yang ditinggal suaminya dan dicukupi kebutuhannya lalu ia keluar rumah dengan bersolek.” (HR Hakim : 1/119, Ahmad : 6/19).

c). Tidak tembus pandang

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

سيكون في آخر أمتي نساء كاسيات عاريات على رؤوسهن كأسنمة البخت العنوهن فإنهن ملعونات

Akan ada sekelompok orang dari umatku para wanita yang berpakaian tetapi telanjang kepala mereka seperti punuk-punuk onta, laknatlah mereka karena mereka kaum yang terlaknat.” (HR Ahmad : 2/223, Ibnu Hibban : 13/64).

d). Longgar dan tidak sempit

Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma berkata :

كساني رسول الله صلى الله عليه وسلم قبطية كثيفة مما أهداها له دحية الكلبي فكسوتها امرأتي فقال : ما لك لم تلبس القبطية ؟ قلت : كسوتها امرأتي ، فقال : مرها فلتجعل تحتها غلالة ، فإني أخاف أن تصف حجم عظامها

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam memakaikanku kain Qibtiyyah yang tebal yang dihadiahkan kepada beliau oleh Dhihyah Al-Kalbi. Aku lantas memberikannya kepada istriku

Nabi bertanya : Kenapa engkau tidak memakainya ?

Aku menjawab : Aku memberikannya kepada istriku.

Beliau berkata : Perintahkan kepada istrimu agar menambahkan bagian bawahnya aku khawatir kain itu membentuk tulang-tulangnya.” (HR Dhiya’ Al-Maqdisi dalam Al-Ahadits Al-Mukhtarah : 1/441).

e). Tidak diberi wewangian/parfum

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

أيما امرأة استعطرت فمرت على قوم ليجدوا من ريحها فهي زانية

Wanita mana saja yang keluar dengan memakai wewangian lalu ia lewat di hadapan suatu kaum hingga mereka mencium bau wanginya maka wanita ini adalah seorang pezina.”(HR Nasa’i dishahihkan oleh Al-Albani di dalam Shahih Sunan An-Nasa’i : 5141).

f). Tidak menyerupai pakaian lelaki

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لعن النبي صلى الله عليه وسلم المخنثين من الرجال والمترجلات من النساء

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam melaknat para lelaki yang kewanita-wanitaan (banci) dan para wanita yang kelelaki-lelakian (tomboy).” (HR. al-Bukhari : 5886).

g). Tidak menyerupai pakaian orang-orang kafir

h). Bukan pakaian syuhrah/pakaian ketenaran

Wallahu A’lam

Wabillahit Taufiq

Dijawab dengan ringkas oleh :

Ustadz Abul Aswad Al Bayati حفظه الله

_____ (lanjut ke halaman 2)