Semua Hal Yang Anda Upload, Update Status,Dan Komentar Di Sosmed Akan Di Hisab

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

Ustadz Syafiq Basalamah-GadjetMu

Rambu Rambu Dalam Bermedia Sosial – Ustadz Muhammad Afifuddin

Mewaspadai Dampak Negatif Media Sosial – Ustadz Muhammad Afifuddin

Ustadz Syafiq Basalamah- Hidup Di Zaman Sosial Media

Adab dan Hukum di Sosial Media (Muhammad Nuzul Dzikri, Lc)

Adab dan Etika di Media Sosial (Muhammad Nuzul Dzikri, Lc)

Ustadz Syafiq Basalamah- Hidup Di Zaman Sosial Media

Social Media – Ustadz DR Syafiq Riza Basalamah MA

Konsultasi Syariah: Hukum Masuk Grup Media Sosial – Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, MA

———

Orang mempunyai akal sehat pasti bisa berfikir Dua kali seraya berkata, ” Apakah Yang Aku Upload dan apa yang aku komentari apakah bermanfaat?

Sungguh Rugi Jika seseorang itu berkomentar yang keji dan memaki atau menfitnah lalu di sebar luaskan, ingat saudaraku itu semua akan dipertanggung jawabkan di akhirat kelak.

Kalau uploadan kita baik maka pahala pun akan kita dapati sampai hari kiamat

Namun jika uploadan kita buruk, bernada fitnah atau berkomentar yang Buruk, maka dosa pun akan didapatinya sampai hari kiamat

Semua perbuatan dan perkataan akan dimintai pertanggung jawabannya kelak di akhirat dan komentar adalah sama dengan ucapan, dan setiap ucapan akan dicatat oleh para malaikat pengintai yaitu Raqib dan ‘Atid, yang kemudian akan dimintai pertanggung jawaban di hari kiamat

Rasulullah shallallahu’alaihi wassalam bersabda : ” Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya ” (HR. Muslim).

Barangsiapa yang memberi petunjuk pada kejelekan, maka ia akan mendapatkan dosa dari perbuatan jelek tersebut dan juga dosa dari orang yang mengamalkannya setelah itu tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun juga .” ( HR. Muslim )

Jadi Nabi menegaskan bahwa kita menyebar atau berkomentar yang Tidak sopan atau berkata kasar Maka akan di pertanggung jawabkan kelak di akhirat.

Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan.begitu saja (tanpa pertanggung jawaban) ( Qs.Al.Qiyamah : 36 )

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.( Qs.Al Isra : 36 )

” (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.( Qs.Qaf : 17 )

Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. ( Qs. Qaf:18 )

Hendaknya kita berhati-hati dalam berucap dan berbuat, karena semua pasti akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah Ta’ala di akhirat.

Semoga bermanfaat…

Di Tulis Oleh : Ustadz Nuzul Dzikri, Lc

Artikel Ini Di Posting oleh Website Seindah Sunnah

KATA-KATAMU ADALAH KUALITAS DIRIMU

Sahabat yang di rahmati Allah, apa yang kita ucapkan, kita tulis di status-status, juga komentar-komentar kita di Facebook, Twitter, Whatsapp, Instagram, Dan Aplikasi Sosial Media semua itu secara tidak langsung mencerminkan kualitas diri kita.

Semua orang tentu ingin menjaga harga diri dan kehormatannya, kita akan marah ketika orang lain merendahkan kehormatan kita.

Tapi sering kita lihat, banyak dari mereka yang aktif di dunia Mabok (Maya & Facebook) justru menelanjangi diri mereka sendiri dengan status-status atau komentar-komentarnya yang rendah, dan jelek yng menunjukan pribadi yng kurang pendidikan atau terlahir dari keluarga berantakan.

Sebelum kita menulis di status atau membuat komentar, mestinya kita pikirkan, apakah bermanfa’at buat orang lain atau minimal untuk kita sendiri. Jangan sampai malah menghinakan, merendahkan dan merugikan diri kita sendiri.

Seorang Muslim yang percaya akan adanya hari akhirat dan hari perhitungan, harusnya kita ingat bahwa, apa yang kita lakukan akan di mintai tanggung jawabnya di yaumul hisab kelak.

Allah Ta’ala berfirman :

ﻣَّﺎ ﻳَﻠْﻔِﻆُ ﻣِﻦ ﻗَﻮْﻝٍ ﺇِﻟَّﺎ ﻟَﺪَﻳْﻪِ ﺭَﻗِﻴﺐٌ ﻋَﺘِﻴﺪٌ

Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir”.(QS. Qaf, 18).

Allah ta’ala berfirman :

ﻭَﻛُﻞُّ ﺻَﻐِﻴﺮٍ ﻭَﻛَﺒِﻴﺮٍ ﻣُﺴْﺘَﻄَﺮٌ ﻭَﻛُﻞُّ ﺷَﻲْﺀٍ ﻓَﻌَﻠُﻮﻩُ ﻓِﻲ ﺍﻟﺰُّﺑُﺮِ

Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan. Dan segala urusan yang kecil maupun yang besar adalah tertulis”. (QS. Al Qamar:53-54).

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﻌَﺒْﺪَ ﻟَﻴَﺘَﻜَﻠَّﻢُ ﺑِﺎﻟْﻜَﻠِﻤَﺔِ ﻣَﺎ ﻳَﺘَﺒَﻴَّﻦُ ﻣَﺎ ﻓِﻴْﻬَﺎ ﻳَﻬْﻮِﻯ ﺑِﻬَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِﺃَﺑْﻌَﺪﺎَﻣَ ﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟْﻤَﺴْﺮِﻕِ ﻭَﺍﻟْﻤَﻐْﺮِﺏِ

Sesungguhnya seorang hamba yang mengucapkan suatu perkataan yang tidak dipikirkan apa dampak-dampaknya akan membuatnya terjerumus ke dalam neraka yang dalamnya lebih jauh dari jarak timur dengan barat”. (Shahih Bukhori, no. 6477).

Kita tentu tidak ingin buku catatan kita di penuhi catatan buruk akibat menganggap enteng kejelekan yang kita lakukan.

Yakinlah, apapun yang kita tulis, akan ditanya dan kita pun harus mempertanggung jawabkannya.

Ketika aku menulis . .

Aku yakin bahwa tanganku akan binasa . .

Sedang tulisanku kekal . .

Dan aku tahu bahwa Allah pasti akan menanyaiku . .

Aduhai, apakah nanti jawabnya . .

Semoga bermanfaat.

Oleh: Agus Santosa Sumatri

Ketika Menghadapi Ahlul Ahwa wa Bid’ah Di Sosmed

Hanyalah orang bodoh dan sesat menyesatkan yang berpendapat dan berfatwa dengan akal logikanya, dan termasuk menggunakan akal logika yang menggabungkan-gabungkan dalil atau dikenal dengan Istilah “DALIL MARTABAK” sehingga membuat dan menciptakan hal yang baru dalam agama / syari’at yang tidak pernah ada contohnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Para Sahabat radhiyallahu ‘anhu ajma’in.

Jauhilah mereka karena mereka sesat menyesatkan walaupun seindah, sebaik, semulia, sehebat dan sebagus apapun retorikanya.

Imam Barbahari rahimahullah (wafat 329 H) berkata, “Apabila engkau mendengar seseorang menghina, menolak atau menginginkan selain hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan atsar Para Sahabat radhiyallahu ‘anhu ajma’in, maka curigai keislamannya. Dan jangan ragu lagi bahwa ia adalah ahli Bid’ah pengikut hawa nafsu.“- Syarh As Sunnah point. 125

Seperti contohnya adalah, Ketika kalian membawakan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa setiap Bid’ah dalam Syari’at adalah sesat lantas mereka menolak dan membatalkan perkataan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sekuat tenaga dan daya upaya dengan perkataan Imam asy-Syafi’i rahimahullah yang mengatakan ada Bid’ah Hasanah tanpa diteliti lagi yang apa dimaksud oleh Imam asy-Syafi’i rahimahullah, maka curigailah keislamannya dan jangan ragu lagi bahwa lawan bicara kalian adalah Ahli Bid’ah tanpa keraguan.

Atau ketika kalian membawakan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai Sifat Istiwa’ Allah di atas Arsy-Nya dengan Kemahamuliaan-Nya Yang Allah sendiri Sifatkan kepada Diri-Nya sendiri, juga Sifat Nuzul (turun) Allah Subhanahu Wa Ta’ala ke langit dunia di sepertiga malam, namun sekuat tenaga dan daya upaya mereka tolak, maka curigailah keislamannya dan jangan ragu lagi bahwa lawan bicara kalian adalah Ahli Bid’ah tanpa keraguan.

Oleh : Atha bin Yussuf

(lanjut ke halaman 2)