Memakai Make Up dan Lipstik Haram? Menjadi Wanita Pezina Tanpa Sadar Akibat Memakai Parfum 

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

1. Wanita , Ujian Terbesar Kaum Laki-Laki

https://muslim.or.id/19526-wanita-ujian-terbesar-kaum-laki-laki.html

2. 6 Fitnah Wanita Terhadap Pria

http://wanitasalihah.com/__trashed/

3.Bolehkah Wanita Memakai Pewangi Pakaian? https://konsultasisyariah.com/5497-bolehkah-wanita-memakai-pewangi-pakaian.html

4. wanita Haram Memakai Parfum

https://muslimah.or.id/5778-wanita-haram-memakai-parfum.html

5. Boleh Berhias Tapi….

https://muslimah.or.id/3779-boleh-berhias-tapi-etika-berhias-wanita-muslimah.html

6. Berhias Yang Dilarang Tabaruj

https://almanhaj.or.id/4269-berhias-yang-dilarang-tabarruj-dalam-berpakaian.html

Bahaya Fitnah Wanita (Abdullah Roy, MA)

Dosa-Dosa Yang Sering Diremehkan Wanita (Abu Haidar As-Sundawy)

Dahsyatnya Godaan Wanita (DR. Firanda Andirja, MA)

100 Dosa yang Diremehkan Wanita (Subhan Bawazier)

Seputar Berhias Bagi Wanita ( Permasala han Rambut) – Ustadz Abdul Haq

Bahaya Fitnah Wanita – Ustadz Abu Hafiy Abdullah

Wanita itu Istimewa (Bag-2) – Boleh Berhias Diri Namun…. (Muhammad Abduh Tuasikal, MSc)

Hukum-Hukum Menghias Diri bagi Wanita (Bag-5) (Ahmad Zainuddin, Lc)

Hukum-Hukum Menghias Diri bagi Wanita (Bag-4) (Ahmad Zainuddin, Lc)

Parfum Yang Dibolehkan untuk Wanita ~ Ustadz Dr Syafiq Reza Basalamah, MA

__

WANITA TIDAK MENUTUP AURAT ITU DOSA BESAR

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

ﺻﻨﻔﺎﻥ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻨﺎﺭ ﻟﻢ ﺃﺭﻫﻤﺎ : ﻗﻮﻡ ﻣﻌﻬﻢ ﺳﻴﺎﻁ ﻛﺄﺫﻧﺎﺏ ﺍﻟﺒﻘﺮﻳﻀﺮﺑﻮﻥ ﺑﻬﺎ ﺍﻟﻨﺎﺱ، ﻭﻧﺴﺎﺀ ﻛﺎﺳﻴﺎﺕ ﻋﺎﺭﻳﺎﺕ، ﻣﺎﺋﻼﺕ ﻣﻤﻴﻼﺕ،ﺭﺅﻭﺳﻬﻦ ﻛﺄﺳﻨﻤﺔ ﺍﻟﺒﺨﺖ ﺍﻟﻤﺎﺋﻠﺔ، ﻻ ﻳﺪﺧﻠﻦ ﺍﻟﺠﻨﺔ، ﻭﻻ ﻳﺠﺪﻥﺭﻳﺤﻬﺎ، ﻭﺇﻥ ﺭﻳﺤﻬﺎ ﻟﻴﻮﺟﺪ ﻣﻦ ﻣﺴﻴﺮﺓ ﻛﺬﺍ ﻭﻛﺬﺍ

Ada dua golongan dari umatku yang belum pernah aku lihat: (1) suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi yang digunakan untuk memukul orang-orang dan (2) para WANITA YANG BERPAKAIAN TAPI TELANJANG, mereka berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring (seperti benjolan). Mereka itu tidak masuk surga dan tidak akan mencium wanginya, walaupun wanginya surga tercium sejauh jarak perjalanan sekian dan sekian” (HR. Muslim dalam bab

al libas waz zinah no. 2128).

✅Kasiyat ‘ariyat(Wanita Berpakaian Tapi Telanjang) itu dijelaskan para ulama maknanya berpakaian namun masih menampakkan aurat. Nah, kalau wanita tidak berjilbab maka ia menampakkan aurat, sehingga termasuk ancaman hadits ini.

Syaikh Abdurrazzaq mengatakan dhawabit kabairadalah:

1. Dosa yang ada hukuman hadd-nya di dunia, atau

2. Dosa yang diancam neraka atau tidak masuk surga, atau

3. Dosa yang pelakunya dilaknat oleh Allah

Syaikh Ibnu Al Utsaimin mengatakan, kabair adalah dosa yang disebutkan hukuman khususnya tidak hanya dilarang saja.

Beri nasehat dan masukan dengan hikmah dan lemah lembut kepada saudari kita. Semoga Allah memberi hidayah kepada kita semua.

____

MEMAKAI LIPSTIK DAN MAKE UP HARAM?

Oleh : Abu Fadhel Majalengka

Memakai lipstik dan make up bagi sebagian wanita, seakan sudah menjadi suatu keharusan. Sebagaimana sebagian laki-laki yang tidak bisa meninggalkan rokoknya.

Memakai lipstik dan make up bisa menjadi terlarang memakainya jika memiliki dua keadaan.

➡Pertama, Jika Penyebab Kemudharatan

Jika seorang wanita memakai lipstik membuat bibir menjadi kering, pecah-pecah, menghitam atau sesuatu yang lain yang membahayakan dirinya maka memakai lipstik terlarang hukumnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ﻻَ ﺿَﺮَﺭَ ﻭَﻻَ ﺇِﺿْﺮَﺍﺭَ. ‏( ﺭﻭﺍﻩ ﺍﺑﻦ ﻣﺎﺟﺔ ﻭ ﺃﺣﻤﺪ ﻭ ﺍﺑﻦ ﺣﺒﺎﻥ – ﻗﺎﻝﺍﻟﺸﻴﺦ ﺍﻷﻟﺒﺎﻧﻲ : ﺻﺤﻴﺢ ).

Tidak boleh menimbulkan bahaya dan tidak boleh menyebabkan bahaya bagi orang lain” (HR. Ibnu Majah, Ibnu Hiban dan Ahmad – dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu. Berkata Syekh Al Albani : Hadits Shahih).

Namun apabila lipstiknya terbuat dari bahan-bahan alami yang tidak membahayakan, yang tidak membuat bibir menjadi rusak, maka ini boleh-boleh saja.

Syekh Utsaimin rahimahullah ditanya tentang hukum memakai lipstik bagi wanita, beliau menjawab :

Tidak mengapa memakai pemerah bibir. Karena hukum asal sesuatu itu halal sampai jelas keharamannya. Lipstik ini bukan dari jenis wasym/tato (Sementara untuk tato ini terdapat keterangan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau melaknat wanita yang membuat tato dan wanita yang minta ditato (HR. Al- Bukhari dan Muslim)., karena wasym itu menanam salah satu warna di bawah kulit. Perbuatan ini diharamkan, bahkan termasuk dosa besar. Akan tetapi bila lipstik tersebut memberikan mudharat bagi bibir, membuat bibir kering dan kehilangan kelembabannya, maka terlarang. Pernah disampaikan kepada saya, lipstik tersebut terkadang membuat bibir pecah. Bila memang pasti hal yang demikian, maka seorang insan dilarang melakukan perkara yang dapat memudharatkan dirinya.” (Majmu’ah As’ilah Tuhimmu Al-Usrah Al-Muslimah, hal. 35). Sumber :

 https://ar.islamway.net/fatwa/3837/ما-حكم-حمرة-الشفاه-والمكياج-للمرأة

Begitu pula make up, untuk pemutih atau pemerah pipi, jika membahayakan, yang membuat pipi atau wajah lama kelamaan menjadi rusak, menghitam misalkan, maka terlarang hukumnya. Akan tetapi jika tidak membahayakan maka boleh.

✅Berkata syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin rahimahullah :

Dan mengenai make up, jika hal itu bisa menambah kecantikan dan tidak membahayakannya, maka boleh digunakan. Tetapi saya pernah mendengar, bahwa make up itu membahayakan kulit wajah, mengakibatkan kulit wajah berubah menjadi jelek sebelum masa tuanya. Saya menyarankan kepada para wanita untuk bertanya kepada para dokter tentang hal ini. Jika berita itu benar, maka menggunakan make up itu menjadi haram atau minimal makruh, karena semua yang mengakibatkan kerusakan, adakalanya haram atau adakalanya makruh. (Majmu’ Fatawa syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin:2/771 – 772 ).

Sumber;

https://ar.islamway.net/fatwa/3787/هل-يجوز-للمرأة-استعمال-المكياج-الصناعي-لزوجها

 

✅Berkata syaikh Abdullah bin Abdul Aziz bin Baz: rahimahullah :

Berkaitan dengan penggunaan bedak untuk kaum wanita, maka perlu adanya perincian: 

1.Jika berasal dari bahan yang mubah dan tidak memadharatkan wajah kaum wanita maka tidaklah mengapa.

2.Jika berasal dari sesuatu yang memabukkan atau memadharatkan wajah, membuat wajah berbintik hitam dan lain-lainnya maka tidak diperbolehkan,berdasarkan sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam :

ﻻ ﺿﺮﺭ ﻭﻻ ﺿﺮﺍﺭ

Tidak boleh menimbulkan bahaya dan tidak boleh menyebabkan bahaya bagi orang lain” (HR. Ibnu Majah, Ibnu Hiban dan Ahmad).

Seorang mukmin dan mukminah dilarang melakukan sesuatu yang memadharatkan dirinya baik di wajah ataupun yang lainnya dari anggota badannya”.

https://www.binbaz.org.sa/noor/2255

 lanjut di halaman 2