Antara Ust. Abdul Shomad, Hukum Mendengar Musik Metal, Allah & RasulNya & Para Salafush Shalih Membantah & Mengingatkan Fitnah & Bahaya Musik

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

1.Akan Ada Da’i Yang Menyeru Ke Jahannam

https://almanhaj.or.id/2054-akan-muncul-dai-dai-yang-menyeru-ke-neraka-jahannam.html

2. Dai Penyeru Kesesatan

http://pepisusanti.blogspot.com/2013/05/dai-penyeru-kesesatan.html

3.Ciri Da’i Sesat

al-atsariyyah.com/ciri-ciri-dai-sesat.html

Bantahan Al-Ustadz ‘Ali Ahmad bin ‘Umar ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪﺗﻌﺎﻟﻰٰ Terhadap 30 Catatan Masalah Populer Ust. Abdul Shomad

PDF 1315 Halaman 


Catatan Terhadap Buku “37 Masalah Populer” Karya H. Abdul Shomad Lc.MA.(Semoga Allah Membimbingnya) disusun Oleh Abu Ubaidah Yusuf Bin Muktar As Sidawi

PDF 169 Halaman:

Para Tokoh Yang Menyesatkan -Ustadz DR Syafiq Riza.Basalamah MA

Ustadz Ahmad Zainuddin-Nasehat Bagi Para Dai

Abu Ihsan Al-Atsary · Penyimpangan Beberapa Aliran Islam 1

Penyimpangan Beberapa Aliran Islam 2

Penyimpangan Beberapa Aliran Islam 3

Ustadz Ahmad Zainuddin-Mendeteksi Kelompok Sesat

Ustadz Maududi Abdullah-Berdakwah Kepada Petunjuk Atau Kesesatan

Standar Kesesatan dalam Islam (Ahmad Zainuddin, Lc)

Ke-059 : Mengajak Kepada Kesesatan (Dosa Dosa Besar)

Hidayah dan Kesesatan (Abdullah Taslim, MA)

Cinta yang Tersesat (DR. Syafiq Reza Basalamah, MA)

Hukum Mendengar Musik Metal | Ustadz Abdul Somad

Para Tokoh Yang Menyesatkan – Kajian Ustadz DR Syafiq Riza.Basalamah MA

Ceramah Islam: Nasehat Bagi Dai Masa Kini – Ustadz Ahmad Zainuddin  

Nasihat Agar terhindar Dari Da’i-D’ai Syubhat – Ustadz Ahmad. Zainuddin

 ​

Nasehat Agar Terhindar Dari Dai Syubhat -Ust. Ahmad Zainuddin

Hukum Mendengar Musik Metal-Ust Abdul Shomad

______

Hukum Mendengar Musik Metal, Allah & RasulNya & Para Salafush Shalih Membantah & Mengingatkan Fitnah & Bahaya Musik


AKIBAT FATWA DARI TUAN GURU “AHLI HADITS MAROKO” : JADINYA ADA KONSER METAL SHALAWATAN HASANAH WAL BAROKAH

“Tuan Guru Ahli HADITS” Abdul Shomad (Semoga Allah Membimbingnya) berkata dalam FATWA nya, ketika DITANYA : “USTADZ” Apa HUKUMNYA MENDENGAR LAGU (MUSIC ) METAL ? TAPI LIRICNYA ISLAMI ???

Maka “TUAN GURU AHLI HADITS MAROKO” Abdul Somad menjawab dalam FATWA “NYELENEHNYA” DIA BERKATA : “MAU METAL, MAU RNB, MAU RAP, MAU APAPUN, EE…YANG PENTING KALAU MAKNANYA BAIK, YAA BAIK,KALAU MAKNANYA TAK BAIK, YA TAK BAIK

Selesai Penukilan FATWA dari AHLI HADITS MAROKO-

=-=-=-=-=-=


DAN AKHIRNYA, FATWA ini DISAMBUT BAIK oleh Banser Dengan MENGADAKAN KONSER METAL HASANAH WAL BAROKAH, DIHADIRI PULA OLEH : MAJELIS “DZIKIR SHAlAWAT” RIJALUL ANSOR, KENDAL”

ALLAH DAN RASULNYA, BESERTA PARA ULAMA SALAFHUS SHALEH MEMBANTAH PARA PEMUSIK BERSORBAN DAN BERPECI YANG MENGAKU-NGAKU BERMAHDZAB SYAFI’IEYAH ( SEKALIGUS MENJAWAB SYUBHAT EMBEL EMBEL ADANYA MUSIC ISLAMI HASANAH )-

=-==-=-=–=-=-=-=-==

✅Sebaik-baik yang Membantah mereka para pendusta bersorban ini adalah ALLAH AZZA WA JALL, RABBUL ‘ALAMIN : Allah yang Maha Rahman mengingatkan para hamba-Nya dari fitnah MUSIK ini, sebagaimana dalam firman- Nya:

-=-=-=-=-=

ﻭَﻣِﻦَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﻣَﻦْ ﻳَﺸْﺘَﺮِﻱ ﻟَﻬْﻮَ ﺍﻟْﺤَﺪِﻳﺚِ ﻟِﻴُﻀِﻞَّ ﻋَﻦْ ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺑِﻐَﻴْﺮِﻋِﻠْﻢٍ ﻭَﻳَﺘَّﺨِﺬَﻫَﺎ ﻫُﺰُﻭًﺍ ۚ ﺃُﻭﻟَٰﺌِﻚَ ﻟَﻬُﻢْ ﻋَﺬَﺍﺏٌ ﻣُﻬِﻴﻦٌ

“Dan di antara MANUSIA (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang TIDAK BERGUNA untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah TANPA ILMU dan menjadikan JALAN Allah sebagai Olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh adzab yang menghinakan.” (Luqman: 6)

Menurut Para sahabat, di antaranya Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu, Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dan para Tabi’in, yakni ‘Ikrimah, Mujahid, dan Al-Hasan Al-Bashri rahimahumullah, AYAT INI TURUN BERKAITAN DENGAN MUSIK DAN NYANYIAN. (LihatTahrim Alatith Tharbi, karya Asy-Syaikh Al-Albani hal.142-144)

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-

Dalam Tafsir Al-Qur`anil ‘Azhim, Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah juga MENEGASKAN AYAT INI berkaitan dengan keadaan orang-orang HINA yang enggan mengambil manfaat dari (mendengarkan) Al- Qur`an, kemudian berupaya untuk mendengarkan musik dan nyanyian dengan segala irama dan perantinya.

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

Mungkin di antara kita ada yang mempertanyakan: “BUKANKAH AYAT INI BERKAITAN dengan orang-orang KAFIR yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna, nyanyian dan musik untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa ilmu dan menjadikan jalan Allah sebagai olok-olokan?”


-=-=-=-=-=-

✅Menanggapi hal ini Al-Imam Ibnu ‘Athiyyah rahimahullah mengatakan: “Ayat ini berkaitan pula dengan UMAT MUHAMMAD ( Shallallahu ‘alaihi wa Sallam ). Bentuk penyesatannya dari jalan Allah Azza Wa Jall tidak dengan kekufuran dan tidak pula dengan menjadikan ayat-ayat Allah Azza WA Jall sebagai olok-olokan. Akan tetapi DALAM BENTUK MEMALINGKAN MANUSIA DARI IBADAH, MENGHABISKAN WAKTU untuk SESUATU YANG DIBENCI (Oleh Allah ), serta menyeret mereka ke dalam barisan pelaku maksiat dan orang-orang yang berjiwa rendah…” (Al-Muharrar Al-Wajiz 13/9, dinukil dari Tahrim Alatith Tharbi, hal. 154)

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

Demikian halnya dengan Al-Wahidi, sebagaimana dalam pernyataannya: “Ayat ini meliputi siapa saja yang lebih memilih perkataan yang tidak berguna, nyanyian dan musik daripada Al-Qur`an. Karena kata isytira` seringkali bermakna memilih dan mengganti.” (Al-Wasith 3/441, dinukil dari Tahrim Alatith Tharbi hal. 144-145)

-=-=-=-=-

✅Dan Sebaik-Baik pula manusia yang mulia, seorang Hamba dan Rasul-Nya, yang Membantah mereka para pendusta bersorban itu adalah Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wa Sallam : Hadits Abu ‘Amir atau Abu Malik Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

ﻟَﻴَﻜُﻮﻧَﻦَّ ﻣِﻦْ ﺃُﻣَّﺘِﻲ ﺃَﻗْﻮَﺍﻡٌ ﻳَﺴْﺘَﺤِﻠُّﻮﻥَ ﺍﻟْﺤِﺮَ ﻭَﺍﻟْﺤَﺮِﻳﺮَ ﻭَﺍﻟْﺨَﻤْﺮَﻭَﺍﻟْﻤَﻌَﺎﺯِﻑَ، ﻭَﻟَﻴَﻨْﺰِﻟَﻦَّ ﺃَﻗْﻮَﺍﻡٌ ﺇِﻟَﻰ ﺟَﻨْﺐِ ﻋَﻠَﻢٍ ﻳَﺮُﻭﺡُ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﺑِﺴَﺎﺭِﺣَﺔٍﻟَﻬُﻢْ ﻳَﺄْﺗِﻴﻬِﻢْ ﻳَﻌْﻨِﻲ ﺍﻟْﻔَﻘِﻴﺮَ ﻟِﺤَﺎﺟَﺔٍ ﻓَﻴَﻘُﻮﻟُﻮﺍ : ﺍﺭْﺟِﻊْ ﺇِﻟَﻴْﻨَﺎ ﻏَﺪًﺍ؛ﻓَﻴُﺒَﻴِّﺘُﻬُﻢْ ﺍﻟﻠﻪُ ﻭَﻳَﻀَﻊُ ﺍﻟْﻌَﻠَﻢَ ﻭَﻳَﻤْﺴَﺦُ ﺁﺧَﺮِﻳﻦَ ﻗِﺮَﺩَﺓً ﻭَﺧَﻨَﺎﺯِﻳﺮَ ﺇِﻟَﻰﻳَﻮْﻡِ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ

Akan muncul di kalangan umatku, kaum-kaum yang menghalalkan zina, sutera, khamr, dan ALAT-ALAT MUSIK. Dan akan ada kaum yang menuju puncak gunung kembali bersama ternak mereka, lalu ada orang miskin yang datang kepada mereka meminta satu kebutuhan, lalu mereka mengatakan: ‘Kembalilah kepada kami besok.’ Lalu Allah membinasakan mereka di malam hari dan menghancurkan bukit tersebut. Dan Allah mengubah yang lainnya menjadi kera-kera dan babi-babi, hingga hari kiamat.” (HR. Al-Bukhari, 10/5590)

Hadits ini adalah hadits yang shahih. Apa yang Al-Bukhari rahimahullah sebutkan dalam sanad hadits tersebut: “Hisyam bin Ammar berkata…”(1) tidaklah memudaratkan kesahihan hadits tersebut. Sebab Al-Imam Al-Bukhari rahimahullah tidak dikenal sebagai seorang mudallis (yang menggelapkan hadits), sehingga
hadits ini dihukumi bersambung sanadnya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata: “(Tentang) alat-alat (musik) yang melalaikan, telah shahih apa yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari rahimahullah dalam Shahih-nya secara ta’liq dengan bentuk pasti (jazm), yang masuk dalam syaratnya.” (Al-Istiqamah, 1/294, Tahrim Alat Ath-Tharb, hal. 39. Lihat pula pembahasan lengkap tentang sanad hadits ini dalam Silsilah Ash-Shahihah, Al-Albani, 1/91)

Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah berkata setelah menyebutkan panjang lebar tentang keshahihan hadits ini dan membantah pendapat yang berusaha melemahkannya: “Maka barangsiapa –setelah penjelasan ini– melemahkan hadits ini, maka dia adalah orang yang sombong & penentang. Dia termasuk dalam sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam:

ﻟَﺎ ﻳَﺪْﺧُﻞُ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﻣَﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﻓِﻲ ﻗَﻠْﺒِﻪِ ﻣِﺜْﻘَﺎﻝُ ﺫَﺭَّﺓٍ ﻣِﻦْ ﻛِﺒْﺮٍ

Tidak masuk ke dalam surga, orang yang dalam hatinya ada kesombongan walaupun seberat semut.” (HR. Muslim) [At-Tahrim, hal. 39]

=-=-=-=-=-

=-=-=-=-=-



Makna Hadits ini adalah akan muncul dari kalangan umat ini yang menganggap halal hal-hal tersebut, padahal itu adalah perkara yang haram
. Al-‘Allamah ‘Al Al-Qari rahimahullah berkata: “Maknanya adalah mereka menganggap perkara-perkara ini sebagai sesuatu yang halal dengan mendatangkan berbagai syubhat dan dalil-dalil yang lemah.” (Mirqatul Mafatih, 5/106)

Hadits Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

=-=-=-=-=-=-=-=-=

ﺻَﻮْﺗَﺎﻥِ ﻣَﻠْﻌُﻮﻧَﺎﻥِ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻭَﺍﻟْﺂﺧِﺮَﺓِ : ﻣِﺰْﻣَﺎﺭٌ ﻋِﻨْﺪَ ﻧِﻌْﻤَﺔٍ، ﻭَﺭَﻧَّﺔٌ ﻋِﻨْﺪَﻣُﺼِﻴﺒَﺔٍ

Dua suara yang terlaknat di dunia dan akhirat: seruling ketika mendapat nikmat, dan suara (jeritan) ketika musibah.” (HR. Al-Bazzar dalam Musnad-nya, 1/377/755, Adh-Dhiya` Al-Maqdisi dalam Al-Mukhtarah, 6/188/2200, dan dishahihkan oleh Al-Albani berdasarkan penguat-penguat yang ada. Lihat Tahrim Alat Ath-Tharb, hal. 52)

Juga dikuatkan dengan riwayat Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu, dari Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻧُﻬِﻴْﺖُ ﻋَﻦِ ﺍﻟﻨَّﻮْﺡِ ﻋَﻦْ ﺻَﻮْﺗَﻴْﻦِ ﺃَﺣْﻤَﻘَﻴْﻦِ ﻓَﺎﺟِﺮَﻳْﻦِ : ﺻَﻮْﺕٍ ﻋِﻨْﺪَﻧَﻐْﻤَﺔِ ﻟَﻬْﻮٍ ﻭَﻟَﻌِﺐٍ ﻭَﻣَﺰَﺍﻣِﻴﺮِ ﺷَﻴْﻄَﺎﻥٍ، ﻭَﺻَﻮْﺕٍ ﻋِﻨْﺪَ ﻣُﺼِﻴﺒَﺔٍ ﺧَﻤْﺶِﻭُﺟُﻮﻩٍ ﻭَﺷَﻖِّ ﺟُﻴُﻮﺏٍ ﻭَﺭَﻧَّﺔِ ﺷَﻴْﻄَﺎﻥٍ

“Aku hanya dilarang dari meratap, dari dua suara yang bodoh dan fajir: Suara ketika dendangan yangbmelalaikan dan permainan, seruling-seruling setan, dan suara ketika musibah, mencakar wajah, merobek baju dan suara setan.” (HR. Al-Hakim, 4/40, Al-Baihaqi,4/69, dan yang lainnya. Juga diriwayatkan At-Tirmidzi secara ringkas, no. 1005)

✅An-Nawawi rahimahullah berkata tentang makna ‘suara setan’: “Yang dimaksud adalah Nyanyian (music ) dan seruling.” (Tuhfatul Ahwadzi, 4/75)

-=-=-=-=-=-=


Bismillah, Dan sekiranya Imam Syafi’ie rahimahullah masih hidup, tentulah dia tidak akan mengakui dirimu Wahai Pemusik Bersorban, Berpeci, yang mengaku-ngaku bermahdzab Syafi’ieyah !! dan dikatakan kepada
dirimu : 
al-Imam Asy Syafi’i rahimahullah Beliau berkata, “Nyanyian adalah suatu hal yang SIA-SIA yang tidak kusukai karena nyanyian itu adalah seperti kebatilan. Siapa saja yang sudah KECANDUAN mendengarkan nyanyian, maka persaksiannya TERTOLAK !”[Lihat TalbisIIblis, 283.]

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

✅al Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata: “Para tokoh dari murid-murid Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah mengingkari nyanyian. Para pendahulu mereka, tidak diketahui ada perselisihan di antara mereka. Sementara para pembesar orang-orang belakangan, juga mengingkari hal tersebut. Di antara mereka adalah Abuth Thayyib Ath-Thabari, yang memiliki kitab yang dikarang khusus tentang tercela dan terlarangnya nyanyian.

(Lanjut ke hal…2)