Tauhid adalah Ikatan Cinta yang Hakiki dan Abadi

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

 

1.Dakwah Tauhid adalah Dakwah Rasulullah S ‘Alaihi wa Sallam

2Tauhid adalah Tujuan dan Hikmah Penciptaan Makhluk

3. Tauhid adalah Misi Dakwah Seluruh Nabi dan Rasul ‘Alaihimussalaam(1) Jauhilah Thaghut

4. Tauhid adalah Misi Dakwah Seluruh Nabi dan Rasul ‘Alaihimussalaam(2) Sembahlah Allah

Ust Mizan Qudsiyah-Menyekutukan Allah Dalam Kecintaan 12 Mb

Ust Mizan Qudsiyah-Menyekutukan Allah Dalam Masalah Kecintaan sesi 1 11Mb

Ust Mizan Qudsiyah-Menyekutukan Allah Dalam Masalah Kecintaan sesi 2 10Mb

Ust Mizan Qudsiyah-Menyekutukan Allah Dalam Masalah Kecintaan sesi 3 12Mb

Ust Mizan Qudsiyah-Dekat Kepada Allah Dengan Bertauhid 15Mb

Ust Mizan Qudsiyah-Syarat Masuk Surga Allah 

Ust Mizan Qudsiyah-Begini Agar Syahadatmu Benar 15Mb

Ust Mizan Qudsiyah-Makkan Rinci Dua Kalimat Syahadat 19Mb

Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi › Al-Ishbah › Ahlussunnah wal Jamaah Menyeru Manusia Kepada Kalimat Tauhid – Kitab Al-Ishbah23Mb 1jm 20mnit

Tautan: http://rodja.id/1re

Ceramah Agama: Syarat Masuk Surga Allah – Ustadz Mizan Qudsiyah, Lc, MA.

===

Ahlussunnah wal Jamaah senantiasa mendakwahi manusia agar mengesakan Allah subhanahu wa ta’ala , mentauhidkan Allah subhanahu wa ta’ala , selalu menggantungkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala dalam beribadah dan dalam meminta tolong kepada Allah subhanahu wa ta’ala , juga senantiasa melazimi petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam seluruh urusan mereka.

Diantaranya adalah dari permasalahan- permasalahan kehidupan dunia. Kemudian masalah-masalah diri.

Ahlussunnah wa Jamaah selalu mengajak manusia untuk berhubungan dengan Allah subhanahu wa ta’ala . Menyerahkan urusan kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan berada pada petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Ada beberapa ayat dari Al-Qur’an yang diturunkan oleh penulis. Diantaranya:

ﻣَّﺎ ﻳَﻔْﺘَﺢِ ﺍﻟﻠَّـﻪُ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ ﻣِﻦ ﺭَّﺣْﻤَﺔٍﻓَﻠَﺎ ﻣُﻤْﺴِﻚَ ﻟَﻬَﺎ ۖ ﻭَﻣَﺎ ﻳُﻤْﺴِﻚْ ﻓَﻠَﺎﻣُﺮْﺳِﻞَ ﻟَﻪُ ﻣِﻦ ﺑَﻌْﺪِﻩِ ۚ ﻭَﻫُﻮَ ﺍﻟْﻌَﺰِﻳﺰُﺍﻟْﺤَﻜِﻴﻢُ ﴿٢﴾

Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorangpun yang sanggup melepaskannyasesudah itu. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. ” (QS. Fatir [35]: 2)

Allah subhanahu wa ta’ala juga berfirman:

ﻭَﺇِﻥ ﻳَﻤْﺴَﺴْﻚَ ﺍﻟﻠَّـﻪُ ﺑِﻀُﺮٍّ ﻓَﻠَﺎﻛَﺎﺷِﻒَ ﻟَﻪُ ﺇِﻟَّﺎ ﻫُﻮَ ۖ ﻭَﺇِﻥ ﻳُﺮِﺩْﻙَ ﺑِﺨَﻴْﺮٍﻓَﻠَﺎ ﺭَﺍﺩَّ ﻟِﻔَﻀْﻠِﻪِ ۚ ﻳُﺼِﻴﺐُ ﺑِﻪِ ﻣَﻦﻳَﺸَﺎﺀُ ﻣِﻦْ ﻋِﺒَﺎﺩِﻩِ ۚ ﻭَﻫُﻮَ ﺍﻟْﻐَﻔُﻮﺭُﺍﻟﺮَّﺣِﻴﻢُ ﴿١٠٧﴾

Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi MahaPenyayang. ” (QS. Yunus[10]: 107)

Semua ayat di atas menunjukkan bahwa hendaknya semua perkara kita kembalikan kepada Allah subhanahu wa ta’ala . Karena Allah lah yang bisa memberikan manfaat dan hanya Allah subhanahu wa ta’ala yang bisa mengangkat musibah. Semuanya dikembalikan kepada Allah subhanahu wa ta’ala

==

➡ •••Tauhid adalah Ikatan Cinta yang Hakiki dan Abadi•••

Allah ta’ala berfirman,

ﺍﻟْﺄَﺧِﻠَّﺎﺀُ ﻳَﻮْﻣَﺌِﺬٍ ﺑَﻌْﻀُﻬُﻢْ ﻟِﺒَﻌْﺾٍ ﻋَﺪُﻭٌّ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟْﻤُﺘَّﻘِﻴﻦَ

Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” [Az-Zukhruf: 67]

➡ Beberapa Pelajaran:

➡ 1) Dalam ayat yang mulia ini Allah ta’ala mengabarkan bahwa hubungan salingmencintai yang akan tetap kekal sampai hari kebangkitan hanyalah persaudaraan yang dibangun di atas dasar ketakwaan, dan sebesar-besarnya sifat orang yang bertakwa serta dasar dan pondasi ketakwaan adalah tauhid.

✅• Al-Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata,

ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟْﻤُﺘَّﻘِﻴﻦَ ﻳﻌﻨﻲ ﺍﻟﻤﻮﺣِّﺪﻳﻦ

Kecuali orang-orang yang bertakwa, yaitu orang-orang yang mentauhidkan Allah.” [Zaadul Masir, 4/83]

✅• Asy-Syaikh Abdur Rozzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr hafizhahumallaah berkata, “Diantara keistimewaan tauhid adalah, tauhid merupakan ikatan yang hakiki dan abadi yang akan terus berlanjut di dunia dan akhirat, dan tidak ada suatu ikatan di antara manusia secara mutlak yang semisalndengan ikatan tauhid, sebab ikatan antara orang-orang yang bertauhid dan beriman ini adalah iktatan yang abadi dan akan terus berlanjut selamanya di dunia dan akhirat,

ﺍﻟْﺄَﺧِﻠَّﺎﺀُ ﻳَﻮْﻣَﺌِﺬٍ ﺑَﻌْﻀُﻬُﻢْ ﻟِﺒَﻌْﺾٍ ﻋَﺪُﻭٌّ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟْﻤُﺘَّﻘِﻴﻦَ

Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” [Az-Zukhruf: 67]

 Dan Allah ta’ala berfirman di ayat yang lain,

ﻭَﺗَﻘَﻄَّﻌَﺖْ ﺑِﻬِﻢُ ﺍﻟْﺄَﺳْﺒَﺎﺏُ

Dan (ketika) segala hubungan antara mereka (kaum musyrikin) terputus sama sekali.” [Al-Baqoroh: 166]

Maknanya, terputus semua keterkaitan dan hubungan; maka semua hubungan akan terputus, semua kecintaan akan pergi, semua ikatan akan berakhir, kecuali kecintaan,hubungan dan ikatan tauhid dan keimanan kepada Allah ‘azza wa jalla.” [Min Ma’aalimit Tauhid,hal. 15]

➡ 2) Orang yang bertakwa adalah orang yang mentauhidkan Allah tabaraka wa ta’ala dan menjauhi semua bentuk kesyirikan dan kekafiran, karena tauhid adalah perintah Allah yang tertinggi dan syirik adalah larangan Allah yang terbesar.

✅• Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah berkata,

ﻭﺃﻋﻈﻢ ﻣﺎ ﺃﻣﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻪ : ﺍﻟﺘﻮﺣﻴﺪ، ﻭﻫﻮ ﺇﻓﺮﺍﺩ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﺎﻟﻌﺒﺎﺩﺓﻭﺃﻋﻈﻢ ﻣﺎ ﻧﻬﻰ ﻋﻨﻪ : ﺍﻟﺸﺮﻙ ﻭﻫﻮ ﺩﻋﻮﺓ ﻏﻴﺮﻩ ﻣﻌﻪ. ﻭﺍﻟﺪﻟﻴﻞ ﻗﻮﻟﻪﺗﻌﺎﻟﻰ : }ﻭَﺍﻋْﺒُﺪُﻭﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﻻ ﺗُﺸْﺮِﻛُﻮﺍ ﺑِﻪِ ﺷَﻴْﺌﺎً }

Perintah Allah yang teragung adalah tauhid, yaitu mengesakan Allah dalam ibadah, dan larangan Allah yang terbesar adalah syirik, yaitu beribadah kepada selain-Nya disamping beribadah kepada-Nya. Dalilnya adalah firman Allah ta’ala,

ﻭَﺍﻋْﺒُﺪُﻭﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﻻ ﺗُﺸْﺮِﻛُﻮﺍ ﺑِﻪِ ﺷَﻴْﺌﺎً

Dan beribadah hanya kepada Allah dan janganlah menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun.” (An-Nisa: 36).” [Tsalatsatul Ushul wa Adillatuha, hal. 8]

• Oleh karena itu kalimat tauhid laa ilaaha illallah adalah kalimat takwa, mengamalkan kandungannya adalah pondasi ketakwaan dan puncaknya. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

ﺇِﺫْ ﺟَﻌَﻞَ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻛَﻔَﺮُﻭﺍ ﻓِﻲ ﻗُﻠُﻮﺑِﻬِﻢُ ﺍﻟْﺤَﻤِﻴَّﺔَ ﺣَﻤِﻴَّﺔَ ﺍﻟْﺠَﺎﻫِﻠِﻴَّﺔِ ﻓَﺄَﻧْﺰَﻝَﺍﻟﻠَّﻪُ ﺳَﻜِﻴﻨَﺘَﻪُ ﻋَﻠَﻰ ﺭَﺳُﻮﻟِﻪِ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﻭَﺃَﻟْﺰَﻣَﻬُﻢْ ﻛَﻠِﻤَﺔَ ﺍﻟﺘَّﻘْﻮَﻯﻭَﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﺃَﺣَﻖَّ ﺑِﻬَﺎ ﻭَﺃَﻫْﻠَﻬَﺎ ﻭَﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺑِﻜُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﻋَﻠِﻴﻤًﺎ

Ketika orang-orang kafir menanamkan dalam hati mereka kesombongan (yaitu)kesombongan jahiliah lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya, dan kepada orang-orang mukmin dan Allah mewajibkankepada mereka kalimat takwa dan adalah mereka berhak dengan kalimat takwa itu dan patut memilikinya. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” [Al-Fath: 26]

✅Dari Sahabat yang Mulia Ubay bin Ka’ab radhiyallahu’anhu,

ﻋَﻦِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : } ﻭَﺃَﻟْﺰَﻣَﻬُﻢْ ﻛَﻠِﻤَﺔَ ﺍﻟﺘَّﻘْﻮَﻯ {‏[ ﺍﻟﻔﺘﺢ : 26 ‏] ﻗَﺎﻝَ : ‏«ﻟَﺎ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠَّﻪُ ».

“Dari Nabi shallallahu’alaihi wa sallam (tentang firman Allah ta’ala), “Dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimat takwa” (Al-Fath: 26), Beliau bersabda: (Kalimat takwa adalah) Laa ilaaha illallah (Tidak ada sesembahan yang benar selain Allah).” [HR. At-Tirmidzi, Shahih wa Dha’if At-Tirmidzi: 3265]

✅ Sahabat yang Mulia Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma berkata,

ﻗﻮﻟﻪ ‏( ﻭَﺃَﻟْﺰَﻣَﻬُﻢْ ﻛَﻠِﻤَﺔَ ﺍﻟﺘَّﻘْﻮَﻯ ‏) ﻳﻘﻮﻝ : ﺷﻬﺎﺩﺓ ﺃﻥ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ،ﻓﻬﻲ ﻛﻠﻤﺔ ﺍﻟﺘﻘﻮﻯ، ﻳﻘﻮﻝ : ﻓﻬﻲ ﺭﺃﺱ ﺍﻟﺘﻘﻮﻯ .

“Firman Allah ta’ala, “Dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimat takwa”, maknanya adalah syahadat laa ilaaha illallah, itulah kalimat takwa, dan itulah pondasi setiap ketakwaan.” [Tafsir Ath-Thabari, 22/254 dan Tafsir Ibnu Katsir, 7/346]

➡ 3) Kewajiban mencintai dan menjalin persaudaraan serta larangan merusak hubungan baik dengan orang-orang yang beriman dan bertakwa, yaitu orang-orang yang benar-benar mentauhidkan Allah dan menjauhi kesyirikan, kebid’ahan dan kemaksiatan, bahkan kewajiban tersebut termasuk prinsip penting dalam agama dan pokok Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

✅• Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

ﻣِﻦْ ﺍﻟْﻘَﻮَﺍﻋِﺪِ ﺍﻟْﻌَﻈِﻴﻤَﺔِ ﺍﻟَّﺘِﻲ ﻫِﻲَ ﻣِﻦْ ﺟِﻤَﺎﻉِ ﺍﻟﺪِّﻳﻦِ : ﺗَﺄْﻟِﻴﻒَ ﺍﻟْﻘُﻠُﻮﺏِﻭَﺍﺟْﺘِﻤَﺎﻉَ ﺍﻟْﻜَﻠِﻤَﺔِ ﻭَﺻَﻠَﺎﺡَ ﺫَﺍﺕِ ﺍﻟْﺒَﻴْﻦِ ﻓَﺈِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﻳَﻘُﻮﻝُ :} ﻓَﺎﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﺃَﺻْﻠِﺤُﻮﺍ ﺫَﺍﺕَ ﺑَﻴْﻨِﻜُﻢْ { ﻭَﻳَﻘُﻮﻝُ : }ﻭَﺍﻋْﺘَﺼِﻤُﻮﺍ ﺑِﺤَﺒْﻞِﺍﻟﻠَّﻪِ ﺟَﻤِﻴﻌًﺎ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻔَﺮَّﻗُﻮﺍ { ﻭَﻳَﻘُﻮﻝُ : }ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻜُﻮﻧُﻮﺍ ﻛَﺎﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺗَﻔَﺮَّﻗُﻮﺍﻭَﺍﺧْﺘَﻠَﻔُﻮﺍ ﻣِﻦْ ﺑَﻌْﺪِ ﻣَﺎ ﺟَﺎﺀَﻫُﻢُ ﺍﻟْﺒَﻴِّﻨَﺎﺕُ ﻭَﺃُﻭﻟَﺌِﻚَ ﻟَﻬُﻢْ ﻋَﺬَﺍﺏٌﻋَﻈِﻴﻢٌ .{ ﻭَﺃَﻣْﺜَﺎﻝُ ﺫَﻟِﻚَ ﻣِﻦْ ﺍﻟﻨُّﺼُﻮﺹِ ﺍﻟَّﺘِﻲ ﺗَﺄْﻣُﺮُ ﺑِﺎﻟْﺠَﻤَﺎﻋَﺔِﻭﺍﻻﺋﺘﻼﻑ ﻭَﺗَﻨْﻬَﻰ ﻋَﻦْ ﺍﻟْﻔُﺮْﻗَﺔِ ﻭَﺍﻟِﺎﺧْﺘِﻠَﺎﻑِ . ﻭَﺃَﻫْﻞُ ﻫَﺬَﺍ ﺍﻟْﺄَﺻْﻞِ : ﻫُﻢْﺃَﻫْﻞُ ﺍﻟْﺠَﻤَﺎﻋَﺔِ ﻛَﻤَﺎ ﺃَﻥَّ ﺍﻟْﺨَﺎﺭِﺟِﻴﻦَ ﻋَﻨْﻪُ ﻫُﻢْ ﺃَﻫْﻞُ ﺍﻟْﻔُﺮْﻗَﺔِ .

Termasuk pondasi agama yang sangat agung, serta termasuk intisari agama adalah penyatuan hati, bersatunya kalimat dan baiknya hubungan, karena Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

ﻓَﺎﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪَ ﻭَﺃَﺻْﻠِﺤُﻮﺍ ﺫَﺍﺕَ ﺑَﻴْﻨِﻜُﻢْ

Sebab itu bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan di antara sesamamu.” (Al-Anfal: 1)

✅ Dan firman Allah ta’ala,

ﻭَﺍﻋْﺘَﺼِﻤُﻮﺍ ﺑِﺤَﺒْﻞِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺟَﻤِﻴﻌًﺎ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻔَﺮَّﻗُﻮﺍ

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai.” (Ali Imron: 103)

✅ Dan firman Allah ta’ala,

ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻜُﻮﻧُﻮﺍ ﻛَﺎﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺗَﻔَﺮَّﻗُﻮﺍ ﻭَﺍﺧْﺘَﻠَﻔُﻮﺍ ﻣِﻦْ ﺑَﻌْﺪِ ﻣَﺎ ﺟَﺎﺀَﻫُﻢُ ﺍﻟْﺒَﻴِّﻨَﺎﺕُﻭَﺃُﻭﻟَﺌِﻚَ ﻟَﻬُﻢْ ﻋَﺬَﺍﺏٌ ﻋَﻈِﻴﻢٌ

“Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat.” (Ali Imron: 105)

Dan nash-nash yang semisalnya, yang memerintahkan untuk berjama’ah dan bersatu serta melarang berpecah belah dan berselisih. Maka orang-orang yang mengamalkan prinsip ini, merekalah Ahlul Jama’ah, sebagaimana orang-orang yang tidak mengamalkannya adalaha ahlul furqoh (orang-orang yang suka berpecah belah).” [Majmu’ Al-Fatawa, 28/51]

Maka ini menunjukkan antara keimanan dan persaudaraan serta sifat kasih sayang terhadap orang-orang yang beriman saling terkait erat. 

✅ Allah ta’ala berfirman,

ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ ﺇِﺧْﻮَﺓٌ ﻓَﺄَﺻْﻠِﺤُﻮﺍ ﺑَﻴْﻦَ ﺃَﺧَﻮَﻳْﻜُﻢْ ﻭَﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻟَﻌَﻠَّﻜُﻢْﺗُﺮْﺣَﻤُﻮﻥَ

Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.” [Al-Hujurat: 10]

✅Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻤُﺆْﻣِﻦَ ﻟِﻠْﻤُﺆْﻣِﻦِ ﻛَﺎﻟْﺒُﻨْﻴَﺎﻥِ ﻳَﺸُﺪُّ ﺑَﻌْﻀُﻪُ ﺑَﻌْﻀًﺎ

Seorang mukmin dengan mukmin yang lain bagaikan sebuah bangunan, satu dengan yang lainnya saling menguatkan.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu’anhu]

✅Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda,

ﻣَﺜَﻞُ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﻓِﻰ ﺗَﻮَﺍﺩِّﻫِﻢْ ﻭَﺗَﺮَﺍﺣُﻤِﻬِﻢْ ﻭَﺗَﻌَﺎﻃُﻔِﻬِﻢْ ﻣَﺜَﻞُ ﺍﻟْﺠَﺴَﺪِﺇِﺫَﺍ ﺍﺷْﺘَﻜَﻰ ﻣِﻨْﻪُ ﻋُﻀْﻮٌ ﺗَﺪَﺍﻋَﻰ ﻟَﻪُ ﺳَﺎﺋِﺮُ ﺍﻟْﺠَﺴَﺪِ ﺑِﺎﻟﺴَّﻬَﺮِ ﻭَﺍﻟْﺤُﻤَّﻰ

Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mencintai, menyayangi dan berlemah lembut di antara mereka bagaikan satu tubuh, apabila ada satu.anggota tubuh yang sakit maka seluruh tubuh akan ikut merasa sakit hingga tidak bisa tidur dan merasademam.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari An-Nu’man bin Basyir radhiyallahu’anhu]

✅Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda,

ﻻَ ﺗَﺤَﺎﺳَﺪُﻭﺍ ﻭَﻻَ ﺗَﻨَﺎﺟَﺸُﻮﺍ ﻭَﻻَ ﺗَﺒَﺎﻏَﻀُﻮﺍ ﻭَﻻَ ﺗَﺪَﺍﺑَﺮُﻭﺍ ﻭَﻻَ ﻳَﺒِﻊْﺑَﻌْﻀُﻜُﻢْ ﻋَﻠَﻰ ﺑَﻴْﻊِ ﺑَﻌْﺾٍ ﻭَﻛُﻮﻧُﻮﺍ ﻋِﺒَﺎﺩَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺇِﺧْﻮَﺍﻧًﺎ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻢُ ﺃَﺧُﻮﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻢِ ﻻَ ﻳَﻈْﻠِﻤُﻪُ ﻭَﻻَ ﻳَﺨْﺬُﻟُﻪُ ﻭَﻻَ ﻳَﺤْﻘِﺮُﻩُ ﺍﻟﺘَّﻘْﻮَﻯ ﻫَﺎ ﻫُﻨَﺎ ﻭَﻳُﺸِﻴﺮُﺇِﻟَﻰ ﺻَﺪْﺭِﻩِ ﺛَﻼَﺙَ ﻣَﺮَّﺍﺕٍ ﺑِﺤَﺴْﺐِ ﺍﻣْﺮِﺉٍ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺸَّﺮِّ ﺃَﻥْ ﻳَﺤْﻘِﺮَ ﺃَﺧَﺎﻩُﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻢَ ﻛُﻞُّ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻢِ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻢِ ﺣَﺮَﺍﻡٌ ﺩَﻣُﻪُ ﻭَﻣَﺎﻟُﻪُ ﻭَﻋِﺮْﺿُﻪُ

Janganlah kalian saling dengki, janganlah saling melakukan najasy (menawar suatu barang dengan harga yang tinggi padahal dia tidak niat membelinya tetapi hanya untuk memancing orang lain agar menawar dengan harga yang lebih tinggi), janganlah saling membenci, janganlah saling membelakangi, janganlah sebagian kalian membeli barang yang telah dibeli orang lain, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, maka janganlah dia menzaliminya, janganlah menghinanya, (dalam riwayat At-Tirmidzi:

janganlah mengkhianatinya dan janganlah berdusta kepadanya) dan janganlah merendahkannya. Ketakwaan itu di sini, seraya beliau menunjuk ke dadanya tiga kali. Cukuplah seorang muslim dikatakan jelek apabila dia merendahkan saudaranya sesama muslim. Setiap muslim diharamkan mengganggu darah, harta, dan kehormatan muslim lainnya.” [HR. Al-Imam Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]

Lanjut ke halaman 2