Apakah Kejahilan Adalah Udzur Dalam Pengkafiran?Hati-Hati Pemikiran Takfiri, Masalah “Memberikan Udzur Kepada Saudara Kita yg Jahil”..
Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

1. Adakah Udzur Bagi Orang Yang Tidak Tahu?

2. Penjelasan Seputar ‘ Udzur bil Jahl ‘

3. Asy-Syaikh Al-Albaaniy dan ‘ Udzur Kejahilan


Kitab dan Risalah Syaikhul IslamMuhammad bi ‘Abdul Wahhab bin Sulaiman an- Tamimi an-Najdy – rahimahullah

Ebook Masailul Jahiliah

Ebook Kasyfu Syubuhat

EbookFadhlul Islam dengan Ta’liq Syaikh Bin Baz —

Ebook Qawaidul Arba’ah dengan Syarah Syaikh Shalih Fauzan —

EbookTsalatsatil Ushul

Ebook Al Ushul As Sittah

Awas KejahilanYang Tidak Dimaafkan-Yufid.Tv

Obat Kejahilan-Ust Ahmad Zainuddin

Adakah Udzur bin Jahl Dalam Kekafiran-Ust Sofyan Chalid Ruray

Maksiat Tergolong Perbuatan Jahiliah – UstadzQomar Suaidi

Jahiliyah, Dulu dan Sekarang” , dengan Pemateri : Syaikh Dr. Abdul Aziz bin Muhammad As-Sadhan(Murid Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz – Pengajar Masjidil Haram Makkah dan Masjid Nabawi Madinah – Dosen Universitas Al- Imam Muhammad bin Suud Arab Saudi), 

Kitab Kasyfu Syubuhat-Meluruskan Akidah Umat Islam (Sesi-3) – Ust. Kholid Syamhudi

Kitab Kasyfu Syubuhat- Meluruskan Akidah Umat Islam (Sesi-6) – Ust. Aris Sugiyantoro

Pentingnya Ilmu dan Bahaya KebodohanBagi Seorang Hamba”Sesi 1 Bersama Al-UstadzSofyan Chalid Ruray

Sesi 2 

===

Hati-hati ya ikhwah.. terhadap pemikiran TAKFIRI yg gencar disusupkan ke barisan salafiyyin.

=====

Biasanya mereka menjadikan masalah “Al-‘Udzru bil.Jahli” (memberikan udzur karena kejahilan), sebagai pintu masuk kepada pemahaman mereka..Umumnya mereka akan mengajak untuk meyakini bahwa tidak ada udzur dalam perbuatan syirik, meski pelakunya jahil… Setiap perbuatan syirik, pasti menjadikan pelakunya kafir, walaupun dia tidak tahu,walaupun dia tidak pernah dijelaskan tentang hal itu sama sekali… Kemudian mereka akan mengatakan bahwa orang yg memberi udzur kepada pelaku syirik yg jahil sebagai Murji’ah... Bahkan sebagian dari mereka.membuat kaidah umum, bahwa orang yg memberi udzur dalam hal ini, maka dia juga murtad. Dan Anda bisa bayangkan sendiri, bagaimana konsekuensi dari pemahaman mereka ini selanjutnya. Nah, setelah ada yg terpengaruh dengan keyakinantakfiri ini, mulailah ada operasi penangkapan orang- orang yg menerima dan terpengaruh pemahaman suka.mengkafirkan ini... Tapi, orang yg tadinya mengajarkan.paham itu, masih terus bebas berkeliaran utk terus menyusupkan pemahaman menyimpangnya tersebut kepada orang-orang baru lagi sebagai mangsa berikutnya. Sekali lagi, hati-hatilah ya ikhwah.. syubuhat mereka sangat kuat, terutama bagi orang-orang yg baru belajar tauhid, wallahul musta’an… Semoga Allah melindungi kita semua dari pemahaman menyimpang ini.

✅ Diantara solusinya, ambillah pemahaman yg benar tentang masalah “al-udzur bil jahli” ini dari ulama-ulama besar… Ini beberapa link yg bermanfaat dalammasalah ini, (yg belum bisa bahasa arab, bisamenanyakan kepada temannya yg sudah bisa bahasaarab):

==

Penjelasan bagus dari Syeikh Ubaid Al-Jabiri -hafizhahullah- (seorang ulama besar di Madinah) tentang masalah “memberikan udzur kepada saudara kita yg jahil”… baik dalam masalah akidah, maupun dalam masalah fikih.

=====

Syeikh kami -semoga Allah menjagamu-, di tempat kami ada orang-orang yang tidak memberi “udzur karena kejahilan” kepada orang yang jatuh dalam amalan kufur, seperti menyembelih untuk selain Allah, dan istighotsah (meminta pertolongan) kepada selain Allah. Mereka juga mengatakan tidak ada khilaf (beda pendapat) bahwa orang itu disebut kafir di dunia, yang ada khilaf adalah hukum kafirnya dia di akhirat nanti. Maka apa NASEHATMU untuk mereka?

➡ JAWABAN:

✅ Pertama: telah diketahui dengan istiqro’ (penelitian menyeluruh) dari sejarah Ahlussunnah dengan para penentangnya,bahwa ahli bid’ah itu selalu kontradiktif,dan redaksi mereka ini juga kontradiktif, bagaimana mereka menghukumi kafir di dunia, tapi tidakmenghukumi kafir dan bahwa dia kekal di neraka pada hari kiamat, sungguh tidak ada satupun dari para imam salaf yg pernah mengatakan seperti ini.

Bahkan semua Ahlussunnah dan juga sebagian golongan ahli bid’ah mengatakan, bahwa orang yg dihukumi kafir di dunia secara yaqin, ia akan dikekalkan dalam neraka pada hari kiamat. Dengan demikian, kalian tahu bahwa perkataan mereka ini termasuk sesuatu yang bisa menjatuhkan mereka ke dalam bid’ah.

✅ Kedua: Dalam masalah “udzur karena kejahilan” ada.tiga kelompok manusia:

Kelompok pertama: mereka yg berlebih-lebihan dalam memberikan udzur, mereka mengatakan: semua orang yang jahil harus diberi udzur karena kejahilannya.

Kelompok kedua: kebalikannya, mereka mengatakan tidak ada udzur sama sekali, dan mereka mengkafirkan.

Kelompok ketiga: pertengahan. Dan.alhamdulillah inilah.yang dipilih oleh MAYORITAS ulama kami, yang kami ketahui. Meskipun mereka juga berbeda pendapat dalammasalah tauhid, ada diantara mereka yg memberi udzur, dan ada yg mengatakan: masalah tauhid tidak ada udzur padanya.

✅ Yang benar: pendapat yg memerinci… bahwa orangyang jahil diberikan udzur pada masalah yang samar bagi orang yg sekelas dia… dan ini akan saya jelaskan dengan contoh dan dalil-dalilnya.

Adapun contoh dari keadaan manusia, maka ada banyak, diantaranya: orang yg bersaksi dengan syahadatain dan mengikrarkannya, akan tetapi dia terhenti dari mempelajari perintah dan larangan syariat Islam lainnya, atau tahu sebagian ilmu tapi jahil terhadap sebagian yg lainnya.

✅ Contoh keadaan orang pertama ini -yakni orang yg tahu sebagian ilmu tapi jahil terhadap sebagian yg lainnya-:Orang yg tahu tentang syahadatain, dia belajar kepada orang-orang lalu terputus, bisa jadi karena tidak memungkinkan duduk terus bersama mereka utk mempelajari rukun Islam yg lainnya dan masalah-masalah pokok agama yg berkaitan dengannya, (bisa juga karena) dia hidup di daerah yang jauh, tidak ada seorang pun dari tempat itu yg pergi ke tempat-tempat.ilmu, atau (bisa juga karena) dia datang hanya untukmendapatkan kebutuhan pokok atau kebutuhan lainnya kemudian pergi karena tersibukkan dengan urusan yg ada di belakangnya, seperti keluarganya, pekerjaannya, dan yg lainnya.

Maka orang yg seperti ini tidak boleh dikafirkan, atau difasikkan, sampai dia mempelajari syariat-syariat Islam tersebut.

✅ Diantara mereka juga ada orang yg masuk Islamnya di tengah-tengah kaum SUFI TASAWUF yg banyak khurafatnya, mereka mengajarinya bertaqarrub kepada orang-orang salih (yg sudah meninggal)/KUBURIYYUN dengan nadzar, atau menyembelih (hewan), atau sujud, atau meminta syafaat, atau beristighatsah (meminta pertolongan) kepada selain Allah sesuatu yg tidak dimampui selain Allah, atau dia melampui batas dalam memperlakukan mereka, karena memang dia belum tahu hal ini. Dia hanyalah korban dari orang-orang jahil, atau korban dari ulama-ulama yg buruk, atau belum memungkinkan(untuk belajar).

Akan tetapi kebanyakan orang yg melakukan hal ini, dia shalat, berpuasa, berhaji, bahkan bisa jadi dia memperbanyak amalan-amalan Sunnah, tapi dia musyrik dalam berdoa, beristighatsah, dan ibadah-ibadah lainnya, seperti: nadzar, melakukan safar kepada mereka (yg sudah meninggal) untuk berdiam di kuburannya utk beribadah kepada mereka, inilah kemampuan dia, mereka tidak mengajarinya selain ini, karena mereka ulama yg buruk yg banyak mengajarkan khurafat. Maka orang yg keadaannya seperti ini memiliki udzur sampai datang ilmu (tentang itu) kepadanya. ini diantara contoh yg paling jelas (dalam masalah ini).

Aku juga mengatakan: bisa jadi kejahilan itu menimpasebagian kaum mukminin yg takut dan ridha kepada Allah azza wajalla, diantara contohnya adalah: orang yg (dalam kisahnya) banyak berbuat dosa, maka ketikadekat ajalnya, ia berwasiat kepada anak-anaknya, dia mengatakan: ‘wahai anak-anakku, jika aku mati, bakarlah aku, kemudian tumbuklah, dan taburkanlah. Sungguh demi Allah, jika Allah punya kuasa untuk menemukanku, tentu dia akan mengazabku dg azab yg tidak pernah Dia timpakan kepada siapapun dari makhluknya’.

Maka, ini adalah orang mukmin yg takut kepada Allah azza wajalla, dia mengharapkan (rahmat) dari Allah, dia beriman kepada Allah, tapi ragu atau ingkar akan sebagian qudrah (kekuasaan) Allah, lihatlah dia tidak mengingkari kekuasaan Allah untuk melakukan segala.sesuatu pada segala sesuatu, tidak, tapi dia.mengingkari salah satu bagian dari kekuasaan Allah,yaitu: membangkitkannya, bahwa Allah tidak akan mampu menemukannya bila anak-anaknya melakukan.wasiat dia.

Maka (akhirnya) Allah subhanahu wata’ala pun menghidupkannya, dan mengatakan: ‘wahai hambaku, apa yg mendasarimu melakukan itu?‘ Dia mengatakan: ‘ketakutanku kepada-Mu ya Rabb’. Allah pun.mengatakan: ‘Sungguh aku telah mengampunimu’. (itu.karena) Orang ini jahil.

Adapun apabila yg melakukan perbuatannya adalah orang yg beriman kepada Allah, dan beriman kepada (kekuasaan Allah) membangkitkan (mayit) secara globaldan terperinci, dia tahu kabar-kabar tentang itu, maka – wal ‘iyadzu billah- dia ini akan di neraka selamanya, karena dia mengingkari qudrah Allah secara menyeluruh. Ini dalam masalah akidah.

Adapun dalam masalah hukum amaliyah (fikih), maka kita bisa sebutkan dua dalil, dan keduanya adalah contoh dalam masalah ini:

(Lanjut ke hal.2)