Salafy Bukan Teroris, Teroris Bukan Salafy

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

1.Teroris Bukan Mujahid & Mutjahid 

Teroris Bukan Mujahid dan Bukan Pula Mujtahid!

2.Menyingkap Cap Teroris Atas Salafy.

https://abangdani.wordpress.com/2009/09/02/menyikapi-cap-teroris-atas-salafy-simak-index-artikel-berikut/

3.Membantah Isu Salafy Adalah Teroris

http://abuayaz.blogspot.com/2010/09/membantah-isu-kalau-salafy-adalah.html

4.Apakah Celana Cingkrang, Berjenggot, Cadaran Ciri Terorisme

Apakah Celana Cingkrang, Berjenggot, Cadaran Ciri Terorisme?

5.Siapakah Tokoh Dibalik Terorisme & Radikalisme

Siapakah Tokoh Di Balik Radikalisme dan Terorisme?

Ust. Mizan Qudsiyah · Cukuplah Mereka salafus sholeh MenjadiPelajaran

Bersama.Polres Bondowoso Kita Cegah Radikalisme & Terorisme” Oleh Ustadz Dr.Syafiq Riza Basalamah 

“Bersama.Polres Bondowoso Kita Cegah Radikalisme & Terorisme” Oleh Ustadz Anas Burhanuddin MA 

“Waspada Terhadap Terorisme,Radikalisme,
ISIS dan Penodaan Agama” Oleh Ustadz
Dr.Ali Musri Semnjan Putra MA,Ustadz Abu Zubair Hawaary Lc  

Terorisme = Jihad? – Ustadz Muhammad bin Umar as Sewed  

“Menangkal Pemikiran.Terorisme” Oleh
Ustadz Abu Yahya Badrussalam Lc 

Sampaikan Apa Adanya dari Nabi (Mizan Qudsiyah, Lc)

Ustadz DR. Syafiq Basalamah MA-Khulafaur Rasyidin

Radikalisme Penyebab dan Solusi – Ustadz Dr. Syafiq Basalamah, MA

Ustadz Syafiq Basalamah · Divonis Mati

Ustadz DR Firanda Andirja MA ·Terorisme dalam Pandangan Islam (PTIK)

Ustadz Abdullah Zaen-Membedah Akar Terorisme

Salafy Bukan Teroris, Teroris Bukan Salafy Al Ustadz Muhammad Afifuddin as Sidawy

Sesi 1:

Sesi 2:

Mengapa Teroris Tidak Pernah Habis? Al Ustadz Muhammad bin Umar as Sewed

(Terorisme dalam Pandangan Islam) -Pemateri Asy-Syaikh Ali bin Hasan Al Halabi 

“Terorsime dan Radikalisme dalam Pandangan Islam” Oleh Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi & Kombes.Pol Drs.H.John Hendri
SH,MH
Sesi 1

Sesi 2

EbookKenapa Islam mengecam terorisme?-Ustazd DR. Ali Musri. MA


Ceramah Agama: Cukuplah Mereka Menjadi Pelajaran – Ustadz Mizan Qudisyah, Lc.

Ceramah agama kali ini akan membahas tema “Cukuplah mereka Menjadi Pelajaran”. Mereka di sini maksudnya tentu saja mereka para salafus sholeh, orang-orang sholeh terdahulu. Kenapa harus mereka? Bukankah pelajaran hidup bisa diambil dari siapa saja?nTentunya karena mereka adalah orang-orang terbaik yang pernah hidup di bumi ini. Mereka adalah orang- orang yang Allah rekomendasikan langsung sebagai orang-orang terbaik. Maka pelajaran hidup dari orang-orang terbaik tentu lebih utama dari orang-orang selainnya. Simak ceramah islam selengkapnya berikut ini.

Sampaikan Apa Adanya Dari Nabi – Ustadz Mizan Qudsiyah, Lc

TNI POLRI adalah tugas yang mulia – Ustadz Firanda Andirja

Antara Jihad dan Terorisme – Ustadz Firanda Andirja Kampus Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Jakarta.

Indahnya Islam Buruknya Terorisme – Ustadz Badrussalam Lc diselenggarakan di Polda Lampung

Sikap Seorang Muslim dalam Menghadapi Isu ISIS (Ustadz Firanda Andirja, M.A.)

Divonis Mati” – Ustadz Dr Syafiq Basalamah- Masjid Darul Ilmi PTIK

Khulafa’ur Rasyidin – Ustadz Dr Syafiq Riza Basalamah,MA

Membendung Gerakan Radikalisme dan Terorisme – Kombes Dr. Soubar Isman, SH., MH., MSC.

Kajian islam di masjid PTIK Darul Ilmi

Menangkal Ideologi Radikal Daurah Cepu

Radikalisme Penyebab dan Solusi – Ustadz Dr. SyafiqnRiza Basalamah, MA ( brimob Sukohardjo)

Perlu mengulang , banyak salah paham baik kelakar atau selainya … Sambutan Kapolri ,Bahwa Jenggot , cadar dan lainya ciri Teroris …. meskipun pelakunya tidak berjenggot ,bercadar Versi Videonya di Yufid TV, https://youtu.be/5HLWz2rP1bo

sesi yang lengkap disini Kajian MP3 FULL Version (Bapak Kapolri + Bapak Patrialis Akbar) Negeriku Bersholawat – Ustadz Syafiq Riza Basamalah Masjid Istiqlal 2 Januari 2016

Radikalisme dan teroris Bondowoso

Pengajian Islam POLDA DIY – Mensyukuri Nikmat Islam – Ustadz Afifi Abdul Wadud (Sesi Pertama)

pak polisi ini tertekan hingga meminta solusi kepada ustadz (KHALID BASALAMAH) Apakah Polisi Kafir /Thogut

Kisah Intel Penasaran Dgn Islam Setelah Menahan Ustadz Khalid Di Bandara Hongkong 

Ustadz Zainal Abidin KAJIAN ILMIAH BARENG DENGAN POLISI, DEMO ITU HARAM HUKUMNYA 

.

Da’wah Salafiyyah itu bukan da’wah teroris.

Jika ada yang mempermasalahkan karena kita berjenggot dan memakai celana cingkrang di atas mata kaki bagi laki-laki dan cadar bagi para wanita Islamnya Islam apa?

Lalu kata atau kalimat apa yang pantas bagi mereka yang memelihara kumis bagi laki-laki dan memakai baju setengah jadi bagi wanita, Islam kalian Islam apa?

✅ Sementara syari’at telah memerintahkan untuk  memotong kumis dan memelihara jenggot.

Rasulullah ﷺ bersabda, “Panjangkanlah jenggot, cukurlah kumis, dan warnailah uban kalian, serta janganlah kalian menyerupai orang Yahudi dan Nasrani.” (Shahiih, HR. Ahmad, no. 8318, Shahiihul Jami’, no. 1067)

Jabir bin ‘Abdillah ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰٰ ﻋﻨﻬﻤﺎ berkata, “Sungguh kami (para Shahabat), diperintahkan (oleh Rasulullah ﷺ ) untuk memanjangkan jenggot dan mencukur kumis.” (Shahiih, HR. Abu Dawud, no. 4201, Ibnu Abi Syaibah, no. 26016, Fat-hul Baari, XIII/410)

Bahkan mencukur kumis dan memelihara jenggot termasuk fitrah bagi laki-laki. Maka siapa saja yang menyelisihinya, maka ia menyelisihi fitrahnya sebagai laki-laki.

✅ Dari ‘Aisyah ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰٰ ﻋﻨﻬﺎ , ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, “Sepuluh perkara termasuk fitrah, yaitu :

1. Mencukur kumis.

2. Memelihara jenggot.

3. Bersiwak.

4. Beristinsyaq (memasukkan air ke dalam hidung).

5. Memotong kuku.

6. Bersuci dengan air (berwudhu’).

7. Mencabut bulu ketiak.

8. Mencukur bulu kemaluan.

9. Beristinja’ dengan air.

10. Berkumur-kumur.”

(Shahiih, HR. Muslim, no. 261)

✅ Syaikh Al-‘Allamah Al-Muhadits Muhammad Nasruddin Al-Albani ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰٰ berkata, “(Nabi) Muhammad ﷺ , dahulu (di masa hidupnya) memiliki jenggot yang lebat, begitu pula para Shahabat beliau ﷺ , para Salafush Shalih, dan para imam. Tidakbada satu pun dari mereka yang mencukur jenggotnya, meski hanya sekali semasa hidupnya.” (Al-Lihyah fil Kitab was Sunnah wa Aqwali Salafil Ummah, hal. 58)

Begitu pun dengan celana cingkrang bagi laki-laki, maka ia adalah sunnah (baca : ajaran) Nabi Muhammad ﷺ yang mulia, maka jikalau belum mampu menegakkan sunnah beliau ﷺ jangan kalian hina dan kalian dustakan.

✅ Dari Abu Sa’id al-Khudriy ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰٰ ﻋﻨﻪ , ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya batas sarung seorang muslim adalah setengah betis dan tidak mengapa atau tidak berdosa jika berada di antara setengah betis dan mata kaki. Apabila di bawah mata kaki maka tempatnya di Neraka. Dan barangsiapa menjulurkan sarungnya karena sombong, maka Allah tidak akan melihat kepadanya.” (Shahiih, HR. Abu Dawud, no. 4093, dan Ibnu Majah, no. 3573, Shahiih Sunan Abi Dawud, II/518)

Sungguh, kami berjenggot dan memakai celana cingkrang bagi laki-laki juga cadar bagi wanita bukan karena mengikuti kelompok ini atau itu, tapi ini adalah syari’at Allah ﻋﺰ ﻭﺟﻞ yang telah diperintahkah oleh Rasulullah ﷺ karena kami mencintai dan menyayangi beliau ﷺ , oleh karena itu kami mendengar dan kami taat.

Allah ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭ ﺗﻌﺎﻟﻰٰ berfirman :

Dan jika kamu taat kepadanya (Muhammad), niscaya kamu mendapat petunjuk.” (QS. An-Nuur [24] : 54)

✅ Jadi Siapa bilang da’wah Salafiyyah, Ahlus Sunnah wal Jama’ah teroris? Kalau ada yang menganggap da’wah yang haq ini teroris, pada hakikatnya dia belum mengenal Islam secara hakiki sebagaimana yang di bawa oleh Rasulullah ﷺ dan para Shahabat ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪﺗﻌﺎﻟﻰٰ ﻋﻨﻬﻢ ﺍﺟﻤﻌﻴﻦ

Semoga Allah ﺗﺒﺎﺭﻙ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰٰ memberikan hidayah dan taufiq.

Abu ‘Aisyah Aziz Arief_

Banyak dikalangan Masyarakat awam dan dari kalangan pendengki Dakwah Sunnah Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam memandang bahwa Salafiyyin adalah Teroris, dengan argumen rendahan seperti “cadaran, jenggotan, cingkrang dstt…”( dan memang ciri-ciri zahir pengikut sunnah mirip dengan teroris namun tak serupa ), perlu diketahui ciri secara zahir seperti memakai cadar, celana cingkrang serta memelihara jenggot adalah Tuntunan dari Rasulullah, dan itu adalah Islam.

namun perlu dicamkan pemikiran yang dianut para teroris adalah pemikiran Takfir yakni mengkafirkan sesama Muslim secara serampangan tanpa ilmu, adapun Salafiyyin sangat berhati-hati sekali dalam permasalahan kafir-mengkafirkan dan seorang yang kafirpun tidak semuanya diperangi ada macam-macamnya. maka para teroris yang menghalalkan pengkafiran sesama muslim alhasil mereka mengebom dimanapun meskipun orang islam menjadi korbannya.

(Redaksi Qaulan Sadida)

(lanjut ke halaman 2)