40 HADITS TENTANG TARBIYAH DAN MANHAJ

Alhamdulillah. Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

Kitab 40 HADITS TENTANG TARBIYAH DAN MANHAJ (Edisi 01)

Ukuran file 19MB, durasi 55 menit 34 detik. Link download: http://bit.ly/2kZv1s6

Kitab 40 HADITS TENTANG TARBIYAH DAN MANHAJ (Edisi 02)

Ukuran file 16MB, durasi 57 menit 13 detik. Link download: http://bit.ly/2osxHj4

Kitab 40 HADITS TENTANG TARBIYAH DAN MANHAJ (Edisi 03)

Ukuran file 14,6 MB, durasi 51 menit 04 detik. Link download: http://bit.ly/2C1B6vi

Kitab 40 HADITS TENTANG TARBIYAH DAN MANHAJ (Edisi 04)

Ukuran file 13,9 MB, durasi 48 menit 49 detik. Link download: http://bit.ly/2FHXtID

Link Download Kitab Bahasa Arab: http://www.moswarat.net/books/a621n.pdf

___

Debat

1. Jagalah Mulutmu Dari Dosa Lisan, Janganlah Kau Berdebat Kusir

https://assunahsalafushshalih.wordpress.com/2017/12/29/04-janganlah-kau-berdebat-kusir/

2. Wasiat Salafush Shalih Agar Meninggalkan Debat Kusir

https://assunahsalafushshalih.wordpress.com/2017/12/28/03-wasiat-salafush-shalih-agar-meninggalkan-debat-kusir/

3. Keutamaan Meninggalkan Debat Kusir (al-mira’a)

https://assunahsalafushshalih.wordpress.com/2017/12/28/02-keutamaan-meninggalkan-debat-kusiral-miraa/

4. Boleh Berdebat, Dengan Syarat

https://assunahsalafushshalih.wordpress.com/2017/12/28/01-boleh-berdebat-dengan-syarat/

5. Perkara yang Wajib Dijaga Ketika Berbeda Pendapat

https://assunahsalafushshalih.wordpress.com/2017/12/16/perkara-wajib-dijaga-ketika-perbedaan-pendapat-kaedah-memboikot-ahlul-bidah/

Media Sosial

1. Semua Hal Yang Anda Upload, Update Status,Dan Komentar di Sosial Media Akan Di Hisab

https://assunahsalafushshalih.wordpress.com/2018/03/05/06-semua-upload-status-komentar-tulisan-sosial-media-akan-di-hisab/

2. Hati-hati Komentar,Like,Follower di SosialMedia (Whatsapp,Facebook,Twitter,dsb) Karena Akan Menjadi Catatan Amal & Dimintai Pertanggung Jawabaqnnya Kelak di Akherat

https://assunahsalafushshalih.wordpress.com/2018/01/20/03-komentar-sosmed-jadi-catatan-amal/

3. Adab Hukum Media Sosial

https://assunahsalafushshalih.wordpress.com/2018/01/01/adab-hukum-bermedia-sosial/

4. Memasang foto wanita di Sosial Media & masalahnya dimana?

https://assunahsalafushshalih.wordpress.com/2017/12/15/memasang-foto-wanita-di-sosial-media/

Shalat

1. Beberapa Kesalahan Dalam Shalat

https://assunahsalafushshalih.wordpress.com/2018/03/11/37-beberapa-kesalahan-dalam-shalat/

2. Kesalahan-Kesalahan dalam Shalat yang Harus Dihindari

https://assunahsalafushshalih.wordpress.com/2018/03/04/36-kesalahan-kesalahan-dalam-shalat-yang-harus-dihindari/

3. Koreksi Atas Kekeliruan & Kesalahan Ibadah Sholat

https://assunahsalafushshalih.wordpress.com/2018/03/04/35-koreksi-atas-kekeliruan-kesalahan-ibadah-sholat/

4.Dzikir Sesudah Sholat Wajib Sesuai Tuntunan Rasulullah

https://assunahsalafushshalih.wordpress.com/2018/01/03/28-dzikir-sesudah-sholat-wajib/

5.Doa Setelah Tasyahhud Sebelum Salam Dalam Hadist Shahih

https://assunahsalafushshalih.wordpress.com/2018/02/24/31-doa-setelah-tasyahhud-sebelum-salam-dalam-hadist-shahih/

6.Berdo’a di Dalam Shalat atau Sesudahnya.

https://assunahsalafushshalih.wordpress.com/2018/02/24/32-berdoa-dalam-shalat-sesudahya/

7.Kafirkah Orang Yang Meninggalkan Shalat?

https://assunahsalafushshalih.wordpress.com/2018/02/25/34-kafirkah-orang-meninggalkan-shalat/

8.Meninggalkan shalat (Tidak Pernah Sholat 5 Waktu) karena malas.& Tanpa Udzur Syar’i Adalah Kekafiran Akbar

https://assunahsalafushshalih.wordpress.com/2018/02/25/33-meninggalkan-shalat-malas-mengingkari-kekafiran-akbar/

9.Berjabat Tangan Setelah Shalat Adalah Ritual Yang Bid’ah Kebiasaan Kaum Syiah Rafidhah

https://assunahsalafushshalih.wordpress.com/2018/02/10/30-berjabat-tangan-setelah-shalat-bidah/

Wudhu

1. Keutamaan Wudhu & Beberapa Waktu Disunnahkan Untuk Berwudhu

https://assunahsalafushshalih.wordpress.com/2017/12/20/04-keutamaan-wudhu-beberapa-waktu-disunnahkan-untuk-berwudhu/

2. Nawaqidhul Wudhu (pembatal-pembatal wudhu)

https://assunahsalafushshalih.wordpress.com/2017/12/20/03-nawaqidhul-wudhu-pembatal-pembatal-wudhu/

3. Beberapa Amalan dan Keyakinan yang Salah Seputar Wudhu Karena Tidak Dilandasi Al-Qur’an dan Hadist Shahih

https://assunahsalafushshalih.wordpress.com/2017/12/20/02-beberapa-amalan-keyakinan-salah-seputar-wudhu/

4. Tata Cara Wudhu Nabi. Doa Setelah Wudhu, Jaminan Pintu Surga&Ditulis di Lembaran Putih dan Distempel tidak akan hancur sampai hari kiamat

https://assunahsalafushshalih.wordpress.com/2017/12/20/01-tata-cara-wudhu-nabi-doa-setelah-wudhu

__

Silsilah Ringkasan Ta’lim kitab:

أربعون حديثا في التربية و المنهج

المؤلف: د. عبد العزيز بن محمد السدحان

Empat Puluh Hadits dalam Tarbiyah dan Manhaj

Karya: Dr. Abdul Aziz bin Muhammad As-Sadhaan

KENAPA MUSTI 40 HADITS ???

Syekh Abdul Aziz As-Sadhan menjelaskan dalam pembukaan/ muqoddimah kitabnya :

Sesungguhnya telah terdapat sebagian ahli ilmu yang mengarang kitab berkaitan empat puluh hadits dan mereka berjumlah banyak sekali, hingga Imam An-Nawawi berkata:

“و قد صنف العلماء في هذا الباب ما لا يحصى من المصنفات… ”

Sesungguhnya para ulama telah mengarang di bab ini (40 hadits) yang tidak terhitung karya dan karangannya…”

Terdapat Hadits do’if ( lemah ) yang mengkhususkan 40 hadits, yaitu sebagai berikut :

” من حفظ على أمتي أربعين حديثا من أمر دينها بعثه الله يوم القيامة في زمرة الفقهاء و العلماء ”

Barang siapa dari umatku yang menghafal 40 hadits dari perkara agamanya , Allah akan mengumpulkannya pada hari kiamat bersama para fuqoha dan ulama “

Akan tetapi sandaran mereka dalam mengumpulkan hadits empat puluh bukanlah hadits do’if di atas , melainkan hadits sohih, sebagaimana dikatakan oleh Imam An-Nawawi:

و مع هذا فليس إعتمادي على هذا الحديث : ” من حفظ على امتي أربعين…” بل على قوله – صلى الله عليه و سلم – في الاحاديث الصحيحة:

” ليبلغ الشاهد منكم الغائب ” ، و قوله – صلى الله عليه و سلم – :” نضر الله امرءا سمع مقالتي فوعاها فأداها كما سمعها ”

Bersamaan dengan ini bukanlah penyandaran saya dengan hadits : ” Barang siapa dari umatku yang menghafal 40 hadits…” , bahkan dari perkataan beliau – Salallahu alayhi wa Sallam – yang terdapat dalam hadits2 sohih, yaitu :

Agar menyampaikan orang yang menyaksikan di antara kalian kepada yang tidak menyaksikan ” dan sabdaNya – salallahu alayhi wa sallam – :

Allah akan menyinari wajah seseorang yang mendengar perkataan saya , menjaganya dan menyampaikannya sebagaimana ia dengar

Di antara ulama yang mengarang kitab arba’in adalah

– الأربعون في دلائل التوحيد للإمام الهروي

– الأربعون حديثا على مذهب أهل السنة للإمام أبي نعيم الأصبهاني- الأربعون النووية للإمام النووي و غير ذلك

Empat puluh (hadits) dalam penetapan tauhid, karya Imam Al- Harwi

Empat puluh (hadits) berkaitan madzhab ahlus Sunnah, karya Imam Abi Nu’aim Al-Asbahani

– Empat puluh (hadits) An-Nawawiyyah, karya Imam An-Nawawi. Dan lain2

✅ Dan saya (Dr. Abdul Aziz As-Sadhan) dalam buah karya saya ini mengikuti mereka (ulama terdahulu) – semoga Allah merahmati mereka – dalam penamaan kitab , dan saya memohon kepada Allah pula agar mengikuti mereka di dalam ketulusan niat dan keinginan kuat untuk berilmu dan beramal.

Saya namakan buah karya ini dengan :

أربعون حديثا في التربية و المنهج

Empat Puluh Hadits dalam Tarbiyah dan Manhaj

Yang di maksud Tarbiyah adalah

mendidik jiwa dan anggota badan sesuai dengan dalil2 syar’i di atas manhaj Salafus Soleh “

Yang di maksud Manhaj adalah

bergaul dan berda’wah kepada manusia sesuai dalil2 syar’i di atas manhaj Salafus Soleh “

semoga bermanfaat

Muhammad bin Badar Bajri
Tarbiyah (Pembinaan)

Tashfiyah tidak akan memberikan buahnya kecuali dengan men-tarbiyah (membina/mendidik) kaum muslimin di atas Islam yang telah di-tashfiyah (dimurnikan).

Dan yang dimaksud dengan Tarbiyah adalah: sampainya jiwa manusia kepada kesempurnaannya yang sesuai dengannya; sedikit demi sedikit.

Murabbi (yang mentarbiyah) secara hakiki adalah Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa , karena Dial ah Yang menciptakan makhluk dan Yang memberi berbagai pemberian, sebagaimana Dia kabarkan pada penutup surat Al-Qur’an:

} ﻗُﻞْ ﺃَﻋُﻮْﺫُ ﺑِــﺮَﺏِّ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ * ﻣَﻠِﻚِﺍﻟﻨَّﺎﺱِ * ﺇِﻟٰـﻪِ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ {

“Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia, Raja manusia, Sesembahan manusia.” (QS. An-Naas: 1-3)

Dan hal tersebut juga telah ditetapkan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam :

ﺍَﻟﻠّٰﻬُﻢَّ ﺁﺕِ ﻧَﻔْﺴِﻲْ ﺗَﻘْﻮَﺍﻫَﺎ، ﻭَﺯَﻛِّﻬَﺎ ﺃَﻧْﺖَﺧَﻴْﺮُ ﻣَﻦْ ﺯَﻛَّﺎﻫَﺎ، ﺃَﻧْﺖَ ﻭَﻟِــﻴُّﻬَﺎ ﻭَﻣَﻮْﻟَﺎﻫَﺎ

Ya Allah, berikanlah ketakwaan kepada diriku, dan sucikanlah ia; sebab Engkau adalah sebaik-baik Rabb yang menyucikannya, Engkau Pelindung dan Pemeliharanya.” [5]

Oleh karena itulah: Tarbiyah dinisbatkan kepada Ar-Rabb (Allah) Tabaaraka Wa Ta’aalaa ; sehingga dikatakan: Tarbiyah Rabbaniyyah.”

Oleh Ahmad Hendrik

➡ Manhaj

manhaj atau minhaj seorang muslim sejati adalah seluruh ajaran al Qur’an dan Sunnah . Seluruh ajaran al Qur’an dan sunah baik terkait dengan adab, akhlak, ibadah dan muamalah adalah manhaj (baca: jalan) seorang muslim. Sehingga tidak berdusta, tidak khianat dst adalah manhaj (baca: jalan) seorang muslim dalam masalah akhlak. Makan dengan tangan dll adalah manhaj seorang muslim dalam masalah adab. Rutin menjalankan shalat lima waktu adalah diantara manhaj seorang muslim dalam bidang ibadah. Tidak mau berjudi adalah diantara manhaj seorang muslim dalam bidang muamalah.

Dengan penjelasan ini tentu pengertian manhaj seorang muslim itu lebih luas dari pada akidah seorang muslim. Oleh karena itu, Syaikh Abu Bakar Jabir al Jazairi menulis sebuah buku berjudul Minhaj al Muslim yang berisikan ajaran al Qur’an dan sunah dalam adab, akhlak, ibadah dan muamalah. Oleh karena seorang yang ingin belajar manhaj ahli sunah yang merupakan seorang muslim sejati harus belajar berbagai ilmu keislaman. Sehingga belajar Fikih, akidah, akhlak, adab, tafsir dan hadits adalah bagian dari belajar manhaj. Shingga manhaj seorang muslim adalah jalan seorang muslim. Itulah seluruh ajaran al Qur’an dan sunah.

Artikel http://www.ustadzaris.com

____

40 HADITS TENTANG TARBIYAH DAN MANHAJ (Hadits ke-4)

ﻋﻦ ﻣﺎﻟﻚ ﺑﻦ ﺍﻟﺤﻮﻳﺮﺙ – ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗﺎﻝ : ﺃﺗﻴﻨﺎ ﺍﻟﻨﺒﻲ -ﺻﻠﻰﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻭﻧﺤﻦ ﺷﺒَﺒَﺔ ﻣﺘﻘﺎﺭﺑﻮﻥ، ﻓﺄﻗﻤﻨﺎ ﻋﻨﺪﻩ ﻋﺸﺮﻳﻦﻳﻮﻣﺎ ﻭﻟﻴﻠﺔ، ﻭﻛﺎﻥ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ -ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﺭﺣﻴﻤﺎًﺭﻓﻴﻘﺎً، ﻓﻠﻤﺎ ﻇﻦ ﺃﻧﺎ ﻗﺪ ﺍﺷﺘﻬﻴﻨﺎ ﺃﻫﻠﻨﺎ ﺃﻭ ﻗﺪ ﺍﺷﺘﻘﻨﺎ ، ﻓﺴﺄﻟَﻨَﺎﻋﻤﻦ ﺗﺮﻛﻨﺎ ﻣﻦ ﺃﻫﻠﻨﺎ، ﻓﺄﺧﺒﺮﻧﺎﻩ، ﻓﻘﺎﻝ :ﺍﺭﺟﻌﻮﺍ ﺇﻟﻰ ﺃﻫﻠﻴﻜﻢ، ﻓﺄﻗﻴﻤﻮﺍ ﻓﻴﻬﻢ، ﻭﻋﻠﻤﻮﻫﻢ ﻭﻣﺮﻭﻫﻢ، ﻭﺻﻠﻮﺍﻛﻤﺎ ﺭﺃﻳﺘﻤﻮﻧﻲ ﺃﺻﻠﻲ، ﻓﺈﺫﺍ ﺣﻀﺮﺕ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻓﻠﻴﺆﺫﻥ ﻟﻜﻢ ﺃﺣﺪﻛﻢ،ﻭﻟﻴﺆﻣﻜﻢ ﺃﻛﺒﺮﻛﻢ

Dari Malik bin Al-Huwairits radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Kami pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kami rata-rata pada waktu itu masih berusia muda. Kami tinggal di dekat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selama 20 hari. Dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam penyayang dan lemah lembut. Ketika beliau telah mengira bahwa kami telah merindukan keluarga kami, beliau pun bertanya kepada kami tentang keluarga kami dan kami pun mengabarkan kepada beliau. Beliau bersabda: Pulanglah kalian kepada keluarga kalian, tinggallah bersama mereka serta didiklah mereka dan perintahkan mereka. Beliau menyebutkan banyak hal, sebagian ada yang aku hafal dan sebagian lagi tidak aku hafal. (Beliau juga berkata) Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat. Apabila telah datang waktu shalat maka hendaknya ada salah seorang diantara kalian yang mengumandangkan adzan dan yang mengimami kalian adalah yang paling senior diantara kalian. (HR. Bukhari)

✅ Penjelasan (Syaikh DR.Abdul Aziz bin Muhammad As- Sadhan hafidzhullahu)[1] :

– Ucapan (kami mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ), didalamnya (ada pelajaran yang bisa dipetik):

1. Keutamaan melakukan perjalanan (safar) untuk menuntut ilmu agama.

2. Semangat untuk menuntut ilmu agama dari sumber yang tertinggi. Dan itu dengan bersungguh-sungguh belajar dari para ulama senior.

1. Semangat para pemuda dari kalangan sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam -apalagi yang senior-dalam menimba ilmu agama.

– Ucapan (Kami tinggal di dekat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selama 20 hari), didalamnya (ada.pelajaran yang bisa dipetik):

1. Ilmu itu membutuhkan keistiqomahan dalam mencarinya serta kesabaran dalam menggapainya. Yahya bin Abi Katsiir berkata: Ilmu tidak bisa digapai dengan bersantai-santai. (HR. Muslim)

2. Secara asal para penuntut ilmu agama itu tinggal di dekat seorang guru/ulama.

– Ucapan (Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam penyayang dan lemah lembut), didalamnya (ada pelajaran yang bisa dipetik) :

1. Keagungan akhlak Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam serta kecintaan beliau kepada para penuntut ilmu agama. Allah berfirman:

ﺑِﭑﻟۡﻤُﺆۡﻣِﻨِﻴﻦَ ﺭَﺀُﻭﻑٌ۬ ﺭَّﺣِﻴﻢٌ۬

Beliau amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (QS. At-Taubah : 128)

2. Kasih sayang seorang guru kepada murid-muridnya dan kelemah lembutan terhadap mereka. Dan sungguh beliau menekankan hal ini dalam wasiat beliau bagi para penuntut ilmu hadits. Dahulu Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu pernah berkata kepada mereka: Selamat datang bagi wasiat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam , dahulu Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam mewasiatkan kami (untuk memuliakan) kalian, yaitu para pencari hadist. (HR. Hakim)

✅ – Ucapan (Ketika beliau telah mengira bahwa kami telah merindukan keluarga kami), didalamnya (ada pelajaran yang bisa dipetik) :

1. Kecerdasan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam .

2. Selayaknya bagi seorang guru untuk memperhatikan para muridnya serta menjaga perasaan mereka. Dan itu akan lebih menjadikan para murid menerima pengajarannya serta menanamkan cinta kepadanya dan mencontohnya.
✅ – Ucapan (beliau pun bertanya kepada kami tentang keluarga kami dan kami pun mengabarkan kepada beliau), didalamnya (ada pelajaran yang bisa dipetik) :

1. Perhatian seorang guru kepada muridnya tidak hanya sebatas dalam masalah pengajaran. Bahkan mencakup segala keadaannya meskipun secara global. Ini akan semakin menambahkan kepada seorang murid kecintaan kepada gurunya dan menambahkan ilmu baginya.

– Ucapan (Pulanglah kalian kepada keluarga kalian), didalamnya (ada pelajaran yang bisa dipetik) :

1. Semangat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk memberikan hak segala sesuatu kepada yang berhak



✅- Ucapan (tinggallah bersama mereka serta didiklah mereka dan perintahkan mereka), didalamnya (ada pelajaran yang bisa dipetik) :

1. Selayaknya bagi penuntut ilmu agama untuk memperhatikan pengajaran bagi keluarganya. Mereka adalah orang yang paling layak mendapatkan pengajaran tersebut karena itu hak mereka atasnya.

Imam Bukhari rahimahullahu berkata: Bab seseorang mengajari budak dan keluarganya. Kemudian beliau menyebutkan sanadnya kepada Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Rasul shallallahun’alaihi wa sallam bersabda: Ada tiga golongan manusia yang mendapatkan dua pahala: “- Seorang ahli kitab yang beriman kepada Nabinya dan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam . – Seorang budak yang menunaikan hak Allah dan hak tuannya. –Seseorang yang memiliki budak kemudian dia mendidiknya dengan sebaik-baiknya lalu dia memerdekakan budak tersebut dan menikahinya maka baginya dua pahala”.

Inti dari hadits di atas adalah ucapan beliau shallallahun’alaihi wa sallam “Seseorang yang memiliki budak kemudian dia mendidiknya”, apabila seseorang mendapatkan pahala atas pengajaran budaknya maka bagaimana kalau dia mengajari anak dan keluarganya?

Dari Ali radhiyallahu ‘anhu tentang firman Allah:

ﻗُﻮٓﺍْ ﺃَﻧﻔُﺴَﻜُﻢۡ ﻭَﺃَﻫۡﻠِﻴﻜُﻢۡ ﻧَﺎﺭً۬ﺍ

Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. (QS. At-Tahrim : 6) Beliau berkata: Ajarkan keluargamu kebaikan. (HR.Hakim)

Imam Malik rahimahullahu berkata: Dahulu para salaf mengajarkan kepada anak-anak mereka untuk mencintai Abu Bakar dan Umar radhiyallahu ‘anhuma sebagaimana mereka mengajarkan surat Al-Qur’an. (Syarah Ushul I’tiqad Ahlussunnah wal Jama’ah oleh Al-Lalikai hal.1240)

Sa’id bin Al-Ash berkata: Apabila aku mengajarkan anakku Al-Qur’an dan menjelaskan kepada mereka kemudian aku menikahkannya maka aku telah melaksanakan kewajibanku. Dan tinggallah hakku atasnya. (Al-‘Iyal oleh Ibnu Abi Ad-Dunya 1/331).
✅ – Ucapan (Shalatlah kalian sebagaimana kalian mereka aku shalat), didalamnya (ada pelajaran yang bisa dipetik):

1. Mengajarkan ilmu dengan ucapan dan perbuatan.

– Ucapan (Apabila telah datang waktu shalat maka hendaknya ada salah seorang diantara kalian yang mengumandangkan adzan dan yang mengimami kalian adalah yang paling senior diantara kalian), didalamnya (ada pelajaran yang bisa dipetik):

1. Pentingnya ilmu bagi yang memilikinya. Ilmu sangat bermanfaat bagi pemiliknya ketika safar atau muqim, bersama keluarganya dan dalam segala keadaan.

———————————————

————

[1] Diterjemahkan dari kitab Arba’uun Hadiitsan Fii At-Tarbiyah wa Al-Manhaj hadits keempat hal.14-16

https://abdurrahmanthoyyib.com

_*Ya Allah, saksikanlah bahwa kami telah menjelaskan dalil kepada umat manusia, mengharapkan manusia mendapatkan hidayah,melepaskan tanggung jawab dihadapan Allah Ta’ala, menyampaikan dan menunaikan kewajiban kami. Selanjutnya, kepadaMu kami berdoa agar menampakkan kebenaran kepada kami dan memudahkan kami untuk mengikutinya*_

_*Itu saja yang dapat Ana sampaikan. Jika benar itu datang dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Kalau ada yang salah itu dari Ana pribadi, Allah dan RasulNya terbebaskan dari kesalahan itu.*_

_*Sebarkan,Sampaikan,Bagikan artikel ini jika dirasa bermanfaat kepada orang-orang terdekat Anda/Grup Sosmed,dll, Semoga Menjadi Pemberat Timbangan Amal Kebaikan Di Akhirat Kelak.*_

_*“Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya ada pahala yang sama dengan pahala orangyang mengikutinya dan tidak dikurangi sedikitpun juga dari pahala-pahala mereka.”* (HR Muslim no. 2674)_