Bathilnya Perayaan Isra Miraj Bag(1) Jangan Jadikan Isra Miraj sebagai Hari I’ed (Hari Raya) Karena Itu Menambah Syariat
Alhamdulillah..

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

1. Aku Akan Merayakan Isra’ Mi’raj Jika??

2. Nasehat Meninggalkan PerayaanIsra’ Mi’raj

3. Mengapa Perayaan Selain Idul Fitri/Adha Trmasuk Bid’ah

4. Renungan: Andai Perayaan Isra’ Mi’raj Itu Baik 

5. Hukum Dan Nasehat Serta Fatwa Ulama Mengenai Memperingati Isra’ Mi’raj

Wajibnya.Mengingatkan Umat dari Bid’ah – Al-Ishbah (Ustadz Kurnaedi, Lc.) 10mb 42mnit

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=29724

==

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

ﻭَﻣِﻤَّﻦْ ﺧَﻠَﻘْﻨَﺎ ﺃُﻣَّﺔٌ ﻳَﻬْﺪُﻭﻥَ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّﻭَﺑِﻪِ ﻳَﻌْﺪِﻟُﻮﻥَ ﴿١٨١﴾

Dan di antara orang-orang yang Kami…ciptakan ada umat yang memberi petunjuk dengan hak, dan dengan yang hak itu (pula).mereka menjalankan keadilan. ” (QS. Al-A’raf.[7]: 181)

Juga firman Allah dalam Al-Maidah ayat 63,Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

ﻟَﻮْﻟَﺎ ﻳَﻨْﻬَﺎﻫُﻢُ ﺍﻟﺮَّﺑَّﺎﻧِﻴُّﻮﻥَ ﻭَﺍﻟْﺄَﺣْﺒَﺎﺭُﻋَﻦ ﻗَﻮْﻟِﻬِﻢُ ﺍﻟْﺈِﺛْﻢَ ﻭَﺃَﻛْﻠِﻬِﻢُ ﺍﻟﺴُّﺤْﺖَ ۚﻟَﺒِﺌْﺲَ ﻣَﺎ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻳَﺼْﻨَﻌُﻮﻥَ ﴿٦٣﴾

Mengapa orang-orang alim mereka, pendeta-pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram? Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan itu. ” (QS. Al-Maidah [5]: 63)

Kemudian firman Allah dalam surat Hud ayat62, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﻳَﺎ ﺻَﺎﻟِﺢُ ﻗَﺪْ ﻛُﻨﺖَ ﻓِﻴﻨَﺎﻣَﺮْﺟُﻮًّﺍ ﻗَﺒْﻞَ ﻫَـٰﺬَﺍ ۖ ﺃَﺗَﻨْﻬَﺎﻧَﺎ ﺃَﻥ ﻧَّﻌْﺒُﺪَﻣَﺎ ﻳَﻌْﺒُﺪُ ﺁﺑَﺎﺅُﻧَﺎ ﻭَﺇِﻧَّﻨَﺎ ﻟَﻔِﻲ ﺷَﻚٍّ ﻣِّﻤَّﺎﺗَﺪْﻋُﻮﻧَﺎ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﻣُﺮِﻳﺐٍ ﴿٦٢﴾

“Kaum Tsamud berkata: “Hai Shaleh, sesungguhnya kamu sebelum ini adalah seorang di antara kami yang kami harapkan, apakah kamu melarang kami untuk menyembah apa yang disembah oleh bapak- bapak kami? dan sesungguhnya kami betul-betul dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap agama yang kamu serukan kepada kami”.” (QS. Al-Maidah [11]: 62)

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺇِﻥَّ ﻛَﺜِﻴﺮًﺍ ﻣِّﻦَﺍﻟْﺄَﺣْﺒَﺎﺭِ ﻭَﺍﻟﺮُّﻫْﺒَﺎﻥِ ﻟَﻴَﺄْﻛُﻠُﻮﻥَ ﺃَﻣْﻮَﺍﻝَﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺑِﺎﻟْﺒَﺎﻃِﻞِ ﻭَﻳَﺼُﺪُّﻭﻥَ ﻋَﻦﺳَﺒِﻴﻞِ ﺍﻟﻠَّـﻪِ ۗ ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳَﻜْﻨِﺰُﻭﻥَﺍﻟﺬَّﻫَﺐَ ﻭَﺍﻟْﻔِﻀَّﺔَ ﻭَﻟَﺎ ﻳُﻨﻔِﻘُﻮﻧَﻬَﺎ ﻓِﻲﺳَﺒِﻴﻞِ ﺍﻟﻠَّـﻪِ ﻓَﺒَﺸِّﺮْﻫُﻢ ﺑِﻌَﺬَﺍﺏٍﺃَﻟِﻴﻢٍ ﴿٣٤﴾

Hai orang-orang yang beriman,sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasranibenar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi(manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orangyang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa.mereka akan mendapat) siksa yang pedih, ” (QS. At-Taubah[9]: 34)

Ada yang pernah bertanya kepada Imam Ahmad, “seseorang yang berpuasa, shalat, i’tikaf apakah lebih kau cintai atau orang yang berbicara menjelaskan tentang kekeliruan ahli bid’ah? ” Imam Ahmad menjawab, “apabila orang itu puasa, shalat dan beri’tikaf, maka hal itu untuk dirinya sendiri. Dan apabila.berbicara tentang kekeliruan ahli bid’ah serta bahayanya perbuatan yang menyimpang menyelisihi Al-Qur’an dan sunnah, ini untuk kaum muslimin dan ini lebih utama “.

Hal ini bukan termasuk ghibah , walaupun.nanti menyebutkan tentang mereka. Olehkarena itu para ulama menyebutkan keadaan-keadaan yang tidak termasuk ghibah .

Diantaranya Imam An-Nawawi rahimahullahu ta’ala dan sebagiannya menyebutkan dalam bentuk syair. Mencela bukan termasuk ghibah dalam enam perkara.

1. Melaporkan tindak kedzaliman

2. Menyampaikan atau mengenalkan orang

yang memang orang tersebut dikanal dengan sesuatu yang kurang pantas.(seperti si buta, si gemuk dan seterusnya) tapi menghindari hal ini jauh lebih baik

3. Memberikan peringatan kepada orang akan

keburukan orang yang bermaksiat atau orang tertentu yang membahayakan kaum muslimin,

4. Orang yang mendzahirkan kefasikan atau menampakkan bid’ah. Ketika menjelaskan.perkara ini, maka bukan termasuk ghibah.

5. Orang yang meminta fatwa

6. Orang yang meminta bantuan dan meminta tolong dalam menghilangkan kemungkaran. Seperti kita tahu pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.ada seorang wanita yang meminta fatwa atas dua orang yang melamarnya. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “adapun Abu Jahm adalah orang yang suka memukul wanita “..Maka menjelaskan tentang bid’ah, ini masuk pengecualian dari ghibah. 

Bahkan.menjelaskan hal ini adalah akan bermanfaat bagi kaum muslimin dan merupakan jenis jihad dijalan Allah subhanahu wa ta’ala . Karena mensucikan jalan Allah serta mencegah kedzaliman mereka merupakan.sesuatu yang wajib. Oleh karena itu orang yang sesat dan menyimpang, boleh untukdijelaskan. Kerusakan yang ditimbulkan oleh ahli bid’ah lebih rusak dari pada kerusakan yang ditimbulkan oleh musuh-musuh yangnmenguasai kaum muslimin. Karena apabila para musuh menguasai kaum muslimin,mereka tidak merusak hati kaum muslimin dan agama. Adapun ahli bid’ah, mereka merusak hati kaum muslimin.

==

➡ BATHILNYA PERAYAAN ISRA MIRAJ

PERISTIWA ISRA MIRAJ adalah peristiwa dan kejadian luar biasa yang dialami oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam NAIK KE ATAS LANGIT untuk mengambil syari’at shalat 5 waktu yang dititahkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang wajib diimani, diyakini dan dibenarkan oleh setiap Muslim.

NAMUN BUKAN BERARTI MENJADI KEWAJIBAN BAGI SETIAP MUSLIM UNTUK MENJADIKANNYA SEBAGAI HARI I’ED (HARI RAYA) DENGAN MENGKHUSUSKAN WAKTUNYA UNTUK BERKUMPUL DAN MERAYAKAN SEBAB KEKHUSUSAN PERISTIWA TERSEBUT.

Jika sudah dikatakan diwajibkan atau disyariatkan atas semua manusia, terlebih umat Islam, UNTUK DIRAYAKAN DENGAN MENGKHUSUSKAN WAKTUNYA UNTUK BERKUMPUL DENGAN SEBAB KEKHUSUSAN

PERISTIWANYA maka ini membutuhkan dalil syar’i SEDANGKAN Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah mensyari’atkan dan memerintakan kejadian Isra Miraj sebagai Hari I’ed (Hari Raya) yang harus mengkhususkan waktunya berkumpul dan merayakan sebab kekhususannya, dan begitu juga generasi terbaik umat Islam yang paling mengerti dan mengetahui Islam, dan para ulama pendahulu yang shalih (As-Salaf Ash-Shalih), yaitu Para Sahabat radhiyallahu ‘anhu ajma’in,TIDAK ADA SATU PUN DARI MEREKA MERAYAKAN KEKHUSUSAN SEBAB DAN PERISTIWA ISRA MIRAJ.

Sesuatu yang dikaitkan dan dimasukan ke dalam Syari’at Islam NAMUN tidak pernah disyariatkan dan diwajibkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk dilakukan, ditegakkan dan dikerjakan setelah Islam ini telah sempurna sebagaimana firman-Nya,

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, “Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu dan telah kuridhai Islam itu sebagai agamamu.”- QS. Al Maidah [5] : 3

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata “Itu adalah agama Islam. Allah Subhanahu WaTa’alamengabarkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan orang-orang yang beriman bahwa Dia telah menyempurnakan iman mereka. OLEH KARENA ITU, MEREKA TIDAK MEMBUTUHKAN TAMBAHAN LAGI UNTUK SELAMANYA. Allah Subhanahu Wa Ta’ala jugatelah menyempurnakannya, MAKA DIA TIDAK AKAN MENGURANGINYA UNTUK SELAMANYA. Dia telah ridha dengan Islam, maka Dia tidak akan membencinya untuk selamanya.” – AlMusamma Shahifah Ali bin Abu Thalhah an IbnuAbbas fi Tafsir Al-Qur’an Al-Karim, 234. Lihat juga Ath-Thabari, Kitab Jami al-Bayan an Takwil Ayi Al-Qur’an,IX/516.

Tafsir Muyassar “Pada hari ini, telah Kusempurnakan bagi kalian agama kalian, agama Islam, dengan mewujudkan kemenangan dan kesempurnaan ajaran syariat. Dan telah Kucukupkan bagi kalian nikmat-nikmatKu dengan mengentaskan kalian dari kegelapan – kegelapan masa jahiliyyah menuju cahaya keimanan, dan Kuridhai bagi kalian Islam sebagai agama kalian, maka pegangilah dengan kuat, janganlah kalian melepaskannya.“- Tafsir Muyassar I/318

Al-Hafizh Ibnu Katsir asy-Syafi’i rahimahullah (wafat 774 H) berkata “Ini merupakan nikmat Allah terbesar yang diberikan kepada umat ini, tatkala Allah menyempurnakan agama Islam, sehingga mereka tidak memerlukan agama yang lain dan tidak pula Nabi lain selain Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu Allah Ta’ala menjadikan beliau penutup para Nabi dan mengutusnya kepada seluruh manusia dan jin. Sehingga, tidak ada yang halal kecuali beliau halalkan, tidak ada haram kecuali yang diharamkannya, dan tidakada agama atau jalan kecuali yang disyariatkannya.

Semua yang dikabarkannya adalah hak, benar dan tidak ada kebohongan serta tidak ada pertentangan sama sekali. Seperti yang disebut dalam firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala., yaitu: Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Qur’an), sebagai kalimat yang benar dan adil. (Al-An’am: 115) Yakni benar dalam beritanya, serta adil dalam perintah.dan larangannya. Setelah Allah menyempurnakan bagi mereka agama mereka, berarti telah cukuplah kenikmatan yang mereka terima dari-Nya”- Tafsir al-Qur’an al-Karim Ibnu Katsir III/18

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di rahimahullah.(wafat 1376 H) berkata “Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu” ialah DENGAN DISEMPURNAKANNYA KEMENANGAN DAN DISEMPURNAKANNYA SYARIAT, BAIK ZAHIR MAUPUN BATHIN, USHUL (POKOK-POKOK AKIDAH) MAUPUN FURU (CABANG-CABANG AMALIYYAH). Dari sini, maka al-Qur’an dan as-Sunnah sangatlah mencukupi dalam hukum-hukum agama, baik dasar-dasarnya maupun cabang-cabangnya. Karena itu.siapapun yang memaksakan diri dan mengklaim bahwa dalam perkara-perkara aqidah dan hukum, manusia harus mengetahui ilmu-ilmu selain ilmu al-Qur’an dan.as-Sunnah seperti ilmu kalam dan lainnya, maka dia adalah orang jahil dan klaimnya adalah batil. Lebih dari itu dia telah mengklaim bahwa Islam tidak sempurna kecuali dengan apa yang diklaimnya dan disuarakannya. Ini termasuk kezhaliman dan pembodohan kepada Allah dan Rasul-Nya, Rasulullah.shallallahu ‘alaihi wa sallam.- Taisir al-Karim ar-Rahman as-Sa’di, II/284

Imam Malik bin Anas rahimahullah (wafat 179 H).berkata,.“Barangsiapa membuat ajaran baru dalam agama Islam, kemudian ia anggap sebagai Bid’ah hasanah (Bid’ah yang baik), maka ia telah menuduh bahwaMuhammad (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) telah mengkhianati tugas kerasulan. Maka perkara apa pun yang bukan termasuk bagian dari agama pada hari (diturunkannya ayat QS. Al-Maidah [5] : 3) ini, maka pada hari ini bukan termasuk bagian dari agama pula.”- Imam asy-Syathibi, Kitab al-I’tisham (I/64-65 –tahqiq : Salim al-Hilali), Imam asy Syathibi menukilnya dari Ibnu Majisyun yang mendengar langsung ucapantersebut dari Imam Malik

➡ Dan SETIAP PENAMBAHAN DALAM SYARI’AT SETELAH ISLAM SEMPURNA adalah Bid’ah dalam Syari’at, dan setiap Bid’ah dalam Syari’at adalah sesat, dan setiap kesesatan menuntun langkah pelakunya ke Neraka. Diriwayatkan dari dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Amma ba’du, sesungguhnya sebaik-baik perkara adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah.petunjuk Muhammad, SEBURUK-BURUK PERKARA ADALAH YANG DIADA-ADAKAN (BARU DALAM SYARIAT), DAN SETIAP BID’AH ADALAH SESAT.” – HR. Muslim no. 1435 | Syarh Shahih Muslim no. 867, Ibnu Majah no. 44 | no. 45, Darimi no. 208 | no. 212, Ahmad no. 13909, 13815, 14455

(Lanjut ke halaman 2)