Aku Akan Merayakan Isra’ Mi’raj Bahkan Aku AKAN Menjadi yang Terdepan Dalam Memeriahkanny Jika? 

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

 

1.Faedah Surat Yasin: Matahari Beredar Mengelilingi Bumi

2.Faedah Surat Yasin: Benarkah MatahariMengelilingi Bumi dan.Belajar dari Bulan

3.Apakah Matahari Berputar Mengelilingi Bumi

4. Apakah Bumi Itu Bulat atau Datar Menurut Pandangan Syariat

5.Inilah Bukti Ilmiyah Berupa Dalil-dalil dari Al-Qur’an mataharilah yang berputar mengelilingi bumi

6. Matahari Berputar Mengelilingi Bumi

7. Allah Ta’ala Turun Ke Langit Dunia(An-Nuzul),

 8. Ketika Mereka Menolak Sifat ‘Uluw dan Istiwa’ (Bag. 1)

9. Ketika Mereka Menolak Sifat ‘Uluw dan Istiwa’ (Bag. 2),

10. Antara Ketinggian & Kebersamaan Allah Serta Makna Ayat: “Kami Lebih Dekat dari Urat Lehernya”===

11.Pelajaran & Hikmah dari Kisah
Isra’ dan Mi’raj

12.Adakah Keutamaan & Bid’ah yang
Dilakukan Orang Pada Bulan Rajab

13.Koreksi Ritual & Beberapa Bid’ah
Di Bulan Rajab

14.Catatan dan Nasehat Di Bulan
Rajab

===

Perkataan Para Salaf Seputar Istiwa Allah di Atas Arsy” Oleh Ustadz Abdullah Amin

Bantahan Terhadap Syubhat YangMenolak Allah Di Atas Langit” Oleh Ustadz AbuAbdil Muhsin Firanda Andirja MA

Bantahan Terhadap Syubhat yang Menolak Allah di Atas langit –

==

Aku AKAN merayakan maulid/Isra’ Mi’raj Nabi -shollallohu alaihi wasallam-… bahkan aku AKAN menjadi yang terdepan dalam memeriahkannya.

======

Aku akan menjadi yang terdepan dalam merayakan maulid / Isra’ Mi’raj Nabi, jika aku temukan satu hadits saja /yg didalamnya ada anjuran dari beliau -shollallohu alaihi wasallam- untuk mengkhususkan hari ke -12 Robi’ul Awwal / Hari ke -27 Rajab dengan sesuatu yg istimewa melebihi hari lainnya.

Aku akan menjadi yang terdepan dalam merayakan maulid / Isra’ Mi’raj Nabi, jika aku temukan satu saja anjuran dari beliau -shollallohu alaihi wasallam- untuk merayakannya, atau satu saja kabar gembira bagi orang yg merayakannya meski hanya dalam bentuk isyarat.

Aku akan menjadi yang terdepan dalam merayakan maulid Isra’/Mi’raj Nabi, jika aku tidak meyakini bahwa beliau telah menyampaikan syariat dg penyampaian yg gamblang, dan jika aku meyakini bahwa mungkin ada kebaikan yg belum ada anjurannya dari beliau -shollallohu alaihi wasallam-.

Aku akan menjadi yang terdepan dalam merayakan maulid / Isra’ Mi’raj Nabi, jika aku temukan atsar dari Sahabat Abu Bakar -rodhiallohu anhu- bahwa dia dahulu mengadakan walimah (jamuan makan) pada malam maulid /Isra’ Mi’raj .

Atau bahwa Sahabat Umar -rodhillohu anhu- dahulu menjadikan hari itu sebagai hari libur atau hari permainan.

Atau bahwa Sahabat Utsman -rodhiallohu anhu- dahulu menganjurkan sedekah atau puasa di hari itu.

Atau bahwa Sahabat Ali -rodhiallohu anhu- dahulu.membuat perkumpulan untuk mengkaji sirah (Nabi).

Aku akan menjadi yang terdepan dalam merayakan maulid Isra’ / Mi’raj Nabi, jika aku tahu bahwa Sahabat Bilal atau Sahabat Ibnu Abbas atau siapapun dari Sahabat Nabi -.rodhiallohu anhum- dahulu mengkhususkan hari maulid / Isra’ Mi’raj dengan sesuatu apapun, baik yang bernuansa agama maupun dunia.

Aku akan menjadi yang terdepan dalam merayakan.maulid / Isra’ Mi’raj Nabi, jika aku TIDAK meyakini bahwa para sahabat Nabi adalah orang yg melebihi aku dalam.memuliakan dan mencintai beliau -alaihis sholatu wassalam-, dan (jika aku TIDAK meyakini) bahwa.mereka lebih tahu daripada aku tentang kedudukan.beliau yg begitu mulia.

Aku akan menjadi yang terdepan dalam merayakan maulid / Isra’ Mi’raj Nabi, jika aku temukan atsar dari salah satu Tabi’in, baik dari kalangan ahlul bait maupun dari orang lain, yang isinya anjuran untuk membaca pujian-pujian kepada Nabi saat hari maulid/ Isra’ Mi’raj itu.

Aku akan menjadi yang terdepan dalam merayakan maulid/ Isra’ Mi’raj Nabi, jika aku temukan satu kalimat saja dari.salah satu Imam Empat tentang anjuran untuk merayakan hari maulid / Isra’ Mi’raj .. atau (aku temukan) satu kabar saja dari salah seorang dari mereka bahwa dia pernah berkumpul bersama orang-orang di malam maulid / Isra’ Mi’raj , kemudian mereka melantunkan nasyid dan.menggoyangkan badannya.

Aku akan menjadi yang terdepan dalam merayakan maulid Nabi/ Isra’ Mi’raj , jika aku meyakini bahwa para imam itu dan orang-orang sebelum mereka adalah orang-orang.yang antipati dan tidak perhatian (kepada beliau), bahwa mereka tidak tahu kedudukan, kehormatan, dan.kemuliaan Nabi mereka -shollallohu alaihi wasallam-.

Aku akan menjadi yang terdepan dalam merayakan maulid/ Isra’ Mi’raj Nabi, jika aku meyakini bahwa umat Islam dulunya TIDAK tahu bagaimana cara menyuarakan rasa cintanya kepada Nabinya -shollallohu alaihi wasallam-, bahkan hingga lebih dari 300 tahun dari keberadaan.mereka, karena selama itu mereka tidak pernah sekalipun mengadakan maulid/ Isra’ Mi’raj !

Dan yang terakhir… Aku akan menjadi yang terdepan.dalam merayakan maulid/ Isra’ Mi’raj Nabi, jika aku meyakini bahwa jalan yang paling lurus adalah bid’ah-bid’ahnya orang-.orang yang datang belakangan, bukan ittiba’-ittiba’nyapara salafus shalih.

Segala puji bagi Allah Rabb alam semesta, dan semoga.sholawat dan salam selalu terlimpahkan kepada hamba,.rasul, dan kekasih-Nya; Nabi kita Muhammad.. dan juga kepada keluarga beliau dan semua sahabat beliau..(Oleh: Syeikh DR. Shalih Sindi -hafizhohulloh-… Alih bahasa: Musyaffa’ Addariny]

Silahkan dishare… semoga bermanfaat bagi semuanya, amin.

====

Peristiwa Isro’ Mi’roj adalah bukti bahwa Allah berada di atas Arsy.. bukan tidak bertempat, bukan pula di mana².

=====

Disebutkan dalam hadits shahih, bahwa sebelum Isra’ Mi’roj, dada Nabi shallahu alaihi wasallam di buka untuk dibersihkan hatinya dengan air zam-zam, dan ditambahkan padanya iman dan hikmah, lalu dada itu ditutup kembali.

“Kemudian Jibril membawa beliau NAIK ke langit dunia..

Kemudian Jibril membawa beliau NAIK lagi ke langit kedua..

Kemudian Jibril membawa beliau NAIK lagi ke langit ketiga..

Kemudian Jibril membawa beliau NAIK lagi ke.langit keempat..

Kemudian Jibril membawa beliau NAIK lagi ke langit kelima..

Kemudian Jibril membawa beliau NAIK lagi ke langit keenam..

Kemudian Jibril membawa beliau NAIK lagi ke langit ketujuh..

Kemudian beliau NAIK ke atas lagi, sampai ke tempat yg tidak ada yg tahu kecuali Allah, sehingga beliau sampai ke Sidrotul Muntaha, dan mendekat kepada Allah ta’ala untuk menerima wahyu wajibnya shalat lima waktu”. [HR. Bukhori 7517].

—–

Lihatlah berapa kali disebutkan kata *NAIK* dalam riwayat ini? Bukankah naik itu harus ke atas.. adakah naik yg berarti ke bawah atau ke samping?! Dalam riwayat ini juga di sebutkan naik ke *langit dunia*… Bukankah langit dunia itu di atas kita.. adakah yg mengatakan bahwa langit dunia itu di bawah kita?!

Jika langit dunia di atas kita, apalagi langit yg di atasnya lagi. Mengapa mudah menerima kenyataan bahwa langit² itu di atas kita, tapi sulit menerima bahwa Allah berada di atas, dan tidak ada lagi yg lebih tinggi dari Allah ta’ala?

Bukankah Allah sendiri telah menegaskannya dalam Alquran, bahkan tidak hanya dalam satu dua ayat, tapi dalam TUJUH ayat, bahwa Dia berada di atas Arsy.[Lihat: Al-A’rof:54, Yunus:3, Ar-Ra’d:2, Thaha:5, Al-Furqan:59, As-Sajdah:4, Al-Hadid:4].

Ketika Anda sujud dan meminta kepada Allah, kemanakah hati Anda mengarah? Bukankah ke atas?! Ataukah hati Anda bingung tanpa arah?!

Saat Anda berdoa dalam keadaan duduk atau berdiri, mengapa tangan Anda menengadah ke atas? Mengapa saat anda sangat berharap dikabulkan doanya, Anda tengadahkan wajah Anda ke langit?!

Saudaraku.. Islam yg benar, akan selalu sesuai dg akal, fitrah manusia, dan dalil syariat.. dan semuanya menunjukkan bahwa Allah berada di atas, berada di atas Arsy-Nya.

Pertanyaan: bagaimana dengan kaum yg meyakini bumi itu bulat, berarti ada langit yg di bawah?

➡Jawaban:

Jawaban ana ringkas dalam poin2 berikut:

✅1. Ana juga mengambil pendapat bahwa bentuk bumi itu bulat, sebagaimana hal ini juga diyakini oleh mayoritas ulama Islam, bahkan Syeikhul Islam, menukil IJMA’ ulama dalam masalah bulatnya bumi.

Adapun masalah berputarnya bumi, maka ini masalah lain; ana memilih pendapat bahwa bumi tidak berputar, karena dalil2 yang ada dalam Alqur’an dan sunnah.. yang juga dikuatkan oleh penelitian beberapa ahli di zaman ini, wallahu a’lam.

(Lanjut ke hal…2)