Karena Wanita Kami Sangat ISTIMEWA,Salah Kaprah Dalam Memakai Jilbab, Kalau Berhijab Syar’i, Bagaimana Dia Akan Dapat jodoh?! Siapa yg Akan Tertarik Menikahinya?!, Wanita & Koleksi Perhiasan Dunia

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
1.Perintah Allah Ta’ala Kepada Muslimah Untuk Berjilbab

2. Memakai Make Up dan Lipstik Apakah Haram? Menjadi Wanita Pezina Tanpa Sadar Akibat Memakai Parfum

3.Kriteria Pakaian Seorang Wanita Muslimah Sesuai Syariat Islam

Ust. Lalu Ahmad Yani-Cara Musuh Islam Merusak Wanita Islam

Ust. Lalu Ahmad Yani-Hukum Berhias Bagi Wanita Muslimah

Hijab Wanita Muslimah (perintah dan syarat-syarat Jilbab, hukum cadar)- Ustadz Syuhada Al-Iskandar),

Ust Mizan Qudsiyah-Penyebab Turunnya Ayat Hijab(Kitab Shahih Bukhari)Bab Tauhid 

Kriteria Lelaki Shalih Idaman Muslimah (Zaid Susanto, Lc)  

Benteng Wanita Muslimah dalam Menghadapi
Gelombang Fitnah (Bag-3) (Abu Haidar As-Sundawy) 

Benteng Wanita Muslimah dalam Menghadapi
Gelombang Fitnah (Bag-2) (Abu Haidar As-Sundawy) 

Benteng Wanita Muslimah dalam Menghadapi
Gelombang Fitnah (Bag-1) (Abu Haidar As-Sundawy) 

Petunjuk Al-Quran untuk Wanita Muslimah
(Ahmad Zainuddin, Lc) 

Wanita Bagaikan Gelas (DR. Syafiq Reza Basalamah, MA)

Apakah Saya Termasuk Wanita Shalihah? (Sufyan Bafin Zen) 

==

Tabarujj Adalah Dosa Besar

Tabarruj, menampakkan aurat dan keindahan diri wanita, adalah dosa besar

✅ Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda kepada Umaimah bintu Ruqayyah radhiallahu’anha:

ﺃُﺑَﺎﻳِﻌُﻚِ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻥْ ﻟَﺎ ﺗُﺸْﺮِﻛِﻲ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﺷَﻴْﺌًﺎ، ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺴْﺮِﻗِﻲ، ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺰْﻧِﻲ، ﻭَﻟَﺎﺗَﻘْﺘُﻠِﻲ ﻭَﻟَﺪَﻙِ، ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺄْﺗِﻲ ﺑِﺒُﻬْﺘَﺎﻥٍ ﺗَﻔْﺘَﺮِﻳﻨَﻪُ ﺑَﻴْﻦَ ﻳَﺪَﻳْﻚِ ﻭَﺭِﺟْﻠَﻴْﻚِ، ﻭَﻟَﺎﺗَﻨُﻮﺣِﻲ، ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺒَﺮَّﺟِﻲ ﺗَﺒَﺮُّﺝَ ﺍﻟْﺠَﺎﻫِﻠِﻴَّﺔِ ﺍﻟْﺄُﻭﻟَﻰ

Aku membai’atmu untuk tidak berbuat syirik kepada Allah, tidak mencuri, tidak membunuh anakmu, tidak membuat fitnah (tuduhan palsu), tidak meratap, tidak ter-tabarruj seperti wanita Jahiliyah terdahulu” (HR. Ahmad 6850, dihasankan oleh Al Albani dalam Jilbab Mar’ah Muslimah hal. 121).

Syaikh Sa’id bin Ali al Qahthani mengatakan: “renungkanlah, dalam hadits ini tabarruj digandengkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam dengan dosa-dosa yang besar” (Izh-harul Haq wa Shawab fii Hukmil Hijab, 1/315).

==

SALAH KAPRAH DALAM MEMAKAI JILBAB

Sebagian Muslimah salah kaprah dalam memakai jilbab, mereka beranggapan memakai jilbab itu hanya jika pergi keluar rumah, atau memakai jilbab itu hanya ketika.menghadiri acara, atau semisalnya dan ketika beraktifitas di lingkungan rumahnya, di teras dan halaman rumahnya, ia tidak memakai jilbab padahal ada lelaki non mahram.

Perlu diketahui patokan kapan memakai jilbab bukanlah soal dalam rumah atau luar rumah, bukan juga.lingkungan rumah atau lingkungan luar, pergi atau tidak pergi.

✅ Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiallahu‘anha, beliau.berkata,

ﺃَﻥَّ ﺃَﺳْﻤَﺎﺀَ ﺑِﻨْﺖَ ﺃَﺑِﻲ ﺑَﻜْﺮٍ ﺩَﺧَﻠَﺖْ ﻋَﻠَﻰ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻭَﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ﺛِﻴَﺎﺏٌ ﺭِﻗَﺎﻕٌ ﻓَﺄَﻋْﺮَﺽَ ﻋَﻨْﻬَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻭَﻗَﺎﻝَ ﻳَﺎ ﺃَﺳْﻤَﺎﺀُ ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﻤَﺮْﺃَﺓَ ﺇِﺫَﺍ ﺑَﻠَﻐَﺖِ ﺍﻟْﻤَﺤِﻴﺾَ ﻟَﻢْﺗَﺼْﻠُﺢْ ﺃَﻥْ ﻳُﺮَﻯ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﺇِﻟَّﺎ ﻫَﺬَﺍ ﻭَﻫَﺬَﺍ ﻭَﺃَﺷَﺎﺭَ ﺇِﻟَﻰ ﻭَﺟْﻬِﻪِ ﻭَﻛَﻔَّﻴْﻪِ

Asma’ binti Abu Bakar pernah menemui Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam dengan memakai pakaian yang tipis. Maka Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam pun berpaling darinya dan bersabda, “wahai Asma’ sesungguhnya seorang wanita itu jika sudah haidh (sudah baligh), tidak boleh terlihat dari dirinya kecuali.ini dan ini”, beliau menunjuk wajahnya dan kedua telapak tangannya. (HR. Abu Daud 4140, dalam Al Irwa [6/203] Al Albani berkata: “hasan dengan keseluruhan jalannya”)

Asy Syarwani berkata,

ﻭﻋﻮﺭﺓ ﺑﺎﻟﻨﺴﺒﺔ ﻟﻨﻈﺮ ﺍﻷﺟﺎﻧﺐ ﺇﻟﻴﻬﺎ : ﺟﻤﻴﻊ ﺑﺪﻧﻬﺎ ﺣﺘﻰ ﺍﻟﻮﺟﻪﻭﺍﻟﻜﻔﻴﻦ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﻌﺘﻤﺪ

aurat wanita terhadap PANDANGAN LELAKI AJNABI, yaitu seluruh tubuh termasuk wajah dan telapak tangan, menurut pendapat yang mu’tamad” (Hasyiah Asy Syarwani ‘Ala Tuhfatul Muhtaaj, 2/112)

Az Zarqaani berkata,

ﻭﻋﻮﺭﺓ ﺍﻟﺤﺮﺓ ﻣﻊ ﺭﺟﻞ ﺃﺟﻨﺒﻲ ﻣﺴﻠﻢ ﻏﻴﺮ ﺍﻟﻮﺟﻪ ﻭﺍﻟﻜﻔﻴﻦ ﻣﻦﺟﻤﻴﻊ ﺟﺴﺪﻫﺎ

Aurat wanita di depan LELAKI AJNABI adalah seluruh tubuh selain wajah dan telapak tangan” (Syarh Mukhtashar Khalil, 176).

Al Juwaini mengatakan:

ﺃﻣﺎ ﺍﻷﺟﻨﺒﻴﺔ ﻓﻼ ﻳﺤﻞ ﻟﻸﺟﻨﺒﻲ ﺃﻥ ﻳﻨﻈﺮ ﻣﻨﻬﺎ ﺇﻟﻰ ﻏﻴﺮ ﺍﻟﻮﺟﻪﻭﺍﻟﻜﻔﻴﻦ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺣﺎﺟﺔ

Adapun wanita ajnabiyah tidak halal bagi LELAKI AJNABI untuk melihatnya kecuali wajah dan telapak.tangan” (Nihayatul Mathlab, 12/31).

Syaikh Abdurrahman bin Audh Al Jaziri menjelaskan:

ﺃﻣﺎ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻧﺖ ﺑﺤﻀﺮﺓ ﺭﺟﻞ ﺃﺟﻨﺒﻲ، ﺃﻭ ﺍﻣﺮﺃﺓ ﻏﻴﺮ ﻣﺴﻠﻤﺔﻓﻌﻮﺭﺗﻬﺎ ﺟﻤﻴﻊ ﺑﺪﻧﻬﺎ، ﻣﺎ ﻋﺪﺍ ﺍﻟﻮﺟﻪ ﻭﺍﻟﻜﻔﻴﻦ، ﻓﺈﻧﻬﻤﺎ ﻟﻴﺴﺎ ﺑﻌﻮﺭﺓ

Adapun jika ada LELAKI AJNABI, atau wanita non Muslim, maka aurat wanita adalah seluruh tubuh kecuali.wajah dan telapak tangan, karena keduanya bukan.aurat” (Al Fiqhu ‘alal Madzahib Al Arba’ah, 1/175).

Lelaki ajnabi artinya lelaki yang bukan mahram.

Sehingga jelas dari sini patokan kapan memakai jilbab adalah: apakah ada lelaki ajnabi atau tidak. Karena wanita tidak boleh membuka aurat sehingga terlihat oleh lelaki ajnabi.

Maka walaupun seorang Muslimah ada diteras rumahnya sendiri, atau di halaman rumahnya, atau di lingkungan rumahnya, jika terlihat oleh lelaki ajnabi, wajib menutup aurat dan menggunakan jilbab, Bahkan di dalam rumahnya sekalipun, jika di dalam.rumah ada lelaki yang bukan mahram, wajib menutup aurat dan menggunakan jilbab di depan lelaki tersebut. Wallahu a’lam.

==

Jangan Membandingkan Hijab dan Akhlak

Sesuatu yang naif jika membandingkan antara hijab dan akhlak. Misalnya anda (wanita) mengatakan: “Saya tidak berhijab namun bukan berarti akhlak saya buruk“. Ini sama dengan perkataan: “Saya tidak shalat tapi hati saya jernih”. Atau ketika ditanya kenapa tidak puasa, malah menjawab: “tapi saya berbakti kepada orang tua”.

Perbandingan yang benar seharusnya, antara pakai berhijab dengan tidak berhijab, mana yang lebih dekat pada ridha Allah?

– Syaikh Dr. Abdul Muhsin Al Muthairi

Oleh Yulian Purnama

==

Kalau anak saya berhijab syar’i, bagaimana dia akan dapat jodoh?! Siapa yg akan tertarik menikahinya?!

=======

Tidak bisa dipungkiri, banyak orang tua yang punya kekhawatiran seperti ini… memang secara kasat mata, hal tersebut tampak wajar, karena begitu rusaknya lingkungan masyarakat sekarang ini. Kalau dahulu, muda-mudi malu bila ketahuan punya pacar… sekarang keadaan menjadi terbalik, muda-mudi akan malu bila tidak punya pacar… semoga Allah memperbaiki keadaan ini, dan melindungi keluarga kita dari perbuatan zina, amin.

Namun, bila kita lihat masalah ini dari kaca mata iman, maka sungguh tidak ada alasan bagi orang tua utk khawatir, mari perhatikan beberapa poin berikut ini:

✅ 1. Bahwa mendapatkan suami, merupakah bagian dari takdir Allah… dan Allah sudah menentukan takdir itu sebelum anak Anda dilahirkan... sehingga apapun yg terjadi, memakai jilbab syar’i atau tidak, semuanya akan berjalan sebagaimana tulisan takdir Allah.

Jika demikian, mengapa khawatir dg hijab, sungguh suami yang sudah menjadi takdirnya pasti akan sampai kepadanya… oleh karenanya, pilihlah untuk mentaati perintah-Nya dengan menjaga dan mendukung syariat hijab pada putri Anda.

✅ 2. Ingatlah, bahwa sebuah barang akan laris sesuai minat pembelinya… anak yg baik dan taat berhijab, akan diminati oleh orang yg saleh dan baik agamanya… sebaliknya anak yg mengumbar aurat dan tidak peduli agama, dia akan diminati oleh pemuda yg ‘taleh’ dan buruk agamanya. Maka sebagai orang tua, Anda bisa memilih manakah pangsa pasar yg Anda inginkan untuk putri kesayangan Anda.

✅ 3. Pacaran adalah musibah yg sangat besar bagi muda mudi… dan yang PALING KASIHAN adalah wanita... seringkali kehormatan wanita dalam pacaran tidak.dihargai sama sekali, bahkan seringkali pelacur lebih dihargai daripada wanita yg dipacari(Gratis) Tidak Usah Bayar. Apalagi jika terjadi kehamilan, justru wanita dan keluarganya akan menanggung biaya yg besar, sekaligus rasa malu seumur hidupnya.

✅ 4. Syariat Islam telah memberikan banyak solusi untuk mencarikan suami bagi putri kita, diantaranya:

a. Orang tua harusnya mencarikan suami utk putrinya… sebagaimana Allah kisahkan dlm Alquran, ketika calon mertua Nabi Musa menawarkan putrinya utk dia pinang. Dan hal ini juga bisa dilakukan oleh saudaranya, atau teman wanitanya, atau orang lain yg bisa membantu dia mencarikan calon suami yg saleh.

b. Ketika seorang putri tertarik kepada seorang pemuda, maka tidak mengapa dia meminta kepada ayahnya utknmenawarkan dirinya kepada pemuda tersebut. Ini juga yg disebutkan Allah dalam kisah Nabi Musa. Ternyata calon isteri Nabi Musa-lah yg meminta ayahnya agar menawarinya untuk meminangnya dg syarat yg diajukan.

c. Dibolehkan juga bagi seorang wanita utk menawarkan dirinya sendiri kepada seseorang yg dia inginkan, tentunya dg syarat hal itu tidak menimbulkan Fitnah dan keburukan.

Hal ini sebagaimana dilakukan oleh seorang sahabat wanita yg menawarkan dirinya kpd Rasulullah shallallahu alaihi wasallam… dan beliau tidak mengingkari tindakannya tersebut sama sekali… ini menunjukkan bahwa hal itu boleh dilakukan.

Intinya, jilbab yg syar’i bukanlah penghalang bagi putri Anda mendapatkan suami… bahkan sebaliknya, jilbab itulah yg menjadikan putri Anda pantas mendapatkan suami yg saleh dan baik agamanya… suami yg bisa menuntunnya menuju surga dan selalu berdoa utk kebaikan Anda sebagai mertuanya.

Sekali lagi, sebagai seorang ortu Anda harus sadar, bahwa termasuk diantara hak putri Anda adalah dicarikan suami yg saleh, maka tunaikanlah hak ini… dan berusahalah melakukan tugas ini sebaik mungkin utk putri Anda, karena dialah yang nantinya akan meneruskan tongkat estafet perjuangan Anda.

Ingat, memilihkan suami yg saleh untuk putri Anda, berarti mempersiapkan cucu-cucu yang saleh untuk Anda sendiri. Wallohu a’lam.

==

Karena wanita kami sangat ISTIMEWA…

======

Sebagian orang, menganggap bahwa Islam sangat membelenggu kaum wanita, buktinya: dalam berpakaian di luar rumah mereka harus mengenakan JILBAB dan pakaian yg menutup hampir 100% tubuhnya! Terlihat logis… Namun, sebenarnya ada sisi lain yg tidak mereka lihat atau sengaja mereka sembunyikan… coba Anda renungkan beberapa hal berikut ini:

✅ 1. Yang memerintahkan muslimah berjilbab adalah Allah ta’ala [lihat: Surat Al-Ahzab: 59]... Dia yg Maha Pengasih dan Maha Penyayang… Maha Bijaksana dan Maha Tahu maslahat hambaNya… Pantaskah Tuhan yg demikian, menginginkan keburukan dari kebijaksanaannya untuk hamba-Nya.

Bahkan Nabi -shollallohu alaihi wasallam- telahmenyabdakan, bahwa kasih sayang Allah kepada hambaNya jauh lebih dahsyat, daripada kasih sayang seorang ibu kepada anak kecil yg disusuinya. [HR. Bukhori: 5999, Muslim: 2754].

Lanjut ke hal…2