Cadar Bukan Ciri Radikal,Kriminal atau Pakaian Bangsa Arab. Ajakan Akademisi UIN Untuk Belajar Fiqh 4 Mazhab (Menyoal Larangan Cadar IAIN BukitTinggi)

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in 

Ust. Lalu Ahmad Yani-Cara Musuh Islam Merusak Wanita Islam

Ust. Lalu Ahmad Yani-Hukum Berhias Bagi Wanita Muslimah

Ust.Abdurrahman Thayyib- Bagaimana Pakaian Muslimah Yang Seharusnya

Ust.Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja · Menjadi Bidadari Surga

Ust. Firanda Andirja · Nasehat Buat Wanita

Ust. DR. Firanda Andirja. MA-Nasehat Untuk Para Istri

Wanita Adalah Umpan Setan” Oleh Ustadz Ahmad Zainuddin Lc

Shifat Al Mar’ah Al Muslimah” Karakter Wanita Muslimah – Ustadz Aris Munandar

Download Kitab Bahasa Arab: 

Download Pertemuan ke 1

Pertemuan ke 2-9


Cara Musuh Islam Merusak Wanita Islam – Ustadz Lalu Ahmad Yani, Lc.

Kajian Muslimah: Hukum Berhias Bagi Wanita Muslimah – Ustadz Lalu Ahmad Yani, Lc.

Benarkah Cadar, Pakaian Arab? -Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.

Bincang Santai: Cadar Selfie? – Ustadz Abdullah Taslim, MA.

Cadar Bagi Wanita – Konsultasi Hukum Agama Islam

80 Fatwa tentang kehidupan suami istri dan yang berkaitan dengannya.

Ulama yang.dikutip fatwanya dalam ebook ini adalah:

Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alusy Syaikh

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz

Syaikh Muhammad bin Shaleh Al Utsaimin

Syaikh ‘Abdullah bin ‘Abdurrahman Al Jibrin

Syaikh Shaleh bin Fauzan Al Fauzan

 …

Artikel IAIN Bukittinggi Larang Dosen yang Memakai Cadar Karena Ini Bukan Pakaian Islam, Hanya Pakaian Arab, dan Alasan IAIN Bukittinggi Nonaktifkan Dosen

1.https://m.kiblat.net/2018/03/17/iain-bukittinggi-bersikukuh-larang-cadar-di-kampus/

2. https://www.viva.co.id/berita/nasional/1016143-iain-bukittinggi-larang-dosen-mengajar-pakai-cadar

3. http://padangkita.com/larangan-penggunaan-cadar-iain-bukittinggi-siap-berikan-keterangan-ke-ombudsman/

4. http://m.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2018/03/17/138123/ketua-mui-sumbar-larangan-cadar-iain-bukittinggi-harus-dihentikan.html

5.http://news.berdakwah.net/2018/03/sekarang-iain-bukittinggi-yang-larang-cadar.html?m=1

6. https://m.kiblat.net/2018/03/16/mui-sumbar-bantah-cadar-bagian-budaya-arab/

7. http://m.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/18/03/20/p5vzn2396-bukan-cadar-ini-alasan-iain-bukittinggi-nonaktifkan-dosen

8.http://m.republika.co.id/berita/nasional/umum/18/03/20/p5ul2m440-soal-cadar-iain-bukittinggi-diultimatum

Tentang Cadar

1. Benarkah Ajaran Memakai Cadar Tidak Ada Di Zaman Nabi

https://muslimah.or.id/7318-benarkah-ajaran-memakai-cadar-tidak-ada-di-zaman-nabi.html

2.Hukum Cadar (Dalil Yang Mewajibkan)

https://almanhaj.or.id/1853-hukum-cadar-dalil-yang-mewajibkan.html

3. Jika Hatinya Baik, Penampilannya Juga Baik

https://muslimafiyah.com/jika-hatinya-baik-penampilannya-juga-baik.html

CADAR is CRIME ????

Adat basandi syarak itulah pribahasa yg sering kita dengar jika kita bicara soal sumatera barat yg gambarkan adat di ranah minang sangat kental dgn syariat islam namun minggu ini kita dikejutkan dgn kabar IAIN Bukittinggi yg melarang Cadar di lingkungan kampus

bnyk pndpat soal cadar dan mimin sie berdiri dlm posisi pndpat cadar bukan kewajiban namun mnghormati jika ada muslimah yg gunakan cadar sbgai sbuah keyakinan dan itu juga dilindungi UU dalam konteks kita hidup bernegara sehingga menjadi janggal IAIN bukittinggi sbagai institusi negeri tdak menjalankan amanat konstitusi memberi perlindungan dan kebebasan civitas nya menjalakan agama sesuai keyakinan

entahlah alasan IAIN Bukittinggi garang bgt soal cadar apa pengen dibilang Nasionalis dan kekininan atau mungkin ada yg tau bisikin donk

wich is contohlah kampus – kampus Muhammadiyah yang tidak melarang mahasiswinya menggunakan cadar namun di sisi lain tidak sedikit juga mahasiswanya yang non muslim ( menunjukkan islam yang mengayomi ummat sekaligus bermanfaat bagi ummat lainnya.. keren ya moga kampus Muhammadiyah makin baarokah amin )

Website Sang Pencerah

.

ALASAN PROFESOR SANG REKTOR UIN SUKA…?!

mendengar alasan pelarangan cadar dikampus, agak membingungkan dan terkesan memaksakan biar ilmiyah.

Sang profesor berkata: “legitimasi tertinggi setelah Nabi wafat adalah ijma’ atau konsensus...” Kemudian berkata”… selanjutnya dinamakan konsensus atau perjanjian kenegaraan..”

Jawaban:

1) legitimasi tertinggi setelah Nabi wafat, tetaplah alqur’an dan sunnah nabi, karena: ijma sendiri butuh kepada sandaran dalil, baik berupa Al-Qur’an, As-Sunnah, maupun qiyas.

2) perjanjian kenegaraan bukanlah ijma’. Mengapa?

✅ -definisi ijma’ secara istilah, adalah:

ﺍﺗﻔﺎﻕ ﺍﻟﻤﺠﺘﻬﺪﻳﻦ ﻣﻦ ﺍﻷﻣﺔ ﺍﻹﺳﻼﻣﻴﺔ ﻓﻲ ﻣﺼﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﺼﻮﺭﻋﻠﻰ ﺣﻜﻢ ﺷﺮﻋﻲ ﺑﻌﺪ ﻭﻓﺎﺓ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ .

Kesepakatan para mujtahid dari umat Islam dalam suatu masa terhadap hukum syariat setelah wafatnya Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. [Al wajiz fi ushulil fiqh, hlm. 179, cet. Muassasah alqurthubah]

✅ -jadi ijma merupakan kesepakatan seluruh mujtahid umat islam. Sedangkan peraturan negara bukan kesepakatan mujtahid seluruh umat. Berkata Imam Ghozali dalam [Al-Mustashfa (II/387)] : apabila seorang saja dari para imam atau dua orang menyelisihi (kesepakatan) maka tidak terjadi ijma’ tanpa dia. Dan apabila yang menyelisihi tersebut mati, tidaklah juga masalah tersebut menjadi ijma’, berbeda dengan sebagian kecil dari ulama”.

Bahkan ijma’ ahli madinah bukanlah merupakan hujjah dan dalil yang wajib diikuti.

Berkata Imam ibnu Qudamah: “dan ijma ahli Madinah, bukanlah hujjah…”

✅ Berkata Syaikh Muhammad Asy-Syinqithi: “adapun hujjah jumhur bahwa (ijma’ penduduk Madinah) bukanlah dalil yg wajib diikuti, sangatlah jelas; karena mereka adalah sebagian ummat. Dan yang mu’tabar adalah ijma’ seluruh ummat” [Mudzakkiroh Ushul Fiqh, hlm. 185]

-Apabila ijma’ ahli madinah saja bukan hujjah, apalagi ijma nya (kalau bisa dikatakan ijma) pak rektor, sama dosen disana, tidak bisa dikatakan konsensus.Ditambah, pak profesor dan dosen-dosen yg membuat peraturan, bahkan undang2 negara.BUKANLAH MUJTAHID.

jadi puyeng dengerin profesor ini…. Bisa bantu hilangin pusing ana… Atau emang si profesor ini, seperti perkataan penyair,Jaka sembung…Makan kerupuk… Ga nyambung…Bleguk…

Oleh:Dika Wahyudi

.

Cadar, syari’at yang terzhalimi.

Padahal dalam UUD 1945 Pasal 29 ayat 2 menerangkan bahwa negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya.

Artinya, konstitusi melindungi penuh tiap-tiap warga negara Indonesia untuk beragama dan menyakini serta menjalankan kepercayaan agamanya masing-masing, apalagi Islam adalah agama yang benar, sah (diridha’i) di sisi Allah ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭ ﺗﻌﺎﻟﻰٰ serta sah di negeri kita, Indonesia. Namun mengapa ada sebagian dari kita yang mengaku muslim, justru alergi terhadap syari’at Islam itu sendiri?

Allah ﻋﺰ ﻭﺟﻞ berfirman : “Sesungguhnya agama yang benar di sisi Allah hanyalah Islam.” (QS. Ali ‘Imraan [3] : 19)

Allah ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭ ﺗﻌﺎﻟﻰٰ berfirman :.”Dan barangsiapa yang mencari agama selain Islam maka tidak akan pernah diterima darinya dan di akhirat nanti dia akan termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Ali ‘Imraan [3] : 85)

Semoga orang-orang yang memerangi Islam dan kaum muslimin, Allah ﻋﺰ ﻭﺟﻞ perangi di dunia dan akhirat.

Yang berhijab belum tentu baik, tapi yang baik sudah tentu berhijab karena ia mendengar dan taat kepada Rabbnya tatkala Dia memerintahkannya untuk berhijab.

Allah ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭ ﺗﻌﺎﻟﻰٰ berfirman : “Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Rabb-mu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya, amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (daripadanya).” (QS. Al-A’raaf [7] : 3)

Oleh:Moch Aziz Arief Sujatmiko

.(lanjut ke hal…2)