Hukum & Hikmah Larangan Memelihara Anjing (Tanggapan Berita Viral Akhwat Bercadar Pelihara Anjing)

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

Wahai Kaum Muslimin yang Dirahmati Oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Siapa Yang Memelihara Anjing Tanpa Kebutuhan Khusus Maka Karena malaikat tidak masuk ke rumahnya, Amalan Kebaikannya Berkurang Setiap Hari Sebesar Gunung Uhud,Tasyabbuh(Meniru Orang Kafir), Mengganggu dan menakuti orang yang lewat Menerjang larangan Nabi

1.Larangan Memelihara Anjing Tanpa Keperluan yang disyariatkan

https://muslim.or.id/38050-larangan-memelihara-anjing-tanpa-keperluan-yang-disyariatkan.html

2. Akibat Seorang Muslim Memelihara Anjing Pahala Berkurang Sebesar Gunung Uhud

https://rumaysho.com/234-akibat-seorang-muslim-memelihara-anjing.html

3. Hukum Memelihara Anjing

https://rumaysho.com/1717-hukum-memelihara-anjing.html

4.Mendidik Dan Memelihara Anjing

Mendidik Dan Memelihara Anjing Di Rumah

5. Apa Hukum Memelihara Hewan Piaraan?

Apa Hukum Memelihara Hewan Piaraan?

6. Hukum Anjing Pelacak dan Anjing Pemburu

Hukum Anjing Pelacak dan Anjing Pemburu

7. 10 Potret Hesti Sutrisno, Muslimah Bercadar yang Pelihara 11 Anjing

https://hype.idntimes.com/viral/rizal/10-potret-hesti-sutrisno-muslimah-bercadar-yang-memelihara-11-anjing-1/full

8. Ini Hesti, Wanita Bercadar yang Pelihara 11 Anjing

https://m.detik.com/news/foto-news/d-3935939/ini-hesti-wanita-bercadar-yang-pelihara-11-anjing/1

9. Desy dan Hesti, Wanita Berjilbab dan Bercadar Pemelihara Anjing

https://m.detik.com/news/foto-news/d-3936370/desy-dan-hesti-wanita-berjilbab-dan-bercadar-pemelihara-anjing

10. Mengenal Desy, Wanita Berjilbab Perawat Anjing Liar di Lombok yang Ramai di Facebook.

https://m.detik.com/news/berita/d-3237110/mengenal-desy-wanita-berjilbab-perawat-anjing-liar-di-lombok-yang-ramai-di-facebook

11. Heboh! Desy Marlina Amin Pakai Jilbab tapi Pelihara Puluhan Anjing

http://surabaya.tribunnews.com/2016/09/30/heboh-desy-marlina-amin-pakai-jilbab-tapi-pelihara-puluhan-anjing

Ustadz Badrusalam / Bolehkah Memelihara Anjing

Ust. Muhammad Abduh Tuasikal-Bulughul Maram Cara Membersihkan Najis Anjing

Ust. Muhammad Abduh Tuasikal-Umdatul Hakam(Jual Beli Anjing)

Ust. Muhammad Abduh Tuasikal-Umdatul Hakam(Najisnya Anjing)

Ceramah Singkat : Bolehkah Memelihara Anjing? -Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc

_____

Sebuah akun Facebook dibully netizen gara-gara foto yang diunggahnya. Foto di akun Facebook itu menjadi viral dan selalu dibanjiri komentar para pemilik akun Facebook lainnya.

Sebagian besar menyindir tindakan yang dilakukan wanita di foto tersebut, tapi tidak sedikit yang mendukungnya.

Akun Facebook yang dibully netizen milik Desy Marlina Amin . Dalam Facebook nya, Desy memposting foto sedang memberi makan puluhan anjing.

Desy yang mengenakan hijab mendapat banyak kritik dari netizen dan pemilik akun Facebook lainnya.Wanita ini sendiri berasal dari Lombok.

Dari keterangan di postingannya rupanya anjing- anjing tersebut merupakan anjing liar yang tidak terurus dan dalam kondisi lemah di jalanan. 

Tulisan FB Desy Marlina

Saya kira mksd mbak Irene ngajak sy ngobrol2 mlm cuma buat curhat agar saya kuat saat di BULly..Ternyata muncul tulisan ini…ya memang ini kisah SAYA dan ANJING…semoga para pembaca le terketuk hatinya..anjing2 itu merasakan hal yg sama..sedih..senang..takut..lapar..kedinginan…mereka dalah kaum DUAFA dalam wujud yang BERBEDA…

Sayang…ber-doa-lah….agar ALLAH melembutkan orang2 yg keras dan merubah BENCI menjadi CINTA..Dogslover lombok….tolong bantu saya adopt…tolong buka pintu buat anjing2 ini….mereka memerlukan keluarga dan cinta.

Nama Hesti Sutrisno mendadak viral karena memelihara banyak anjing di rumahnya. Meskipun memelihara anjing adalah hal yang biasa, Hesti ternyata adalah seorang muslim yang bercadar. Hal inilah yang menimbulkan perbincangan di berbagai penjuru.

1. Saat ini, jumlah peliharaan yang dirawat Hesti di rumahnya adalah 11 ekor anjing dan

2. Anjing pertama yang dimilikinya adalah anjing hitam bernama John. Anjing ini awalnya merupakan anjing liar yang sering berkeliling di perumahaannya

3. Selanjutnya, anjing kedua yang dimilikinya bernama Gufi. Hesti menemukan anjing liar ini di sungai daerah Bogor

4. Bukan pencinta binatang, Hesti mengaku memelihara anjing karena kasihan mereka terlantar dan bisa meninggal kapan saja

5. Di rumah berlantai dua inilah Hesti merawat anjing-anjing tersebut

6. Suami dan kedua anaknya juga tak keberatan dengan adanya hewan-hewan itu di dalam rumah

7. Tentu saja, Hesti pernah menerima cibiran dari tetangganya karena memelihara anjing. Namun hal tersebut tidak diindahkan olehnya

8. Semua hewan peliharaan Hesti bisa hidup akur bersama lho, salut deh

9. Hesti jualan keripik untuk mendapat tambahan penghasilan demi memberi makan hewan peliharaannya

10. Hesti tak khawatir dengan air liur anjing peliharaanya karena dia paham betul cara menyucikan diri dari najis

Itulah potret Hesti, wanita bercadar yang memelihara anjing dengan sepenuh hati. Bagaimanapun juga membantu mahluk hidup memang tak boleh tebang pilih. Bagaimana menurut pendapatmu?

Pendapat Dari Ulama dan Hadist Shahih

HUKUM MEMELIHARA ANJING TANPA KEBUTUHAN

Oleh: Abu Ubaidah As Sidawi

Ketahuillah wahai saudaraku –semoga Allah memberkahimu- bahwa memelihara anjing tanpa satu kebutuhaan (seperti menjaga kebun, hewan ternak dan berburu) hukumnya tidak diperbolehkan. Hal ini dijelaskan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam banya haditsnya, di antaranya :

Pertama: Hadits Ibnu Umar

Dari Ibnu ‘Umar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ﻣَﻦِ ﺍﻗْﺘَﻨَﻰ ﻛَﻠْﺒًﺎ ﺇِﻻَّ ﻛَﻠْﺐَ ﻣَﺎﺷِﻴَﺔٍ ﺃَﻭْ ﺿَﺎﺭِﻳﺎً ﻧَﻘَﺺَ ﻣِﻦْ ﻋَﻤَﻠِﻪِ ﻛُﻞَّﻳَﻮْﻡٍ ﻗِﻴﺮَﺍﻃَﺎﻥِ . ﻗَﺎﻝَ ﺳَﺎﻟِﻢٌ : ﻭَﻛَﺎﻥَ ﺃَﺑُﻮْ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﻳَﻘُﻮْﻝُ : ﺃَﻭْ ﻛَﻠْﺐَﺣَﺮٍْﺙ . ﻭَﻛَﺎﻥَ ﺻَﺎﺣِﺐَ ﺣَﺮْﺙٍ

Barangsiapa memelihara anjing selain anjing untuk menjaga binatang ternak, maka amalannya berkurang setiap harinya sebanyak dua qiroth. Salim (anak Ibnu Umar) berkata: “Adalah Abu Hurairah menambahkan: Atau untuk sawah, dan adalah beliau seorang yang memiliki sawah”. (HR. Bukhori 9/759 dan Muslim 10/237)

Kedua: HaditsAbu Hurairah

ﻣَﻦْ ﺃَﻣْﺴَﻚَ ﻛَﻠْﺒًﺎ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻳَﻨْﻘُﺺُ ﻛُﻞَّ ﻳَﻮْﻡٍ ﻣِﻦْ ﻋَﻤَﻠِﻪِ ﻗِﻴْﺮَﺍﻁٌ ﺇِﻻَّ ﻛَﻠْﺐَﺣَﺮْﺙٍ ﺃَﻭْ ﻣَﺎﺷِﻴَﺔٍ

Barangsiapa memelihara anjing, maka amalan Shalehnya akan berkurang setiap harinya sebesar satu qiroth (satu qiroth adalah sebesar gunung uhud), selain anjing untuk menjaga tanaman atau hewan ternak.” (HR. Bukhori 5/6 dan Muslim 10/240)

Ketiga: Hadits Abdullah bin Mughoffal

ﻣَﻦِ ﺍﺗَّﺨَﺬَ ﻛَﻠْﺒًﺎ ﺇِﻻَّ ﻛَﻠْﺐَ ﺻَﻴْﺪٍ ﺃَﻭْ ﻛَﻠْﺐَ ﺯَﺭْﻉٍ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻳَﻨَْﻘُﺺُ ﻣِﻦْ ﻋَﻤَﻠِﻪِﻛُﻞَّ ﻳَﻮْﻡٍ ﻗِﻴﺮَﺍﻃَﺎﻥِ

Rumah mana saja yang memelihara anjing selain anjing untuk menjaga binatang ternak atau anjing untuk berburu, maka amalannya berkurang setiap harinya sebanyak dua qiroth (satu qiroth adalah sebesar gunung uhud).” (HR. Tirmidzi 4/80, Nasai 7/187, Ibnu Majah 2/1069 dan dishahihkan al-Albani).

Imam Nawawi mengatakan: “Para sahabat kami (ulama madzhab Syafi’i) dan selain mereka telah bersepakat tentang haramnya memelihara anjing tanpa ada kebutuhan seperti karena sekedar senang dengan model anjing tersebut atau untuk berbangga-bangga. Semua itu hukumnya haram tanpa ada perselisihan Adapun jika ada kebutuhan yang membolehkan untuk memeliharanya maka hal itu telah dijelaskan pengecualiannya dalam hadits ini yaitu jika untuk salah satu dari tiga perkara: menjaga sawah, binatang ternak dan berburu”. (Syarh Shahih Muslim 4/186).

Syaikh Muhammad bin Shaleh Al Utsaimin mengatakan,.“Adapun memelihara anjing hukumnya adalah haram.bahkan perbuatan semacam ini termasuk dosa besar – Wal ‘iyadzu billah-. Karena seseorang yang memelihara anjing selain anjing yang dikecualikan, maka akan berkurang pahalanya dalam setiap harinya sebanyak dua qiroth (satu qiroth = sebesar gunung Uhud).” (Syarh Riyadhus Shalihin 6/429).

Dari keterangan ini dapat kita ketahui bahwa larangan dalam hadits ini menunjukkan haram bukan sekadar makruh.

Hikmah dari larangan ini adalah karena memelihara anjing memiliki beberapa dampak negatif, di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Karena malaikat tidak masuk ke rumahnya (Bukhori 5223 dan Muslim 2106)

2. Mengganggu dan menakuti orang yang lewat

3. Menerjang larangan Nabi

4. Menjilat bejana dan menajiskannya yang mungkin saja pemiliknya lalai membersihkannya

5. Tasyabbuh (meniru) gaya orang-orang kafir.

(Al-I’lam bi Fawaid Umdatil Ahkam 10/157 oleh Ibnul Mulaqqin, Fathul Bari 5/8 oleh Ibnu Hajar).

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin:

Termasuk hikmah Allah bahwa yang jelek pasangannya adalah jelek juga. Oleh karenanya, orang-orang kafir dari Yahudi, Nashoro, komunis dan sebagainya di Negara barat atau timur, hampir semuanya memilki anjing. Jika dia membeli daging, maka dia makan yang jelek, daging yang bagus dia berikan kepada anjingnya. Setiap hari, mereka memandikan anjingnya dengan sabun dan alat-alat pembersih lainnya padahal sekalipun dia membersihkannya dengan seluruh air laut maka anjing tetaplah najis”. (Syarh Riyadhus Shalihin 6/430, cet Madarul Wathon, KSA

__

Lentera Da’wah:

BILA MEMELIHARA ANJING KARENA KEBUTUHAN

Oleh: Abu Ubaidah As Sidawi

Adapun memelihara anjing karena kebutuhan maka hal ini terbagi menjadi dua keadaan:

Pertama: Kebutuhan yang disebutkan dalam hadits-hadits yaitu untuk berburu, menjaga hewan dan sawah.Maka hukumnya adalah boleh berdasarkan izin dari rasulullah di atas.

Kedua: Kebutuhan lain yang tidak disebutkan dalam hadits di atas, apakah bisa diqiyaskan?

✅Masalah ini diperselisihkan oleh ulama menjadi dua pendapat:

1. Tidak bisa dilebarkan kepada kebutuhan lainnya

2. Bisa diqiyaskan kepada kebutuhan lainnya karena ‘illah (sebab) diperbolehkannya jelas yaitu karena kebutuhan, kapan saja memang ada kebutuhan maka boleh hukumnya. Oleh karenany, para ulama mengatakan: “Sebuah rukhsoh (keringanan) apabila.diketahui hikmahnya maka mencakup umum”. (Al-I’lam bi Fawaid Umdatil Ahkam 10/158 oleh Ibnul Mulaqqin). Inilah yang dikuatkan oleh Imam Nawawi, Ibnul Mulaqqin, Waliyyudin al-‘Iraqi dan lain sebagainya.

Ibnu Abdil Barr berkata: “Dan semakna dengan hadits ini juga –Ibnu Umar- menurut saya adalah boleh juga memelihara anjing untuk seluruh manfaat dan menolak madharat jika manusia membutuhkannya”. (At-Tamhid 14/219)

Syaikh Yusuf bin Abdul Hadi berkata menukil ucapan sebagian ulama: “Tidak ragu lagi bahwa Nabi mengizinkan anjing untuk berburu dalam banyak hadits,.dan dalam hadits lainnya beliau juga mengizinkan anjing untuk menjaga kebun dan hewan ternak, sehingga dapat diketahui bahwa sebab dibolehkannya memelihara anjing adalah karena kemaslahatan. Dan kaidah fiqih mengatakan:

ﺍﻟْﺤُﻜْﻢُ ﻳَﺪُﻭْﺭُ ﻣَﻊَ ﻋِﻠَّﺘِﻪِ ﻭُﺟُﻮْﺩًﺍ ﻭَﻋَﺪَﻣًﺎ

Hukum itu berputar bersama ‘illahnya ada dan tidaknya”.

Oleh karena itu, jika memang dijumpai kemaslahatan maka diperbolehkan memelihara anjing, apalagi jika maslahatnya lebih besar dan lebih penting daripada masalahat kebun dan hewan. Atau juga kemaslahatan yang setara, seperti buah setara dengan sawah, sapi setara dengan kambing atau ayam dan bebek agar tidak dimakan serigala. Demikian juga takut dari perampok dan menjadikan anjing sebagai peringatan agar tuan rumah bisa bangun, semua itu lebih besar maslahatnya, sebab syari’at sangat memperhatikan kemaslahatan dan menolak kerusakan”. (Al-Ighrob fii Ahkamil Kilab 1/106-107).

Syaikh Ibnu Utsaimin mengatakan: “Oleh karenanya, maka rumah yang berada di tengah kota maka tidak perlu anjing untuk menjaganya, sehingga memelihara anjing untuk keperluan jaga rumah yang keadaannya seperti ini hukumnya adalah haram dan berkurang pahalanya setiap hari satu atau dua qiroth. Maka wajib bagi mereka untuk mengusir dan tidak memelihara anjing tersebut. Adapun jika rumahnya berada di tepi dan sepi dari keramaian maka boleh memelihara anjing untuk menjaga rumah dan penghuninya, sebab menjaga penghuni rumah itu lebih penting dan dibutuhkan daripada menjaga kebun dan hewan”. (Majmu’ Fatawa Ibnu Utsaimin 4/264)

Dan termasuk kemaslahatan yang sangat besar pada zaman ini adalah menggunakan anjing sebagai pelacak narkoba, bom, pelaku kejahatan dan sebagainya yang biasa disebut dengan anjing police, maka ini maslahatnya sangat besar sekali bagi masyarakat, jauh lebih besar daripada untuk berburu, menjaga hewan dan sawah. (Footnote Al-Ighrob fii Ahkamil Kilab 1/106. Dan Syaikh Ibnu Utsaimin juga menegaskan tentang bolehnya anjing pelacak ini. (Syarh Zadil Mustaqni’, Bab Al-Washoya, kaset ketiga).

___

Kenapa ukhti pelihara anjing?padahal anjing hewan kotor/najis??? Jawab nya selalu saja “Kasihan diluar Terlunta lunta kelaparan, Islam sudah sempurna, sehingga ada tata cara Membersihkan najis.

➡Tanggapan:

Kalau anda kasihan, iba dengan anjing yg hanya sosok hewan, bukankah manusia yg terlunta lunta banyak??? yg mereka kelaparan sehingga meminta minta di pinggir jalan.

Lebih mulia mana kedudukan Manusia dngn binatang??? Lalu kenapa anda tidak menolong mereka yg menjadi gelandangan???

ke 2 :Masalah nya bukan mudah nya.menghilangkan najis, tetapi apakah anda tau bahwa memelihara anjing dirumah mengurangi pahala satu qiroth setiap hari??? Apakah anda sudah terlalu Yakin Percaya Diri(PD) kalau tiap hari amal anda di terima Allah.

Ingat amal anda blm tentu di terima,tp pahala anda sudah pasti berkurang.

Kami jadi ragu, anda ini muslimah faham ilmu atau hanya memperburuk citra wanita bercadar???

Wallahu A’lam

Hanya Allah yg memberi Taufiq dan Hidayah

Oleh Andi Abu Ukkasyah

(lanjut ke hal 2)