Beberapa Renungan dan Nasehat Salaf 7
Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

 

1. Dua Isu Yang Menyerang Keluarga Muslim(Poligami)

2. Cinta Kekal di atas Pondasi Takwa

3. Tidak Menceritakan Aib Barang, ituMenipu

4. Mengenal Sosok-Sosok Dari Generasi As-Sâbiqûnal Awwalûn

5. Ikan dalam Kolam yang Dijilati Anjing,Najis?

6.Indahnya Tawakal

7..Belajar Agama di Waktu Sibuk

8. Mahar Berlebihan & Membebani akanMengurangi Keberkahan Pernikahan

9.Barang Servis yang Tidak Diambil AkanDijual?

10.Di Antara Tanda Keberkahan Ilmu

11..Hukum Pamer Kopi

12. Sstt! Jaga Omongan

13. Miras (Minuman Keras) Mesti DilarangDengan Tegas

14. Makna Dzarrah dalam al- Quran

15. [Booklet] Seret Rezeki, Susah Jodoh

16. Parenting Islami (42):Menegur Anak denganKelembutan Menegur atasSebagian Kesalahan, danMemberikan Toleransi atasKesalahan yang Lain

17. Sa’îd bin Zaid Al-‘AdawiRadhiyallahu Anhu

18. Terkena Najis Ketika Shalat

19. 10 Ketentuan Talak Dari Al- Qur`ân Dan Sunnah

20. Berkumpul-kumpul dengan yang Rajin Berdzikir

22. Mungkinkah Manusia Melihat Jin?

23. Putri Nabi Shallallahu ‘Alaihiwa Sallam (1): Zainab

24. Doa Nabi Zakariyya AlaihisSalam Memohon Keturunan Yang Shalih

25. Kentut Dari Farji, Apakah Batal Wudhu?

===

Hukum Menonton Acara Karma Ustadz Sofyan Chalid Ruray

Wali Allah Bukan Orang Sakti Ustadz Sofyan Chalid Ruray

Tersesat Karena Menyelisihi Sunnah Ustadz Sofyan Chalid Ruray

Cara Mudah Agar Dicintai Allah Ustadz Sofyan Chalid Ruray

Hukum Istri “Menyusui” Suami Ustadz Sofyan Chalid Ruray

(Ketika Hati Menjadi Beku, Al-Ustadz Ali Bawazier,Lc), 15Mb 1jm 32 Mnit

Safari Dakwah Bandung(Ustadz Dr. Syafiq RizaBasalamah), Kan Kutanam Seluruh Keindahan 23.7 MB 1jm 42 mnit

Kan Kujaga Dan Rawat Selamanya : 24.4 MB 

Di mana pun obatnya kan Kucari : 18.9 MB

(ISTIQOMAH DIZAMAN FITNAH,Ustadz Afifi Abdul Wadud, BA)13Mb

(MELIHAT KEINDAHAN SURGA,Ustadz Ammi NurBaits, S.T., B.A),16mb 1jm 32mnit

Audio Safari Dakwah(Ustadz Abu YahyaBadrusalam, Lc), Pokok-Pokok Ahlussunnah wal Jama’ah 28mb 2jam

Adab Menuntut Ilmu 17Mb 1jam 10mnit

Ustadz Sofyan Chalid Ruray , Lc -Hukum Menonton Acara Karma

Wali Allah Bukan Orang Sakti

Tersesat Karena Menyelisihi Sunnah

==

HUKUM MENONTON ACARA “KARMA” (Sholatnya Tidak Diterima 40Malam dan Kalau Ia Percaya Peramal Maka Ia Kafir)

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

ﻗُﻞْ ﻻ ﻳَﻌْﻠَﻢُ ﻣَﻦْ ﻓِﻲ ﺍﻟﺴَّﻤَﻮَﺍﺕِ ﻭَﺍﻷﺭْﺽِ ﺍﻟْﻐَﻴْﺐَ ﺇِﻻ ﺍﻟﻠَّﻪُ

Katakanlah: Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah.” [An-Naml: 65]

Ilmu tentang masa depan termasuk perkara ghaib, dan ilmu tentang perkara ghaib adalah kekhususan bagi Allah ta’ala, barangsiapa yang mengaku-ngaku punya.ilmu ghaib atau meyakini ada selain Allah yang.mengetahui ilmu ghaib maka ia telah menyekutukanAllah ta’ala, yang menyebabkan ia murtad, keluar dari Islam.

Al-Imam Ibnu Katsir Asy-Syafi’i rahimahullah berkata,.“Allah ta’ala berfirman seraya memerintahkan Rasul-Nya shallallahu’alaihi wa sallam untuk mengajarkan kepada seluruh makhluk, bahwasannya tidak ada satu pun penduduk langit dan bumi yang mengetahui perkara ghaib. Dan firman Allah ta’ala, “(Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib) kecuali Allah” adalah sebuah pengecualian yang.terputus, yaitu bermakna: Tidak ada satu pun yang.mengetahui perkara ghaib kecuali Allah ‘azza wa jalla, sesungguhnya Dia esa dalam perkara ilmu tentang yang.ghaib, tidak ada sekutu bagi-Nya, sebagaimana firman-Nya,

ﻭَﻋِﻨْﺪَﻩُ ﻣَﻔَﺎﺗِﺢُ ﺍﻟْﻐَﻴْﺐِ ﻻ ﻳَﻌْﻠَﻤُﻬَﺎ ﺇِﻻ ﻫُﻮَ

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib;tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri.” (Al-An’am: 59)

✅ Dan juga firman-Nya,

ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻋِﻨْﺪَﻩُ ﻋِﻠْﻢُ ﺍﻟﺴَّﺎﻋَﺔِ ﻭَﻳُﻨﺰﻝُ ﺍﻟْﻐَﻴْﺚَ ﻭَﻳَﻌْﻠَﻢُ ﻣَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻷﺭْﺣَﺎﻡِﻭَﻣَﺎ ﺗَﺪْﺭِﻱ ﻧَﻔْﺲٌ ﻣَﺎﺫَﺍ ﺗَﻜْﺴِﺐُ ﻏَﺪًﺍ ﻭَﻣَﺎ ﺗَﺪْﺭِﻱ ﻧَﻔْﺲٌ ﺑِﺄَﻱِّ ﺃَﺭْﺽٍﺗَﻤُﻮﺕُ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻋَﻠِﻴﻢٌ ﺧَﺒِﻴﺮٌ

Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok..Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi.mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah MahaMengetahui lagi Maha Mengenal.” (Luqman: 34) Danayat-ayat tentang ini masih banyak.” [Tafsir Ibnu Katsir,6/207]

Oleh karena itu mendatangi dukun hukumnya haram, terlebih jika bertanya dan mempercayai ucapannya..Dalam hadits Mu’awiyah bin Al-Hakam As-Sulamiradhiyallahu’anhu: “Aku berkata, wahai Rasulullah,

ﻭَﺇِﻥَّ ﻣِﻨَّﺎ ﺭِﺟَﺎﻟًﺎ ﻳَﺄْﺗُﻮﻥَ ﺍﻟْﻜُﻬَّﺎﻥَ، ﻗَﺎﻝَ : ﻓَﻠَﺎ ﺗَﺄْﺗِﻬِﻢْ

Dan sesungguhnya diantara kami ada orang-orang yang mendatangi para dukun, maka beliau bersabda:Jangan mendatangi mereka (para dukun).” [HR. Muslim]

✅ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda,

ﻣَﻦْ ﺃَﺗَﻰ ﻋَﺮَّﺍﻓًﺎ ﻓَﺴَﺄَﻟَﻪُ ﻋَﻦْ ﺷَﻲْﺀٍ، ﻟَﻢْ ﺗُﻘْﺒَﻞْ ﻟَﻪُ ﺻَﻠَﺎﺓٌ ﺃَﺭْﺑَﻌِﻴﻦَ ﻟَﻴْﻠَﺔً

Barangsiapa mendatangi paranormal, lalu bertanya tentang sesuatu, maka tidak diterima sholatnya selama 40 malam.” [HR. Muslim dari Hafshoh radhiyallahu’anha]

✅ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda,

ﻣَﻦْ ﺃَﺗَﻰ ﻛَﺎﻫِﻨًﺎ ﺃَﻭْ ﻋَﺮَّﺍﻓًﺎ، ﻓَﺼَﺪَّﻗَﻪُ ﺑِﻤَﺎ ﻳَﻘُﻮﻝُ، ﻓَﻘَﺪْ ﻛَﻔَﺮَ ﺑِﻤَﺎ ﺃُﻧْﺰِﻝَﻋَﻠَﻰ ﻣُﺤَﻤَّﺪ

Barangsiapa mendatangi dukun atau peramal, lalu ia mempercayai ucapan dukun atau peramal tersebut maka ia telah kafir terhadap (Al-Qur’an) yang diturunkan kepada Nabi Muhammad -shallallahu’alaihi wasallam-.” [HR. Ahmad dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu dan Al-Bazzar dari Jabir radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah: 3387]

Demikian pula mempercayai peramalan,perbintangan dan lain-lain yang mengandung klaim ilmu ghaib adalah kesyirikan kepada Allah ta’ala.

WALI ALLAH BUKAN ORANG SAKTI

Saudaraku rahimakumullaah, wali Allah ‘azza wa jalla bukanlah orang yang punya kesaktian, ilmu kanuragan,.ilmu putih, ilmu kebal, tenaga dalam, bisa mengetahui.isi hati orang dan bisa meramal masa depan. Bahkan itu semua ciri-ciri dukun, musuh Allah ‘azza wa jalla,bukan wali yang mendapat karomah.

Asy-Syaikh AbdurRahman bin Hasan rahimahumullahberkata,

ﻭﻻ ﺭﻳﺐ ﺃﻥ ﻣﻦ ﺍﺩﻋﻰ ﺍﻟﻮﻻﻳﺔ، ﻭﺍﺳﺘﺪﻝ ﺑﺈﺧﺒﺎﺭﻩ ﺑﺒﻌﺾﺍﻟﻤﻐﻴﺒﺎﺕ ﻓﻬﻮ ﻣﻦ ﺃﻭﻟﻴﺎﺀ ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ﻻ ﻣﻦ ﺃﻭﻟﻴﺀ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ، ﺇﻥﺍﻟﻜﺮﺍﻣﺔ ﺃﻣﺮ ﻳﺠﺮﻳﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﻳﺪ ﻋﺒﺪﻩ ﺍﻟﻤﺆﻣﻦ ﺍﻟﺘﻘﻲ، ﺇﻣﺎ ﺑﺪﻋﺎﺀﺃﻭ ﺃﻋﻤﺎﻝ ﺻﺎﻟﺤﺔ ﻻ ﺻﻨﻊ ﻟﻠﻮﻟﻲ ﻓﻴﻬﺎ، ﻭﻻ ﻗﺪﺭﺓ ﻟﻪ ﻋﻠﻴﻬﺎ،ﺑﺨﻼﻑ ﻣﻦ ﻳﺪﻋﻲ ﺃﻧﻪ ﻭﻟﻲ ﻭﻳﻘﻮﻝ ﻟﻠﻨﺎﺱ : ﺍﻋﻠﻤﻮﺍ ﺃﻧﻲ ﺃﻋﻠﻢﺍﻟﻤﻐﻴﺒﺎﺕ

Dan tidak diragukan lagi bahwa orang yang mengaku-ngaku sebagai wali dan membuktikannya dengan pengabaran sebagian berita-berita ghaib, maka ia termasuk wali setan, bukan wali Ar-Rahman (Allah yang Maha Penyayang).Sesungguhnya karomah adalah perkara yang Allah perjalankan pada diri hamba-Nya yang beriman lagi bertakwa, apakah karena doa atau amalan-amalan shalih (yaitu amalan yang sesuai petunjuk Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam), tidak ada campur tangan wali dalam karomah, tidak pula ada kemampuannya sedikit pun. Berbeda dengan orang yang mengaku-ngaku sebagai wali dan berkata kepada manusia: Ketahuilah aku dapat mengetahui hal-hal yang ghaib.” [Fathul Majid, hal. 299]

SIAPA WALI ALLAH YANG SEBENARNYA?

Wali Allah ‘azza wa jalla adalah orang yang mencintai dan dicintai Allah, dan untuk menggapai cinta Allah.’azza wa jalla haruslah dengan meneladani Rasulullah.shallallaahu’alaihi wa sallam.

Barangsiapa mencintai Allah dan Rasul-Nya tapi tidak meneladani Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam,.malah melakukan syirik dan bid’ah, maka ia tidak jujur dalam cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya.

✅ Allah ‘azza wa jalla berfirman,

ﻗُﻞْ ﺇِﻥ ﻛُﻨﺘُﻢْ ﺗُﺤِﺒُّﻮﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻓَﺎﺗَّﺒِﻌُﻮﻧِﻲ ﻳُﺤْﺒِﺒْﻜُﻢُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَﻳَﻐْﻔِﺮْ ﻟَﻜُﻢْﺫُﻧُﻮﺑَﻜُﻢْ ۗ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪُ ﻏَﻔُﻮﺭٌ ﺭَّﺣِﻴﻢٌ

Katakanlah (wahai Muhammad): Kalau kalian benar-benar mencintai Allah maka teladanilah aku, barulah Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [Ali Imron: 31]

Asy-Syaikh AbdurRahman bin Nashir As-Sa’dirahimahullah berkata,

ﻓﻤﻦ ﺍﺗﺒﻊ ﺍﻟﺮﺳﻮﻝ ﺩﻝ ﻋﻠﻰ ﺻﺪﻕ ﺩﻋﻮﺍﻩ ﻣﺤﺒﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ،ﻭﺃﺣﺒﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻏﻔﺮ ﻟﻪ ﺫﻧﺒﻪ، ﻭﺭﺣﻤﻪ ﻭﺳﺪﺩﻩ ﻓﻲ ﺟﻤﻴﻊ ﺣﺮﻛﺎﺗﻪﻭﺳﻜﻨﺎﺗﻪ، ﻭﻣﻦ ﻟﻢ ﻳﺘﺒﻊ ﺍﻟﺮﺳﻮﻝ ﻓﻠﻴﺲ ﻣﺤﺒﺎ ﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ، ﻷﻥﻣﺤﺒﺘﻪ ﻟﻠﻪ ﺗﻮﺟﺐ ﻟﻪ ﺍﺗﺒﺎﻉ ﺭﺳﻮﻟﻪ، ﻓﻤﺎ ﻟﻢ ﻳﻮﺟﺪ ﺫﻟﻚ ﺩﻝ ﻋﻠﻰﻋﺪﻣﻬﺎ ﻭﺃﻧﻪ ﻛﺎﺫﺏ ﺇﻥ ﺍﺩﻋﺎﻫﺎ، ﻣﻊ ﺃﻧﻬﺎ ﻋﻠﻰ ﺗﻘﺪﻳﺮ ﻭﺟﻮﺩﻫﺎ ﻏﻴﺮﻧﺎﻓﻌﺔ ﺑﺪﻭﻥ ﺷﺮﻃﻬﺎ، ﻭﺑﻬﺬﻩ ﺍﻵﻳﺔ ﻳﻮﺯﻥ ﺟﻤﻴﻊ ﺍﻟﺨﻠﻖ، ﻓﻌﻠﻰﺣﺴﺐ ﺣﻈﻬﻢ ﻣﻦ ﺍﺗﺒﺎﻉ ﺍﻟﺮﺳﻮﻝ ﻳﻜﻮﻥ ﺇﻳﻤﺎﻧﻬﻢ ﻭﺣﺒﻬﻢ ﻟﻠﻪ، ﻭﻣﺎﻧﻘﺺ ﻣﻦ ﺫﻟﻚ ﻧﻘﺺ

Maka barangsiapa yang meneladani Rasulullahshallallaahu’alaihi wa sallam, menunjukkan kejujuran cintanya kepada Allah ta’ala, sehingga Allah pun mencintainya dan mengampuni dosanya, serta menyayanginya dan memberikan hidayah dalam setiap gerakannya dan diamnya.

Adapun orang yang tidak meneladani Rasulullahshallallaahu’alaihi wa sallam, bukanlah orang yang mencintai Allah ta’ala, karena kecintaan kepada Allah mengharuskan peneladanan kepada Rasulullah. Barangsiapa tidak meneladani Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam menunjukkan bahwa ia tidak mencintai.Allah, dia hanyalah berdusta ketika mengklaim cinta kepada Allah. Kalau pun benar dia mencintai Allah, maka tidak bermanfaat tanpa memenuhi syaratnya, yaitu meneladani Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam.” [Tafsir As-Sa’di, hal. 128]

==

Heh.. Si fulan itu wali lo… dia punya banyak KAROMAH.. Masa dia salah?

=======

Itulah yang sering kita dengar saat kita menyampaikan tuntunan Nabi -shollallohu alaihi wasallam- yang telah menjadi asing di tengah-tengah masyarakat zaman.akhir ini. Padahal karomah itu tidak menjadikan.pemiliknya maksum.

Sekaliber Imam Syafi’i -rohimahulloh- saja mengatakan:.Jika kalian dapati dalam kitabku sesuatu yang.menyelisihi SUNNAH rosululloh -shollallohu alaihi.wasallam-, maka ambillah perkataan beliau itu, dan TINGGALKAN perkataanku!” [Siyaru A’lamin Nubala’10/34].

Jika Imam Syafi’ saja demikian, bagaimana dengan.orang yang di bawah beliau…

Dan tentang KAROMAH para wali dan kekasih Allah ini, Syeikhul Islam -rohimahulloh- mengatakan:.”Karomahnya orang-orang saleh itu menunjukkan.kebenaran agama (Islam) yang dibawa oleh Rosul, dia.TIDAK menunjukkan bahwa wali itu maksum, TIDAK pula menunjukkan bahwa wali itu harus dita’ati dalam.semua perkataannya.

Dari sinilah banyak orang dari kaum nasrani dan yang.lainnya tersesat, karena orang-orang hawariyyun (pembela Nabi Isa alaihissalam) dan yang lainnya,.mereka dahulu memiliki banyak karomah, sebagaimana orang-orang saleh dari umat ini memiliki banyakkaromah.

Kemudian mereka mengira bahwa karomah tersebut menjadikan mereka maksum, sebagaimana mukjizat para nabi menjadikan mereka maksum, sehingga mereka.mengharuskan mengikuti para pemilik karomah tersebut dalam semua ucapan mereka.

Dan ini kesalahan, karena Nabi itu wajib diikuti semua.perkataannya, karena beliau seorang nabi yang.mendakwakan kenabian, dan mukjizat itu sebagai bukti kejujurannya, dan Nabi adalah seorang yang maksum.

Adapun karomah, dia tidaklah menunjukkan kenabian,.tapi menunjukkan (benarnya) mengikuti Nabi dan benarnya agama Nabi, oleh karenanya karomah itu.tidak menjadikan pengikut Nabi (pemilik karomah) itu menjadi maksum”. [Kitab: Annubuwwat 1/143].

———

Keterangan di atas bukan bertujuan merendahkan kedudukan karomah para wali, TAPI untuk mendudukkannya pada tempatnya yang layak, sehingga dapat menyelamatkan kaum muslimin dari godaan setan yang sangat lihai memanfaatkan karomah ini untuk menyesatkan manusia.Semoga Allah menjaga dan meneguhkan kita di atas vjalan-Nya yg lurus, amin.

==

TERSESAT KARENA MENYELISIHI SUNNAH

✅ Allah ‘azza wa jalla berfirman,

ﻓَﻠْﻴَﺤْﺬَﺭِ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳُﺨَﺎﻟِﻔُﻮﻥَ ﻋَﻦْ ﺃَﻣْﺮِﻩِ ﺃَﻥْ ﺗُﺼِﻴﺒَﻬُﻢْ ﻓِﺘْﻨَﺔٌ ﺃَﻭْ ﻳُﺼِﻴﺒَﻬُﻢْﻋَﺬَﺍﺏٌ ﺃَﻟِﻴﻢٌ

Maka hendaklah orang-orang yang menyelisihi perintah Rasul itu takut akan ditimpa ‘fitnah’ atau ditimpa azab yang pedih.” [An-Nur: 63]

Sahabat yang Mulia Abu Bakr Ash-Shiddiqradhiyallahu’anhu berkata,

ﻟﺴﺖ ﺗﺎﺭﻛﺎ ﺷﻴﺌﺎ ﻛﺎﻥ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻳﻌﻤﻞ ﺑﻪﺇﻻ ﻋﻤﻠﺖ ﺑﻪ، ﻭﺇﻧﻲ ﻷﺧﺸﻰ ﺇﻥ ﺗﺮﻛﺖ ﺷﻴﺌﺎ ﻣﻦ ﺃﻣﺮﻩ ﺃﻥ ﺃﺯﻳﻎ

Aku tidak pernah meninggalkan satu pun yang pernah diamalkan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam.kecuali aku mengamalkannya, dan sungguh aku takut apabila aku meninggalkan satu perintah beliau maka aku akan tersesat.” [Al-Ibaanah libni Batthoh, 1/246]

Al-Imam Ibnu Batthoh rahimahullah mengomentari,

ﻫﺬﺍ ﻳﺎ ﺇﺧﻮﺍﻧﻲ ﺍﻟﺼﺪﻳﻖ ﺍﻷﻛﺒﺮ ﻳﺘﺨﻮﻑ ﻋﻠﻰ ﻧﻔﺴﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﺰﻳﻎ ﺇﻥﻫﻮ ﺧﺎﻟﻒ ﺷﻴﺌﺎ ﻣﻦ ﺃﻣﺮ ﻧﺒﻴﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻓﻤﺎﺫﺍ ﻋﺴﻰﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻣﻦ ﺯﻣﺎﻥ ﺃﺿﺤﻰ ﺃﻫﻠﻪ ﻳﺴﺘﻬﺰﺋﻮﻥ ﺑﻨﺒﻴﻬﻢ ﻭﺑﺄﻭﺍﻣﺮﻩﻭﻳﺘﺒﺎﻫﻮﻥ ﺑﻤﺨﺎﻟﻔﺘﻪ ﻭﻳﺴﺨﺮﻭﻥ ﺑﺴﻨﺘﻪ ! ﻧﺴﺄﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻌﺼﻤﺔ ﻣﻦﺍﻟﺰﻟﻞ ﻭﺍﻟﻨﺠﺎﺓ ﻣﻦ ﺳﻮﺀ ﺍﻟﻌﻤﻞ

“Inilah wahai saudara-saudaraku Ash-Shiddiq yang terbesar, mengkhawatirkan dirinya akan tersesat apabila ia menyelisihi satu perintah Nabinya shallallahu’alaihi.wa sallam, maka apakah yang akan terjadi terhadap orang-orang yang mengolok-olok Nabi mereka dan perintah-perintah beliau di masa ini, serta bangga dengan menyelisihi beliau dan mempermainkan sunnah beliau…!? Kita memohon kepada Allah penjagaan dari kesesatan, dan keselamatan dari amalan yang jelek.” [Al-Ibaanah, 1/246]

Ketika seseorang berkata kepada Al-Imam Malik rahimahullah,

ﻳَﺎ ﺃَﺑَﺎ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﺃﻳﻦ ﺃﺣﺮﻡ؟ ﻗﺎﻝ : ﻣﻦ ﺫﻱ ﺍﻟْﺤُﻠَﻴْﻔَﺔِ ﻣِﻦْ ﺣَﻴْﺚُﺃَﺣْﺮَﻡَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ. ﻓَﻘَﺎﻝَ : ﺇِﻧِّﻲ ﺃُﺭِﻳﺪُ ﺃَﻥْﺃُﺣْﺮِﻡَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤَﺴْﺠِﺪِ، ﻓَﻘَﺎﻝَ : ﻟَﺎ ﺗَﻔْﻌَﻞْ، ﻗَﺎﻝَ : ﻓَﺈِﻧِّﻲ ﺃُﺭِﻳﺪُ ﺃَﻥْ ﺃُﺣْﺮِﻡَ ﻣِﻦَﺍﻟْﻤَﺴْﺠِﺪِ ﻣِﻦْ ﻋِﻨْﺪِ ﺍﻟْﻘَﺒْﺮِ، ﻗَﺎﻝَ : ﻟَﺎ ﺗَﻔْﻌَﻞْ، ﻓَﺈِﻧِّﻲ ﺃَﺧْﺸَﻰ ﻋﻠﻴﻚ ﺍﻟﻔﺘﻨﺔ،ﻓﻘﺎﻝ ﻭﺃﻱ ﻓﺘﻨﺔ ﻓﻲ ﻫَﺬِﻩِ؟ ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻫِﻲَ ﺃَﻣْﻴَﺎﻝٌ ﺃَﺯِﻳﺪُﻫَﺎ، ﻗَﺎﻝَ : ﻭَﺃَﻱُّﻓﺘﻨﺔ ﺃﻋﻈﻢ ﻣﻦ ﺃﻥ ﺗﺮﻯ ﺃﻧﻚ ﺳﺒﻘﺖ ﺇِﻟَﻰ ﻓَﻀِﻴﻠَﺔٍ ﻗَﺼَّﺮَ ﻋَﻨْﻬَﺎﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ؟ ﺇِﻧِّﻲ ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻳَﻘُﻮﻝُ :} ﻓَﻠْﻴَﺤْﺬَﺭِ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳُﺨَﺎﻟِﻔُﻮﻥَ ﻋَﻦْ ﺃَﻣْﺮِﻩِ ﺃَﻥْ ﺗُﺼِﻴﺒَﻬُﻢْ ﻓِﺘْﻨَﺔٌ ﺃَﻭْ ﻳُﺼِﻴﺒَﻬُﻢْﻋَﺬَﺍﺏٌ ﺃَﻟِﻴﻢٌ }

Wahai Abu Abdillah dari mana saya mulai ber-ihram? Beliau berkata: Dari Dzul Hulaifah, dari tempat Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam ber-ihram. Orang itu berkata: Sungguh aku ingin ber-ihram dari Masjid Nabawi.

Beliau berkata: Jangan kamu lakukan.

Orang itu berkata lagi: Sungguh aku ingin ber-ihram dari Masjid Nabawi.

Beliau berkata: Jangan kamu lakukan, sungguh aku khawatir kamu akan tertimpa ‘fitnah’.

Orang itu berkata: Fitnah apakah dalam perkara ini? Padahal aku hanyalah menambah beberapa mil saja!

Beliau berkata: Fitnah apakah yang lebih besar daripada engkau menganggap dirimu mampu mendahului Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam untuk melakukan.satu kebaikan yang tidak beliau lakukan?!.Sesungguhnya aku mendengar firman Allah ta’ala, “Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah.Rasul itu takut akan ditimpa fitnah atau ditimpa azab yang pedih.” (An-Nur: 63) [Al-I’tishom lisy Syaathibi rahimahullah, 1/231-232]

Maka fitnah dalam ayat yang mulia ini maknanya adalah kesesatan dan puncaknya adalah kesyirikan dan kekafiran. Inilah azab pertama yang Allah ‘azza wa jalla akan timpakan terhadap orang-orang yang menyelisihi petunjuk Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, yaitu ia akan ditimpa azab pada hatinya. Kemudian disusul.dengan azab yang kedua, yaitu azab yang akan.ditimpakan pada fisiknya, wal’iyaadzu billaah.

Al-Imam Ahmad rahimahullah berkata,

ﺍﻟﻔﺘﻨﺔ ﺍﻟﺸﺮﻙ ﻟﻌﻠﻪ ﺇﺫﺍ ﺭﺩ ﺑﻌﺾ ﻗﻮﻟﻪ ﺃﻥ ﻳﻘﻊ ﻓﻲ ﻗﻠﺒﻪ ﺷﺊ ﻣﻦﺍﻟﺰﻳﻎ ﻓﻴﻬﻠﻚ

Fitnah adalah kesyirikan, bisa jadi jika ia menolak sebagian ucapan Rasulullah shallallahu’alaihi wa.sallam, maka muncul dalam hatinya satu bentuk.kesesatan, lalu membinasakannya.” [Lihat Ash-Shorim Al-Maslul (1/59) dan Taisirul ‘Azizil Hamid, hal. 483]

Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Allah ta’ala memulai pertama kali (dalam ayat ini) dengan azab berupa fitnah sebelum azab yang pedih.(yang akan menimpa badan), sebagai isyarat terhadap munculnya penyakit hati dan fitnah bagi hati, itu lebih keras dibanding azab yang pedih (yang menimpa badan) berupa kekeringan, gempa bumi, banjir dan semisalnya, yang diakibatkan karena penyelisihan terhadap Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam.” [Syarhul Ushul min ‘Ilmil Ushul, hal. 151]

==(lanjut ke halaman 2)