21 Catatan Tentang Shalat

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

 

1.Hadist Keutamaan Shaf Sholat Sebelah Kanan

2.Menggeser Orang Dalam Shalat

3.Catatan tentang Shalat Tahajud

4. Terkena Najis Ketika Shalat

5. Adzan Merupakan Syiar Agama Islam

6.Koreksi Kesalahan Shalat

7.Shalat Sunnah 4 Raka’at Setelah‘Isyaa’ Setara dengan Shalat Sunnah 4 Raka’at pada Waktu Lailatul-Qadar

8. Keutamaan Shalat Empat Rakaat Setelah Isya 

9. Shalat Sunnah 4 Rakaat Setelah Isya

10. Bagaikan Pahala Lailatul Qadar 

 Faidah di Balik Ibadah Shalat Yang Istimewa” Ustadz Musyafa ad-Dariny MA Hafidzahullah31Mb 1jm 34MnitKesalahan Seputar Sholat” Oleh Ustadz ArisMunandar MPI28Mb 1jm 27mnit

Sebaik-baik Amalan Adalah Sholat” UstadzYazid bin Abdul Qadir Jawas HafidzahullahSesi 1: 23Mb 2jm 20mnit

Sesi 2: 5mb 30mnit

(Kelezatan Sholat Ustadz Syekh.Mudrika Ilyas, Lc) 23Mb 1jm 44mnit

Bacaan Dalam Shalat Beserta Dalilnya – Ust Mizan Qudsiyah 7,5Mb 43mnit

Cara Shalat yang Benar Sesuai Sunnah – Ust. Firanda Andirja 11mb 1jm3mnt

Syarah Umdatul Hakam (Waktu-Waktu Shalat) 01 – Ust Firanda Andirja 14mb 1jm 18mnit

Cara Shalat yang Benar Sesuai Sunnah – Ust. Firanda Andirja

Bacaan Dalam Shalat Beserta Dalilnya – Ust Mizan Qudsiyah

==

Mari Menghidupkan Sunnah  
Sholat sunat 4 rekaat setelah Sholat Isya’ SETARAdengan 4 REKAAT yang dilakukan ketika malam Laitul Qodar. 

=========

TELITILAH redaksi haditsya dengan SEKSAMA:

ﻋَﻦْ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺑْﻦِ ﻋَﻤْﺮٍﻭ، ﻗَﺎﻝَ : ﻣَﻦْ ﺻَﻠَّﻰ ﺃَﺭْﺑَﻌًﺎ ﺑَﻌْﺪَ ﺍﻟْﻌِﺸَﺎﺀِ ﻛُﻦَّﻛَﻘَﺪْﺭِﻫِﻦَّ ﻣِﻦْ ﻟَﻴْﻠَﺔِ ﺍﻟْﻘَﺪْﺭِ

ﻋَﻦْ ﻋَﺎﺋِﺸَﺔَ، ﻗَﺎﻟَﺖْ : ﺃَﺭْﺑَﻊٌ ﺑَﻌْﺪَ ﺍﻟْﻌِﺸَﺎﺀِ ﻳَﻌْﺪِﻟْﻦَ ﺑِﻤِﺜْﻠِﻬِﻦَّ ﻣِﻦْ ﻟَﻴْﻠَﺔِﺍﻟْﻘَﺪْﺭِ

ﻋَﻦْ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺑﻦ ﻣﺴﻌﻮﺩ ﻗَﺎﻝَ : ﻣَﻦْ ﺻَﻠَّﻰ ﺃَﺭْﺑَﻌًﺎ ﺑَﻌْﺪَ ﺍﻟْﻌِﺸَﺎﺀِ ﻟَﺎﻳَﻔْﺼِﻞُ ﺑَﻴْﻨَﻬُﻦَّ ﺑِﺘَﺴْﻠِﻴﻢٍ ؛ ﻋَﺪَﻟْﻦَ ﺑِﻤِﺜْﻠِﻬِﻦَّ ﻣِﻦْ ﻟَﻴْﻠَﺔِ ﺍﻟْﻘَﺪْﺭِ

Abdulloh bin Amr -rodhiallohu anhuma– mengatakan: “Siapa yg sholat (sunat) 4 rekaat setelah (Sholat) Isya’,.maka 4 rekaat tersebut seperti keutamaannya 4 REKAAT pada malam Laitul Qodar”.

Aisyah -rodhiallohu anha- mengatakan: “4 rekaat setelah (Sholat) Isya’, menyamai yang SEMISAL dengannya pada malam Lailatul Qodar”.

Abdulloh bin Mas’ud -rodhiallohu anhu– mengatakan: “Siapa yg sholat (sunat) 4 rekaat setelah (Sholat) Isya’, dia tidak memisah rekaat-rekaat tersebut dengan salam, maka 4 rekaat tersebut menyamai yang SEMISAL
 
dengannya pada malam Lailatul Qodar”. 

Riwayat Ibnu Abi Syaibah dalam Kitab Mushonnaf,.no: 7273, 7274, 7275.

========

4 rekaat ini adalah sunat ba’diyah isya’… jadi jikasudah melakukan 4 rekaat, tidak disunnahkan melakukan sunat rotib isya’ 2 rekaat… Jadi Caranya 4 Rakaat 2 Tasyahud 1 Salam

•Kalau Kita Katakan : “4 rekaat itu samad dg lailatul qodar”, berarti dg 4 rekaat kita dapat pahala.ibadah malam lailatul qodar semalam penuh. 

•Kalau kita katakan: “4 rekaat itu sama dg 4 rekaatnya.malam lailatul qodar”, berarti pahala itu tertentu pada.jumlah waktu yg digunakan untuk 4 rekaat tersebut.

•Karena misalnya: waktunya 10 menit, berarti pahalanya 10menit x 1000 bulan…

Hadits-hadits di atas kuat sanadnya, dan bisa dijadikan sandaran amalan -wallohu a’lam-, hanya saja karena banyak yang salah memahami dan kurang teliti dalam.menerjemah, sehingga status ini harus dibuat untuk
 
meluruskannya..Semoga bermanfaat dan tidak ada yg tersinggung… 

wallohul mustaan.

Bagi yang ingin menelaah lebih lanjut… Silahkan

membaca di link ini:

http://www.ajurry.com/vb/showthread.php?t=17603

Oleh: Ad Dariny

CATATAN TENTANG SHALAT 

Shalat itu memiliki kedudukan yang agung dalam islam. Oleh karena itu, seorang muslim wajib memiliki perhatian yang besar terhadap shalat. Berikut dalil-dalil yang menunjukkan bahwa shalat memiliki kedudukan yang agung dalam islam, sehingga dengan dalil-dalil berikut ini kita termotivasi untuk menjaga shalat.

➡ 1. Shalat adalah perintah kedua setelah mentauhidkan Allah.

✅ Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS. Al Bayyinah: 5)

➡ 2. Shalat termasuk rukun Islam yang kedua.

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالْحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ

Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Islam dibangun di atas lima (tonggak): Syahadat Laa ilaaha illa Allah dan (syahadat) Muhammad Rasulullah, menegakkan shalat, membayar zakat, hajji, dan puasa Ramadhan.” (HR. Bukhari no. 8 dan Muslim no. 16)

➡ 3. Shalat adalah tiang Islam. Islam seseorang tidaklah tegak kecuali dengan shalat. Dalam hadits Mu’adz disebutkan,

رَأْسُ الأَمْرِ الإِسْلاَمُ وَعَمُودُهُ الصَّلاَةُوَذِرْوَةُ سَنَامِهِ الْجِهَادُ

Pokok perkara adalah Islam, tiangnya adalah shalat, dan puncak perkaranya adalah jihad.” (HR. Tirmidzi no. 2616. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Yang namanya tiang suatu bangunan jika ambruk, maka ambruk pula bangunan tersebut. Sama halnya pula dengan bangunan Islam.

➡ 4. Shalat adalah perintah Allah yang langsung diemban Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tanpa pelantara Jibril. Menunjukkan kedudukan shalat sangat tinggi dalam Islam.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ( فَأَوْحَى اللَّهُ إِلَيَّ مَا أَوْحَى فَفَرَضَ عَلَيَّ خَمْسِينَ صَلَاةً فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ ، فَنَزَلْتُ إِلَى مُوسَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : مَا فَرَضَ رَبُّكَ عَلَى أُمَّتِكَ ؟ قُلْتُ خَمْسِينَ صَلَاةً . قَالَ ارْجِعْ إِلَى رَبِّكَ فَاسْأَلْهُ التَّخْفِيفَ … قَالَ : فَلَمْ أَزَلْ أَرْجِعُ بَيْنَ رَبِّي تَبَارَكَ وَتَعَالَى وَبَيْنَ مُوسَى عَلَيْهِ السَّلَام حَتَّى قَالَ : يَا مُحَمَّدُ إِنَّهُنَّ خَمْسُ صَلَوَاتٍ كُلَّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ ، لِكُلِّ صَلَاةٍ عَشْرٌ ، فَذَلِكَ خَمْسُونَ صَلَاةً ) .

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Maka Allah lantas mewahyukan kepadaku apa yang Ia wahyukan, Ia mewajibkan kepadaku lima puluh shalat setiap sehari semalam. Aku lantas turun menemui Musa ‘alaihis sallam, ia berkata ; Apa yang telah Tuhanmu wajibkan bagi umatmu? Aku mengatakan: Lima puluh shalat. Musa berkata: Kembalilah engkau kepada Tuhanmu dan mohonlah keringanan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Maka aku senantiasa bolak-balik antara Tuhanku Tabaraka wa ta’ala dan Musa ‘alaihis salam hingga Allah mengatakan: Wahai Muhammmad sesungguhnya shalat itu lima kali setiap sehari semalam. Setiap shalat itu sepuluh, itulah lima puluh shalat.” (HR : Bukhari no. 349 dan Muslim no. 162)

Awalnya shalat diwajibkan sebanyak 50 shalat. Ini menunjukkan bahwa Allah amat menyukai ibadah shalat tersebut. Kemudian Allah memperingan bagi hamba-Nya hingga menjadi 5 waktu dalam sehari semalam. Akan tetapi, tetap saja shalat tersebut dihitung dalam timbangan sebanyak 50 shalat, walaupun dalam amalan hanyalah 5 waktu. Ini sudah menunjukkan mulianya kedudukan shalat.

➡ 5. Mengajarkan untuk saling kerjasama dan saling mencintai.

أَقِيمُوا الصُّفُوفَ فَإِنَّمَا تَصُفُّونَ بِصُفُوفِ الْمَلاَئِكَةِ وَحَاذُوا بَيْنَ الْمَنَاكِبِ وَسُدُّوا الْخَلَلَ وَلِينُوا فِى أَيْدِى إِخْوَانِكُمْ وَلاَ تَذَرُوا فُرُجَاتٍ لِلشَّيْطَانِ وَمَنْ وَصَلَ صَفًّا وَصَلَهُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى وَمَنْ قَطَعَ صَفًّا قَطَعَهُ اللَّهُ

Luruskan shaf, agar kalian bisa meniru shafnya malaikat. Luruskan pundak-pundak, tutup setiap celah, dan buat pundak kalian luwes untuk teman kalian. Serta jangan tinggalkan celah-celah untuk setan. Siapa yang menyambung shaf maka Allah Ta’ala akan menyambungnya dan siapa yang memutus shaf, Allah akan memutusnya. (HR. Ahmad no. 5724, Abu Daud no. 666, dan dishahihkan Syuaib Al-Arnauth)

➡ 6. Allah membuka amalan seorang muslim dengan shalat dan mengakhirinya pula dengan shalat. Ini juga yang menunjukkan ditekankannya amalan shalat. Allah Ta’ala berfirman,

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ ۝ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ ۝ وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ ۝ وَالَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَاةِ فَاعِلُونَ ۝ وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ ۝ إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ ۝ فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ ۝ وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ ۝ وَالَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ ۝

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. Dan orang-orang yang memelihara shalatnya.” (QS. Al Mu’minun: 1-9)

➡ 7. Ciri orang Mukmin yang beruntung adalah orang yang mendirikan shalat dengan penuh kekhusyukan.

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ (1) الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya. (QS. Al Mu’minun: 1-2)

➡ 8. Shalat adalah amalan yang pertama kali akan dihisab. Amalan seseorang bisa dinilai baik buruknya dinilai dari shalatnya. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ فَإِنْ صَلَحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسَرَ فَإِنِ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيْضَتِهِ شَيْءٌ قَالَ الرَّبُّ تَبَارَكَ وَتَعَالَى : انَظَرُوْا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ ؟ فَيُكْمَلُ بِهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيْضَةِ ثُمَّ يَكُوْنُ سَائِرُ عَمَلِهِ عَلَى ذَلِكَ . وَفِي رِوَايَةٍ: ثُمَّ الزَّكَاةُ مِثْلُ ذَلِكَ ثُمَّ تُؤْخَذُ الأَعْمَالُ حَسَبَ ذَلِكَ.

Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi. Jika ada yang kurang dari shalat wajibnya, Allah Tabaroka wa Ta’ala mengatakan, ’Lihatlah apakah pada hamba tersebut memiliki amalan shalat sunnah?’ Maka shalat sunnah tersebut akan menyempurnakan shalat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lainnya seperti itu.” Dalam riwayat lainnya, ”Kemudian zakat akan (diperhitungkan) seperti itu. Kemudian amalan lainnya akan dihisab seperti itu pula.” (HR. Abu Daud no. 864, Ahmad 2: 425, Al-Hakim 1/262, Baihaqi 2/386. Al-Hakim mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih dan tidak dikeluarkan oleh Al-Bukhari dan Muslim, penilaian shahih ini disepakati oleh Adz-Dzahabi.)

➡ 9. Perkara terakhir yang hilang dari manusia adalah shalat.

✅ Dari Abu Umamah Al-Bahili, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيُنْقَضَنَّ عُرَى الإِسْلاَمِ عُرْوَةً عُرْوَةً فَكُلَّمَا انْتَقَضَتْ عُرْوَةٌ تَشَبَّثَ النَّاسُ بِالَّتِى تَلِيهَا وَأَوَّلُهُنَّ نَقْضاً الْحُكْمُ وَآخِرُهُنَّ الصَّلاَةُ

Tali ikatan Islam akan putus seutas demi seutas. Setiap kali terputus, manusia bergantung pada tali berikutnya. Yang paling awal terputus adalah hukumnya, dan yang terakhir adalah shalat.” (HR. Ahmad 5: 251. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini jayyid.)

Hadits ini jelas menyatakan bahwa ketika tali Islam yang pertama sudah putus dalam diri seseorang, yaitu ia tidak berhukum pada hukum Islam, ia masih bisa disebut Islam. Di sini Nabi tidak mengatakan bahwa ketika tali pertama putus, maka kafirlah ia. Bahkan masih ada tali-tali yang lain hingga yang terakhir adalah shalatnya.

✅ Dari Zaid bin Tsabit, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَوَّلُ مَا يَرْفَعُ مِنَ النَّاسِ الأَمَانَةُ وَ آخِرُ مَا يَبْقَى مِنْ دِيْنِهِمْ الصَّلاَةُ

Yang pertama kali diangkat dari diri seseorang adalah amanat dan yang terakhir tersisa adalah shalat.” (HR. Al Hakim At Tirmidzi dan disebutkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Al Jami’, 2: 353).

➡ 10. Shalat adalah pembeda antara muslim dengan kafir.

إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِرْكِ وَالكُفرِ تَرْكَ الصَّلاة

Sesungguhnya batas antara seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat.” (Diriwayatkan oleh Muslim no. 82, At-Tirmidziy no. 2618 & 2620, Abu Daawud no. 4678, dan yang lainnya – dari Jaabir radliyallaahu ‘anhu)

➡ 11. Shalat adalah akhir wasiat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha mengatakan bahwa di antara wasiat terakhir Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

الصَّلاَةَ الصَّلاَةَ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ

Jagalah shalat, jagalah shalat dan budak-budak kalian” (HR. Ahmad 6/290. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih dilihat dari jalur lainnya.)

(Lanjut ke hal…2)

Iklan