Tauhid adalah Misi Dakwah Seluruh Nabi dan Rasul ‘Alaihimussalaam(1) Jauhilah Thaghut
Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
1. Siapakah Thaghut

2. Apakah Bekerja di Pemerintahan Termasuk Wala (Loyal) Kepada Thaghut

3. Makna Istilah Thaghut

4. Makna Thaghut

5. Tauhid adalah Tujuan & Hikmah Penciptaan Makhluk

6. Dakwah Tauhid adalah Dakwah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam & Jaminan Keselamatan di Dunia dan Akhirat

Berhukum Kepada Thoghut Ustadz Idral Harits

Makna Ingkar Kepada Thaghut, Bagian 1 – Ustadz Mizan Qudsiyah, Lc.

Makna Ingkar Kepada Thaghut, Bagian 2- Ustadz Mizan Qudsiyah, Lc.

Ust. Afifi Abdul Wadud / Kufur Terhadap Thaghut

Ust. Afifi Abdul Wadud-Pembesar Pembesar Thaghot

Ust. Yazid Jawas-Larangan Beribadah Kepada Thaghut
Makna Ingkar Kepada Thaghut, Bagian 1 – Ustadz Mizan Qudsiyah, Lc.

Makna Ingkar Kepada Thaghut, Bagian 2.- Ustadz Mizan Qudsiyah, Lc.

Ceramah Singkat : Apa Itu Thaghut – Ustadz Mizan Qudsiiyah Lc

___

Tauhid adalah Misi Dakwah Seluruh Nabi dan Rasul ‘Alaihimussalaam (1) Jauhilah Thaghut

Allah ta’ala berfirman,

ﻭَﻟَﻘَﺪْ ﺑَﻌَﺜْﻨَﺎ ﻓِﻲ ﻛُﻞِّ ﺃُﻣَّﺔٍ ﺭَﺳُﻮﻻً ﺃَﻥِ ﺍﻋْﺒُﺪُﻭﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﺍﺟْﺘَﻨِﺒُﻮﺍﺍﻟﻄَّﺎﻏُﻮﺕَ

Dan sungguh, Kami telah mengutus rasul pada tiap- tiap umat (untuk menyerukan): Sembahlah Allah saja,.dan jauhilah thaghut (yang disembah selain Allah).itu.” [An-Nahl: 36]

➡Beberapa Pelajaran:

✅1) Allah tabaraka wa ta’ala memerintahkan seluruh.manusia dalam ayat yang mulia ini untuk.mentauhidkan-Nya, yaitu memurnikan ibadah hanya kepada-Nya dan menjauhi semua bentuk ibadah kepada.selain-Nya, inilah hakikat kalimat syahadat “Laa ilaaha.illallah”.

Asy-Syaikh Sulaiman bin Abdullah bin Muhammad binmAbdul Wahhab rahimahumullah berkata,

ﻭﺃﻣﺎ ﻣﻌﻨﻰ ﺍﻵﻳﺔ، ﻓﺄﺧﺒﺮ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺃﻧﻪ ﺑﻌﺚ } ﻓِﻲ ﻛُﻞِّ ﺃُﻣَّﺔٍ { ، ﺃﻱ :ﻓﻲ ﻛﻞ ﻃﺎﺋﻔﺔ، ﻭﻗَﺮْﻥٍ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺎﺱ } ﺭَﺳُﻮﻻً { ، ﺑﻬﺬﻩ ﺍﻟﻜﻠﻤﺔ : } ﺃَﻥِﺍﻋْﺒُﺪُﻭﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﺍﺟْﺘَﻨِﺒُﻮﺍ ﺍﻟﻄَّﺎﻏُﻮﺕَ { ، ﺃﻱ : ﺍﻋﺒﺪﻭﺍ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺣﺪﻩﻭﺍﺗﺮﻛﻮﺍ ﻋﺒﺎﺩﺓ ﻣﺎ ﺳﻮﺍﻩ، ﻓﻠﻬﺬﺍ ﺧﻠﻘﺖ ﺍﻟﺨﻠﻴﻘﺔ، ﻭﺃﺭﺳﻠﺖ ﺍﻟﺮﺳﻞ،ﻭﺃﻧﺰﻟﺖ ﺍﻟﻜﺘﺐ، ﻛﻤﺎ ﻗﺎﻝ ﺗﻌﺎﻟﻰ : } ﻭَﻣَﺎ ﺃَﺭْﺳَﻠْﻨَﺎ ﻣِﻦْ ﻗَﺒْﻠِﻚَ ﻣِﻦْﺭَﺳُﻮﻝٍ ﺇِﻻَّ ﻧُﻮﺣِﻲ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﺃَﻧَّﻪُ ﻻ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﺃَﻧَﺎ ﻓَﺎﻋْﺒُﺪُﻭﻥِ .{ ﻭﻗﺎﻝ ﺗﻌﺎﻟﻰ :}ﻗُﻞْ ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﺃُﻣِﺮْﺕُ ﺃَﻥْ ﺃَﻋْﺒُﺪَ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﻻ ﺃُﺷْﺮِﻙَ ﺑِﻪِ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﺃَﺩْﻋُﻮ ﻭَﺇِﻟَﻴْﻪِﻣَﺂﺏِ .{ ﻭﻫﺬﻩ ﺍﻵﻳﺔ ﻫﻲ ﻣﻌﻨﻰ : ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ، ﻓﺈﻧﻬﺎ ﺗﻀﻤﻨﺖﺍﻟﻨﻔﻲ ﻭﺍﻹﺛﺒﺎﺕ ﻛﻤﺎ ﺗﻀﻤﻨﺘﻪ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ، ﻓﻔﻲ ﻗﻮﻟﻪ : } ﺍﻋْﺒُﺪُﻭﺍﺍﻟﻠَّﻪَ { ﺍﻹﺛﺒﺎﺕ، ﻭﻓﻲ ﻗﻮﻟﻪ : } ﺍﺟْﺘَﻨَﺒُﻮﺍ ﺍﻟﻄَّﺎﻏُﻮﺕَ { ﺍﻟﻨﻔﻲ. ﻓﺪﻟﺖﺍﻵﻳﺔ ﻋﻠﻰ ﺃﻧﻪ ﻻ ﺑﺪ ﻓﻲ ﺍﻹﺳﻼﻡ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﻔﻲ ﻭﺍﻹﺛﺒﺎﺕ، ﻓﻴﺜﺒﺖﺍﻟﻌﺒﺎﺩﺓ ﻟﻠﻪ ﻭﺣﺪﻩ، ﻭﻳﻨﻔﻲ ﻋﺒﺎﺩﺓ ﻣﺎ ﺳﻮﺍﻩ، ﻭﻫﻮ ﺍﻟﺘﻮﺣﻴﺪ ﺍﻟﺬﻱﺗﻀﻤﻨﺘﻪ ﺳﻮﺭﺓ }ﻗُﻞْ ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟْﻜَﺎﻓِﺮُﻭﻥَ .{ ﻭﻫﻮ ﻣﻌﻨﻰ ﻗﻮﻟﻪ : } ﻓَﻤَﻦْﻳَﻜْﻔُﺮْ ﺑِﺎﻟﻄَّﺎﻏُﻮﺕِ ﻭَﻳُﺆْﻣِﻦْ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻓَﻘَﺪِ ﺍﺳْﺘَﻤْﺴَﻚَ ﺑِﺎﻟْﻌُﺮْﻭَﺓِ ﺍﻟْﻮُﺛْﻘَﻰ ﻻﺍﻧْﻔِﺼَﺎﻡَ ﻟَﻬَﺎ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪُ ﺳَﻤِﻴﻊٌ ﻋَﻠِﻴﻢٌ .{ﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ ﺍﻟﻘﻴﻢ : ﻭﻃﺮﻳﻘﺔ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻓﻲ ﻣﺜﻞ ﻫﺬﺍ ﺃﻥ ﻳﻘﺮﻥ ﺍﻟﻨﻔﻲﺑﺎﻹﺛﺒﺎﺕ، ﻓﻴﻨﻔﻲ ﻋﺒﺎﺩﺓ ﻣﺎ ﺳﻮﻯ ﺍﻟﻠﻪ، ﻭﻳﺜﺒﺖ ﻋﺒﺎﺩﺗﻪ، ﻭﻫﺬﺍ ﻫﻮﺣﻘﻴﻘﺔ ﺍﻟﺘﻮﺣﻴﺪ، ﻭﺍﻟﻨﻔﻲ ﺍﻟﻤﺤﺾ ﻟﻴﺲ ﺑﺘﻮﺣﻴﺪ، ﻭﻛﺬﻟﻚ ﺍﻹﺛﺒﺎﺕﺑﺪﻭﻥ ﺍﻟﻨﻔﻲ، ﻓﻼ ﻳﻜﻮﻥ ﺍﻟﺘﻮﺣﻴﺪ ﺇﻻ ﻣﺘﻀﻤﻨًﺎ ﻟﻠﻨﻔﻲ ﻭﺍﻹﺛﺒﺎﺕ،ﻭﻫﺬﺍ ﺣﻘﻴﻘﺔ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ . ﺍﻧﺘﻬﻰ .

“Adapun makna ayat ini, Allah ta’ala mengabarkan bahwa Dia telah mengutus “pada tiap-tiap umat” yaitu pada setiap golongan dan kurun manusia seorang rasul dengan membawa kalimat ini: “Sembahlah Allah saja,ndan jauhilah thaghut (yang disembah selain Allah) itu.”Artinya: Beribadahlah kepada Allah yang satu saja dan tinggalkan peribadahan kepada selain-Nya, karena untuk itulah makhluk diciptakan, para rasul diutus dan kitab-kitab diturunkan, sebagaimana firman Allah ta’ala,

ﻭَﻣَﺎ ﺃَﺭْﺳَﻠْﻨَﺎ ﻣِﻦْ ﻗَﺒْﻠِﻚَ ﻣِﻦْ ﺭَﺳُﻮﻝٍ ﺇِﻟَّﺎ ﻧُﻮﺣِﻲ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﺃَﻧَّﻪُ ﻟَﺎ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﺃَﻧَﺎﻓَﺎﻋْﺒُﺪُﻭﻥِ

Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: Bahwasanya tidak ada yang berhak disembah melainkanm Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku.” (Al-Anbiya’: 25)

Dan firman Allah ta’ala,

ﻗُﻞْ ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﺃُﻣِﺮْﺕُ ﺃَﻥْ ﺃَﻋْﺒُﺪَ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﻻ ﺃُﺷْﺮِﻙَ ﺑِﻪِ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﺃَﺩْﻋُﻮ ﻭَﺇِﻟَﻴْﻪِ ﻣَﺂﺏِ

“Katakanlah: Sesungguhnya aku hanya diperintah untuk menyembah Allah dan tidak mempersekutukan sesuatu pun dengan Dia. Hanya kepada-Nya aku ajak (manusia) dan hanya kepada-Nya aku kembali.” (Ar-Ra’du: 36)

Dan ayat ini (An-Nahl: 36) mengandung makna “Laa ilaaha illallah”, karena ia mencakup penafikan dan penetapan sebagaimana yang dicakup oleh kalimat “Laa ilaaha illallah”, karena di dalam firman Allah ta’ala “Sembahlah Allah saja” adalah penetapan wajibnya.beribadah hanya kepada Allah, dan firman Allah ta’ala “Jauhilah thaghut (yang disembah selain Allah) itu”.adalah penafikan semua sesembahan selain Allah ta’ala.

Maka ayat ini menunjukkan bahwa di dalam Islam harus ada penafikan dan penetapan, yaitu menetapkan ibadah.hanya kepada Allah saja dan menafikan (menganggap salah dan batil) peribadahan kepada selain-Nya. Inilah tauhid yang dikandung dalam surat (AlKaafirun) “Katakanlah wahai orang-orang kafir…” dan inilah makna firman Allah ta’ala,

ﻓَﻤَﻦْ ﻳَﻜْﻔُﺮْ ﺑِﺎﻟﻄَّﺎﻏُﻮﺕِ ﻭَﻳُﺆْﻣِﻦْ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻓَﻘَﺪِ ﺍﺳْﺘَﻤْﺴَﻚَ ﺑِﺎﻟْﻌُﺮْﻭَﺓِ ﺍﻟْﻮُﺛْﻘَﻰﻻ ﺍﻧْﻔِﺼَﺎﻡَ ﻟَﻬَﺎ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪُ ﺳَﻤِﻴﻊٌ ﻋَﻠِﻴﻢٌ

Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Al-Baqoroh: 256)

Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,

ﻭﻃﺮﻳﻘﺔ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻓﻲ ﻣﺜﻞ ﻫﺬﺍ ﺃﻥ ﻳﻘﺮﻥ ﺍﻟﻨﻔﻲ ﺑﺎﻹﺛﺒﺎﺕ، ﻓﻴﻨﻔﻲﻋﺒﺎﺩﺓ ﻣﺎ ﺳﻮﻯ ﺍﻟﻠﻪ، ﻭﻳﺜﺒﺖ ﻋﺒﺎﺩﺗﻪ، ﻭﻫﺬﺍ ﻫﻮ ﺣﻘﻴﻘﺔ ﺍﻟﺘﻮﺣﻴﺪ،ﻭﺍﻟﻨﻔﻲ ﺍﻟﻤﺤﺾ ﻟﻴﺲ ﺑﺘﻮﺣﻴﺪ، ﻭﻛﺬﻟﻚ ﺍﻹﺛﺒﺎﺕ ﺑﺪﻭﻥ ﺍﻟﻨﻔﻲ، ﻓﻼﻳﻜﻮﻥ ﺍﻟﺘﻮﺣﻴﺪ ﺇﻻ ﻣﺘﻀﻤﻨًﺎ ﻟﻠﻨﻔﻲ ﻭﺍﻹﺛﺒﺎﺕ، ﻭﻫﺬﺍ ﺣﻘﻴﻘﺔ ﻻ ﺇﻟﻪﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ . ﺍﻧﺘﻬﻰ .

Metode Al-Qur’an pada yang semisal ini adalah menafikan dan menetapkan, maka Al-Qur’an menafikan peribadahan kepada selain Allah dan menetapkan ibadah hanya kepada-Nya, inilah hakikat tauhid. Adapun menafikan saja bukanlah tauhid, demikian pula.menetapkan saja bukanlah tauhid, maka tauhid itu tidakdapat terealisasikan kecuali harus mencakup penafikan dan penetapan, inilah hakikat “Laa ilaaha.illallah” (Selesai Penukilan).” [Taysirul ‘Azizil Hamid,hal. 32]

➡Adapun makna thagut, secara bahasa berasal dari

( ﺍﻟﻄﻐﻴﺎﻥ ) artinya adalah ( ﻣﺠﺎﻭﺯﺓ ﺍﻟﺤﺪ );;melampaui batas (Lihat Taysirul ‘Azizil Hamid, hal. 31).

Adapun penafsirannya, banyak penukilan dari para ulama Salaf, namun intinya thagut adalah segala sesuatu yang disembah selain Allah ta’ala dan ia ridho dengan penyembahan terhadapnya, sebagaimana dikatakan Al-Imam Malik rahimahullah,

ﺍﻟﻄﺎﻏﻮﺕ : ﻛﻞ ﻣﺎ ﻋﺒﺪ ﻣﻦ ﺩﻭﻥ ﺍﻟﻠﻪ

Thagut adalah semua yang disembah selain Allah.” [Taysirul ‘Azizil Hamid, hal. 31]

Asy-Syaikh Sulaiman bin Abdullah rahimahullah mengomentari,

ﻭﻫﻮ ﺻﺤﻴﺢ، ﻟﻜﻦ ﻻ ﺑﺪ ﻓﻴﻪ ﻣﻦ ﺍﺳﺘﺜﻨﺎﺀ ﻣَﻦْ ﻻ ﻳﺮﺿﻰ ﺑﻌﺒﺎﺩﺗﻪ

Itu benar, akan tetapi mesti ada pengecualiaan terhadap orang yang tidak ridho dengan penyembahan terhadapnya.” [Taysirul ‘Azizil Hamid, hal. 31]

Artinya, walaupun orang yang menyembahnya telah menjadikannya sebagai thagut, namun hakikatnya ia bukanlah thagut karena ia tidak ridho dengan penyembahan terhadapnya, namun mereka tetap dihukumi sebagai penyembah thagut. Oleh karena itu, para wali, nabi maupun malaikat, tidak pernah ridho dengan orang-orang yang berdoa kepada mereka, apakah dengan maksud memohon hajat ataukah dengan dalih ‘tawassul’, yaitu menjadikan mereka sebagai perantara agar doanya diteruskan kepada Allah ta’ala, karena itu termasuk perbuatan syirik besar(berdasarkan dalil Al-Qur’an, As-Sunnah dan Ijma’ ulama) yang akan menyebabkan pelakunya murtad; keluar dari Islam dan kekal di neraka apabila tidak bertaubat sebelum mati. Na’udzu billaahi min dzaalik.

✅Dan makna thagut yang lebih mencakup adalah definisi yang dikatakan Al-Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah,

ﺍﻟﻄﺎﻏﻮﺕ ﻣﺎ ﺗﺠﺎﻭﺯ ﺑﻪ ﺍﻟﻌﺒﺪ ﺣﺪﻩ ﻣﻦ ﻣﻌﺒﻮﺩ ﺃﻭ ﻣﺘﺒﻮﻉ ﺃﻭﻣﻄﺎﻉ

Thagut adalah hamba yang melampaui batas, baik yang disembah, diikuti atau ditaati.” [Taysirul ‘Azizil Hamid, hal. 32]

• Thagut yang disembah seperti patung-patung,berhala-berhala dan lain-lain.

• Thagut yang diikuti seperti para dukun, tukang sihir dan ulama yang jelek.

• Thagut yang ditaati seperti para penguasa yang tidak berhukum dengan hukum Allah ta’ala; yang ditaati.dalam menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal.

(Lihat Al-Qoulul Mufid. 1/29)

✅*Syaikh Muhammad At Tamimi rahimahullah* menjelaskan bahwa *thagut ada banyak. Thagut yang paling besar ada lima : iblis –semoga Allah melaknatnya-, siapa saja yang dijadikan sesembahan dan dia ridho, barangsiapa yang mengajak manusia untuk menyembah dirinya, barangsiapa yang mengetahui tentang ilmu ghaib, dan barangsiapa yang berhukum dengan hukum selain yang Allah turunkan.*[1]_

➡*Pertama. Iblis laknatullah*

_*Iblis merupakan pimpinan thagut. Mengapa? Karena dia diibadahi, diikuti, dan sekaligus ditaati dan dia ridho dengan perbuatan tersebut.* Allah Ta’ala berfirman :_

أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آدَمَ أَن لَّا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

_*“Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan (iblis)? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu “* (QS. Yasin:60)_

(Lanjut di Halaman 2)