Tauhid adalah Tujuan dan Hikmah Penciptaan Makhluk

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in 
1. Macam-Macam “Rasa Takut” Dalam Pelajaran Tauhid

https://muslim.or.id/37511-macam-macam-rasa-takut-dalam-pelajaran-tauhid.html

2. Istiqamah

https://almanhaj.or.id/8653-istiqamah.html

3. Hikmah Penciptaan Manusia

http://kuncikebaikan.com/hikmah-penciptaan-manusia/

4.Hikmah di Balik Penciptaan Jin dan Manusia

http://www.muadz.com/hikmah-di-balik-penciptaan-jin-dan-manusia/

5. BUKTI EKSISTENSI ALLAH DAN HIKMAH

https://islamqa.info/id/26745

 

(Hikmah Diciptakannya Makhluk) -Ustadz Muhammad bin ‘Umar as Sewed

Hikmah Manusia Diciptakan – Ustadz Muhammad Rijal

(Hikmah Penciptaan Manusia, Malaikat, Jin, dan Iblis) – Ustadz Muhammad bin ‘Umar as Sewed

Ustadz DR. Firanda Andirja MA- Syarah Kitab Tauhid#7

Ustadz DR. Firanda Andirja MA- Syarah Kitab Tauhid#6

Ustadz DR. Firanda Andirja MA- Syarah Kitab Tauhid#5

Ustadz DR. Firanda Andirja MA- Syarah Kitab Tauhid#4

Ustadz DR. Firanda Andirja MA- Syarah Kitab Tauhid#3

Ustadz DR. Firanda Andirja MA- Syarah Kitab Tauhid#2

Ustadz DR. Firanda Andirja MA- Syarah Kitab Tauhid#1

Kitab Tauhid, karya Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab (matan & terjemahan)


Kajian : Syarah Kitab Tauhid #7 -Ustadz DR. Firanda Andirja, MA

Kajian : Syarah Kitab Tauhid #1 -Ustadz DR. Firanda Andirja, MA

____

Keutamaan Tauhid dan Bahaya Syirik #2

ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴﻢِ

Tauhid adalah Tujuan dan Hikmah Penciptaan Makhluk:

Allah ta’ala berfirman,

ﻭَﻣَﺎ ﺧَﻠَﻘْﺖُ ﺍﻟْﺠِﻦَّ ﻭَﺍﻷِﻧْﺲَ ﺇِﻻَّ ﻟِﻴَﻌْﺒُﺪُﻭﻥِ

Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku saja.” [Adz-Dzariyyat: 56]

➡Beberapa Pelajaran:

➡1) Ibadah kepada Allah ta’ala adalah tujuan dan hikmah penciptaan jin dan manusia.

✅• Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

ﺃﻥ ﻫَﺬَﺍ ﻫُﻮَ ﺍﻟْﻤَﻘْﺼُﻮﺩ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺧﻠﻖ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟْﺨﻠﻖ ﻟَﻪُ ﻛَﻤَﺎ ﻗَﺎﻝَ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ}ﻭَﻣَﺎ ﺧﻠﻘﺖ ﺍﻟْﺠِﻦّ ﻭَﺍﻟْﺈِﻧْﺲ ﺇِﻟَّﺎ ﻟﻴﻌﺒﺪﻭﻥ { ﻓَﻜﻞ ﻣَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻷﺟﻞﺍﻟْﻐَﺎﻳَﺔ ﺍﻟَّﺘِﻲ ﺧﻠﻖ ﻟَﻪُ ﺍﻟْﺨﻠﻖ ﻛَﺎﻥَ ﻣَﺤْﻤُﻮﺩًﺍ ﻋِﻨْﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻫﻮ ﺍﻟﺬﻱﻳﺒْﻘﻰ ﻟﺼَﺎﺣﺒﻪ ﻭﻳﻨﻔﻌﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑِﻪِ ﻭَﻫَﺬِﻩ ﺍﻷﻋﻤﺎﻝ ﻫِﻲَ ﺍﻟْﺒَﺎﻗِﻴَﺎﺕﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤَﺎﺕ

“Bahwa inilah maksud Allah subhanahu wa ta’ala menciptakan makhluk, sebagaimana firman Allah ta’ala, “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku saja.” (Adz.Dzariyyat: 56) Maka setiap amalan yang dikerjakan untuk tujuan ibadah, terpuji di sisi Allah dan itulah yang akan kekal bagi pemiliknya serta mendapatkan manfaat dari Allah. Inilah amal-amal shalih yang akan tetap tinggal bersama pemiliknya.” [Al-Istiqomah, 2/284-285]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah jugaberkata,

ﻭَﻗَﺪْ ﻗَﺎﻝَ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ : } ﻭَﻣَﺎ ﺧَﻠَﻘْﺖُ ﺍﻟْﺠِﻦَّ ﻭَﺍﻟْﺈِﻧْﺲَ ﺇِﻟَّﺎ ﻟِﻴَﻌْﺒُﺪُﻭﻥِ {‏[ﺍﻟﺬﺍﺭﻳﺎﺕ : 56 ‏] ﻓَﺎﻟْﻐَﺎﻳَﺔُ ﺍﻟْﺤَﻤِﻴﺪَﺓُ ﺍﻟَّﺘِﻲ ﺑِﻬَﺎ ﻳَﺤْﺼُﻞُ ﻛَﻤَﺎﻝُ ﺑَﻨِﻲ ﺁﺩَﻡَﻭَﺳَﻌَﺎﺩَﺗُﻬُﻢْ ﻭَﻧَﺠَﺎﺗُﻬُﻢْ ﻋِﺒَﺎﺩَﺓُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺣْﺪَﻩُ، ﻭَﻫِﻲَ ﺣَﻘِﻴﻘَﺔُ ﻗَﻮْﻝِ ﺍﻟْﻘَﺎﺋِﻞِ :ﻟَﺎ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠَّﻪُ، ﻭَﻟِﻬَﺬَﺍ ﺑَﻌَﺚَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺟَﻤِﻴﻊَ ﺍﻟﺮُّﺳُﻞِ، ﻭَﺃَﻧْﺰَﻝَ ﺟَﻤِﻴﻊَﺍﻟْﻜُﺘُﺐِ، ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺼْﻠُﺢُ ﺍﻟﻨَّﻔْﺲُ ﻭَﺗَﺰْﻛُﻮ ﻭَﺗَﻜْﻤُﻞُ ﺇِﻟَّﺎ ﺑِﻬَﺬَﺍ

“Dan sungguh Allah ta’ala telah berfirman, “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku saja.” (Adz-Dzariyyat: 56)

Maka tujuan mulia yang dengannya anak Adam akan meraih kesempurnaan, kebahagiaan dan keselamatan adalah beribadah kepada Allah yang satu saja, dan inilah hakikat ucapan “Laa ilaaha illallah”, dan karena itulah Allah ta’ala mengutus seluruh rasul dan menurunkan semua kitab, dan jiwa tidak akan menjadi baik, bersih dan sempurna kecuali dengan ini (ibadah kepada Allah yang satu saja).” [Al-Jawaabus Shahih, 6/29]

✅Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata,

ﻭَﻣَﻌْﻨَﻰ ﺍﻟْﺂﻳَﺔِ : ﺃَﻧَّﻪُ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﺧَﻠَﻖَ ﺍﻟْﻌِﺒَﺎﺩَ ﻟِﻴَﻌْﺒُﺪُﻭﻩُ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻟَﺎ ﺷَﺮِﻳﻚَ ﻟَﻪُ،ﻓَﻤَﻦْ ﺃَﻃَﺎﻋَﻪُ ﺟَﺎﺯَﺍﻩُ ﺃَﺗَﻢَّ ﺍﻟْﺠَﺰَﺍﺀِ، ﻭَﻣِﻦْ ﻋَﺼَﺎﻩُ ﻋَﺬَّﺑَﻪُ ﺃَﺷَﺪَّ ﺍﻟْﻌَﺬَﺍﺏِ،ﻭَﺃَﺧْﺒَﺮَ ﺃَﻧَّﻪُ ﻏَﻴْﺮُ ﻣُﺤْﺘَﺎﺝٍ ﺇِﻟَﻴْﻬِﻢْ، ﺑَﻞْ ﻫُﻢُ ﺍﻟْﻔُﻘَﺮَﺍﺀُ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﻓِﻲ ﺟَﻤِﻴﻊِﺃَﺣْﻮَﺍﻟِﻬِﻢْ، ﻓَﻬُﻮَ ﺧَﺎﻟِﻘُﻬُﻢْ ﻭَﺭَﺍﺯِﻗُﻬُﻢْ .

“Makna ayat ini: Bahwa Allah menciptakan makhluq semata-mata untuk beribadah kepada-Nya saja, tidak ada sekutu bagi-Nya. Barangsiapa yang menaati perintah-Nya, maka Dia akan membalasnya dengan balasan yang paling sempurna, dan barangsiapa yang bermaksiat kepada-Nya, maka Dia akan mengazabnya dengan azab yang paling pedih. Allah ta’ala juga mengabarkan bahwa Dia tidak butuh kepada makhluq, bahkan makhluqlah yang butuh kepada-Nya dalam segala keadaan mereka, Dia-lah Allah Pencipta dan Pemberi rezeki mereka.” [Tafsir Ibnu Katsir, 7/425, Fathul Majid, hal. 19]

Inilah keyakinan yang benar dan pandangan hidup seorang mukmin, bahwa hidup semata-mata untuk menghamba kepada Allah ta’ala, dan Allah ta’ala telah membantah orang-orang yang tidak memiliki pandangan hidup ini,

ﺃَﻳَﺤْﺴَﺐُ ﺍﻷِﻧْﺴَﺎﻥُ ﺃَﻥْ ﻳُﺘْﺮَﻙَ ﺳُﺪﻯً

Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan sia- sia begitu saja?” [Al-Qiyaamah: 36]

ﺃَﻓَﺤَﺴِﺒْﺘُﻢْ ﺃَﻧَّﻤَﺎ ﺧَﻠَﻘْﻨَﺎﻛُﻢْ ﻋَﺒَﺜًﺎ ﻭَﺃَﻧَّﻜُﻢْ ﺇِﻟَﻴْﻨَﺎ ﻟَﺎ ﺗُﺮْﺟَﻌُﻮﻥَ ﻓَﺘَﻌَﺎﻟَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُﺍﻟْﻤَﻠِﻚُ ﺍﻟْﺤَﻖُّ ﻟَﺎ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻ ﻫُﻮَ ﺭَﺏُّ ﺍﻟْﻌَﺮْﺵِ ﺍﻟْﻜَﺮِﻳﻢِ

Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu untuk main-main (saja), dan.bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maka Maha Tinggi Allah (dari perbuatan mencipta untuk main-main), Dia Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Sesembahan yang berhak diibadahi selain Dia, Rabb (Yang mempunyai) ‘arsy yang mulia.” [Al-Mukminun: 115-116]

➡2) Ibadah yang dimaksudkan dalam ayat ini adalah tauhid, bukan sekedar menyembah Allah, tetapi memurnikan penyembahan hanya kepada Allah yang satu saja, tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun; yaitu meyakini hanya Allah ta’ala satu-satunya sesembahan yang benar dan tidak boleh mempersembahkan satu bentuk ibadah kecuali kepada-Nya saja.

Maka siapa yang beribadah kepada Allah, tetapi ia meyakini ada selain Allah yang boleh diibadahi atau ia masih juga beribadah kepada selain-Nya, seperti berdoa.dan tawakkal kepada selain Allah, menyembelih dan berkurban untuk selain-Nya, maka pada hakikatnya ia belum beribadah kepada Allah, karena ia belum memurnikan ibadah hanya kepada Allah.

Sahabat yang Mulia Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma berkata,

ﻛَﻞُّ ﻣَﺎ ﻭَﺭَﺩَ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥِ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻌِﺒَﺎﺩَﺓِ ﻓَﻤَﻌْﻨَﺎﻫَﺎ ﺍﻟﺘَّﻮْﺣِﻴﺪُ

Semua kata ibadah yang disebutkan dalam Al-Qur’an maknanya adalah tauhid.” [Tafsir Al-Baghawi, 1/71]

➡3) Kewajiban untuk selalu mencari keridhoaan dan kecintaan Allah ta’ala dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya dalam hidup ini, karena itulah hakikat ibadah.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

ﺍﻟْﻌِﺒَﺎﺩَﺓ ﻫِﻲَ ﺍﺳْﻢ ﺟَﺎﻣﻊ ﻟﻜﻞ ﻣَﺎ ﻳُﺤِﺒﻪُ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻳﺮﺿﺎﻩ ﻣﻦ ﺍﻟْﺄَﻗْﻮَﺍﻝﻭﺍﻷﻋﻤﺎﻝ ﺍﻟْﺒَﺎﻃِﻨَﺔ ﻭَﺍﻟﻈَّﺎﻫِﺮَﺓ .

Ibadah adalah satu nama yang mencakup segala sesuatu yang dicintai dan diridhai Allah, baik ucapan maupun perbuatan, yang nampak (pada anggota tubuh) maupun yang tersembunyi (dalam hati).” [Al-‘Ubudiyyah, hal. 44]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah juga berkata,

ﻓَﺎﻟﺼَّﻠَﺎﺓ ﻭَﺍﻟﺰَّﻛَﺎﺓ ﻭَﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡ ﻭَﺍﻟْﺤﺞ ﻭَﺻﺪﻕ ﺍﻟﺤَﺪِﻳﺚ ﻭَﺃَﺩَﺍﺀ ﺍﻟْﺄَﻣَﺎﻧَﺔﻭﺑﺮّ ﺍﻟْﻮَﺍﻟِﺪﻳﻦ ﻭﺻﻠَﺔ ﺍﻟْﺄَﺭْﺣَﺎﻡ ﻭَﺍﻟْﻮَﻓَﺎﺀ ﺑﺎﻟﻌﻬﻮﺩ ﻭَﺍﻟْﺄَﻣﺮ ﺑِﺎﻟْﻤَﻌْﺮُﻭﻑِﻭَﺍﻟﻨَّﻬْﻲ ﻋَﻦ ﺍﻟْﻤُﻨﻜﺮ ﻭَﺍﻟْﺠﻬَﺎﺩ ﻟﻠْﻜﻔَّﺎﺭ ﻭَﺍﻟْﻤُﻨَﺎﻓِﻘِﻲﻥَ ﻭَﺍﻟْﺈِﺣْﺴَﺎﻥ ﻟﻠْﺠَﺎﺭﻭﺍﻟﻴﺘﻴﻢ ﻭﺍﻟﻤﺴﻜﻴﻦ ﻭَﺍﺑْﻦ ﺍﻟﺴَّﺒِﻴﻞ ﻭﺍﻟﻤﻤﻠﻮﻙ ﻣﻦ ﺍﻟْﺂﺩَﻣِﻴّﻴﻦﻭﺍﻟﺒﻬﺎﺋﻢ ﻭَﺍﻟﺪُّﻋَﺎﺀ ﻭَﺍﻟﺬﻛﺮ ﻭَﺍﻟْﻘِﺮَﺍﺀَﺓ ﻭﺃﻣﺜﺎﻝ ﺫَﻟِﻚ ﻣﻦ ﺍﻟْﻌِﺒَﺎﺩَﺓ .ﻭَﻛَﺬَﻟِﻚَ ﺣﺐ ﺍﻟﻠﻪ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟﻪ ﻭﺧﺸﻴﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺍﻹﻧﺎﺑﺔ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﻭﺇﺧﻼﺹﺍﻟﺪَّﻳﻦ ﻟَﻪُ ﻭَﺍﻟﺼَّﺒْﺮ ﻟﺤﻜﻤﻪ ﻭَﺍﻟﺸُّﻜْﺮ ﻟﻨﻌﻤﻪ ﻭَﺍﻟﺮِّﺿَﺎ ﺑِﻘَﻀَﺎﺋِﻪِ ﻭﺍﻟﺘﻮﻛﻞ

ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭﺍﻟﺮﺟﺎﺀ ﻟِﺮَﺣْﻤَﺘِﻪِ ﻭَﺍﻟْﺨَﻮْﻑ ﻣﻦ ﻋَﺬَﺍﺑﻪ ﻭﺃﻣﺜﺎﻝ ﺫَﻟِﻚ ﻫِﻲَ ﻣﻦﺍﻟْﻌِﺒَﺎﺩَﺓ ﻟﻠﻪ .ﻭَﺫَﻟِﻚَ ﺃَﻥ ﺍﻟْﻌِﺒَﺎﺩَﺓ ﻟﻠﻪ ﻫِﻲَ ﺍﻟْﻐَﺎﻳَﺔ ﺍﻟﻤﺤﺒﻮﺑﺔ ﻟَﻪُ ﻭﺍﻟﻤﺮﺿﻴﺔ ﻟَﻪُ ﺍﻟَّﺘِﻲﺧَﻠﻖ ﺍﻟْﺨﻠﻖ ﻟَﻬَﺎ ﻛَﻤَﺎ ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟﻠﻪ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ : }ﻭَﻣَﺎ ﺧﻠﻘﺖ ﺍﻟْﺠِﻦّ ﻭَﺍﻟْﺈِﻧْﺲﺇِﻟَّﺎ ﻟﻴﻌﺒﺪﻭﻥ }

“Maka;

Sholat,

• Puasa,

• Zakat,

• Haji,

• Berkata jujur,

• Menunaikan amanah,

• Berbakti kepada kedua orang tua,

• Menyambung hubungan kekerabatan,

• Memenuhi janji,

• Memerintahkan kepada yang ma’ruf,

• Melarang kemungkaran,

• Jihad melawan orang-orang kafir dan munafik,

• Berbuat baik kepada tetangga, anak yatim,

orangmiskin, musafir, budak dan hewan,

• Berdo’a,

• Dzikir,

• Membaca Al-Qur’an, dan yang semisalnya, termasuk ibadah (badan).

(lanjut ke hal…2)

Iklan