Aqidah Al-Imaam Asy-Syafi’iy rahimahullah vs Aqidah Mu’aththilah Ustadz Abdul Somad Tentang Allah Ta’ala punya Wajah,Tangan danKaki.

Alhamdulillah…

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

 

1.Apakah Allah Memiliki Wajah

2. Apakah Allah Memiliki Dua Kaki

3. Apakah Allah Memiliki Dua Tangan

4.Penjelasan Tentang Sifat ‘Istiwa’, ‘Betis’,’Wajah’ Adalah Milik Allah. Apakah ‘Tubuh’Termasuk Sifat Allah Ta’ala

5. Penetapan Nama Allah Berdasarkan Hakikat,Bukan Majaz (Kiasan)

6. Hukumnya Mereka Yang Mentakwil Sifat-sifat Allah –Ta’ala

7. Abul-Hasan Al-Asy’ariy Bertaubat ke ‘Aqidah Asy’ariyyah atau Salafiyyah ?

Mengapa Allah Tidak Memiliki Wajah, Tangan dan Kaki? – Ceramah Ustadz Abdul Somad Terbaru

Ust. Mizan Qudsiyah· Pondasi Tauhid Asma Wa Sifat

Ust. Firanda Andirja-Melihat Allah Di Surga

Kaidah-kaidah Seputar Sifat Allah(DR. Firanda Andirja, MA)

Lumatul Itiqad (Bag-14) – Ayat yang MenyebutSifat Tangan bagi Allah (Muhammad Abduh Tuasikal, MSc)

Ust. Mizan Qudsiyah- Keistimewaan Jari AllahUst. Mizan Qudsiyah- Sifat Wajah Allah

Ust. Mizan Qudsiyah – Sifat Tangan Allah

Ust. Mizan Qudsiyah- Perbedaan Nama & SifatAllah

Ust. Abdullah Taslim / Kenikmatan Memandang Wajah Allah

Ust.Ammi Nur Baits / Melihat Wajah Allah

Kitab Shahih Bukhari Bab Tauhid : Keistimewaan Jari Allah – Ustadz Mizan Qudsiyah, Lc.

Kitab Shahih Bukhari Bab Tauhid : Sifat Wajah Allah – ustadz Mizan Qudsiyah, Lc.

Kitab Shahih Bukhari Bab Tauhid : Sifat Tangan Allah – ustadz Mizan Qudsiyah, Lc.

==

Bantahan Ilmiah Mengapa Allah Tidak Memiliki Wajah, Tangan dan Kaki Kata Ustadz Abdul Somad
Sebenarnya males bahas kekufuran beliau ini,,tapi ngelihat muqollid nya yang menjadi-jadi kebodohan dan kebrutalan nya terhadap aqidah agama ini lalu menyebarkan dan mendebat dengan syubhat-syubhat, atsar nyolong dari Syi’ah, atsar ilusi tanpa sanad, pendekatan nash dengan filsafat bukan atsar dan kata- kata kasar yang jauh dari ilmu..

Ya dikulik2 dikitt la.
Intinyaa saja lha ya,, karena content video full syubhat dan membuang-buang waktu untuk membantah segala kejahilan beliau perihal aqidah..

Beliau mengaku bermazhab syafi’iy kita tolak ukur saja lha dengan aqidahnya Al-Imam Asy Syafi’iy rahimahullah dengan atssr dari beliau rahimahullah berikut apakah Allah Ta’ala punya Wajah,Tangan dan Kaki.

Abu Ya’laa Al-Hanbaliy rahimahullah meriwayatkan sebagai berikut :

ﻗﺮﺃﺕ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻤﺒﺎﺭﻙ : ﻗﻠﺖ ﻟﻪ : ﺃﺧﺒﺮﻙ ﻣُﺤَﻤَّﺪ ﺑْﻦ ﻋَﻠِﻲِّ ﺑْﻦِ ﺍﻟﻔﺘﺢ،ﻗَﺎﻝَ : ﺃَﺧْﺒَﺮَﻧَﺎ ﻋَﻠِﻲّ ﺑْﻦ ﻣﺮﺩﻙ، ﻗَﺎﻝَ : ﺃَﺧْﺒَﺮَﻧَﺎ ﻋَﺒْﺪ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺑْﻦ ﺃﺑﻲﺣﺎﺗﻢ، ﻗَﺎﻝَ : ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻳُﻮﻧُﺲ ﺑْﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻷﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﺼﺮﻱ، ﻗَﺎﻝَ : ﺳﻤﻌﺖﺃﺑﺎ ﻋَﺒْﺪ ﺍﻟﻠَّﻪ ﻣُﺤَﻤَّﺪ ﺑْﻦ ﺇِﺩْﺭِﻳﺲَ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲﻟﻠﻪ ﺗَﺒَﺎﺭَﻙَ ﻭَﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﺃﺳﻤﺎﺀ ﻭﺻﻔﺎﺕ، ﺟﺎﺀ ﺑﻬﺎ ﻛﺘﺎﺑﻪ، ﻭﺃﺧﺒﺮ ﺑﻬﺎﻧﺒﻴﻪ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺃﻣﺘﻪ، …… ، ﺃﺗﺎﻧﺎ ﺃﻧﻪ ﺳﻤﻴﻊ، ﻭﺃﻥ ﻟﻪﻳﺪﻳﻦ، ﺑﻘﻮﻟﻪ : ﺑَﻞْ ﻳَﺪَﺍﻩُ ﻣَﺒْﺴُﻮﻃَﺘَﺎﻥِ ﻭﺃﻥ ﻟﻪ ﻳﻤﻴﻨﺎ ﺑﻘﻮﻟﻪ :ﻭَﺍﻟﺴَّﻤَﻮَﺍﺕُ ﻣَﻄْﻮِﻳَّﺎﺕٌ ﺑِﻴَﻤِﻴﻨِﻪِ ﻭﺃﻥ ﻟﻪ ﻭﺟﻬﺎ ﺑﻘﻮﻟﻪ : ﻛُﻞُّ ﺷَﻲْﺀٍﻫَﺎﻟِﻚٌ ﺇِﻻ ﻭَﺟْﻬَﻪُ ﻭﻗﻮﻟﻪ : ﻭَﻳَﺒْﻘَﻰ ﻭَﺟْﻪُ ﺭَﺑِّﻚَ ﺫُﻭ ﺍﻟْﺠَﻼﻝِ ﻭَﺍﻹِﻛْﺮَﺍﻡِﻭﺃﻥ ﻟﻪ ﻗﺪﻣﺎ ﺑﻘﻮﻝ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : ” ﺣﺘﻰ ﻳﻀﻊﺍﻟﺮﺏ ﻓﻴﻬﺎ ﻗﺪﻣﻪ ” ﻳﻌﻨﻲ : ﺟﻬﻨﻢ

Aku membacakan riwayat kepada Al-Mubaarak. Aku katakan kepadanya : Telah mengkhabarkan kepadamu Muhammad bin ‘Aliy bin Al-Fath, ia berkata : Telah mengkhabarkan kepada kami ‘Aliy bin Mudrik, ia berkata : Telah mengkhabarkan kepada kami ‘Abdurrahmaan bin Abi Haatim, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Yuunus bin ‘Abdil-A’laa Al-Mishriy, ia berkata : Aku mendengar Abu ‘Abdillah Muhammad bin Idriis Asy-Syaafi’iy :

Allah tabaaraka wa ta’ala mempunyai nama-nama dan sifat-sifat sebagaimana yang terdapat dalam Kitab-Nya dan yang dikhabarkan oleh Nabi-Nya shallallaahu ‘alaihi wa sallam…… Telah sampai kepada kita bahwasannya Allah mendengar, mempunyai dua tangan berdasarkan firman-Nya : ‘tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka’ (QS. Al-Maaidah : 64). Allah mempunyai tangan kanan, berdasarkan firman-Nya : ‘dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya’ (QS. Az-Zumar :67). Allah mempunyai wajah berdasarkan firman-Nya :‘Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali wajah Allah’ (QS. Al-Qashshash : 88) dan firman-Nya : ‘Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan’ (QS. Ar-Rahmaan : 27). Dan Allah mempunyai kaki berdasarkan sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam : ‘Hingga Rabb (Allah) meletakkan kaki-Nya padanya’ – yaitu Jahannam.”

-Thabaqaatul-Hanaabilah oleh Abu Ya’laa Al-Hanbaliy, 1/263; sanadnya shahih

Keterangan para perawinya :

a. Mubaarak, namanya adalah : Al-Mubaarak bin ‘Abdil- Jabbaar bin Ahmad bin Al-Qaasim bin Ahmad bin ‘Abdillah Al-Baghdaadiy, Abul-Hasan Ibnith-Thayyuuriy; seorang yang tsiqah lagi tsabat. Termasuk thabaqah ke-20, lahir tahun 411 H, dan wafat tahun 500 H [Siyaru A’laamin-Nubalaa’, 19/213-216 no. 132].

b. Muhammad bin ‘Aliy bin Al-Fath bin Muhammad bin ‘Aliy, Abu Thaalib Al-Harbiy – dikenal dengan nama : Ibnul-‘Usyaar; seorang yang tsiqah lagi shaalih. Termasuk thabaqah ke-18, lahir tahun 366, dan wafat tahun 451 H [Taariikh Baghdaad, 4/179 no. 1372].

c. ‘Aliy bin ‘Abdil-‘Aziiz bin Madrak bin Ahmad bin.Sandawaih bin Mihraan bin Ahmad, Abul-Hasan Al-Bardza’iy Al-Bazzaaz; seorang yang tsiqah. Termasuk thabaqah ke-16, dan wafat tahun 387 H [Taariikh Baghdaad, 13/482 no. 6350].

d. ‘Abdurrahmaan bin Muhammad bin Idriis Al-Raaziy, shaahibu Al-Jarh wat-Ta’diil; seorang yang tsiqah lagi.jaliil. Termasuk thabaqah ke-14, lahir tahun 240 H, dan wafat tahun 327 H [Siyaru A’laamin-Nubalaa’,13/263-269 no. 129].

e. Yuunus bin ‘Abdil-A’laa bin Maisarah bin Hafsh bin Hayyaan Ash-Shadafiy, Abu Muusaa Al-Mishriy, seorang yang tsiqah. Termasuk thabaqah ke-10, lahir tahun 170 H, dan wafat tahun 264 H. Dipakai oleh Muslim, An-Nasaa’iy, dan Ibnu Maajah [Taqriibut-Tahdziib, hal.1098 no. 7964].

f. Muhammad bin Idriis bin Al-‘Abbaas bin ‘Utsmaan bin Syaafi’ Al-Muthallibiy Al-Qurasyiy, Abu ‘Abdillah Asy-Syaafi’iy Al-Makkiy; seorang imam yang tidak perlu dipertanyakan lagi. Termasuk thabaqah ke-9, lahir tahun 150 H, dan wafat tahun 204 H. Dipakai oleh Al-Bukhaariy secara mua’llaq, Muslim, Abu Daawud, At-.Tirmidziy, An-Nasaa’iy, dan Ibnu Maajah [Taqriibut-Tahdziib, hal. 823-824 no. 5754].

Dan tentu Aqidah Al-Imaam Asy-Syafi’iy rahimahullah ini berbeda 180 derjat dengan ustadz yang mengaku-aku bermazhab Syafi’iy ini,,bahkan Al-Imaam Asy-Syafi’iy rahimahullah mengkafirkan orang yang menolak Sifat Allah Ta’ala apabila hujjah atau nash tersebut telah sampai kepadanya.

Al-Imam Muhammad bin Idriis As-Syaafi’iy rahimahullah berkata:

.

ﻟﻠﻪِ ﺃَﺳْﻤَﺎﺀٌ ﻭَﺻِﻔَﺎﺕٌ، ﺟَﺎﺀَ ﺑِﻬَﺎ ﻛِﺘَﺎﺑُﻪُ ، ﻭَﺃَﺧْﺒَﺮَ ﺑِﻬَﺎ ﻧَﺒِﻴُّﻪُ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺃُﻣَّﺘَﻪُ ، ﻻَ ﻳَﺴَﻊُ ﺃَﺣَﺪﺍً ﻗَﺎﻣَﺖْ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟﺤُﺠَّﺔُ ﺭَﺩُّﻫَﺎ ، ﻷَﻥَّ ﺍﻟﻘُﺮْﺁﻥَ ﻧَﺰَﻝَ ﺑِﻬَﺎ ، ﻭَﺻَﺢَّ ﻋَﻦْ ﺭَﺳُﻮْﻝِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺍﻟﻘَﻮْﻝَ ﺑِﻬَﺎ . ﻓَﺈِﻥْ ﺧَﺎﻟَﻒَ ﺫَﻟِﻚَ ﺑَﻌْﺪَ ﺛُﺒُﻮﺕِ ﺍﻟﺤُﺠَّﺔِ ﻋَﻠَﻴْﻪِ : ﻓَﻬُﻮَ ﻛَﺎﻓِﺮٌ ، ﻓَﺄَﻣَّﺎ ﻗَﺒْﻞَ ﺛُﺒُﻮْﺕِ ﺍﻟﺤُﺠَّﺔِ ، ﻓَﻤَﻌْﺬُﻭﺭٌ ﺑِﺎﻟﺠَﻬْﻞِ ، ﻷَﻥَّ ﻋِﻠْﻢَ ﺫَﻟِﻚَ ﻻَ ﻳُﺪْﺭَﻙُ ﺑِﺎﻟﻌَﻘْﻞِ ، ﻭَﻻَ ﺑِﺎﻟﺮَّﻭِﻳَّﺔِ ﻭَﺍﻟﻔِﻜْﺮِ ، ﻭَﻻَ ﻧُﻜَﻔِّﺮُ ﺑِﺎﻟﺠَﻬْﻞِ ﺑِﻬَﺎ ﺃَﺣَﺪﺍً ﺇِﻻَّ ﺑَﻌْﺪَ ﺍﻧﺘﻬَﺎﺀِ ﺍﻟﺨَﺒَﺮِ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﺑِﻬَﺎ

.

Allah memiliki nama-nama dan sifat-sifat yang dijelaskan dalam Kitab-Nya dan dikhabarkan oleh Nabi-Nya ﷺ kepada umatnya. Tidak ada kelonggaran bagi siapapun untuk menolaknya ketika telah tegak hujjah kepadanya, karena Al-Qur’an turun dengannya dan telah shahih dari Rasulullah ﷺ perkataan tentangnya. Apabila ia menyelisihi hal itu setelah tetapnya hujjah padanya, maka ia kafir. Namun jika penyelisihannya itu sebelum tetapnya hujjah, maka ia diberikan ‘udzur kejahilan, karena ilmu tentang hal itu tidaklah dicapai dengan akal, pandangan, dan pemikiran. Dan kami tidak mengkafirkan seorangpun yang tidak mengetahuinya kecuali setelah hal itu (hujjah/nash) sampai kepadanya” [Siyaru A’laamin-Nubalaa’, 10/79-80].

✅ Perkataan Asy-Syaafi’iy sangat mirip dengan Abu Ja’far Ath-Thabariy rahimahumallah berikut:

.

ﻭﻧﻈﺎﺋﺮﻫﺎ ﻣﻤﺎ ﻭﺻﻒ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﺑﻬﺎ ﻧﻔﺴﻪ ﺃﻭ ﻭﺻﻒ ﺑﻬﺎ ﺭﺳﻮﻟﻪ ﷺ ﻣﻤﺎ ﻻ ﺗﺪﺭﻙ ﺣﻘﻴﻘﺔ ﻋﻠﻤﻪ ﺑﺎﻟﻔﻜﺮ ﻭﺍﻟﺮﻭﻳﺔ، ﻭﻻ ﻧﻜﻔﺮﺑﺎﻟﺠﻬﻞ ﺑﻬﺎ ﺃﺣﺪﺍً ﺇﻻ ﺑﻌﺪ ﺍﻧﺘﻬﺎﺋﻬﺎ ﺇﻟﻴﻪ

Sesungguhnya makna-makna yang telah aku sebutkan ini dan selainnya dari apa saja yang telah Allah ‘azza wa jalla sifatkan diri-Nya dengannya atau disifatkan oleh Rasul-Nya ﷺ dengannya, yang hakekat ilmunya tidak dapat dicapai dengan akal pikiran maupun pengamatan; maka kami tidak mengkafirkan seorangpun yang tidak mengetahuinya kecuali setelah hal itu (hujjah/nash) sampai kepadanya” [At-Tabshiir fiiMa’aalimid-Diin, hal. 140].

And at last we cukup know la aqidah muqollid -muqollid Brutal spt apa dan yang mereka ikuti itu siapa..Kita mohon kepada Allaah ta’ala semoga agar kita terus ditunjukkan ke jalan yang benar bukan ke jalan yang bathil di zaman yang penuh syubhat dan fitnah ini.

.

ﺇﻥ ﺍﻟﺤﻖ ﻭﺍﻟﺒﺎﻃﻞ ﻻ ﻳﻌﺮﻓﺎﻥ ﺑﺄﻗﺪﺍﺭ ﺍﻟﺮﺟﺎﻝ، ﺍﻋﺮﻑ ﺍﻟﺤﻖ ﺗﻌﺮﻑﺃﻫﻠﻪ، ﻭﺍﻋﺮﻑ ﺍﻟﺒﺎﻃﻞ ﺗﻌﺮﻑ ﻣﻦ ﺃﺗﺎﻩ

Sesungguhnya kebenaran dan kebathilan tidak diketahui dari jumlah/kekuatan orang-orang. Ketahuilan kebenaran niscaya engkau akan ketahui orang-orangnya. Dan ketahuilah kebathilan, niscaya engkau akan ketahui orang-orang yang menghampirinya

(Lanjut ke hal..2)