Cadar Dalam Pandangan Nahdlatul Ulama&Bijak Dalam Masalah Cadar (Menyikapi Larangan Cadar Di Kampus UIN Sunan Kalijaga )

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
Beberapa Artikel Terkait Larangan Cadar UIN SUKA

*1. https://www.selasar.com/jurnal/42427/Melarang-Cadar-di-Kampus-itu-Inkonstitusional-Prof

2. https://m.detik.com/news/berita/3902096/larangan-cadar-di-kampus-komnas-ham-seharusnya-uin-lebih-bijak

3. https://m.detik.com/news/berita/3901563/ketum-mui-di-islam-boleh-mengapa-uin-larang-mahasiswi-bercadar

4.. https://m.detik.com/news/berita/3902122/komnas-ham-tak-setuju-mahasiswi-bercadar-diminta-mundur-dari-kampus

5. http://metro.co.uk/2016/03/09/muslim-students-niqab-veil-ripped-off-in-attack-at-kings-college-london-5742443/

6. https://kemenag.go.id/berita/read/505299/menag–pengguna-cadar-harus-dihargai

7.. https://m.detik.com/news/jawatengah/3899058/uin-yogya-dibina-tetap-bergeming-mahasiswi-bercadar-diminta-mundur

8. http://hamalatulquran.com/fatwa-ulama-nu-dalam-baths-masail-terkait-cadar.html

Video UIN SUKA latar belakang dan konteks pendataan dan pembinaan mahasiswi bercadar tersebut. download 7Mb

UIN Jogja “Larang” Mahasiswinya Bercadar

Ajaran Madzhab Imam Syafi’i Tentang Cadar, (Ustadz Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja, M.A.)

Jangan Kau Mencela-Mengolok Ajaran Nabimu – Ustadz Mizan Qudsiyah Lc

Kajian Muslimah: Cara Musuh Islam Merusak Wanita Islam – Ustadz Lalu Ahmad Yani, Lc. 

Jangan Kau Benci Ajaran Nabimu – Ustadz Mizan Qudsiyah Lc

Wanita Didalam Islam (Mizan Qudsiyah, Lc) 

Hukum Mengolok olok Allah, RasulNya dan AgamaNya – Ustadz Abu Hafiy Abdullah /

Tinjauan Islam terhadap Radikalisme, Syi’ah dan Liberalisme – Ustadz Muhammad Umar as Sewed

sesi 1

sesi 2

Wahai Muslimah, Jangan Menjadi Sebab Terfitnahnya Para Lelaki – Ustadz Abdurrahman Mubarak

Wahai Muslimah, Hiasilah Dirimu dengan Akhlak Mulia – Ustadz Abdullah al Bughury

Adab Akhlak Wanita Muslimah – Ustadz Abdul Fattah ///

al Iffah Sebab Kemuliaan Seorang Muslimah – Ustadz Muhammad Afifuddin

Jangan Kau Benci Ajaran Nabimu – Ustadz Mizan Qudsiyah Lc

_______

Nama Prof. Yudian Wahyudi, Ph.D belakangan ini menjadi sering disebut berkaitan dengan kebijakan beliau melarang cadar di kampus UIN Sunan Kalijaga (lihat http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/18/03/06/p54mza330-uin-kalijaga-jika-tak-mau-lepas-cadar-silakan-pindah-kampus )

Prof Yudian termasuk peneliti yang fokus kepada tema wahabisme. Di dalam pengantar buku Gerakan Wahabi di Indonesia (terbit 2009), beliau menceritakan bahwa ketika melamar untuk menjadi dosen di Tuft University Massachuset, Amerika Serikat. beliau mempresentasikan karya ilmiyah Beliau yang berjudul “The Waves of Wahhabism in Indonesia” di hadapan dewan penguji. (hlm. iii)

Bahkan untuk buku Gerakan Wahabi di Indonesia, beliau berperan sebagai editor dan juga pemrakarsa penelitian. (hlm. v)

Ada beberapa peneliti yang dilibatkan oleh Prof Yudian dalam riset ini:

1. Agus Moh Najib, M.Ag

2. DR. Hamidah, M.A

3. Mansur, M.Ag

4. Khairul Anam, M.SI

5. Syaifudin Zuhri, M.A

6. Kasinyo Harto

Ada beberapa hal yang menarik yang bisa kita cermati dari penelitian ini, setelah menjelaskan keburukan wahabisme dan bahayanya bagi NKRI maka siapakah yang dimaksud dengan wahabi di Indonesia menurut para penyusun buku ini?

Di antara gerakan neo wahabisme abad 21 adalah FPI (Front Pembela Islam) (hlm. 75)

Muhammadiyah, Persis, LDII termasuk gerakan neo wahabisme karena tidak tahlil, tidak barzanji, dst. (lihat hlm 84 s.d 125)

Gerakan salafi tertata melalui ikhwanul muslimin. Tokoh paling pentingnya adalah Sayyid Qutub yang pemikirannya disebut sebagai salafi modern (hlm. 185)

Gerakan Wahhabi di Indonesia diwakili oleh: Sarekat Islam, Muhammadiyah, Persatuan Islam, dan Al Irsyad. (hlm.234-235)

Pondok Pesantren Al Fatah Temboro (Jamaah Tabligh) adalah pondok wahabi karena mengajarkan cadar bagi wanita dan celana di atas tumit bagi santri laki-laki. [Dibukunya memang tertulis begitu, di atas tumit.Penulisnya mungkin tidak bisa membedakan tumit dan mata kaki]. (hlm. 239)

MTA (Majelis Tafsir Al Quran) di Solo merupakan gerakan salafi/Wahabi. (hlm.313)

Baik… Coba kita rekap nama ormas/gerakan yang dimasukkan sebagai wahhabi yang membahayakan NKRI dalam buku ini:

1. FPI (Front Pembela Islam)

2. Muhammadiyah

3. Persis

4. LDII

5. Ikhwanul muslimin

6. Sarekat Islam

7. Al Irsyad

8. Jamaah Tabligh

9. MTA

Menarik bukan? Jadi siapa yang bukan wahabi dan tidak berbahaya di negeri ini?

1. NU

2. Syiah

3. Sufiyah

3. Orang-Orang Liberal, Munafikun,Komunis, Ahmadiyah,Tradisionalis,dll

Oleh: Wira Mandiri Bachrun

Poin penting yang ingin kami katakan dalam tulisan ini adalah bahwa persoalan hukum memakai cadar bagi wanita ternyata merupakan persoalan khilafiyah. Bahkan dalam madzhab Syafi’i sendiri yang dianut mayoritas orang NU terjadi perbedaan dalam menyikapinya.

Meskipun harus diakui bahwa pendapat yang mu’tamad dalam dalam madzhab Syafi’i adalah bahwa aurat perempuan dalam konteks yang berkaitan dengan pandangan pihak lain (al-ajanib) adalah semua badannya termasuk kedua telapak tangan dan wajah Konsekuensinya adalah ia wajib menutupi kedua telapak tangan dan memakai cadar untuk menutupi wajahnya.

….

http://www.nu.or.id/post/read/67452/hukum-memakai-cadar

Oleh: Nurkholid Ashari

Cadar menurut Depag RI Silahkan teman teman cek terjemah Al Quran Depag RI pada QS Al Ahzab ayat 59. Di bagian catatan kaki ada definisi Jilbab sebagai berikut “Jilbab ialah sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutupi kepala, MUKA dan dada”. Jadi berjilbab menurut Depag RI semestinya itu dengan bercadar.

Oleh: Aris Munandar

Akhwat dilarang bercadar di kampus, Mungkin itu cara Allah menyelamatkannya agar tidak berada di tempat kotor dan rusak

Cadar, Busana Wanita Shalihah

Sekalipun terdapat perselisihan tajam apakah wajah dan.kedua telapak tangan merupakan anggota tubuh yang.dikecualikan ataukah tidak.

Namun para ulama tidak berselisih bahwa. menutupnya merupakan amalan yang lebih utama, karena inilah.contoh yang dipraktekkan oleh sebaik-baik wanita yaitu para wanita sahabat, tabi’in, dan tabi’ tabi’in.

Al-Hafizh Ibnu Hajar mengatakan:

ﻭﻟﻢ ﺗﺰﻝ ﻋﺎﺩﺓ ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ ﻗﺪﻳﻤﺎ ﻭﺣﺪﻳﺜﺎ ﻳﺴﺘﺮﻥ ﻭﺟﻮﻫﻬﻦ ﻋﻦﺍﻷﺟﺎﻧﺐ

Merupakan adat para wanita yang senantiasa berlangsung sejak dahulu hingga sekarang, mereka menutup wajah-wajah mereka dari manusia di luarnmahramnya.” (Fathul Bari, 6/226).

oleh: Abu Ubaidah As Sidawi

Cadar, syari’at yang dilecehkan…

Zaman ini dimana banyak orang-orang bodoh berbicara permasalahan agama tak terkecuali mereka yang pernah mengenyam pendidikan ke perguruan tinggi, hingga meraih gelar titel di depan dan belakang namanya mengatakan menggunakan cadar bisa tersesat dan.membahayakan dirinya.

Tanggapan saya :

Mereka itulah yang sesat dan menyesatkan namun mereka tidak menyadarinya.

Dari Abu Hurairah ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰٰ ﻋﻨﻪ , ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh dengan tipuan. Pada waktu itu, orang yang berdusta akan dibenarkan dan orang yang jujur dianggap berdusta, orang yang berkhianat dianggap amanah dan orang yang amanah dianggap berkhianat, serta Ar-Ruwaibidhah akan berbicara.‘ Para Shahabat bertanya ‘Siapakah Ar-Ruwaibidhah itu?’ Beliau ﷺ menjawab, ‘Orang bodoh (dungu) yang berbicara tentang perkara ummat (orang banyak).'”

(Shahiih, HR. Ahmad, II/291, 338, 7899, 8440, Ibnu Majah, no. 4036, 4042, al-Hakim, IV/465 – 466, 512,dan al-Kharaithi dalam Makarimul Akhlaaq, hal. 30, Silsilah ash-Shahiihah, no. 1887, 2253)

Rasulullah ﷺ bersabda,.”Sesungguhnya Allah tidak mencabut ‘ilmu dari para hamba sekaligus, akan tetapi Dia mencabut ‘ilmu dengan mewafatkan para ‘ulamaa. Sehingga, apabila sudah tidak ada lagi seorang yang ‘alim (berilmu), manusia akan mengangkat para pemimpin yang bodoh, mereka ditanya lalu berfatwa tanpa ‘ilmu, maka mereka sesat dan menyesatkan orang lain.” (Shahiih, HR. Al-Bukhari dalam Shahiih-nya, kitabul ‘Ilmi, bab Kaifa yuqbadhal ‘ilmu, no. 100, dan Muslimn no. 2673 [13])

Dalam riwayat lain disebutkan : “Mereka berfatwa dengan ra’yu (pendapatnya), maka mereka sesat dan menyesatkan.“.(Shahiih, HR. Al-Bukhari, no. 7307)

Tidak akan mungkin terucap dari lisan seorang hamba yang beriman kepada Allah ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭ ﺗﻌﺎﻟﻰٰ dan Rasul- Nya Muhammad ﷺ , menggunakan cadar bisa membuat seorang muslimah tersesat dan membahayakan dirinya sendiri, tidak sekali-kali tidak. Justru seorang muslimah akan terjaga dan terlindungi dari hal-hal yang tidak diinginkan dengan sebab jilbab dan cadar tersebut sebagaimana telah Allah ﻋﺰ ﻭﺟﻞ jelaskan di dalam kitab-Nya yang mulia.

Allah ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭ ﺗﻌﺎﻟﻰٰ berfirman :.”Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin; ‘Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’.Yang demikian itu biar mereka lebih mudah untuk dikenali sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Mahapengampun lagi Mahapenyayang.” (QS. Al-Ahzaab [33] : 59)

Nash al-Qur-an di atas begitu jelas bahwa dengan menggunakan busana muslimah baik jilbab syar’i maupun cadar dapat menghilangkan dari berbagai macam gangguan, lantas bagaimana bisa ada komentar menggunakan cadar dapat menyebabkan seorang muslimah tersesat dan membahayakan dirinya sendiri?!?.Apakah ia lebih mengetahui daripada Allah? sementara Allah ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭ ﺗﻌﺎﻟﻰٰ mengetahui segala sesuatu dari apa-apa yang tidak diketahui hamba-hamba-Nya

Benar para ‘ulamaa berbeda pendapat akan hukum cadar ada yang berpendapat sunnah (disyari’atkan) dan ada pula yang berpendapat wajib, namun mereka (para.’ulamaa) sepakat bahwa itu termasuk perkara yang masyru’ (disyari’atkan) di dalam Islam, bukan justru menjadi olok-olokan di dalam syari’at dengan pendapat yang ganjil (baca : aneh) seperti menggunakan cadar dapat membuat seorang muslimah tersesat, menggunakan cadar dapat membahayakan dirinya dst… wallaahi ini adalah sebuah kedustaan yang besar lagi.diada-adakan.

Allah ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭ ﺗﻌﺎﻟﻰٰ berfirman :

“Katakanlah : ‘Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jikakamu adalah orang yang benar.'” (QS. Al-Baqarah [2] : 111)

Takutlah akan ancaman dan adzab Allah ﻋﺰ ﻭﺟﻞ bagimereka yang melampaui batas di dalam beragama.

Allah ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭ ﺗﻌﺎﻟﻰٰ berfirman :

Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yangdisebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “ini halal danini haram”, untuk mengada-adakan kebohonganterhadap Allah. Sesungguhnya orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung.(Itu adalah) kesenangan yang sedikit; dan bagi merekaadzab yang pedih.”(QS. An-Nahl [16] : 116 – 117)

Allah ﻋﺰ ﻭﺟﻞ berfirman :

Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab: ‘Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau danbermain-main saja.’ Katakanlah : ‘Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?’ Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman.“(QS. At-Taubah [9] : 65 – 66

Semoga Allah ﺗﺒﺎﺭﻙ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰٰ memberikan hidayah dantaufiq.

Oleh: Abu ‘Aisyah Aziz Arief_

Sangatlah hina, rendah dan dangkal pemikiran manusia yang bergelar Professor itu mengatakan cadar diidentikan kepada gerakan dan pemikiran radikal. Kalau dikatakan dan dikaitkan-kaitkan dengan gerakan & pemikiran Radikal maka PKI pun harusnya bercadar bukan ?

Begitu juga Bapak, seharusnya Bapak bercadar juga dong … wong Liberalisme adalah gerakan dan pemahaman Radikal terhadap Islam yang telah.sempurna.

Susah memang kalau Syetan sudah menguasai hati,.telinga dan pikiran manusia.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,.”Dan setan telah menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan (buruk) mereka, sehingga menghalangi mereka dari jalan (Allah), maka mereka tidak mendapat petunjuk,“- QS. An-Naml [27] : 24

BerTobatlah ! Sebelum azab dan siksa-Nya yang begitu keras datang menghampiri anda !

Oleh : Atha Ibnu Yusuf

Pelarangan Cadar Itu Melanggar HAM!

Ada oknum dekan yg melarang muslimah bercadar?! Ketahuilah itu melanggar HAM (Hak Asasi Manusia)! Pasal 22 UU HAM

“(1) Setiap orang bebas memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.

(2) Negara menjamin kemerdekaan setiap orang memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.”

Oleh: Agus Hasan Bashori

TERBUKTI

Rasulullah shallallahualaihiwasallam pernah mengabarkan,

ﻳَﺄْﺗِﻰ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺯَﻣَﺎﻥٌ ﺍﻟﺼَّﺎﺑِﺮُ ﻓِﻴﻬِﻢْ ﻋَﻠَﻰ ﺩِﻳﻨِﻪِ ﻛَﺎﻟْﻘَﺎﺑِﺾِ ﻋَﻠَﻰﺍﻟْﺠَﻤْﺮِ

Akan datang kepada manusia suatu zaman, orang yang berpegang teguh pada agamanya bagaikan orang yang menggenggam bara api.” (HR. Tirmidzi).

Tmn2 mahasiswi bercadar di UIN SUKA sedang diuji ini. Semoga Allah semakin memantapkan hidayah dalam hati mereka dan menolong mereka

Teryata yang ngaku2 paling toleran itu realitanya terdepan dalam intoleran dan sangat radiakal dalam memaksakan kehendaknya

Bani Paling mumet itu orang orang liberal. Belajar Islam sama Orientalis Barat/Amerika Serikat(AS), Kanada, Eropa. Berprinsip Kebenaran Relatif Tapi nyatanya tetap memonopoli.

Ini di Inggris, King’s College London membela dua mahasiswi mereka yang memakai cadar/purdah/niqab. Bahkan siapa saja orang yang mengganggu muslimah berniqab ditahan dan dipenjarakan.

Di Indonesia ada Universitas Islam yg ngakunya moderat yang…. (ah sudahlah).

Dunia ini kog terbalik..

Cadar mnrt mazhab Hanafi: Sunah

Mazhab Maliki: Sunah

Mazhab Syafi’i: Wajib

Mazhab Hambali: Wajib

Mazhab negara/Islam Nusantara: haram

Oleh: Ahmad Anshori

Kasus-kasus intoleransi yang terjadi di tengah masyarakat dari waktu ke waktu semakin banyak, dan kalau tidak segera diatasi dengan baik, akan bisa menjadi “bom waktu” yang akan mengoyak persatuan dan semangat nasionalisme berbangsa dan bernegara.

http://uin-suka.ac.id/id/web/kolom/detail/64/toleransi-harga-mati

____________

Benar, kasus intelorensi melarang seorang wanita muslimah mengenakan cadar telah terjadi di lembaga pendidikan ini.

Oleh: Didik Suyadi

Para petinggi UIN Sunan Kalijaga sedang mengalami ‘terjun bebas’ penurunan intelektual dengan kebijakan barunya. Hanya karena pernah terkibar bendera HTI di wilayah kampus, muncul kebijakan pelarangan cadar.

Lebih konyol lagi, terbaca di media pernyataan salah satu wakil rektornya bahwa celana cingkrang akan/.sangat berpotensi menjadi bidikan selanjutnya setelah.cadar. Semiotik para petinggi UIN ini memang kacau.

Bahkan tak dapat dinalar dengan logika sekuler Barat sekalipun.

Apa hubungannya HTI dengan cadar ?. Sebagai kaum Intelektual kampus – meski saya pribadi saat ini sangat meragukan kapasitasnya – silakan teliti berapa persen wanita HTI yang mengenakan cadar. Apa pula hubungan celana cingkrang dengan radikalisme (jika itu jadi ultimate targetnya) ?. Celana cingkrang kalau dipakai orang Islam berjenggot, mata Anda belingsatan sambil mulut sedikit miring tak simetris ke kiri tanda tidak suka. Namun ketika dipakai bule Amerika yang datang ke kampus Anda, tergopoh-gopoh Anda bersenyum manis sambil mundhuk-mundhuk tanda ta’dhim. Sebagian Anda mungkin tak risih memandang fashion orang bercelana segitiga karena sedari kecil terdidik dengan Superman yang mengenakan kolor di luar. Sebagian Anda mungkin lebih nyaman mantengin mahasiswi berjilboops daripada berjilbab lebar. Yang pertama Anda anggap moderat dan modernis, sementara yang kedua Anda anggap puritan, tradisional, kolot, dan penebar benih pemikiran Imam Samudra.

Saya semakin tertantang menganjurkan tidak masuk kuliah di institusi yang alergi terhadap Islam (meski Anda berbusa-busa retorika tidak anti syariat) ketika ada ancaman mengeluarkan mahasiswi bercadar. Ora pathek’en !. Berlusin-lusin intelektual cerdas dengan gelar tak kalah panjang siap meluruskan kepincangan logika Anda.

Oleh: Dony Arif Wibowo

Yang beralasan CADAR itu budaya Arab?

# Islam dan Budaya

Mohon maaf,

Kemaren yang ribut-ribut mempermasalahkan Jenggot, sorban, cadar dan jilbab. Itu budaya Arab dan budaya onta. Harus budaya Indonesia (katanya)

Eh, pas acara valentine. Rok mini, jeans ketat dan tato. Yang jelas bukan budaya Indonesia. Pada mingkem semua

Bisa jadi anti-arab. Adalah alasan ngeles. Anti-Islam

Saudaraku yang semoga selalu disayangi Allah Islam tidak anti total dengan budaya & adat Bahkan ada hukum Islam yang budaya menjadi sandaran hukum

Sebagaimana kaidah,

ﺍﻟﻌﺎﺩﺓ ﻣﺤﻜﻤﺔ

Adat/kebiasaan dapat dijadikan sandaran hukum”

Demikian juga budaya yang tidak bertentangan dengan.Islam

Semisal memakai sarung, Memakai baju batik Kita boleh memakainya Bahkan kita dianjurkan mencocoki Atau menyesuaikan dengan pakaian dan budaya.setempat Jika tidak melanggar syariat

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin berkata,

ﺃﻥ ﻣﻮﺍﻓﻘﺔ ﺍﻟﻌﺎﺩﺍﺕ ﻓﻲ ﻏﻴﺮ ﺍﻟﻤﺤﺮﻡ ﻫﻲ ﺍﻟﺴﻨﺔ؛ ﻷﻥ ﻣﺨﺎﻟﻔﺔﺍﻟﻌﺎﺩﺍﺕ ﺗﺠﻌﻞ ﺫﻟﻚ ﺷﻬﺮﺓ، ﻭﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠّﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠّﻢ ﻧﻬﻰﻋﻦ ﻟﺒﺎﺱ ﺍﻟﺸﻬﺮﺓ ، ﻓﻴﻜﻮﻥ ﻣﺎ ﺧﺎﻟﻒ ﺍﻟﻌﺎﺩﺓ ﻣﻨﻬﻴﺎً ﻋﻨﻪ .

Mencocoki/menyesuaikan kebiasaan masyarakat dalam.hal yang bukan keharaman adalah disunnahkan. Karena menyelisihi kebiasaan yang ada berarti menjadi hal yang syuhrah (suatu yang tampil beda sekali dan mencolok, pent). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang.berpakaian syuhrah. Jadi sesuatu yang menyelishi kebiasaan masyarakat setempat, itu terlarang dilakukan.” (Syarhul Mumti’ 6/109, syamilah).Demikian semoga bermanfaat

Penyusun: Raehanul Bahraen

Artikel http://www.muslimafiyah.com

(Lanjut ke hal… 2)