Apakah Organisasi Itu Hizbiyyah? Hati-Hati Menuduh Hizbiy karena Perkara Organisasi (Bantahan Tuduhan Para Doktor Yang Bergabung Dalam Sebuah Organisasi Adalah Hizbiyyah)

Alhamdulillah

Beda Salafiyyah Dengan Hizbiyyah-Sesi 1 (Ustadz Abu Ammar Al Ghoyami dan Ustadz Arif Fathul Ulum, Lc)

Beda Salafiyyah Dengan Hizbiyyah -sesi 2

Beda Dakwah Ahlussunnah dan Hizbiyyin – Ustadz Muhammad Umar as Sewed

Bahaya Hizbiyyah & Rambu-rambu Bermu’amalah Dengan Hizbiyyah- Ustadz Qomar Su’aidi

Sesi 2(Tnya Jawab) 

Apa Itu Hizbi?- Ustadz Abdullah Taslim

Ustadz Badrussalam-Hizbiyyah Gaya Baru

Ustadz Ali Musri-Perbedaan Antara Ittiba, Taklid Dan Ta’ashub,Sesi 1

Perbedaan Antara Ittiba, Taklid Dan Ta’ashub,Sesi 2

Ustadz Abdul Mu’thi Al Maidani / Bahaya Fanatisme Golongan sesi 1 


Bahaya Fanatisme Golongan Sesi 2


Dakwah Ini Tidak Butuh Kepada Hizbiyyah..! – #AlFawaaidNet

Kelompok Hizbiyyah

APA ITU HIZBI ? – Ustadz DR Syafiq Riza Basalamah MA

Apa Benar Perhimpunan Al Irsyad Hizbiyyah?? -Ustadz Firanda Andirja,MA.

Kajian Umum : Belenggu-belenggu Hizbiyah – Ustadz Abu Ihsan

Bincang Santai: Apa itu Hizbi? – Ustadz Abdullah Taslim, MA.

____________

APAKAH SEMUA ORGANISASI ITU HIZBIYYAH ?

Akhir-akhir di beranda penulis penuh dengan postingan yang menyerang secara membabi buta para doktor yang bergabung dalam sebuah organisasi adalah hizbiyyah. Sebelum membahas lebih jauh, penulis akan membahas tentang definisi hizbiyyah menurut para ulama.

Hizbiyyah adalah fanatik kepada sebuah pemikiran tertentu yang bertentangan dengan Kitābullâh dan sunnah rasul serta melakukan loyalitas dan permusuhan atas dasar itu.

Kalau seseorang itu anggota atau simpatisan jamaahnya, kelompoknya atau seorganisasi, maka diterapkan sikap loyalitas kasih sayang kepadanya. Kalau sakit dikunjungi, kalau kesusahan dibantu, kalau belum dapat jodoh dicarikan, kalau hari raya qurban dapat bagian daging, kalau ketemu dijalan ucapkan salam dan lain sebagainya.

Sebaliknya kalau bukan jamaah atau simpatisannya atau keluar dari jamaahnya diterapkan Baro’, berlepas diri dan sikap permusuhan. Kalau sakit tidak dikunjungi, kalau kesusahan tidak dibantu, daging kurban tidak dapat bagian, tidak ucapkan salam kalau ketemu dan lain sebagainya.

Berkata As-Syaikh Rabi bin Hadi Hafidzahullah :

ﻛﻞ ﻣﻦ ﺧﺎﻟﻒ ﻣﻨﻬﺞ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﻭﺳﻨﺘﻪ ﻓﻬﻮ ﻣﻦ ﺃﺣﺰﺍﺏ ﺍﻟﻀﻼﻝ،ﻭﺍﻟﺤﺰﺑﻴﺔ ﻟﻴﺲ ﻟﻬﺎ ﺷﺮﻭﻁ، ﺍﻟﻠﻪ ﺳﻤﻰ ﺍﻷﻣﻢ ﺍﻟﻤﺎﺿﻴﺔ ﺃﺣﺰﺍﺑﺎ،ﻭﺳﻤﻰ ﻗﺮﻳﺸﺎ ﻟﻤﺎ ﺗﺠﻤﻌﻮﺍ ﻭﺍﻧﻀﻢ ﺇﻟﻴﻬﻢ ﻣﻦ ‏[ ﺍﻟﻔﺮﻕ ‏] ﺃﺣﺰﺍﺑﺎ، ﻣﺎﻋﻨﺪﻫﻢ ﺗﻨﻈﻴﻢ ﻭﻻ ﻋﻨﺪﻫﻢ ﺷﻲﺀ، ﻓﻠﻴﺲ ﻣﻦ ﺷﺮﻁ ﺍﻟﺤﺰﺏ ﺃﻥﻳﻜﻮﻥ ﻣﻨﻈﻢ، ﻓﺈﺫﺍ ﻧﻈﻢ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺤﺰﺏ ﺯﺍﺩ ﺳﻮﺀ، ﻓﺎﻟﺘﻌﺼﺐ ﻟﻔﻜﺮﻣﻌﻴﻦ ﻳﺨﺎﻟﻒ ﻛﺘﺎﺏ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺳﻨﺔ ﺍﻟﺮﺳﻮﻝ ﻭﺍﻟﻤﻮﺍﻻﺓ ﻭﺍﻟﻤﻌﺎﺩﺍﺕﻋﻠﻴﻪ ﻫﺬﺍ ﺗﺤﺰﺏ، ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺘﺤﺰﺏ ﻭﻟﻮ ﻟﻢ ﻳﻨﻈﻢ ، ﺗﺒﻨﻰ ﻓﻜﺮﺍﻣﻨﺤﺮﻓﺎ ﻭﺟﻤﻊ ﻋﻠﻴﻪ ﺃﻧﺎﺳﺎ ﻫﺬﺍ ﺣﺰﺏ ﺳﻮﺍﺀ ﻧﻈﻤﻪ ﺃﻭ ﻟﻢ ﻳﻨﻈﻤﻪ،ﻣﺎ ﺩﺍﻡ ‏[ ﻳﺠﺘﻤﻌﻮﻥ ‏] ﻟﻮﺍﺣﺪ ﻳﺨﺎﻟﻒ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﻭﺍﻟﺴﻨﺔ ﻫﺬﺍ ﺣﺰﺏ ،

Setiap orang yang menyelisihi manhaj Nabi dan sunnahnya maka dia termasuk dari kelompok-kelompok yang sesat, dan hizbiyyah tidak ada persyaratan baginya, Allah telah menamakan umat-umat terdahulu (dengan sebutan) ahzāb (kelompok-kelompok), dan menamakan kaum Quraish ketika mereka berkumpul dan bergabung kepada mereka dari beberapa golongan sebagai ahzāb, (padahal) tidak ada pada mereka tanzhīm (struktur organisasi) dan tidak ada pada mereka sesuatu pun, maka bukan merupakan syarat sebagai hizbi harus terorganisir, sehingga apabila hizb (kelompok) ini membuat struktur organisasi maka semakin bertambah jelek, Maka fanatik kepada sebuah pemikiran tertentu yang bertentangan dengan Kitābullâh dan sunnah rasul serta melakukan loyalitas dan permusuhan atas dasar itu; inilah yang dinamakan tahazzub (berperilaku hizbiyyah), inilah tahazzub sekalipun tidak terorganisir, Membangun sebuah pemikiran menyimpang dan mengumpulkan sekelompok orang di atasnya maka inilah hizbiyyah, sama saja apakah dia mengorganisir ataupun tidak mengorganisir, selama mereka berkumpul kepada satu orang yang menyimpang dari Al-Kitāb dan As-Sunnah maka ini hizbiyyah,Kaset: Råf’u As-Sitār, Syaikh Råbī’ bin Hādī Al-Madkhålī.

http://www.rabee.net/ar/questions.php?cat=31&id=662

Dan berkata As-Syaikh Rabi bin Hadi Hafidzahullah : “Hal ini menunjukkan kepada fanatisme terhadap gagasan tertentu yang menentang Al-Quran dan Sunnah, menampakkan kesetiaan dan permusuhan diatas gagasan itu, hal ini adalah hizbiyyah, walaupun dia tidak termasuk kedalam suatu organisasi. Tapi dia memiliki pemahaman menyimpang di dalam dirinya, dan.mengumpulkan orang-orang dengan gagasan itu maka ini adalah termasuk berhizb. (Definisi ini) tidak ada bedanya baik ia masuk di sebuah organisasi ataupun tidak …” (Rekaman ceramah “Kasyfu as sitaar).

Berkata Syekh Muqbil bin Hadi al-wadi’i rahimahullah : “Hal ini dikenal dengan loyalitas sempit. Siapapun yang bersama mereka akan dihormati, dan mengajak orang-orang untuk mengikuti dan untuk mengelilingi orang yang bersama mereka tersebut, sedangkan siapa saja yang tidak bersama mereka maka dianggap sebagai musuh.” (Kitab Tuhfatul Mujeeb).

Berkata Asy-Syaikh Doktor Shalih bin Fauzan bin Abdillah Al-Fauzan Hafizhahullah:

Hizbi adalah mereka yang bersama golongan yang menyelisihi manhaj yang benar (manhaj kitab dan sunnah).

Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu)menjadikan agama mereka terpecah-belah menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing- masing).” (QS. Al-Mu’minun : 53)

Mereka menjadikan agama mereka terpecah-belah ketika meninggalkan kitabullah dan sunnah Rosul-Nya. Dan mereka mengambil jalan dan manhaj-manhaj dan golongan-golongan yang menyelisihi. Maka mereka itulah orang-orang yang tercela.” (Al-Ijabatul Fashilat:31).

Melihat perkataan ulama diatas, hidup berorganisasi, berkelompok atau berjamaah untuk tolong menolong dalam kebaikan berdasarkan alquran dan as sunnah dan tidak fanatik terhadap kelompok serta wala dan baro’nya tidak dibangun diatas kelompok maka itu perkara yang boleh-boleh saja.

Berkata Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah :

ﻭﺍﻟﺠﻤﻌﻴﺎﺕ ﺇﺫﺍ ﻛﺜﺮﺕ ﻓﻲ ﺃﻱ ﺑﻠﺪ ﺇﺳﻼﻣﻲ ﻣﻦ ﺃﺟﻞ ﺍﻟﺨﻴﺮﻭﺍﻟﻤﺴﺎﻋﺪﺍﺕ ﻭﺍﻟﺘﻌﺎﻭﻥ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺒﺮ ﻭﺍﻟﺘﻘﻮﻯ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﺩﻭﻥﺃﻥ ﺗﺨﺘﻠﻒ ﺃﻫﻮﺍﺀ ﺃﺻﺤﺎﺑﻬﺎ ﻓﻬﻲ ﺧﻴﺮ ﻭﺑﺮﻛﺔ ﻭﻓﻮﺍﺋﺪﻫﺎ ﻋﻈﻴﻤﺔ ،ﺃﻣﺎ ﺇﻥ ﻛﺎﻧﺖ ﻛﻞ ﻭﺍﺣﺪﺓ ﺗﻀﻠﻞ ﺍﻷﺧﺮﻯ ﻭﺗﻨﻘﺪ ﺃﻋﻤﺎﻟﻬﺎ ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻀﺮﺭﺑﻬﺎ ﺣﻴﻨﺌﺬ ﻋﻈﻴﻢ ﻭﺍﻟﻌﻮﺍﻗﺐ ﻭﺧﻴﻤﺔ .

organisasi jika memang sudah banyak tersebar di berbagai negeri Islam dan dibangun dalam rangka memberi bantuan dan dalam rangka saling tolong- menolong dalam kebaikan dan taqwa antar sesama muslim, tanpa diselipi dengan hawa nafsu, maka ini sebuah kebaikan dan keberkahan. Dan manfa’atnya sangat besar. Adapun jika antar organisasi menyesatkan organisasi yang lain dan saling mencelaaktifitas organisasi lain, maka ini bahayanya besar dan fatal akibatnya” (Majmu’ Fatawa Mutanawwi’ah5/202-204).

Berkata Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani :

« ﺃﻱُّ ﺟﻤﻌﻴﺔٍ ﺗُﻘﺎﻡ ﻋﻠﻰ ﺃﺳﺎﺱٍ ﻣﻦ ﺍﻹﺳﻼﻡِ ﺍﻟﺼﺤﻴﺢِ، ﺍﻟﻤﺴﺘﻨﺒﻄﺔِﺃﺣﻜﺎﻣُﻬﺎ ﻣﻦ ﻛﺘﺎﺏ ﺍﻟﻠﻪ، ﻭﻣﻦ ﺳﻨﺔ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ، ﻭﻣﻤﺎ ﻛﺎﻥ ﻋﻠﻴﻪﺳﻠﻔﻨﺎ ﺍﻟﺼﺎﻟﺢ، ﻓﺄﻱُّ ﺟﻤﻌﻴﺔٍ ﺗَﻘﻮﻡ ﻋﻠﻰ ﻫﺬﺍ ﺍﻷﺳﺎﺱ؛ ﻓﻼ ﻣﺠﺎﻝﻹﻧﻜﺎﺭﻫﺎ ﻭﺍﺗﻬﺎﻣﻬﺎ ﺑﺎﻟﺤﺰﺑﻴﺔ؛ ﻷﻥ ﺫﻟﻚ ﻛﻠَﻪ ﻳﺪﺧﻞ ﻓﻲ ﻋﻤﻮﻡ ﻗﻮﻟﻪﺗﻌﺎﻟﻰ : ﴿ ﻭﺗﻌﺎﻭﻧﻮﺍ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺒﺮ ﻭﺍﻟﺘﻘﻮﻯ ﴾، ﻭﺍﻟﺘﻌﺎﻭﻥُ ﺃﻣﺮٌ ﻣﻘﺼﻮﺩﺷﺮﻋﺎً، ﻭﻗﺪ ﺗﺨﺘﻠﻒ ﻭﺳﺎﺋﻠﻪ ﻣﻦ ﺯﻣﻦ ﺇﻟﻰ ﺯﻣﻦ، ﻭﻣﻦ ﻣﻜﺎﻥ ﺇﻟﻰﻣﻜﺎﻥ، ﻭﻣﻦ ﺑﻠﺪﺓ ﺇﻟﻰ ﺃﺧﺮﻯ، ﻭﻟﺬﻟﻚ ﻓﺎﺗﻬﺎﻡُ ﺟﻤﻌﻴﺔٍ ﺗﻘﻮﻡ ﻋﻠﻰ ﻫﺬﺍ ﺍﻷﺳﺎﺱِ ﺑﺎﻟﺤﺰﺑﻴﺔِ ﺃﻭ ﺑﺎﻟﺒﺪﻋﻴﺔ؛ ﻓﻬﺬﺍ ﻻ ﻣﺠﺎﻝ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻘﻮﻝ ﺑﻪ؛ﻷﻧﻪ ﻳﺨﺎﻟﻒ ﻣﺎ ﻫﻮ ﻣﻘﺮﺭ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﻣﻦ ﺍﻟﺘﻔﺮﻳﻖ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﺒﺪﻋﺔﺍﻟﻤﻮﺻﻮﻓﺔ – ﺑﻌﺎﻣﺔٍ – ﺑﺎﻟﻀﻼﻟﺔ، ﻭﺑﻴﻦ ﺍﻟﺴﻨﺔِ ﺍﻟﺤﺴﻨﺔ.؟

Organisasi apapun yang dibangun dengan asas Islam yang shahih, yang hukum-hukumnya diambil dari Kitabullah dan sunnah Rasulullah sesuai dengan apa yang dipahami salafus shalih, maka organisasi apapun yang dibangun dengan asas ini tidak ada alasan untuk mengingkarinya. Dan tidak ada alasan untuk menuduhnya dengan hizbiyyah. Karena ini semua termasuk dalam firman Allah Ta’ala : “Tolong-menolonglah dalam kebaikan dan taqwa“. Dan saling tolong- menolong itu adalah tujuan yang syar’i. Dan organisasi ini telah berbeda-beda sarananya dari zaman ke zaman dan dari satu tempat ke tempat lain, dari satu negara ke negara lain. Oleh karena itu menuduh organisasi yang memiliki asas demikian dengan tuduhan hizbiyyah atau bid’ah adalah hal yang tidak ada alasan untuk mengatakannya. Karena ini menyelisihi apa yang dinyatakan oleh para ulama dalam membedakan antara bid’ah yang disifati sesat dengan sunnah hasanah” (Silsilah Huda Wan Nuur, no.590)

Berkata Syaikh Abul Hasan Al Ma’ribi :

Disyariatkannya organisasi, yayasan, atau perkumpulan sosial adalah perkara yang tidak diingkari oleh siapapun. Selama aktifitas organisasi tersebut dalam rangka menolong, membela dan mendukung al haq. Dengan syarat, anggotanya bebas dari sifat tahazzub (fanatik kelompok) yang tercela, dan dari finah harta, dan hal-hal yang memperburuk dakwah di setiap tempat. Adapun jika aktifitas organisasi ini hanya untuk pencitra’an, padahal di balik itu ada perkata’an-perkata’an menyimpang seperti mencela para ulama bahwa mereka murji’ah atau jahmiyah atau mengatakan bahwa mereka itu bodoh terhadap realita umat, atau organisasitersebut menggiring umat kepada fitnah terhadap penguasa, lalu mulailah fitnah takfir dan berakhir dengan pembunuhan, penghalalan darah dan pengeboman, atau.organisasi yang memerintahkan anggotanya untuk berbaiat sehingga memecah belah kaum muslimin, makaorganisasi yang demikian ini semua bukanlah aktifitas dari organisasi yang baik. Dan tidak selayaknya para donatur menyalurkan dana-dana mereka pada organisasi-organisasi yang demikian” (Siraajul Wahhaj Bi Shahihil Minhaj, 99).

Mudah-mudahan tulisan singkat ini menjadi perimbangan bagi orang yang membabi buta menghukumi sebuah organisasi itu hizbiyyah.

Abu Fadhel Majalengka

,***’

(Lanjut ke halaman 2)