Meruntuhkan Argument Oknum Liberal Pro LGBT & Definisi Mukhonnats/Banci

Alhamdulillah..

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

Pelajaran dari Kisah.Kaum Nabi Luth (Mewaspadai Bahaya Gerakan LGBT) -Ustadz Abu Nashim Mukhtar

Membentengi Generasi Muda dari Bahaya LGBT dan Narkoba – Ustadz Usamah Mahri

Sesi 1

Sesi 2

Fenomena LGBT dan Penyebab Hancurnya Kaum Luth – Ustadz Abu Hamzah Yusuf

Sesi 1 [01:18:29] : https://goo.gl/M4qvs5

Sesi 2 [00:30:51] – https://goo.gl/6m2KkW

Sesi 3 [00:32:02] – https://goo.gl/RyZpwM

Bahaya LGBT Bagi Masa Depan Bangsa,
Ustadz Abdul Barr Kaisenda)

Ustadz Abu Ammar Abdul Adhim Al Ghoyami Hafidzahullah- “Surat Terbuka Bagi Praktisi LGBT dan Pendukungnya”

Ustadz Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja ·Kisah Diadzabnya Kaum Nabi Luth____

LGBT Bisa Disembuhkan – Dr. dr. Fidiansjah Mursjid, Sp.KJ., M.P.H.

Fenomena LGBT (Lesbian Gay Bisexual Transgender) – Ustadz Aunur Rofiq Ghufron, Lc.

Kisah Kaum Nabi Luth -Ustadz Firanda, MA. (LGBT, Kaum Homoseksual, Lesbian dan Sodomi)

,______

Pertanyaan

ﺑِﺴْـﻢِ ﺍﻟﻠّﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴْﻢِ

ﺍَﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠّﻪِ ﻭَﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪُ

Ana mau menanyakan mengenai tafsir QS An-Nur :.31, yang menyebutkan adanya lelaki yang tidak.memiliki keinginan terhadap perempuan. Ayat ini dikutip seorang liberalis yang proLGBT. Siapakah yang dimaksud dalam kutipan ayat itu sebenarnya Ustadz?

Barakallahu fiikum. Jazakumullah khairan.

Fulanah Sahabat Bias T07

Jawaban :

ﻭﻋﻠﻴﻜﻢ ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺑﺮﻛﺎﺗﻪ

Ayat yang ditanyakan ini tidak sama sekali menjadi argument untuk dilegalkannya LGBT di dalam Islam, sama sekali tidak. Karena tidak ada satupun ulama ahli tafsir yang menyatakan demikian. Allah ta’alamberfirman :

ﻭَﻟَﺎ ﻳُﺒْﺪِﻳﻦَ ﺯِﻳﻨَﺘَﻬُﻦَّ ﺇِﻟَّﺎ ﻟِﺒُﻌُﻮﻟَﺘِﻬِﻦَّ ﺃَﻭْ ﺁﺑَﺎﺋِﻬِﻦَّﺃَﻭْ ﺁﺑَﺎﺀِ ﺑُﻌُﻮﻟَﺘِﻬِﻦَّ ﺃَﻭْ ﺃَﺑْﻨَﺎﺋِﻬِﻦَّ ﺃَﻭْ ﺃَﺑْﻨَﺎﺀِﺑُﻌُﻮﻟَﺘِﻬِﻦَّ ﺃَﻭْ ﺇِﺧْﻮَﺍﻧِﻬِﻦَّ ﺃَﻭْ ﺑَﻨِﻲ ﺇِﺧْﻮَﺍﻧِﻬِﻦَّ ﺃَﻭْﺑَﻨِﻲ ﺃَﺧَﻮَﺍﺗِﻬِﻦَّ ﺃَﻭْ ﻧِﺴَﺎﺋِﻬِﻦَّ ﺃَﻭْ ﻣَﺎ ﻣَﻠَﻜَﺖْﺃَﻳْﻤَﺎﻧُﻬُﻦَّ ﺃَﻭِ ﺍﻟﺘَّﺎﺑِﻌِﻴﻦَ ﻏَﻴْﺮِ ﺃُﻭﻟِﻲ ﺍﻟْﺈِﺭْﺑَﺔِ ﻣِﻦَﺍﻟﺮِّﺟَﺎﻝِ ﺃَﻭِ ﺍﻟﻄِّﻔْﻞِ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻟَﻢْ ﻳَﻈْﻬَﺮُﻭﺍ ﻋَﻠَﻰٰﻋَﻮْﺭَﺍﺕِ ﺍﻟﻨِّﺴَﺎﺀِ ۖ

Dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, ataunputera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.” (QS An-Nur : 31).

Para ulama berbeda pendapat tentang makna :

ﺍﻟﺘَّﺎﺑِﻌِﻴﻦَ ﻏَﻴْﺮِ ﺃُﻭﻟِﻲ ﺍﻟْﺈِﺭْﺑَﺔِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺮِّﺟَﺎﻝِ

pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita)”

Imam An-Nawawi ketika merajihkan/menguatkan pendapat tentang makna “Pelayan lelaki yang tidak memiliki keinginan terhadap wanita” beliau berkata:

ﻭﺍﻟﻤﺨﺘﺎﺭ ﻓﻲ ﺗﻔﺴﻴﺮ ﻏﻴﺮ ﺃﻭﻟﻲ ﺍﻹﺭﺑﺔ ﺃﻧﻪﺍﻟﻤﻐﻔﻞ ﻓﻲ ﻋﻘﻠﻪ ﺍﻟﺬﻱ ﻻ ﻳﻜﺘﺮﺙ ﻟﻠﻨﺴﺎﺀﻭﻻ ﻳﺸﺘﻬﻴﻬﻦ ﻛﺬﺍ ﻗﺎﻟﻪ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ ﻭﻏﻴﺮﻩ

Pendapat yang terpilih tentang tafsir (Pelayan lelaki yang tidak memiliki keinginan terhadap wanita) adalah orang yang error akalnya (dungu/ idiot) yang tidak berhasrat kepada wanita dan tidak menginginkannya, demikianlah yang dinyatakan oleh Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma dan yang lainnya.”

(Kifayatul Akhyar : 467 oleh Syaikh Taqiyuddin Abu Bakar Muhammad Al-Hishni Asy-Syafi’i).

Dan memang demikianlah kenyataannya, memang itulah apa yang diucapkan oleh Ibnu Abbas.radhiyallahu ‘anhuma seorang sahabat Nabi yang menjadi rujukan para ulama’ ahli tafsir. Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma berkata ketika menafsirkan makna ayat ini :

ﻭﻫﻮ ﻣﻐﻔﻞ ﻓﻲ ﻋﻘﻠﻪ، ﻻ ﻳﻜﺘﺮﺙ ﻟﻠﻨﺴﺎﺀ،ﻭﻻ ﻳﺸﺘﻬﻴﻬﻦّ

Yaitu orang yang error akalnya (dungu), tidak berhasrat pada kaum wanita dan tidak menginginkannya.” (Tafsir Ath-Thabari : 19/161 Imam Ibnu Jarir Ath-Thabari).

Dari nukilan di atas kita mengetahui bahwa orang-orang dungu yang tidak memiliki hasrat terhadap wanita ini di dalam Islam disebut sebagai Mukhonnats atau banci. Dan agar kita memahami lebih rinci lagi tentang siapa dan bagaimana Mukhonnats/banci itu ? Serta Mukhonnats seperti apa yang diijinkan beradandi barisan kaum wanita ? Kemudian apakah LGBT itu diperbolehkan dalam islam ataukah tidak ? Berikut kami nukilkan beberapa definisi Mukhonnats/banci yang ditulis oleh para ulama’.

1. Madzhab Hanafi

ﺍﻟْﻤُﺨَﻨَّﺚِ ﻋِﻨْﺪَﻧَﺎ ﺃَﻧَّﻪُ ﺇﺫَﺍ ﻛَﺎﻥَ ﻣُﺨَﻨَّﺜًﺎ ﻓِﻲﺍﻟﺮَّﺩَﻯ ﻣِﻦْ ﺍﻟْﺄَﻓْﻌَﺎﻝِ ﻓَﻬُﻮَ ﻛَﻐَﻴْﺮِﻩِ ﻣِﻦْ ﺍﻟﺮِّﺟَﺎﻝِﺑَﻞْ ﻣِﻦْ ﺍﻟْﻔُﺴَّﺎﻕِ ﻳُﻨَﺤَّﻰ ﻋَﻦْ ﺍﻟﻨِّﺴَﺎﺀِﻭَﺃَﻣَّﺎ ﻣَﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﻓِﻲ ﺃَﻋْﻀَﺎﺋِﻪِ ﻟِﻴﻦٌ ﻭَﻓِﻲ ﻟِﺴَﺎﻧِﻪِﺗَﻜَﺴُّﺮٌ ﺑِﺄَﺻْﻞِ ﺍﻟْﺨِﻠْﻘَﺔِ ﻭَﻟَﺎ ﻳَﺸْﺘَﻬِﻲ ﺍﻟﻨِّﺴَﺎﺀَﻭَﻟَﺎ ﻳَﻜُﻮﻥُ ﻣُﺨَﻨَّﺜًﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟﺮَّﺩَﻯ ﻣِﻦْ ﺍﻟْﺄَﻓْﻌَﺎﻝِﻓَﻘَﺪْ ﺭَﺧَّﺺَ ﺑَﻌْﺾُ ﻣَﺸَﺎﻳِﺨِﻨَﺎ ﻓِﻲ ﺗَﺮْﻙِ ﻣِﺜْﻠِﻪِﻣَﻊَ ﺍﻟﻨِّﺴَﺎﺀِ

Hukum Mukhonnats/banci menurut kami, apabila ia menjadi banci karena ketularan akhlak buruk (LGBT) maka ia statusnya sama dengan lelaki lain, bahkan ia ini adalah orang fasik yang harus dijauhkan dari wanita.” Adapun orang yang anggota tubuhnya melambai dan juga lisannya (gaya bicaranya) kemayu secara asal penciptaan dan ia tidak memiliki hasrat terhadap wanita, serta tidak menjadi banci karena ketularan akhlak buruk (LGBT), maka sebagian syaikh kami memberikan keringanan orang ini boleh ada bersama para wanita.”

(Al-Mabsuth : 12/382 oleh Imam Syamsuddin As- Sarkhasi)

Dari definisi ini kita memahami bahwa Mukhonnats yang dimaksud adalah orang yang memiliki sifat.kemayu bawaan lahir, tidak berhasrat kepada wanita dan tidak dikenal melakukan kefasikan.

Bukan lelaki yang ketularan menjadi banci yang sering disebut LBGT yang pelakunya identic dengan kefasikan. Adapun yang terakhir ini adalah kejahatan dan kefasikan di dalam Islam yang pelakunya diancam dengan hukuman berat di dunia maupun di akhirat.

2. Madzhab Maliki

ﻭﻟﻴﺲ ﺍﻟﻤﺨﻨﺚ ﺍﻟﺬﻱ ﺗﻌﺮﻑ ﻓﻴﻪ ﺍﻟﻔﺎﺣﺸﺔﺧﺎﺻﺔ ﻭﺗﻨﺴﺐ ﺇﻟﻴﻪ ﻭﺇﻧﻤﺎ ﺍﻟﻤﺨﻨﺚ ﺷﺪﺓﺍﻟﺘﺄﻧﻴﺚ ﻓﻲ ﺍﻟﺨﻠﻘﺔ ﺣﺘﻰ ﻳﺸﺒﻪ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﻓﻲﺍﻟﻠﻴﻦ ﻭﺍﻟﻜﻼﻡ ﻭﺍﻟﻨﻈﺮ ﻭﺍﻟﻨﻐﻤﺔ ﻭﻓﻲ ﺍﻟﻌﻘﻞ ﻭﺍﻟﻔﻌﻞ ﻭﺳﻮﺍﺀ ﻛﺎﻧﺖ ﻓﻴﻪ ﻋﺎﻫﺔ ﺍﻟﻔﺎﺣﺸﺔﺃﻡ ﻟﻢ ﺗﻜﻦ ﻭﺃﺻﻞ ﺍﻟﺘﺨﻨﺚ ﺍﻟﺘﻜﺴﺮ ﻭﺍﻟﻠﻴﻦﻓﺈﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﻛﻤﺎ ﻭﺻﻔﻨﺎ ﻟﻚ ﻭﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻟﻪ ﻓﻲﺍﻟﻨﺴﺎﺀ ﺍﺭﺏ ﻭﻛﺎﻥ ﺿﻌﻴﻒ ﺍﻟﻌﻘﻞ ﻻ ﻳﻔﻄﻦﻷﻣﻮﺭ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺃﺑﻠﻪ ﻓﺤﻴﻨﺌﺬ ﻳﻜﻮﻥ ﻣﻦ ﻏﻴﺮﺃﻭﻟﻲ ﺍﻹﺭﺑﺔ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﺃﺑﻴﺢ ﻟﻬﻢ ﺍﻟﺪﺧﻮﻝ ﻋﻠﻰﺍﻟﻨﺴﺎﺀ

Mukhonnats/banci itu bukanlah seseorang yang dikenal sebagai pelaku kefasikan secara khusus dan dinisbatkan kefasikan itu kepadanya. Akan tetapi mukhonnats/banci di sini adalah sifat kewanitaan yang parah secara asal penciptaan, hingga menyerupai wanita di dalam sifat kemayu ketika berbicara, ketika memandang dan gemulai nada suaranya. Demikian pula menyerupai wanita di dalam akal dan perilakunya, sama saja apakah ia dikenal sebagai pelaku kefasikan ataukah tidak.

Asal dari Takhonnuts/kebancian adalah kemayu dan gemulai. Jika seseorang memiliki karakter sebagaimana yang tadi kami sebutkan dan ia tidak memiliki hasrat terhadap wanita, dan ia seorang yang dungu, tidak memahami pembicaraan manusia alias idiot. Maka orang seperti ini termasuk ke dalam golongan Pelayan lelaki yang tidak memiliki keinginan terhadap wanita yang diperbolehkan masuk bersama rombongan wanita.”

(At-Tamhid Lima Fil Muwatha’ Minal Ma’ani Wal Asanid : 22/273 oleh Imam Ibnu Abdil Barr).

Definisi kali ini menyatakan bahwa banci adalah lelaki yang secara asal penciptaan menyerupai wanita, sekaligus ia adalah orang idiot yang tidak memahami pembicaraan manusia dan tidak memiliki hasrat kepada wanita. Ini pun tidak seperti LGBT yang jelas-jelas merupakan kefasikan dan perilaku menyimpang dari fitrah manusia.

(Lanjut ke hal.2)