Buah Keimanan



Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

 

1.Bilakah Pohon Iman Berbuah Manis? (1)

2. Bilakah Pohon Iman Berbuah Manis? (2)

3. Manisnya Iman

Syaikh ‘Abdurrazzaq al-Badr -hafidzohullah-“Buah dan Manfaat Keimanan” 18Mb

Bilakah Pohon Iman di Hati Berbuah Manis” OlehUstadz Abdullah Taslim MA 17mb

Ust. Muhammad Nur Ihsan-Buah Keimanan

Buah Manis Keimanan (Abu Yahya Badrussalam, Lc)

Menyegarkan Keimanan (DR. Syafiq Reza Basalamah, MA)

Kiat-Kiat Meningkatkan Keimanan (DR. Firanda Andirja, MA)

Termometer Keimanan (DR. Syafiq Reza Basalamah, MA)

Pembatal Keimanan (Mizan Qudsiyah, Lc)

Pasang Surut Keimanan (Abdurrahman Thoyyib, Lc)

Ebook Iman (Faedah-Faedah Rukun Iman), karya Ahmad Hendrix PDF 163hlmn


Bilakah Pohon Iman di Hati Berbuah Manis –

BUAH KEIMANAN oleh Prof DrAbdurrazaq Bin Abdul Muhsin Al-Badr.

==

➡ *Tabligh Akbar “Buah Keimanan”*

Bersama :Syaikh Prof. Dr Abdurrazzaq Bin Abdul Muhsin Al-Badr

Diterjemahkan oleh :Dr. Firanda Andirja, LC, MA

Di Masjid Mujahidin, Perak Barat – Surabaya

21 Rajab 1439 H / 7 April 2018

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh

Pembahasan mengenai iman sangatlah penting dan indah dirasakan, karena hal ini merupakan puncak dari apa yang didambakan setiap muslimin & muslimat. Pemahaman atas buah-buah dan faedah keimanan perlu dimantapkan dalam diri seorang muslim, karena hanya dengan cara inilah seseorang akan semakin.bersemangat dalam memperkokoh imannya tersebut kepada Allah Ta’ala.

Buah dari keimanan sangatlah banyak, dan dalam kesempatan kali ini hanya akan dibahas sebagian kecil saja.

Beberapa buah dari keimanan tersebut adalah :

➡ 1. Meraih kebahagiaan hakiki.

✅ Allah Ta’ala berfirman:

ﻣَﻦْ ﻋَﻤِﻞَ ﺻَﺎﻟِﺤًـﺎ ﻣِّﻦْ ﺫَﻛَﺮٍ ﺍَﻭْ ﺍُﻧْﺜٰﻰ ﻭَﻫُﻮَ ﻣُﺆْﻣِﻦٌ ﻓَﻠَـﻨُﺤْﻴِﻴَﻦّٗﻩَ ﺣَﻴٰﻮﺓًﻃَﻴِّﺒَﺔً ۚ ﻭَﻟَـﻨَﺠْﺰِﻳَـﻦْﻢُﻫَّ ﺍَﺟْﺮَﻫُﻢْ ﺑِﺎَﺣْﺴَﻦِ ﻣَﺎ ﻛَﺎﻧُﻮْﺍ ﻳَﻌْﻤَﻠُﻮْﻥَ

Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl 16: Ayat 97).



✅ » Orang yang beriman dan mengikuti petunjuk Allah Ta’ala, tidak akan merasa sengsara.

✅ Allah Ta’ala berfirman:

ﻣَﻦِ ﺍﻫْﺘَﺪٰﻯ ﻓَﺎِﻧَّﻤَﺎ ﻳَﻬْﺘَﺪِﻱْ ﻟِﻨَﻔْﺴِﻪٖ ۚ ﻭَﻣَﻦْ ﺿَﻞَّ ﻓَﺎِﻧَّﻤَﺎ ﻳَﻀِﻞُّ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ۗ ﻭَﻟَﺎﺗَﺰِﺭُ ﻭَﺍﺯِﺭَﺓٌ ﻭِّﺯْﺭَ ﺍُﺧْﺮٰﻯ ۗ ﻭَﻣَﺎ ﻛُﻨَّﺎ ﻣُﻌَﺬِّﺑِﻴْﻦَ ﺣَﺘّٰﻰ ﻧَﺒْﻌَﺚَ ﺭَﺳُﻮْﻟًﺎ

Barang siapa berbuat sesuai dengan petunjuk (Allah), maka sesungguhnya itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barang siapa tersesat maka sesungguhnya (kerugian) itu bagi dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, tetapi Kami tidak akan menyiksa sebelum Kami mengutus seorang rasul.” (QS. Al-Isra’ 17: Ayat 15).

Petunjuk dari Allah Ta’ala akan mendatangkan kebahagiaan, bukan kesusahan.

✅ Allah Ta’ala berfirman:

ﻃٰﻪٰ

Thaha.”

ﻣَﺎۤ ﺍَﻧْﺰَﻟْـﻨَﺎ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﺍﻟْـﻘُﺮْﺍٰﻥَ ﻟِﺘَﺸْﻘٰۤﻰ

Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu (Muhammad) agar engkau menjadi susah;” (QS. Ta-Ha 20: Ayat 2).

✅ Dari Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu , dari Nabi Shallallahu‘alaihi Wasallam bersabda,

ﺛَﻠَﺎﺙٌ ﻣَﻦْ ﻛُﻦَّ ﻓِﻴْﻪِ ﻭَﺟَﺪَ ﺑِﻬِﻦَّ ﺣَﻠَﺎﻭَﺓَ ﺍﻟْﺈِﻳْﻤَﺎﻥِ، ﻣَﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﻠﻪُﻭَﺭَﺳُﻮْﻟُﻪُ ﺃَﺣَﺐَّ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﻣِﻤَّﺎ ﺳِﻮَﺍﻫُﻤَﺎ ﻭَﺃَﻥْ ﻳُـﺤِﺐَّ ﺍﻟْﻤَﺮْﺀَ ﻟَﺎ ﻳُﺤِﺒُّﻪُ ﺇِﻟَّﺎﻟِﻠﻪِ، ﻭَﺃَﻥْ ﻳَﻜْﺮَﻩَ ﺃَﻥْ ﻳَﻌُﻮْﺩَ ﻓِـﻲ ﺍﻟْﻜُﻔْﺮِ ﺑَﻌْﺪَ ﺃَﻥْ ﺃَﻧْﻘَﺬَﻩُ ﺍﻟﻠﻪُ ﻣِﻨْﻪُ، ﻛَﻤَﺎﻳَﻜْﺮَﻩُ ﺃَﻥْ ﻳُﻘْﺬَﻑَ ﻓِـﻲ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ .

Ada tiga perkara yang apabila perkara tersebut ada pada seseorang, maka ia akan mendapatkan manisnya iman, yaitu (1) barangsiapa yang Allâh dan Rasûl-Nya lebih ia cintai dari selain keduanya, (2) apabila ia mencintai seseorang, ia hanya mencintainya karena Allâh. (3) Ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allâh menyelamatkannya sebagaimana ia benci untuk dilemparkan ke dalam Neraka.” (Shahih riwayat :Al-Bukhari (no. 16), Muslim (no. 43), At-Tirmidzi (no. 2624), An-Nasa`i (VIII/95-96), Ibnu Majah (no. 4033)).

➡ 2. Iman merupakan sebab seseorang istiqomah dalamberpindah-pindah dari satu kebaikan kepada kebaikanlainnya, dalam kondisi apapun (senang, sedih, lapang,sempit, kaya, miskin, sehat, sakit, dsb).

Dari Shuhaib bin Sinan Radhiallahu’anhu dia berkata, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

ﻋﺠﺒًﺎ ﻷﻣﺮِ ﺍﻟﻤﺆﻣﻦِ . ﺇﻥ ﺃﻣﺮَﻩ ﻛﻠَّﻪ ﺧﻴﺮٌ . ﻭﻟﻴﺲ ﺫﺍﻙ ﻷﺣﺪٍ ﺇﻻﻟﻠﻤﺆﻣﻦِ . ﺇﻥ ﺃﺻﺎﺑﺘﻪ ﺳﺮﺍﺀُ ﺷﻜﺮَ . ﻓﻜﺎﻥ ﺧﻴﺮًﺍ ﻟﻪ . ﻭﺇﻥ ﺃﺻﺎﺑﺘﻪﺿﺮﺍﺀُ ﺻﺒﺮ . ﻓﻜﺎﻥ ﺧﻴﺮًﺍ ﻟﻪ

Alangkah mengagumkan keadaan orang yang beriman, karena semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini hanya ada pada seorang mukmin; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya.” (HSR. Muslim no. 2999).

✅ Allah Ta’ala berfirman:

ﻛُﻞُّ ﻧَﻔْﺲٍ ﺫَﺍٓﺋِﻘَﺔُ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕِ ۗ ﻭَﻧَﺒْﻠُﻮْﻛُﻢْ ﺑِﺎﻟﺸَّﺮِّ ﻭَﺍﻟْﺨَﻴْﺮِ ﻓِﺘْﻨَﺔً ۗ ﻭَﺍِﻟَﻴْﻨَﺎﺗُﺮْﺟَﻌُﻮْﻥَ

Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan.sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya 21: Ayat 35).

➡ 3. Keimanan merupakan sebab datangnya kebaikan dari Allah Ta’ala, berupa surga.

✅ Allah Ta’ala berfirman:

ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﺍٰﻣَﻨُﻮْﺍ ﻭَﻋَﻤِﻠُﻮﺍ ﺍﻟﺼّٰﻠِﺤٰﺖِ ﺍُﻭﻟٰٓﺌِﻚَ ﺍَﺻْﺤٰﺐُ ﺍﻟْﺠَـﻨَّﺔِ ۚ ﻫُﻢْ ﻓِﻴْﻬَﺎﺧٰﻠِﺪُﻭْﻥَ

Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu penghuni surga. Mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 82).

✅ Allah Ta’ala berfirman:

ﺍِﻥَّ ﺍﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﺍٰﻣَﻨُﻮْﺍ ﻭَﻋَﻤِﻠُﻮﺍ ﺍﻟﺼّٰﻠِﺤٰﺖِ ﻛَﺎﻧَﺖْ ﻟَﻬُﻢْ ﺟَﻨّٰﺖُ ﺍﻟْﻔِﺮْﺩَﻭْﺱِ ﻧُﺰُﻟًﺎ

Sungguh, orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, untuk mereka disediakan Surga Firdaus sebagai tempat tinggal,”

ﺧٰﻠِﺪِﻳْﻦَ ﻓِﻴْﻬَﺎ ﻟَﺎ ﻳَـﺒْﻐُﻮْﻥَ ﻋَﻨْﻬَﺎ ﺣِﻮَﻟًﺎ

mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin pindah dari sana.” (QS. Al-Kahf 18: Ayat 107-108).

✅ Allah Ta’ala berfirman:

ﺍِﻥَّ ﺍﻟْﻤُﺘَّﻘِﻴْﻦَ ﻓِﻲْ ﺟَﻨّٰﺖٍ ﻭَّﻋُﻴُﻮْﻥٍ

Sesungguhnya orang yang bertakwa itu berada dalam surga-surga (taman-taman), dan (di dekat) mata air (yang mengalir).” (QS. Al-Hijr 15: Ayat 45).

✅ Diriwayatkan oleh Jarir bin Abdullah Radhiyallahu‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,.“Sesungguhnya kalian akan melihat Rabb kalian (Allah Ta’ala pada hari kiamat nanti) sebagaimana kalian melihat bulan purnama (dengan jelas), dan kalian tidakakan berdesak desakan dalam waktu melihat-Nya.(HSR al-Bukhari (no. 529) dan Muslim (no. 633).

✅ Dari seorang sahabat yang mulia, Shuhaib bin Sinan Radhiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Jika penghuni surga telah masuk surga, Allah ta’ala berfirman: “Apakah kalian mautambahan nikmat (dari kenikmatan surga yang telahkalian peroleh)? Bukankah Engkau telah memutihkan wajah-wajah kami? Dan Engkau telah memasukkan kami ke dalam surga dan menyelamatkan kami dari neraka? Kemudian Allah singkap hijab (penutup wajahNya yang mulia), dan mereka mengatakan,

ﻓَﻤَﺎ ﺃُﻋْﻄُﻮﺍ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﺃَﺣَﺐَّ ﺇِﻟَﻴْﻬِﻢْ ﻣِﻦْ ﺍﻟﻨَّﻈَﺮِ ﺇِﻟَﻰ ﺭَﺑِّﻬِﻢْ ﻋَﺰٌّ

Tidak ada satupun kenikmatan yang lebih kami cintai dari memandang wajah Allah Ta’ala.” (HR. Muslim no.181).

✅ » Waiyya’udzubillahi min dzaalik, jangan sampai kita terhalang dari melihat wajah Allah Ta’ala. (lanjut ke hal2)