Tidak Ada Yang Mengetahui Perkara Gaib Selain Allah Saja. Acara Karma ANTV Adalah Kekufuran

Alhamdulillah

Siapa Saja Yang Nonton Program Reality Show KARMA DI ANTV & Percaya Dengan Paranormal Roy Koyoshi Maka Shalatnya 40 Hari Tidak Akan Diterima & Ia Telah Kafir Terhadap Apa Yang Diturunkan Kepada Muhammad

1. Apakah Jin Bisa Mengetahui Hal Ghaib
https://konsultasisyariah.com/21091-apakah-jin-bisa-mengetahui-yang-ghaib.html

2.Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Tidak Mengetahui alam Ghaib
https://almanhaj.or.id/3361-rasulullah-shallallahu-alaihi-wa-sallam-tidak-mengetahui-alam-gaib.html

3. Manusia , Malaikat dan Jin Tidak Mengetahui yang Ghaib

https://asysyariah.com/manusia-malaikat-dan jin-tidak-mengetahui-yang-ghaib/

4. Bolehkah Mempercayai Dukun & Paranormal
https://konsultasisyariah.com/8390-bolehkah-mempercayai-dukun-dan-paranormal.html

5. Hukum Sihir dan Perdukunan

https://konsultasisyariah.com/15614-hukum sihir-dan-perdukunan.html

6. Apakah Jin Bisa Mengetahui yang Ghaib

https://konsultasisyariah.com/21091-apakah-jin-bisa-mengetahui-yang-ghaib.html

7. Aqidah Percaya Hal Ghaib

https://yufidia.com/aqidah-percaya-alam-gaib/

8.Cara Mengusir Jin

https://konsultasisyariah.com/wwwkonsultasisyariah.com/keluar-paku-dari-tubuh-dan-cara-pengobatannya/

Ustadz Abdullah Zaen-Indigo

Ustadz Ammi Nur Bait-Anak Indigo

Larangan Mendatangi Dukun, Ahli Nujum dan Peramal – Ustadz Qomar Suaidi

Ustadz Maududi Abdullahh-Jin dan Alam Ghaib

Ustadz Mizan Qudsiyah-Bolehkah Kita Percaya pada Paranormal

Ustadz Mizan Qudsiyah-Adakah Manusia Mengetahui Hal Gaib Selain Allah

Ustadz Mizan Qudsiyah-Penjelasan dan Hukum Tukang Ramal

Ustadz Mizan Qudsiyah-Hukum Tukang Ramal

Ustadz Mizan Qudsiyah-Kunci Ilmu Ghaib Allah

((Kajian “Bedah Buku Alam Jin Menurut AlQur’an dan Sunnah dan Bantahan terhadap buku dialoq dengan jin Muslim (Karya Ustadz Abdul Abdat)) link Mediafire

Ustadz Ahmad Zainuddin-Lebih MengenalDunia Sihir & Perdukunan

______

HUKUM ORANG YANG MENGAKU MENGETAHUI YANG GHAIB

Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimi

Pertanyaan

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apa hukum orang yang mengaku mengetahui yang ghaib ?

Jawaban.

Hukum orang yang mengaku mengetahui ilmu yang ghaib adalah kafir, karena ia mendustakan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dia berfirman.

ﻗُﻞْ ﻟَﺎ ﻳَﻌْﻠَﻢُ ﻣَﻦْ ﻓِﻲ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕِ ﻭَﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﺍﻟْﻐَﻴْﺐَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠَّﻪُۚ ﻭَﻣَﺎﻳَﺸْﻌُﺮُﻭﻥَ ﺃَﻳَّﺎﻥَ ﻳُﺒْﻌَﺜُﻮﻥَ

“Katakanlah : “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib kecuali Allah”, dan mereka tidak Mengetahui bila mereka akan dibangkitkan” [an-Naml/27 : 65]

Allah memerintahkan kepada NabiNya Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk memberitahukan kepada manusia bahwa tidak ada seorangpun di bumi maupun di langit yang mengetahui ilmu ghaib kecuali Allah Subhanahu
wa Ta’ala.
Sesungguhnya orang yang mengaku mengetahui ilmu yang ghaib, maka ia telah mendustakan Allah Subhanahu wa Ta’ala tentang khabar ini.

Kita tanyakan kepada mereka : Bagaimana mungkin kalian mengetahui yang ghaib, sedangkan Nabi saja tidak mengetahui ? Apakah kalian lebih mulia daripada Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam ? Jika mereka menjawab : “Kami lebih mulia daripada Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka mereka telah kafir karena ucapan itu. Jika mereka mengatakan :Bahwa Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih mulia, maka kami katakan : Kenapa Rasul tidak mengetahui yang ghaib, sedangkan kalian mengetahui ? Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

ﻋَﺎﻟِﻢُ ﺍﻟْﻐَﻴْﺐِ ﻓَﻠَﺎ ﻳُﻈْﻬِﺮُ ﻋَﻠَﻰٰ ﻏَﻴْﺒِﻪِ ﺃَﺣَﺪًﺍ﴿٢٦﴾ﺇِﻟَّﺎ ﻣَﻦِ ﺍﺭْﺗَﻀَﻰٰﻣِﻦْ ﺭَﺳُﻮﻝٍ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻳَﺴْﻠُﻚُ ﻣِﻦْ ﺑَﻴْﻦِ ﻳَﺪَﻳْﻪِ ﻭَﻣِﻦْ ﺧَﻠْﻔِﻪِ ﺭَﺻَﺪًﺍ

(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridahiNya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan belakangnya” [al-Jin/ : 26-27]

Ini adalah ayat kedua yang menunjukkan atas kafirnya orang yang mengetahui ilmu ghaib. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memerintahkan NabiNya Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mengabarkan kepada manusia dengan firmanNya.

ﻗُﻞْ ﻟَﺎ ﺃَﻗُﻮﻝُ ﻟَﻜُﻢْ ﻋِﻨْﺪِﻱ ﺧَﺰَﺍﺋِﻦُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﻟَﺎ ﺃَﻋْﻠَﻢُ ﺍﻟْﻐَﻴْﺐَ ﻭَﻟَﺎﺃَﻗُﻮﻝُ ﻟَﻜُﻢْ ﺇِﻧِّﻲ ﻣَﻠَﻚٌۖ ﺇِﻥْ ﺃَﺗَّﺒِﻊُ ﺇِﻟَّﺎ ﻣَﺎ ﻳُﻮﺣَﻰٰ ﺇِﻟَﻲَّ

Katakanlah : “Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku” [al-An’am/6 : 50]

Barangsiapa mendatangi tukang ramal, lalu menanyakan kepadanya tentang sesuatu lalu ia membenarkannya, maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh malam” (HR. Muslim nomor 2230).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam , beliau bersabda, “Barangsiapa mendatangi dukun lalu mempercayai apa yang diucapkannya, maka ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad .” (HR. Abu Daud)

Dalil lainnya, hadits yang diriwayatkan para penulis As-Sunan dan Al-Hakim dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda. Artinya : Barangsiapa mendatangi dukun lalu mempercayai apa yang dikatakannya, maka ia telah kafir dengan apa yang diturunkan kepada Muhammad”. [1]

[1]. Hadits Riwayat At-Tirmidzi no 135, kitab Ath-Thaharah, Ibnu Majah no. 639, kitab Ath-Thaharah, dan Ahmad dalam Al-Musnad no. 9252

Almanhaj.or.id

ANAK MENJADI INDIGO KARENA KAKEK MOYANGNYA MELAKUKAN PERSEKUTUAN DENGAN JIN

Pertanyaan

ﺑِﺴْـﻢِ ﺍﻟﻠّﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴْﻢ

ﺍَﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠّﻪِ ﻭَﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪُ

Ustadz mohon petunjuk..

Saya mempunyai anak perempuan usia 9 tahun yang mana setiap saat dirinya dapat melihat makhluk ghaib dimanapun tempatnya.

Apa yang harus saya lakukan?

Apakah benar jika anak lahir terbalut sarung dapa melihat hal -hal ghaib? (anak saya terlahir demikian tepat jam 12 Malam tanggal 13)

Mohon penjelasannya..

Jawaban

Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh Bismillah Alhamdulillāh

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

Tidak benar anak terlahir terbalut sarung lantas akan menjadi anak yang indigo/bisa melihat penampakan jin di sekitarnya.

Anak menjadi indigo karena dahulu kakek moyangnya ada yang melakukan persekutuan dengan jin, sehingga ketika kakeknya wafat, si jin ini merasuk ke dalam tubuh salah satu anak atau cucu atau keturunannya.

Ini adalah penyakit, karena manusia normal tidak mampu dan tidak boleh memiliki kemampuan seperti itu, Allāh Ta’ālā berfirman :

ﻳَﺎ ﺑَﻨِﻲ ﺁﺩَﻡَ ﻟَﺎ ﻳَﻔْﺘِﻨَﻨَّﻜُﻢُ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥُ ﻛَﻤَﺎ ﺃَﺧْﺮَﺝَ ﺃَﺑَﻮَﻳْﻜُﻢْﻣِﻦَ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻳَﻨْﺰِﻉُ ﻋَﻨْﻬُﻤَﺎ ﻟِﺒَﺎﺳَﻬُﻤَﺎ ﻟِﻴُﺮِﻳَﻬُﻤَﺎ ﺳَﻮْﺁﺗِﻬِﻤَﺎ ۗ ﺇِﻧَّﻪُﻳَﺮَﺍﻛُﻢْ ﻫُﻮَ ﻭَﻗَﺒِﻴﻠُﻪُ ﻣِﻦْ ﺣَﻴْﺚُ ﻟَﺎ ﺗَﺮَﻭْﻧَﻬُﻢْ ۗ ﺇِﻧَّﺎ ﺟَﻌَﻠْﻨَﺎﺍﻟﺸَّﻴَﺎﻃِﻴﻦَ ﺃَﻭْﻟِﻴَﺎﺀَ ﻟِﻠَّﺬِﻳﻦَ ﻟَﺎ ﻳُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ

“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya.

Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.” (QS Al-A’raf : 27)

Anak indigo bisa melihat penampakan jin karena ia mendapatkan bantuan jin yangmerasuk ke dalam dirinya karena sebab kakek moyangnya ada yang membuat perjanjian dengan jin. Hal yang harus dilakukan oleh orang tuanya adalah:

1). Berusaha semaksimal mungkin membentengi anaknya ini dengan dzikir-dzikir syar’i yang diajarkan oleh Nabi Shallallāhu ‘alayhi wa sallam. Allāh Ta’ālā berfirman :

ﻭَﺇِﻧِّﻲ ﺃُﻋِﻴﺬُﻫﺎ ﺑِﻚَ ﻭَﺫُﺭِّﻳَّﺘَﻬﺎ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄﺎﻥِ ﺍﻟﺮَّﺟِﻴﻢِ

Dan aku memohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada Engkau dari gangguan syaitan yang terkutuk.” (QS Ali Imran : 36)

*Diantara caranya adalah dengan membaca doa berikut ini tiga kali setiap waktu pagi dan sore dihadapan si anak :*

ﺃُﻋِﻴﺬُﻙُ ﺑِﻜَﻠِﻤَﺎﺕِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟﺘَّﺎﻣَّﺔِ ﻣِﻦْ ﻛُﻞِّ ﺷَﻴْﻄَﺎﻥٍ ﻭَﻫَﺎﻣَّﺔٍ ﻭَﻣِﻦْ ﻛُﻞِّ ﻋَﻴْﻦٍ ﻟَﺎﻣَّﺔٍ

A’uudzu bikalimaatillahit taammati min kullisyaithonin wa haam matin wa mingkulli ‘aiininlaammah.

Aku memohon perlindungan kepada Allah untuk engkau dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari setiap kejahatan setan dan binatang bisa yang mematikan, dan dari setiap mata jahat.” (HR. Abu Dawud : 4112, Tirmidzi : 1986, Bukhari :3120, dengan redaksi yang agak berbeda).

2). Bacalah surat Al-Baqarah sampai khatam di dalam rumah untuk mengusir syaithan yang ada di.dalamnya, Nabi shallallāhu ‘alayhi wa salalm bersabda :

ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَﺃَﻥَّ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ ﻟَﺎ ﺗَﺠْﻌَﻠُﻮﺍﺑُﻴُﻮﺗَﻜُﻢْ ﻣَﻘَﺎﺑِﺮَ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥَ ﻳَﻨْﻔِﺮُ ﻣِﻦْ ﺍﻟْﺒَﻴْﺖِ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺗُﻘْﺮَﺃُﻓِﻴﻪِ ﺳُﻮﺭَﺓُ ﺍﻟْﺒَﻘَﺮَﺓِ

“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasūlullah Shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan, sesungguhnya syetan lari dari rumah yang dibacakan surat Al-Baqarah di dalamnya.” (Shahih Muslim : 782).

3). Orang tua harus sering-sering membaca Al-Qur’an di dalam rumahnya dan menjadikannya wirid.harian.

4). Menyingkirkan benda-benda yang dilarang oleh agama Islam karena keberadaan benda-benda tersebut membuat nyaman syaithan tinggal di rumah kita seperti ; alat-alat musik, patung-patung, gambar makhluk bernyawa, lonceng, salib dan simbol-simbol kekufuran lainnya.

5). Tidak membiarkan si anak berada di luar rumah pada waktu maghrib sampai Isya’, karena syaithan sedang aktif-aktifnya di waktu tersebut. Menutup pintu, jendela, dan wadah makanan serta minuman di malam hari. Nabi Shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda :

ﺇِﺫَﺍ ﻛَﺎﻥَ ﺟُﻨْﺢُ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞِ ﺃَﻭْ ﺃَﻣْﺴَﻴْﺘُﻢْ ﻓَﻜُﻔُّﻮﺍ ﺻِﺒْﻴَﺎﻧَﻜُﻢْ ،ﻓَﺈِﻥَّ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥَ ﻳَﻨْﺘَﺸِﺮُ ﺣِﻴﻨَﺌِﺬٍ ، ﻓَﺈِﺫَﺍ ﺫَﻫَﺐَ ﺳَﺎﻋَﺔٌ ﻣِﻦْﺍﻟﻠَّﻴْﻞِ ﻓَﺨَﻠُّﻮﻫُﻢْ ، ﻭَﺃَﻏْﻠِﻘُﻮﺍ ﺍﻟْﺄَﺑْﻮَﺍﺏَ ﻭَﺍﺫْﻛُﺮُﻭﺍ ﺍﺳْﻢَ ﺍﻟﻠَّﻪِﻓَﺈِﻥَّ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥَ ﻟَﺎ ﻳَﻔْﺘَﺢُ ﺑَﺎﺑًﺎ ﻣُﻐْﻠَﻘًﺎ ، ﻭَﺃَﻭْﻛُﻮﺍ ﻗِﺮَﺑَﻜُﻢْﻭَﺍﺫْﻛُﺮُﻭﺍ ﺍﺳْﻢَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ، ﻭَﺧَﻤِّﺮُﻭﺍ ﺁﻧِﻴَﺘَﻜُﻢْ ﻭَﺍﺫْﻛُﺮُﻭﺍ ﺍﺳْﻢَﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﻟَﻮْ ﺃَﻥْ ﺗَﻌْﺮُﺿُﻮﺍ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ﺷَﻴْﺌًﺎ ، ﻭَﺃَﻃْﻔِﺌُﻮﺍﻣَﺼَﺎﺑِﻴﺤَﻜُﻢْ

“Jika malam datang menjelang, atau kalian berada di sore hari, maka tahanlah anak-anak kalian, karena sesungguhnya ketika itu setan sedang bertebaran. Jika telah berlalu sesaat dari waktu malam, maka lepaskan mereka.

Tutuplah pintu dan berzikirlah kepada Allāh, karena sesungguhnya setan tidak dapat membuka pintu yang tertutup. Tutup pula wadah minuman dan makanan kalian dan berzikirlah kepada Allāh, walaupun dengan sekedar meletakkan sesuatu di atasnya, matikanlah lampu-lampu kalian.” (HR.Bukhari : 3280, Muslim : 2012)

6). Membacakan ayat-ayat Al-Qur’an di hadapan si anak untuk mengusir syaithan dan menghilangkan efek indigo tersebut.

7) Senantiasa mengajak dan mengajari anak untuk melakukan shalat lima waktu tepat pada waktunya serta berdoa kepada Allāh Ta’ālā agar memberikan perlindungan kepada diri dan keluarga kita serta membaca rutin dzikir pagi dan petang. Adapun redaksi dzikir pagi petang bisa dilihat di dalam buku Hisnul Muslim karya Syaikh Sa’id bin Ali bin Wahf Al-Qahthani.

Wallahu A’lam

Wabillahit Taufiq

Dijawab dengan ringkas oleh :

Ustadz Abul Aswad Al Bayati

Bimbinganislam.com

____

Adakah Hukum Karma?

Pertanyaan:Kita sering mendengar istilah ‘hukum karma’. Bagaimana sejatinya? Apakah itu benar?Dari: Abdulla

Jawaban:Bismillah was shalatu was salmau ‘ala rasulillah, wa ba’du

Untuk bisa menilai status hukum karma, kita perlu memahami apa itu hukum karma.

Mengenai istilah hukum karma, berikut keterangan yang dipos di wikipedia:

✅Karma (bahasa Sanskerta: कर्म  Karma.ogg (bantuan•info)), karma, (Karman ;”bertindak, tindakan, kinerja”); (Pali:kamma) adalah konsep “aksi” atau “perbuatan” yang dalam agama India dipahami sebagai sesuatu yang menyebabkan seluruh siklus kausalitas (yaitu, siklus yang disebut “samsara”). Konsep ini berasal dari India kuno dan dijaga kelestariannya di filsafat Hindu, Jain, Sikh, dan Buddhisme. Dalam konsep “karma”, semua yang dialami manusia adalah hasil dari tindakan kehidupan masa lalu dan sekarang. Efek karma dari semua perbuatan dipandang sebagai aktif membentuk masa lalu, sekarang, dan pengalaman masa depan. Hasil atau ‘buah’ dari tindakan disebut karma-phala.

Karena pengertian karma adalah pengumpulan efek-efek (akibat) tindakan/perilaku/sikap dari kehidupan yang lampau dan yang menentukan nasib saat ini, maka karma berkaitan erat dengan kelahiran kembali (reinkarnasi). Segala tindakan/perilaku/sikap baik maupun buruk seseorang saat ini juga akan membentuk karma seseorang dikehidupan berikutnya. [http://id.wikipedia.org/wiki/Karma]

➡Berikut keterangan dalam Fatawa Islam, oleh Syaikh Muhammad Shaleh Munajed:

Setelah beliau menjelaskan hakikat karma, sebagaimana yang dijelaskan dalam wikipedia berbahasa Arab, beliau menegaskan:

Masyarakat Hindu beranggapan bahwa hukum karma ini berlaku bagi semua makhluk. Itulah hukum mutlak yang tidak menerima kompromi. Hukum karma akan senantiasa menyertai dan mengintai setiap saat. Karena itu, semua tindakan kita, yang baik maupun yang buruk, ada balasannya. Semua perbuatan buruk yang kita lakukan, harus ada hasil yang akan menimpa kita, dan seluruh perbuatan baik yang kita lakukan, akan dibalas dengan yang semisal.
Dalam al-Mausu’ah al-Muyasarah fi al-Adyan wa al-Madzahib wa al-Ahzab al-Mu’ashirah dinyatakan:

الكارما – عند الهندوس – : قانون الجزاء ، أي أن نظام الكون إلهي قائم على العدل المحض، هذا العدل الذي سيقع لا محالة إما في الحياة الحاضرة أو في الحياة القادمة ، وجزاء حياةٍ يكون في حياة أخرى ، والأرض هي دار الابتلاء كما أنها دار الجزاء والثواب

Karma menurut masyarakat India: hukum balasan. Artinya merupakan aturan Tuhan di alam ini, yang dibangun di atas prinsip keadilan semata. Keadilan ini pasti akan terjadi, dan tidak bisa dihindari, baik dalam kehidupan sekarang maupun kehidupan masa mendatang. Balasan satu fase kehidupan ada pada fase kehidupan yang lain. Dunia menjadi negeri ujian, sebagaimana dunia merupakan negeri balasan.

Lebih lanjut, dalam al-Mausu’ah ini juga dinyatakan:

ويظل الإنسان يولد ويموت ما دامت الكارما متعلقة بروحه ولا تطهر نفسه حتى تتخلص من الكارما حيث تنتهي رغباته وعندها يبقى حيًّا خالداً في نعيم النجاة ، وهي مرحلة “النيرفانا”

Setiap manusia akan kembali dilahirkan dan mati, selama karma ini melekat pada ruhnya. Jiwannya tidak akan bisa lepas, sampai terbebas dari karma, ketika semua yang diinginkan mencapai puncaknya. Di situlah dia bisa hidup kekal dalam kenikmatan, yang disebut tingkatan nirwana.

Seperti yang kita pahami, agama dan prinsip hidup yang dianut masyarakat Hindu adalah agama berhala. Prinsip mereka dibangun berdasarkan keyakinan yang salah dan khayalan-khayalan kosong. Sementara hukum karma adalah turunan dari aqidah sesat yang mereka yakini dan mereka jadikan sebagai prinsip hidupnya.

Dari keterangan di atas, kita bisa menyimpulkan beberapa hal yang menunjukkan kesesatan keyakinan hukum karma:.,(lanjut ke hal2)