Makmum Qunut Dibelakang Imam yang Qunut 

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

1. Qunut Shubuh Terus Menerus Adalah Bid’ah !!!

2. Doa Qunut dan Maknanya

3. Qunut Shubuh dalam Pandangan 4 Madzhab

4. Apakah Makmum Ikut Mengangkat Tangan dan Mengamini Ketika Imam Qunut Subuh

5. Apa Hukum Qunut Dalam Shalat

6.Mengangkat Tangan Ketika Membaca Do’a Qunut, Mengusap Wajah Setelah Berdo’a , Ucapan Amiin

7. Mengakhiri kontroversi Qunut Subuh

8.Bacaan Al-Fatihah Bagi Makmum
& Hukum Shalat Memakai Surban

Ust. Abu Ihsan Al-Atsary – Koreksi Total Ritual Sholat BabQunut Subuh, Nazilah dan Witir

Ust. Abu Ihsan Al-Atsary – Koreksi Total Ritual Sholat BabKesalahan Qunut

Ust. Abu Fairus / Bulughul Marom – Bab Shalat bag Qunut Witir

Ust Abu Haidar / Syarah Bulughul Maram Bab Qunut

Panduan Tata Cara Qunut Nazilah (Abdullah Zaen, MA)

Seputar Qunut Nazilah (Ahmad Zainuddin, Lc)

Sikap Makmum Ketika Imam Membaca Qunut 

Hukum Doa Qunut Subuh – Ustadz Arif Hidayatullah

Penjelasan Doa Qunut

===

MAKMUM QUNUT DIBELAKANG IMAM YANG QUNUT

Oleh : Abu Fadhel Majalengka

Qunut subuh merupakan amalan yang menjadi perdebatan sejak lama. Para Imam Madzhab berbeda pendapat mengenai qunut subuh ini.

Imam Malik dan Imam Syafi’i mensyariatkan dan mensunnahkan qunut subuh. Imam Ahmad dan Imam.Abu Hanifah tidak mensyariatkan dan tidak mensunnahkan qunut subuh kecuali qunut nawazil.(qunut mendoakan kaum muslimin yang yang terkena musibah, diperangi atau teraniaya).

Mereka berpendapat dengan dalil dan hujjah masing- masing. Diantaranya :

Pertama, Dalil Yang Qunut Subuh.

ﻋَﻦِ ﺍﻟْﺒَﺮَﺍﺀِ ﺑْﻦِ ﻋَﺎﺯِﺏٍ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰَّ -ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪﻭﺳﻠﻢ – ﻛَﺎﻥَ ﻳَﻘْﻨُﺖُ ﻓِﻰ ﺻَﻼَﺓِ ﺍﻟﺼُّﺒْﺢِ ﻭَﺍﻟْﻤَﻐْﺮِﺏِ ‏(ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺘﺮﻣﺬﻱ ﻭﺍﺑﻮ ﺩﺍﻭﺩ ﻭ ﺃﺣﻤﺪ. ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺍﻷﻟﺒﺎﻧﻲ : ﺻﺤﻴﺢ ).

Dari Al Bara bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu, bahwasannya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau qunut di shalat.subuh dan shalat magrib. (HR. Tirmidzi dan Abu Daud Berkata Syekh Al Albani : Hadits Shahih).

ﻋَﻦْ ﺃَﻧَﺲ ﺑﻦ ﻣﺎﻟﻚ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ : ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰَّ -ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪﻭﺳﻠﻢ- ﻗَﻨَﺖَ ﺷَﻬْﺮًﺍ ﻳَﺪْﻋُﻮ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ، ﺛُﻢَّ ﺗَﺮَﻛَﻪُ ، ﻓَﺄَﻣَّﺎ ﻓِﻰ ﺍﻟﺼُّﺒْﺢِ ﻓَﻠَﻢْﻳَﺰَﻝْ ﻳَﻘْﻨُﺖُ ﺣَﺘَّﻰ ﻓَﺎﺭَﻕَ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ. ‏( ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﻴﻬﻘﻲ ).

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, bahwasannya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,Beliau qunut subuh,.dia berdoa atas mereka, kemudian meninggalkannya,.maka adapun di shalat subuh, dia senantiasa qunut,.sampai meninggalkan dunia. (HR. Al Baihaqi).Hadits Dhoif. Silahkan buka link ini islamqa.info/ar/101015

Kedua, Dalil Yang Tidak Qunut Subuh.

ﻋَﻦْ ﺃَﻧَﺲِ ﺑﻦ ﻣﺎﻟﻚ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﺃَﻥَّ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ -ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻗَﻨَﺖَ ﺷَﻬْﺮًﺍ ﻳَﺪْﻋُﻮ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﺣْﻴَﺎﺀٍ ﻣِﻦْ ﺃَﺣْﻴَﺎﺀِ ﺍﻟْﻌَﺮَﺏِ ﺛُﻢَّﺗَﺮَﻛَﻪُ . ‏( ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ ).

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau qunut selama sebulan, dia berdoa untuk sebagian kampung arab, kemudian meninggalkannya. (HR.Muslim).

ﺃَﻧَﺲِ ﺑﻦ ﻣﺎﻟﻚ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻋَﻦِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢﺃَﻧَّﻪُ ﻗَﻨَﺖَ ﺷَﻬْﺮًﺍ ﺑَﻌْﺪَ ﺍﻟﺮُّﻛُﻮﻉِ ﻳَﺪْﻋُﻮ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﺣْﻴَﺎﺀٍ ﻣِﻦْ ﺑَﻨِﻲ ﺳُﻠَﻴْﻢٍﻗَﺎﻝَ : ﺑَﻌَﺚَ ﺃَﺭْﺑَﻌِﻴﻦَ ، ﺃَﻭْ ﺳَﺒْﻌِﻴﻦَ – ﻳَﺸُﻚُّ ﻓِﻴﻪِ – ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻘُﺮَّﺍﺀِ ﺇِﻟَﻰﺃُﻧَﺎﺱٍ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤُﺸْﺮِﻛِﻴﻦَ ﻓَﻌَﺮَﺽَ ﻟَﻬُﻢْ ﻫَﺆُﻻَﺀِ ﻓَﻘَﺘَﻠُﻮﻫُﻢْ ، ﻭَﻛَﺎﻥَ ﺑَﻴْﻨَﻬُﻢْﻭَﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻋَﻬْﺪٌ … ‏( ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ).

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwasannya Beliau (rasulullah) qunut selama sebulan setelah bangkit dari ruku, dia berdoa untuk penduduk kampung dari Bani Sulaim. Beliau (rasulullah) mengutus para qori(penghapal al Qur’an) 40 atau 70 orang, dia ragu tentangnya kepada kaum musyrikin, lalu mereka (kaum musyrikin) merintangi dan membunuh mereka (para utusan Nabi), dimana antara mereka dan Nabi.shallallahu ‘alaihi wa sallam ada ikatan perjanjian. (HR..Bukhari).

ﻋَﻦْ ﺃَﻧَﺲِ ﺑْﻦِ ﻣَﺎﻟِﻚٍ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰَّ -ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪﻭﺳﻠﻢ- ﻗَﻨَﺖَ ﺷَﻬْﺮًﺍ ﻳَﻠْﻌَﻦُ ﺭِﻋْﻼً ﻭَﺫَﻛْﻮَﺍﻥَ ﻭَﻋُﺼَﻴَّﺔَ ﻋَﺼَﻮُﺍ ﺍﻟﻠَّﻪﻭَﺭَﺳُﻮﻟَﻪُ . ‏( ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ ).

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, bahwasannya Nabi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam qunut selama.sebulan, dia melaknat orang yang bodoh dan pandai tetapi durhaka, mereka mendurhakai Allah dan Rasulnya. (HR.Muslim).

ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻣَﺎﻟِﻚٍ ﺍﻷَﺷْﺠَﻌِﻲِّ ﺳَﻌْﺪِ ﺑْﻦِ ﻃَﺎﺭِﻕٍ ﺑﻦ ﻣﺎﻟﻚ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪﻋﻨﻪ ، ﻗَﺎﻝَ : ﻗُﻠْﺖُ ﻷَﺑِﻲ : ﻳَﺎ ﺃَﺑَﺖِ , ﺇِﻧَّﻚَ ﻗَﺪْ ﺻَﻠَّﻴْﺖَ ﺧَﻠْﻒَ ﺭَﺳُﻮﻝِﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋَﻠﻴْﻪِ ﻭﺳَﻠَّﻢَ , ﻭَﺃَﺑِﻲ ﺑَﻜْﺮٍ , ﻭَﻋُﻤَﺮَ , ﻭَﻋُﺜْﻤَﺎﻥَ , ﻭَﻋَﻠِﻲٍّﻫَﺎﻫُﻨَﺎ ﺑِﺎﻟْﻜُﻮﻓَﺔِ ، ﻧَﺤْﻮًﺍ ﻣِﻦْ ﺧَﻤْﺲِ ﺳِﻨِﻴﻦَ ، ﻓَﻜَﺎﻧُﻮﺍ ﻳَﻘْﻨُﺘُﻮﻥَ ﻓِﻲﺍﻟْﻔَﺠْﺮِ ؟ ﻓَﻘَﺎﻝَ : ﺃَﻱْ ﺑُﻨَﻲَّ ﻣُﺤْﺪَﺙٌ. ‏(ﺭﻭﺍﻩ ﺍﺑﻦ ﻣﺎﺟﺔ ﻭ ﺍﻟﺒﻴﻬﻘﻲ.ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺍﻷﻟﺒﺎﻧﻲ : ﺻﺤﻴﺢ ).

Dari Abu Malik Al Asyja’iyyi Sa’id bin Thariq radhiyallahu ‘anhu, dia berkata : Aku berkata kepada Bapakku, sesunggunya engkau shalat di belakang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar, Umar, Ustman dan Ali disini di Kuffah selama lima tahun, apakah mereka qunut di shalat fajar (subuh)?Maka dia menjawab : Wahai anakku, itu perkara baru.

(HR. Ibnu Majah dan Al Baihaqi. . Berkata Syekh Al AlBani : Hadits Shahih).

Komite Fatwa Al Lajnah Ad Daimah (MUInya Saudi Arabia) ditanya tentang qunut subuh.

Adapun qunut subuh dan yang lainnya dari shalat-shalat yang lima waktu, maka tidak disyariatkan, bahkan itu bid’ah, kecuali qunut nazilah. Adapun menjadikan terus menerus qunut subuh maka itu bid’ah. (Al Lajnah Ad Daimah Juz 7/bab qunut).

Makmum Qunut Dibelakang Imam Yang Qunut

Perkara makmum qunut dibelakang imam yang qunut, ini pun para ulama berbeda pendapat. Ada yang.berpendapat bahwa makmum mengikuti imam yang qunut, ini tidak boleh, karena tidak boleh mengikuti.imam yang salah, yakni mengamalkan amalan qunut yang bid’ah berdasarkan dalil dibawah ini.

ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲْ ﺳَﻌِﻴْﺪٍ ﺍﻟْﺨُﺪْﺭِﻱِّ ﻗَﺎﻝَ ﺑَﻴْﻨَﻤَﺎ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳُﺼَﻠِّﻲ ﺑِﺄَﺻْﺤَﺎﺑِﻪِ ﺇِﺫْ ﺧَﻠَﻊَ ﻧَﻌْﻠَﻴْﻪِ ﻓَﻮَﺿَﻌَﻬُﻤَﺎ ﻋَﻦْ ﻳَﺴَﺎﺭِﻩِ ﻓَﻠَﻤَّﺎﺭَﺃَﻯ ﺫَﻟِﻚَ ﺍﻟْﻘَﻮْﻡُ ﺃَﻟْﻘَﻮْﺍ ﻧِﻌَﺎﻟَﻬُﻢْ ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﻗَﻀَﻰ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺻَﻼَﺗَﻪُ ﻗَﺎﻝَ ﻣَﺎ ﺣَﻤَﻠَﻜُﻢْ ﻋَﻠَﻰ ﺇِﻟْﻘَﺎﺀِ ﻧِﻌَﺎﻟِﻜُﻢْ ﻗَﺎﻟُﻮﺍْ ﺭَﺃَﻳْﻨَﺎﻙَﺃَﻟْﻘَﻴْﺖَ ﻧَﻌْﻠَﻴْﻚَ ﻓَﺄَﻟْﻘَﻴْﻨَﺎ ﻧِﻌَﺎﻟَﻨَﺎ ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺇِﻥَّ ﺟِﺒْﺮِﻳْﻞَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟﺴَﻠَﺎﻡُ ﺃَﺗَﺎﻧِﻲْ ﻓَﺄَﺧْﺒَﺮَﻧِﻲْ ﺃَﻥَّ ﻓِﻴْﻬِﻤَﺎ ﻗَﺬَﺭًﺍ ﺃَﻭْﻗَﺎﻝَ ﺃَﺫًﻯ

Dari Abu Sa’id al-Khudri, dia berkata: “Tatkala Rasulullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang shalat dengan para Sahabat beliau, tiba-tiba beliau melepaskan kedua sandal beliau, lalu meletakkan kedua sandal tersebut pada sebelah kiri beliau. Ketika para Sahabat melihat hal itu, mereka melepaskan sandal mereka. Setelah Rasulullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyelesaikan shalatnya, beliau bertanya: “Apa yang menyebabkan kamu melepaskan sandal kamu? Mereka menjawab: “Kami melihat anda melepaskan kedua sandal anda, maka kamipun melepaskan sandal kami”. Maka Rasulullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Jibrîl Alaihissallam mendatangiku dan memberitahukan kepadaku bahwa pada kedua sandal (ku) itu ada kotoran”. [HR. Abu Dâwud, Berkata Syekh Al Albani : Hadits Shahîh].

Namun pendapat ini dibantah oleh ulama yang mensyariatkan untuk mengikuti imam. Kalau imam qunut ya ikut qunut, kalau imam tidak qunut, ya tidak qunut. Jika imam salah, itu kesalahannya untuk dirinya sendiri. Mereka berpendapat berdasarkan dalil-dalil berikut.

Rasulullah shallallhu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ﻳﺼﻠﻮﻥ ﻟﻜﻢ ﻓﺈﻥ ﺃﺻﺎﺑﻮﺍ ﻓﻠﻜﻢ ﻭﺇﻥ ﺃﺧﻄﺆﻭﺍ ﻓﻠﻜﻢﻭﻋﻠﻴﻬﻢ

Mereka (imam-imam) tersebut shalat untuk kalian, kalau mereka benar maka kalian mendapat pahala, dan kalau mereka bersalah maka kalian mendapat pahala dan mereka menanggung kesalahannya.” (HR. Al-Bukhari).

Dan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

ﺇﻧﻤﺎ ﺟُﻌِﻞَ ﺍﻟْﺈِﻣَﺎﻡُ ﻟِﻴُﺆْﺗَﻢَّ ﺑِﻪِ ﻓﺈﺫﺍ ﺻﻠﻰ ﻗَﺎﺋِﻤًﺎ ﻓَﺼَﻠُّﻮﺍ ﻗِﻴَﺎﻣًﺎ ﻓﺈﺫﺍﺭَﻛَﻊَ ﻓَﺎﺭْﻛَﻌُﻮﺍ ﻭﺇﺫﺍ ﺭَﻓَﻊَ ﻓَﺎﺭْﻓَﻌُﻮﺍ ﻭﺇﺫﺍ ﻗﺎﻝ ﺳﻤﻊ ﺍﻟﻠﻪ ﻟِﻤَﻦْ ﺣَﻤِﺪَﻩُﻓَﻘُﻮﻟُﻮﺍ ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﻭَﻟَﻚَ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻭﺇﺫﺍ ﺻﻠﻰ ﻗَﺎﺋِﻤًﺎ ﻓَﺼَﻠُّﻮﺍ ﻗِﻴَﺎﻣًﺎ ﻭﺇﺫﺍ ﺻﻠﻰﺟَﺎﻟِﺴًﺎ ﻓَﺼَﻠُّﻮﺍ ﺟُﻠُﻮﺳًﺎ ﺃَﺟْﻤَﻌُﻮﻥَ

Hanyalah dijadikan imam adalah untuk diikuti, maka jika imam sholat berdiri maka sholatlah kalian (wahai para mekmum-pent) berdiri juga, jika imam ruku’ maka ruku’lah kalian, dan jika imam bangkit maka bangkitlah, dan jika imam berkata “Sami’allahu liman hamidahu”.ucapkanlah “Robbanaa wa lakalhamdu”. Jika imam sholat berdiri maka sholatlah berdiri, dan jika imam sholat duduk maka sholatlah kalian seluruhnya dengan duduk” (HR Al-Bukhari).

Dan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

ﺇﻧﻤﺎ ﺟُﻌِﻞَ ﺍﻟْﺈِﻣَﺎﻡُ ﻟِﻴُﺆْﺗَﻢَّ ﺑِﻪِ ﻓﻼ ﺗَﺨْﺘَﻠِﻔُﻮﺍ ﻋﻠﻴﻪ ﻓﺈﺫﺍ ﺭَﻛَﻊَ ﻓَﺎﺭْﻛَﻌُﻮﺍ

…”Hanyalah dijadikan imam untuk diikuti, maka janganlah kalian menyelisihinya, jika ia ruku’ maka ruku’lah kalian” (HR Al-Bukhari)

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:

ﻭﻛﺬﻟﻚ ﺇﺫﺍ ﺍﻗﺘﺪﻯ ﺍﻟﻤﺄﻣﻮﻡ ﺑﻤﻦ ﻳﻘﻨﺖ ﻓﻲ ﺍﻟﻔﺠﺮ ﺃﻭ ﺍﻟﻮﺗﺮ ﻗﻨﺖﻣﻌﻪ ﺳﻮﺍﺀ ﻗﻨﺖ ﻗﺒﻞ ﺍﻟﺮﻛﻮﻍ ﺃﻭ ﺑﻌﺪﻩ ﻭﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﻻ ﻳﻘﻨﺖ ﻟﻢﻳﻘﻨﺖ ﻣﻌﻪ ﻭﻟﻮ ﻛﺎﻥ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﻳﺮﻯ ﺍﺳﺘﺤﺒﺎﺏ ﺷﻲﺀ ﻭﺍﻟﻤﺄﻣﻮﻣﻮﻥ ﻻﻳﺴﺘﺤﺒﻮﻧﻪ ﻓﺘﺮﻛﻪ ﻷﺟﻞ ﺍﻻﺗﻔﺎﻕﻭﺍﻻﺋﺘﻼﻑ : ﻛﺎﻥ ﻗﺪ ﺃﺣﺴﻦ

Dandemikian pula jika makmum di belakang imam yang berqunut shubuh atau witir maka dia juga berqunut, sama saja apakah qunutnya sebelum ruku’ atau setelahnya, kalau imam tidak berqunut maka makmum juga tidak berqunut, dan seandainya imam berpendapat mustahabnya sebuah amalan, dan makmum tidak berpendapat demikian maka jika imam meninggalkan amalan tersebut untuk mewujudkan kesepakatan dan kerukunan sungguh dia telah berbuat baik.” (Majmu Al-Fatawa 22/267-268 (lanjut di hal 2)