4 Fakta Mutiara Kitab Qawaidul Arba’

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

Matan Al-Qawaa’idul Arba’, karya Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab

Syarah Al-Qawaa-‘id Al-Arba’, karya Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan

Ustadz Ammi Nur Baits · Qawaidul Arba’ 01

Ustadz Ammi Nur Baits · Qawaidul Arba’ 02

Ustadz Afifi Abdul Wadud · Al Qawa’id Al Arba’ 01

Ustadz Afifi Abdul Wadud · Al Qawa’id Al Arba’ 02

Ustadz Afifi Abdul Wadud · Al Qawa’id Al Arba’ 03

Ustadz Afifi Abdul Wadud · Al Qawa’id Al Arba’ 04

Ustadz Afifi Abdul Wadud · Al Qawa’id Al Arba’ 05

Ustadz Afifi Abdul Wadud · Al Qawa’id Al Arba’ 06

Syarh al Qawa’idul Arba’ – Ustadz Abu Abdillah Zuhair

Download Kitabnya: http://bit.ly/2gxz4rN

Pertemuan Ke-1: http://bit.ly/1R2uGI3

Pertemuan Ke-2: http://bit.ly/251id1K

Pertemuan Ke-3:http://bit.ly/1UhjWgb

Pertemuan Ke-4: http://bit.ly/1WTGMIn

Pertemuan Ke-5: http://bit.ly/1RSVZJs

Pertemuan Ke-7: http://bit.ly/1rezKE9

Pertemuan Ke-8: http://bit.ly/1Tl9am5

Pertemuan Ke-9: http://bit.ly/25jtr49

Pertemuan ke -10 Sampai 35


Syarah Al-Qawa’idul Arba’ – Syaikh Abdurrahman Ar-Rusyaidan & Ustadz Aan Chandra Thalib, LC

***

4 Fakta Yang Harus Anda Tahu

Banyak fakta masa lalu maupun masa kini yang akhirnya terkubur karena derasnya informasi yang memenuhi jagad media. Seseorang dituntut memiliki filter validitas dan urgensitas terhadap setiap informasi yang masuk. Dengan demikian, seorang akan memiliki point of view yang tepat terhadap masalah yang dihadapi. Demi urusan duniawi yang periodenya hanya puluhan tahun, profesionalitas begitu dijunjung tinggi, maka lebih layak lagi untuk masalah akhirat yang periodenya tak berujung. Ada empat fakta masa lalu yang harus anda tahu, sehingga anda akan memiliki cara pandang yang tepat terhadap cara hidup dan beragama anda.

Pertama, orang-orang kafir yang diperangi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkeyakinan bahwa Allah adalah Pencipta dan Pengatur Alam Semesta, akan tetapi keyakinan mereka l tersebut tidak cukup merubah status mereka menjadi muslim. Allah mengabadikan keyakinan mereka dalam ayat-Nya,

ﻗُﻞْ ﻣَﻦْ ﻳَﺮْﺯُﻗُﻜُﻢْ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀِ ﻭَﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﺃَﻣَّﻦْ ﻳَﻤْﻠِﻚُ ﺍﻟﺴَّﻤْﻊَ ﻭَﺍﻟْﺄَﺑْﺼَﺎﺭَﻭَﻣَﻦْ ﻳُﺨْﺮِﺝُ ﺍﻟْﺤَﻲَّ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤَﻴِّﺖِ ﻭَﻳُﺨْﺮِﺝُ ﺍﻟْﻤَﻴِّﺖَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺤَﻲِّ ﻭَﻣَﻦْﻳُﺪَﺑِّﺮُ ﺍﻟْﺄَﻣْﺮَ ﻓَﺴَﻴَﻘُﻮﻟُﻮﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻓَﻘُﻞْ ﺃَﻓَﻠَﺎ ﺗَﺘَّﻘُﻮﻥَ

Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab: “Allah”. Maka katakanlah “Mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya)?” (QS. Yunus 10: 31)

Ayat tersebut menegaskan bahwa orang-orang kafir yang menjadi objek dakwah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mengakui bahwa yang menciptakan alam semesta, menghidupkan, dan mematikan adalah Allah.

Sebatas meyakini ini saja tanpa menunaikan konsekuensinya dengan hanya beribadah kepada Allah, tidaklah memasukkan seseorang kepada Islam.

Kedua, orang-orang kafir yang diperangi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkeyakinan bahwa mereka beribadah kepada selain Allah hanya sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah sekedar sebagai perantara saja. Allah menyingkap isi hati mereka,

ﺃَﻟَﺎ ﻟِﻠَّﻪِ ﺍﻟﺪِّﻳﻦُ ﺍﻟْﺨَﺎﻟِﺺُ ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺍﺗَّﺨَﺬُﻭﺍ ﻣِﻦْ ﺩُﻭﻧِﻪِ ﺃَﻭْﻟِﻴَﺎﺀَ ﻣَﺎﻧَﻌْﺒُﺪُﻫُﻢْ ﺇِﻟَّﺎ ﻟِﻴُﻘَﺮِّﺑُﻮﻧَﺎ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺯُﻟْﻔَﻰ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻳَﺤْﻜُﻢُ ﺑَﻴْﻨَﻬُﻢْ ﻓِﻲ ﻣَﺎﻫُﻢْ ﻓِﻴﻪِ ﻳَﺨْﺘَﻠِﻔُﻮﻥَ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻟَﺎ ﻳَﻬْﺪِﻱ ﻣَﻦْ ﻫُﻮَ ﻛَﺎﺫِﺏٌ ﻛَﻔَّﺎﺭٌ

Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata), “Kami tidak menyembah mereka melainkan supa mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.” (QS. Az-Zumar 39: 3)

ﻭَﻳَﻌْﺒُﺪُﻭﻥَ ﻣِﻦْ ﺩُﻭﻥِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻣَﺎ ﻟَﺎ ﻳَﻀُﺮُّﻫُﻢْ ﻭَﻟَﺎ ﻳَﻨْﻔَﻌُﻬُﻢْ ﻭَﻳَﻘُﻮﻟُﻮﻥَ ﻫَﺆُﻟَﺎﺀِﺷُﻔَﻌَﺎﺅُﻧَﺎ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻗُﻞْ ﺃَﺗُﻨَﺒِّﺌُﻮﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺑِﻤَﺎ ﻟَﺎ ﻳَﻌْﻠَﻢُ ﻓِﻲ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕِ ﻭَﻟَﺎﻓِﻲ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻪُ ﻭَﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﻋَﻤَّﺎ ﻳُﺸْﺮِﻛُﻮﻥَ

Mereka menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak pula kemanfaatan. Mereka berkata. “Mereka (sesembahan selain Allah) itu adalah pemberi syafaat kepada kami di sisi Allah.” (QS. Yunus 10: 18)

(Lanjut ke hal…2)